Keturunan Ke Tujuh

Keturunan Ke Tujuh
(Season 2) KETAHUAN


__ADS_3

"Benarkah? Di mana lokasinya?"


Tomi tampak berpikir sambil melihat raut wajah orang-orang yang ada di situ. Lalu memberitahukan lokasi sesuai dengan yang diberitahukan oleh Brillo.


"Tapi hanya dia seorang di sana, dan kita tidak boleh melakukan penyergapan secara tiba-tiba. Bisa saja ini jebakan!" ujar Tomi.


Orang-orang yang ada di sana setuju. Lalu mereka saling bertukar informasi. Setelah itu mereka kembali ke tempat masing-masing.


Sesampainya di rumah Tomi dan Brillo mengamati layar monitor yang tersambung dengan CCTV di rumah Te Apoyo. Sejak banyak kejadian buruk, Dion dan Lina juga tinggal di rumah yang ditempati oleh putra mereka.


"Untunglah mereka baik-baik saja," ujar Tomi lalu menguap.


Rasa kantuk menjalar di seluruh tubuh Tomi dan ingin rasanya ia berbaring. Melihat papanya sudah kelelahan, Brillo mengambil tugas untuk mengawasi layar monitor.


Ia mengecek tiap CCTV yang dipasang di perempatan jalan. Tapi semua CCTV rusak membuatnya kembali memperhatikan suasana di rumah Te Apoyo.


"Rumah itu terlalu tenang, tapi kenapa aku justru merasa tidak tenang?" tanya Brillo pada dirinya sendiri.


Lalu ia memusatkan pikirannya pada anjing yang ada di rumah Verde. Mengusik anjing yang tengah tidur tersebut. Dengan segera ia pun bertukar tubuh dengan anjing itu. Kemampuan baru yang ia dapatkan setelah berhasil keluar dari tubuh tersebut dengan bantuan Malika.


"Mama coba bantu aku untuk kembali ke dalam tubuh Lillo," ujar Brillo saat itu secara tiba-tiba.


"Apa yang kamu katakan? Kamu tidak serius mengatakan hal itu, kan?" tanya Malika ragu.


Sebab Malika tidak pernah melakukan hal tersebut. Tapi ia mencobanya juga. Berkali-kali ia gagal melakukannya, bahkan sampai putus asa. Tapi kemudian usahanya membuahkan hasil. Brillo dan Lillo berhasil bertukar tubuh lagi.


Tapi itu bukan karena Malika, melainkan karena Brillo sendiri. Tubuh Lillo mengenali jiwa Brillo sehingga tubuh itu tidak melakukan penolakan saat jiwa lain merasukinya. Dengan masuknya Brillo ke tubuh Lillo maka jiwa anjing itu secara otomatis pindah ke tubuh Brillo.


"Saatnya beraksi!" gumam Brillo kemudian.


Dengan tubuh anjing itu ia mengelilingi rumah yang ditinggali oleh Verde dan pelayannya. Ia melihat banyak roh yang melekat di dinding rumah tersebut. Mereka menatap anjing itu namun tidak ada yang berisik.


Brillo memeriksa setiap kamar dengan perlahan-lahan. Lalu ia mencoba membuka kamar Verde. Tapi tidak bisa, sebab kamar itu di kunci. Saat ia mencoba membuka kamar yang lain pelayan Verde yang terikat sumpah tiba-tiba muncul.


"Gawat aku terperogok saat mencoba membuka pintu," batin Brillo.

__ADS_1


"Kamu sedang apa? Apa kamu mau keluar untuk buang air besar?" tanya pelayan Verde.


Dengan cepat Brillo menggoyangkan ekor anjing tersebut. Sebab ia sudah mempelajari banyak bahasa tubuh seekor anjing agar bisa menyamar dengan sempurna.


Setelah di antar keluar Brillo berpura-pura pergi ke semak-semak lalu kembali. Saat ia kembali, wanita paruh baya itu mengikat lehernya dengan kalung anjing. Lalu mengikat rantai yang tersambung itu ke kaki kursi.


Wanita itu tersenyum penuh arti, lalu pergi ke kamarnya. Brillo jadi gugup dan ia kesulitan berkonsentrasi untuk kembali ke tubuh aslinya.


"Gawat! Bagaimana caranya aku bisa kembali?" batin Brillo.


