
Esperanza dan wanita yang bersamanya selamat dari ledakan. Sebab saat ledakan pertama, wanita yang bersamanya langsung menarik Esperanza melompat ke laut. Dan secepatnya berenang menjauh agar saat pesawat jatuh ke laut tidak mengenai mereka.
Ledakan beruntun berikutnya menyebabkan puing-puing pesawat mengantam siapa pun yang berada di laut. Wanita yang bersama Esperanza terpaksa melepas rompi mereka agar bisa menyelam ke dalam air. Agar tidak terkena serpihan kapal.
Mereka lolos dari serpihan pesawat. Tapi mereka masih terombang-ambing di laut. Sebab meski cuaca buruk mulai mereda, namun gelombang di tengah laut sangat kuat. Meski wanita itu dan Esperanza bisa berenang tapi mereka hanya bisa pasrah menunggu bantuan datang.
Jumlah orang yang berhasil kembali kepermukaan laut tinggal sedikit. Ada juga yang mengambang namun sudah tidak bernyawa. Sebab tidak sempat menyelam ke dalam laut. Dan sebagian tidak bisa menyelam atau berenang.
Gris baru saja mengalahkan Putri Penunggu Danau. Tapi ia terduduk lemah tidak berdaya saat mengetahui kalau pesawat yang ditumpangi oleh Esperanza meledak. Namun kemudian ia menyuruh roh yang terikat padanya untuk memeriksa keadaan Esperanza dan berharap anak itu selamat.
Sebelum roh yang diutus oleh Gris menemukan Esperanza ternyata ada satu kapal yang melintas dan membawa para penumpang yang selamat ke suatu tempat. Esperanza dan semua penumpang yang selamat merasa lega. Sebelum menyadari kalau ternyata mereka berada dalam bahaya.
Masing-masing dari mereka dibawa ke sebuah ruangan terpisah. Esperanza dan wanita yang bersamanya tidak mau ditempatkan di ruangan yang berbeda, saat menyadari ada keanehan di sana.
Beberapa orang keluar dari kamar-kamar kecil dalam keadaan diam tanpa bicara. Dan pandangan mereka kosong. Tampak mengenakan pakaian yang berlapis-lapis, yang menurut wanita itu ada sesuatu yang disembunyikan.
Wanita itu melawan dan menendang orang yang sudah menyelamatkan mereka dan menarik Esperanza ke luar. Saat itu tanpa sengaja mereka bertubrukan dengan beberapa pria yang memakai pakaian tebal. Wanita itu merasakan benda keras di balik pakaian tebal orang itu.
"Bahan peledak!" gumam wanita itu.
Mengetahui kalau rahasia mereka terbongkar, para pria yang tadi menyelamatkan para penumpang pesawat mengeluarkan senjata api mereka. Menembaki ke arah Esperanza dan wanita itu. Aksi kejar-kejaran pun terjadi.
Ponsel salah satu dari pengejar berbunyi.
"Aku tidak menyuruh kalian untuk menembak!"
"Maafkan kami tuan," jawab pengejar saat menjawab suara dari ponselnya.
"Bawa gadis itu hidup-hidup ke hadapanku. Dan wanita itu, lakukan pencucian otak padanya. Agar ia menjadi sukarelawan selanjutnya!"
__ADS_1
"Baik tuan," jawab mereka lagi.
Esperanza dan wanita itu menemui jalan buntu. Akhirnya ditemukan oleh para pria yang ternyata bagian dari penyebab ledakan di dalam pesawat. Mereka dibawa ke ruangan kosong secara terpisah.
"Target kita selanjutnya merupakan negara wanita ini berasal. Dan negara yang menjadi tujuan gadis ini," gumam salah satu dari mereka di sebuah ruang khusus.
Di sana terpampang biodata Esperanza dan wanita itu. Data yang dikirimkan oleh seseorang yang sedang bermain dengan ponselnya.
"Kamu lihat, kan? Ini masih belum seberapa. Dengan kekuatan ini, kita bisa membuat siapa pun melakukan yang kita minta. Penjahat yang paling berkuasa sekali pun akan tunduk di kaki kita."
"Tapi, untuk apa kamu menahan gadis itu. Bukankan lebih mudah membawanya tanpa harus repot-repot menghancurkan satu pesawat."
