Keturunan Ke Tujuh

Keturunan Ke Tujuh
Pengakuan Gina


__ADS_3

Gina akhirnya memberanikan diri mendatangi rumah Dion sendirian. Ia tidak ingin putranya segera tahu kalau ia seorang penculik bayi. Dan bayi tersebut adalah Ray.


Setelah mendengar penuturan lengkap Gina, yang diakhiri kalimat kalau Ray adalah putra mereka. Lina menangis dan menjadi marah disaat yang sama. Ingin sekali ia mencabik-cabik wajah wanita yang dihadapannya.


Berbeda dengan Dion. Kini ia menjadi lega. Ia memang lebih berharap kalau Ray adalah putranya dengan Lina dibanding sebagai putranya dengan Kelly.


Dibanding berpikir untuk melaporkan perbuatan Gina, Dion lebih ingin agar Gina membantu kasus Ray. Jadi untuk sementara pertemuan mereka dianggap tidak pernah terjadi. Sebab status orang tua dan anak antara Ray dan Dion bisa membuat kasus semakin runyam.


Tujuan pertama adalah membuktikan Ray tidak bersalah. Dengan mencari bukti dan saksi. Dan mereka akhirnya setuju untuk bekerjasama. Lina kemudian mengetahui kalau Nicholas adalah putra Gina. Saat Gina mengatakan putranya bersedia jadi saksi. Dan juga pemilik usaha fotokopi.


Dan dari saudara laki-laki Gina, mereka mendapatkan bukti baru yang dapat membuktikan kalau Ray tidak bersalah. Yaitu saksi baru, tukang ojek yang mengantarkan Ray. Yang juga mendengar teriakan Klara dan kabur tanpa sempat menerima bayarannya.


Saat dibandingkan dengan waktu yang ada di video Klara, tamak jelas Kalau Ray datang setelah Klara menghembuskan napas terakhirnya.


Dengan bukti yang kuat dan para saksi Ray akhirnya dibebaskan. Namun kebebasannya masih belum seratus persen. Sebab pelaku pembunuhan Klara yang sesungguhnya masih belum ditemukan.


Ray yang baru saja menghirup udara kebebasan, masih belum mengetahui kalau Dion dan Lina adalah kedua orang tuanya. Jadi sampai tiba waktunya dia tetap tinggal di rumah Gina.


Dan penyidik yang meninggalkan bekas lima jari di pipi Ray, harus mengalami gangguan dari mahluk halus dan akhirnya menjadi lumpuh. Sebab, sejak ia bisa melihat arwah. Saat itu pula ia bisa dilukai oleh mereka. Dan Klara menjadi salah satu arwah yang ikut menganiaya penyidik tersebut.


"Hahaha...ini luar biasa!" ujar Klara.


Ia seolah ingin agar setiap orang mengalami hal yang sama dengannya. Dan ia kini sering mengikuti kemana pun Ray pergi.


Ray yang dinyatakan tidak bersalah kembali ke sekolah. Tapi semua orang menatapkan dengan ketakutan. Dan hal itu membuatnya dijauhi dan keberadaannya tidak dihiraukan sama sekali, baik oleh murid mau pun guru. Tapi bagi Ray ini yang terbaik. Dengan begitu tidak perlu ada korban yang jatuh lagi. Hingga akhirnya ia pun lulus dari kelas 9.


Kasus Klara yang tidak menemukan titik temu akhirnya ditutup.


Kakek dan nenek Klara hanya bisa bepasrah pada nasib buruk putrinya. Tubuh tua mereka hanya bisa melanjutkan sisa hidup mereka berdua saja. Tidak ada harapan akan seseorang yang akan merawat mereka dikala mereka sudah tidak berdaya lagi. Dan satu hal yang mereka sesali, karena pembunuh cucunya masih belum tertangkap.

__ADS_1


Libur panjang pun tiba, banyak keluarga melakukan liburan. Hal itu juga dilakukan oleh Dion dan Lina. Bersama keluarga Ros mereka berlibur ke pantai. Di saat yang sama Nicholas dan kedua saudaranya berlibur di rumah sepupunya.


Dan mereka juga pergi ke pantai. Sementara Gina dan Ray hanya berdua di rumah. Sebab Ray tidak mau pergi kemana pun sejak kasus Klara. Dan Gina memilih menemani Ray di rumah.