Ia mencoba kembali berkali-kali namun gagal. Dan tidak ada pilihan selain menunggu kesempatan untuk kabur dan meminta bantuan Malika untuk menukar tubuh mereka kembali.


"Brillo sudah pagi! Ayo bangun dan ke sekolah."


Tomi membangunkan putranya, dan saat itu Malika datang lalu menegur suaminya.


"Pemerintah menyarankan anak sekolah belajar di rumah, sampai keadaan aman. Apa kamu tidak ingat?"


"Oh ya aku lupa," ujar Tomi sambil menepuk jidadnya.


"Tomi belum bangun? Tidak biasanya?" ujar putri Malika yang menguap saat melewati kamar Brillo.


"Hah, mereka bertukar tubuh lagi!" seru Malika.


Lillo yang berada di tubuh Brillo tersenyum. Membuat Malika tepuk jidad.


"Brillo! Kamu dengar mama? Ayo kembali ke tubuh aslimu!" ujar Malika.


"Jika kamu sudah kembali ke tubuhmu, perbaiki rambut dan pakaianmu. Kami menunggumu sarapan di bawah!" lanjut Malika.


Tapi tubuh Brillo menarik tangan Malika dan memperlihatkan wajah sedih. Sadarlah Malika ada hal yang terjadi pada putranya. Bahwa putranya tidak bisa kembali ke tubuhnya.


"Brillo kamu ada di mana? Ayo jawab biar kami jemput!"


Brillo menggelengkan kepala, lalu terduduk sedih. Malika dan Tomi kebingungan, sebab Brillo yang ada di hadapan mereka tidak bisa berbicara.

__ADS_1


Sementara pemilik tubuh asli sekarang sedang diberi makan oleh wanita paruh baya yang ada di rumah Verde. Dengan senyum penuh arti memberikan makanan anjing pada hewan yang ada di hadapannya.


"Gawat, apa aku harus memakannya Jika tidak, wanita ini akan curiga," batin Brillo.


Dengan terpaksa ia mencoba berpura-pura memakan makanan tersebut. Sampai Verde bangun dan mengelus kepalanya.


"Kenapa makanmu lambat sekali? Hari ini kita akan kepertemuan penting!" ujar gadis itu.


"Kalau kamu tidak makan sekarang, maka jangan salahkan aku jika kamu kelaparan di sana!" lanjutnya lagi.


"Bibi mandikan anjing ini!" ujar Verde.


"Baik nona," ujar wanita paruh baya tersenyum.


Lalu ia membawa anjing tersebut ke kamar mandi, dengan gugup Brillo berusaha kabur. Tapi ia juga takut ketahuan. Sebab jika ketahuan maka, sekalipun Lillo kembali ke tubuh tersebut, maka Verde tidak akan menerima anjing itu lagi.


"Ah, sudahlah biarkan saja, yang terjadi, ya terjadilah," batin Brillo pasrah.


Setelah dimandikan ia dibawa ke dalam mobil, lalu dibawa ke tempat pertemuan. Di sana telah berkumpul Dorado dan keturunan ketujuh lainnya.


"Kenapa kamu membawa anjing segala kemari?" ujar Dorado.


"Ini bukan sembarang anjing, tapi anjing ini adalah putra dari pengganggu rencana kita selama ini," ujar Verde tersenyum.


"Gawat! Jadi aku ketahuan? Sejak kapan?" batin Brillo gugup.


Dan dengan cepat ia menarik tali kekang yanh dipegang oleh Verde. Lalu berlari kabur. Tapi kemudian ia malah ketahuan kalau sudah bertukar jiwa.


"Ternyata tebakan bibi benar, kamu bukan anjingku, tapi tidak apa, karena mulai sekarang, kamu adalah anjingku!" ujar gadis itu tersenyum lalu tertawa.


"Apa maksudmu?" tanya Dorado.


"Anjing ini bertukar jiwa dengan putra wanita tua yang menyerangku saat kamu menolongku!" ujar Verde.


"Aku pernah menukar jiwa mereka, kupikir tadinya mereka telah dikembalikan ke tubuh mereka masing-masing. Tapi ternyata belum. Tapi... atau mungkin anak bodoh itu yang sengaja bertukar tubuh kembali dengan anjingku?" ujar Verde panjang lebar.

__ADS_1


"Hahaha yang mana pun itu tidak masalah. Dengan begitu pekerjaan ini jadi lebih mudah," tawa Verde mengejek Brillo.


Bersambung...


__ADS_2