"Aku ingin membuktikan kekuatanku pada dunia. Aku dengan sengaja memberitahukan kalau akan ada ledakan di pesawat, tapi mereka tidak percaya. Sekarang apa mereka masih bisa santai jika kita melakukan ledakan yang lebih banyak lagi?"
"Wow."
"Hanya wow?"
Dorado yang selama ini sudah mengawasi keluarga Te Apoyo secara diam-diam dan mengawasi seluruh keturunan ke tujuh, akhirnya melakukan aksi yang sudah lama ia rencanakan.
"Memanfaatkan dendam Putri Penunggu Danau, untuk menyakiti Esperanza. Dan saat ini tentunya Gris akan mengira kalau Esperanza telah tiada. Lalu mengajaknya bergabung dengan kita."
"Memangnya kenapa kalau ia tahu gadis itu masih hidup?"
"Pasti sulit untuk mengajaknya bergabung, sebab ia tergila-gila pada gadis itu. Dan tidak mau jauh darinya. Itu akan menjadi kelemahannya."
"Kalau begitu, kita bunuh saja gadis itu!"
"Tidak, dia bisa jadi alat untuk kita mengendalikan Gris nantinya."
__ADS_1
Verde mengangguk tanda mengerti. Dan hari itu mereka melakukan aksi yang lebih brutal lagi. Menyuruh para roh yang terikat pada mereka untuk melakukan peledakan di tempat-tempat tertentu.
Esperanza ternyata sulit diatur. Dan tidak takut dengan ancaman. Sehingga mau tidak mau wanita yang bersamanya diikat dihadapannya.
"Jangan melawan. Atau wanita ini akan kami bunuh!" ujar para pria bersenjata mengancam Esperanza.
Di tempat lain Te Apoyo sangat cemas mengetahui kalau pesawat yang ditumpangi Esperanza meledak sebelum keluar dari negaranya. Maka Te Apoyo menyuruh orang-orangnya untuk memeriksa keberadaan Esperanza dan wanita yang menjemputnya.
Saat sedang menanti kabar dari orang-orangnya, Te Apoyo menyalakan televisi, mencari berita dari luar negri. Yang ternyata menyiarkan tentang pesawat yang ditumpangi oleh Esperanza. Dan menyatakan seluruh penumpang tewas.
"Te Apoyo, tua bangka. Ini semua ulahmu! Karenamulah Esperanza naik pesawat itu. Dan kini ia telah tiada," gumam Griz yang menyaksikan berita tentang pesawat Esperanza.
Dan kedua orang tua Esperanza merasa sangat terpukul akibat berita tersebut. Tidak henti-hentinya mereka menyesali telah memberi ijin pada Esperanza untuk pergi.
Sementara di tempat lain, Esperanza dengan mata dan mulut yang tertutup, serta kaki dan tangan yang terikat kini berada di dalam sebuah kotak besar. Di dalam sebuah mobil yang mengangkut bahan makanan. Menuju suatu tempat.
Dengan menggunakan pesawat khusus, Eperanza dan wanita yang bersamanya diterbangkan ke negara Te Apoyo. Tapi ia tidak akan ke tempat Te Apoyo, melainkan akan dibawa ke tempat Dorado berada.
Setelah akhirnya tiba di negara Te Apoyo, gadis itu langsung dibawa ke sebuah gudang. Bersama dengan wanita itu. Namun wanita itu kini sudah tidak tidak bisa berjalan dan melawan, sebab tulang kaki dan tangannya sudah dipatahkan. Dan bukan hanya itu. Ia juga mengalami pelecehan oleh para pria yang membawanya.
Tapi tidak ada dari mereka yang mencoba untuk menyentuh Esperanza, meski mereka sangat ingin memeluknya. Sebab Dorado melarang mereka melakukannya. Dan mengancam, tidak akan segan-segan untuk menghabisi siapapun yang menyentuhnya.
"Apa kamu tidak ingin mencicipi gadis itu sekarang?" ujar salah satu pria yang membawa Esperanza.
"Lagi pula ia juga pasti akan dijual, atau jadi sukarelawan untuk melakukan peledakan setelah pencucian otak." lanjutnya.
Orang yang diajak bicara tampak berpikir sejenak. Tapi kemudia ia tersenyum.
"Coba saja!" ujarnya.
__ADS_1
Bersambung...