Saat sedang menikmati pemandangan di pantai tanpa segaja rombongan Dion bertemu dengan rombongan Nicholas. Nicholas memperkenalkan kedua adiknya dan juga sepupunya. Dan tidak lupa memperkenalkan teman-teman yang ikut dengan mereka juga.


"Di mana Ray?" tanya Dion.


"Dia di rumah om," jawab Nicholas.


Mendengar nama Ray Teresia teringat pada sosok yang bernama Ray. Sudah lama penglihatan mereka tidak saling berbagi. Setidaknya dalam ingatan Teresia.


Tapi sebenarnya Teresia sering berbagi penglihatan dengan Ray saat raganya tertidur. Saat roh wanita yang berada di tubuhnya terjaga. Tapi karena akhir-akhir ini Ray lebih sering menyendiri, roh yang berada di tubuh Teresia memilih fokus untuk hal yang ada di depan matanya secara langsung.


Dan lagi Ray tidak pernah mengerti ucapannya. Jadi sulit untuk diajak bicara. Dan Ray tidak mau berbicara dengan roh tersebut. Ia menganggap Teresia memiliki ke pribadian ganda. Yang satu menjadi Teresia yang asli dan yang satunya menjadi orang asing.


Sebab itu ia jadi bosan berbagi penglihatan dengan Ray. Dan mencari cara agar tidak berbagi penglihatan dengan Ray. Mulanya ia tidak tahu caranya. Tapi kemudian ia tahu mengendalikan penglihatan yang saling berbagi. Yaitu dengan cara fokus pada hal-hal yang ada di depan mata.


"Kau ada di mana?" batin Ray pada Teresia.


"Keluargaku membawaku ke pantai." jawab Teresia.


"Kamu mengenal kak Nicholas?" tanya Ray.


Teresia terdiam sesaat.


"Maksudmu, Nicholas yang sedang berada di hadapanku?" tanya Teresia memastikan.


"Ya," jawab Ray singkat.

__ADS_1


"*Dia orang yang pernah menyelamatkanku."


"Menyelamatkan dari kobaran api*,"


Mendengar kata kobaran api dari Teresia, tiba-tiba Ray merasakan sesak pada bagian dadanya. Dan ia tiba-tiba mengingat mimpi buruk yang beberapa hari ini menghantui tidurnya.


Tampak seperti jaman yang sudah sangat silam. Seorang gadis cantik berada di dalam kobaran api. Berteriak kesakitan. Dan mengucapkan kata-kata yang samar-samar.


Ray pun kehilangan keseimbangannya dan terjatuh dari kursi belajarnya. Gina yang berada di ruang tamu mendengar suara orang jatuh dari kamar Ray, langsung berlari ke kamar Ray.


"Ray... kamu kenapa?" tanya Gina yang melihat Ray kesulitan bernapas.


Teresaia terkejut melihat Gina, ia mengingat kalau wajah itu pernah muncul di rumahnya. Namun ia tidak tahu siapa. Sebab saat Gina datang ia memilih hanya melihat dari balik pintu kamarnya.


"Ray! Kamu baik-baik saja kan?" tanya Gina lagi.


Kali ini Ray menutup matanya. Dan dengan cepat Gina memanggil pelayannya dan membawa Ray ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit Ray diberikan bantuan pernapasan dari selang oksigen.


Teresia kebingungan saat tiba-tiba telepatinya dengan Ray terputus dan penglihatan mereka berhenti berbagi. Dan tanpa ia sadari, mengatakan pada Nicholas hal yang aneh.


"Cepat pulang, Ray sedang dalam bahaya!" ujarnya pada Nicholas.


Nicholas menatap Teresia heran.


"Aku bilang, cepat pulang. Ray sepertinya pingsan dan jika kakak Nicholas tidak percaya, coba telepon nomor orang yang bersama Ray saat ini!"


Nicholas bingung tapi kemudian ia melakukan apa yang dikatakan Teresia.


"Halo ma, mama ada di mana?" ucap Nicholas saat panggilannya terhubung.

__ADS_1


"Mama ada di rumah sakit, mama tidak tahu kenapa. Tapi Ray tiba-tiba jatuh dan sesak napas lalu pingsan." jawab Gina gemetaran. Sebab Ray masih belum sadarkan diri.


Bersambung...


__ADS_2