
Teresia mengangguk. Ia mengingat banyak sekali mimpinya yang menjadi nyata dan dia tidak tau kenapa itu bisa terjadi.
"Tapi apa kamu tau kalau yang terjadi di dalam mimpimu itu sebenarnya adalah kenyataan. Kamu memanjat tangga dan melompati dinding, kabur dari rumah, berjalan sepanjang jalan lalu mencuri dan hampir dibakar. Semua itu kenyataan dan bukan mimpi."
"Aku tidak tau kalau kejadian sebelum bertemu denganmu, jika tidak kamu ceritakan, tapi semua ceritamu sama persis dengan yang diceritakan oleh orang-orang yang hendak membakarmu tadi." lanjut Nicholas.
Nicholas garuk-garuk kepala memikirkan kata-kata yang tepat untuk Teresia. Ia merasa kalau Teresia memiliki penyakit kejiwaaan. Dan perlu dibawa ke psikiater. Sebab jika tidak, dia akan berada dalam bahaya, tanpa ia sadari.
"Baiklah. Ini sudah larut malam. Beristirahatlah dan besok pagi aku akan mengantar kamu secepatnya pada mamamu." ucap Nicholas lembut.
Teresia mulanya diam saja. Tapi kemudian dia menuruti perkataan Nicholas dan berusaha memejamkan matanya. Namun belum lama ia terlelap, tubuhnya kembali terbangun. Roh wanita dalam tubuhnya tersadar. Lalu bergumam sendiri.
"¿Dónde estoy?"
Nicholas yang tertidur di kursi tunggu, tidak menyadari kalau tubuh Teresia terbangun. Lalu Teresia menyingkap selimutnya dan menuruni ranjangnya. Ia memperhatikan wajah Nicholas yang rupawan. Matanya berbinar-binar dan ia tertawa.
Para arwah yang ada di ruangan itu menyaksikan tingkahnya. Dengan pandangan nakal Teresia mulai membelai wajah Nicholas yang sedang terlelap dengan tangan kasarnya. Nicholas merasakan sesuatu yang kasar bergerak di kulit wajahnya dan terbangun.
Dengan cepat ia menangkap tangan Teresia. Teresia menyeringai. Senyumnya tampak menyeramkan. Bahkan Nicholas bergidik ngeri. Tapi kemudian dia menguasai diri. Didorongnya tubuh Teresia ke atas ranjang rumah sakit. Teresia hanya tertawa, membuat Nicholas bingung.
"Hola chico guapo," goda Teresia. Nicholas melongo.
"Apa katamu?" tanyanya kebingungan.
"Eres muy guapo," puji wanita yang mengerakkan tubuh Teresia sambil membelai wajah Nicholas.
Roh wanita itu melirik roh lain dan mencoba menggoda mereka agar masuk ke tubuh Teresia. Menunjukkan betapa menyenangkannya berada di tubuh itu. Dan pancingannya berhasil. Roh-roh tersebut berlomba masuk ke tubuh Teresia tanpa berpikir panjang. Dan akhirnya mereka menyesalinya.
Teresia tertawa terbahak-bahak. Roh-roh yang merasuki Teresia justru merasakan hawa panas yang membakar jiwanya mereka. Sesekali Teresia menangis, sebab arwah yang bersemayam ditubuhnya merasakan kepanasan. Tubuh Teresia berguling-guling. Nicholas makin kebingungan. Teresia terkadang tertawa, kadang menangis dan kadang marah.
"Dokter... dokter!" panggil Nicholas.
__ADS_1
Perawat yang berjaga malam itu datang saat Nicholas mendengar teriakan Teresia dan Nicholas. Dan Teresia tetap menjerit kesakitan. Tapi juga tertawa berganti dengan marah. Bahkan kekesalan mereka yang merasuki Teresia akhirnya menyerang siapa saja yang ada di ruangan itu.
"Teresia sadarlah!"
Nicholas yang memegangi Teresia terpental ke dinding akibat dorongan Teresia. Dan perawat ikut jatuh. Saat hendak kabur, Nicholas menangkap tubuh Teresia.
"Teresia!" panggilnya. Sambil menguncang tubuh Teresia dengan kasal.
"Ayo sadar!" hardiknya. Ia merasa kalau Teresia sedang dikendalikan oleh sesuatu.
Wanita yang ada di tubuh Teresia semakin kegirangan. Dan roh lain semakin mencoba keluar dari tubuh Teresia. Tapi lambat laun jiwa-jiwa itu hangus terbakar. Dan tinggallah roh wanita itu seorang. Tertawa terbahak-bahak.
Seorang dokter masuk dan membawa jarum suntik. Dan saat Teresia melihat hal itu, mengamuklah dia dan melepaskan dirinya dari cengkraman Nicholas. Tapi Nicholas tidak diam saja. Berbekal ilmu bela diri, ia mampu melumpuhkan Teresia, meski dengan cara yang kasar. Dan akhirnya Teresia berhasil di suntik.
Namun obat itu tidak berfungsi. Teresia tetap sadar dan kini semakin meronta karena kesal. Nicholas menindih punggung Teresia dengan lututnya. Lalu menggunakan kemeja lengan panjangnya untuk mengikat tangan Teresia kebelakang. Dan saat tangan Teresia diikat kebelakang, roh wanita itu mendadak histeris.
"No quiero!"
Teriaknya berkali-kali sambil menangis. Dan perlahan-lahan Nicholas bisa mendengar dengan jelas ucapan wanita tersebut. Ia mengernyitkan keningnya.
"¿Quién eres realmente dama?" tanya Nicholas dengan ragu-ragu.
"¿Cuál es su nombre, señorita?" ulangnya.
Sesaat Teresia terdiam. Lalu ia menolah kebelakang.
"¿Puede entender mis palabras señor?"tanya Teresia.
"Si, yo puedo entender tus palabras señorita." jawab Nicholas.
Setelah mengetahui kalau Nicholas dapat mengerti kata-katanya, wanita itu tertawa. Dan ia sudah tidak lagi melakukan perlawanan.
__ADS_1
Nicholas menantakan namanya dan dia tidak menjawab. Lalu Nicholas menyuruhnya untuk meninggalkan tubuh Teresia. Dan roh itu menjawab kalau ia tidak bisa keluar.
Ia juga mengatakan kalau tubuh Teresia menyerap roh yang mendekat padanya. Dan membakar jiwa mereka sampai habis. Dia juga mengatakan kalau ia sudah kehabisan akal untuk mencari jalan keluar dari tubuh Teresia.
Kemudian Nicholas bertanya, apakah dia bisa membangunkan jiwa pemilik raga yang asli. Dan roh wanita itu menjawab, kalau ia tidak bisa melakukannya.
Setelah selesai sesi tanya jawab, Teresia meminta agar tangannya dilepaskan. Tapi Nicholas tidak mengabulkannya. Ia hanya akan melepaskannya jika pemilik aslinya terbangun.
Roh wanita itu tertawa kesal. Lebih kesal lagi karena rasanya ia tidak sanggup melawan Nicholas. Padahal menurutnya Nicholas hanyalah pemuda biasa. Kenapa hanya satu orang saja, ia tidak bisa melepaskan diri. Dan anehnya, semakin lama ia berada di dekat Nicholas kekuatannya seakan mulai melemah.
Obat bius mulai menguasai tubuh tersebut. Teresia mulai tertidur. Mulanya Nicholas ragu dan mengira itu hanya pura-pura. Tapi setelah mengamati lebih lekat, ia menyadari tubuh itu telah tertidur.
Dengan ragu-ragu ia melepaskan ikatannya. Dokter dan perawat yang masih ada di ruangan tersebut bersiaga. Siap menghadang jika terjadi sesuatu. Walau mereka tau, mereka bukanlah lawan tanding Teresia yang sedang dikuasai oleh roh lain.
Setelah melepaskan ikatan Teresia, mereka membaringkan Teresia di atas tempat tidur secara perlahan-lahan. Dan sampai pagi hari, Teresia tidak lagi berbuat onar.
Perawat masuk ke ruangan tersebut, untuk memeriksa kondisi Teresia. Merasa ada yang menyentuhnya Teresia terbangun. Perawat itu terkejut. Dia merasa takut dan tanpa sadar berteriak. Dan teriakannya membangunkan Nicholas yang meletakkan kepalanya di atas kasur Teresia.
Sepanjang malam ia berjaga di sisi tempat tidur Teresia. Matanya merah menandakan kurang tidur.
"Ada apa?" tanyanya dengan suara serak khas baru bangun tidur.
"Ah.. ti..tidak apa-apa," jawab perawat itu gugup.
Lalu memeriksa Teresia dengan tidak memperhatikan wajah Teresia. Setelah itu ia pun keluar. Nicholas menganggukkan kepalanya sambil menutup matanya yang tadi setengah terbuka. Lalu kembali meletakkan kepalanya di atas tempat tidur.
Baru saja ia meletakkan kepalanya, tiba-tiba ia membelalakkan matanya. Seketika ia lupa cara untuk bernapas. Dan dengan cepat ia mengangkat kepalanya. Lalu menoleh ke arah Teresia. Barulah ia menarik napas dalam-dalam dan melepaskanya dengan lega.
"Apa aku sudah boleh pulang sekarang? Bukankah kakak sudah berjanji akan mengantarku pulang?"
Bersambung...
__ADS_1