
Dion yang telah pulih, masih menyembunyikan identitasnya. Hal yang pertama ia lakukan adalah mencari pekerjaan. Sebab ia tidak mungkin terus-terusan menjadi benalu pada temannya. Dan akhirnya ia mendapatkan sebuah pekerjaan sebagai buruh di sebuah pabrik mebel.
Sementara kehidupan Ray berputar 180 derajat, setelah diketahui kalau ia bukan anak kandung dari suami Emile. Suami Emile menuduh istrinya berselingkuh. Dan akhirnya menceraikan Emile. Dan hal itu merupakan awal rusaknya persahabatan Emile dan Gina. Emile menanyakan tentang hal yang sebenarnya terjadi saat di rumah sakit.
Gina mati-matian mengatakan kalau Ray adalah anak yang dilahirkan Emile. Tapi ia tidak bisa berbohong saat suami Emile melakukan tes DNA. Sebab terbukti kalau Ray bukan anak kandungnya.
Hal itu tidak akan terjadi, jika saja tidak ada orang yang terus menerus mengungkit-ungkit tentang rupa Ray yang tidak mirip dengan suami Emile. Dia adalah wanita simpanan suami Emile, yang telah lama putus hubungan dengan suami Emile.
Mulanya suami Emile akan menikahi wanita itu jika Emile keguguran lagi. Tapi saat melihat Emile menimang seorang bayi dirumah sakit, ia mengurungkan niat untuk menikah lagi. Dan surat cerai yang hendak ia ajukan akhirnya ia buang. Dan memutuskan hubungan dengan wanita simpanannya.
Tapi tentu saja wanita itu tidak terima, setiap hari ia memantau kehidupan rumah tangga Emile. Dan setiap kali pula mencoba mengambil hati suami Emile dan mertuanya. Hingga ia mendapat hal yang bisa ia jadikan senjata. Bahwa Ray yang tidak memilik wajah yang mirip dengan suami Emile.
Mulanya suami Emile menganggap kalau Ray itu mengikuti wajah keturunan dari mamanya. Jadi ia tidak menanggapi ucapan mantannya. Hingga suatu hari sang mantan menantangnya untuk melakukan tes DNA. Dan terbuktilah Ray bukan anaknya. Suami Emile marah besar.
Ia yang selalu berselingkuh di luar tidak terima diselingkuhi oleh istrinya. Karena menurutnya, ia bukan berselingkuh, melainkan mencari wanita yang bisa melahirkan keturunan untuknya. Dan saat itu ia mengusir Ray dan Emile dari rumah.
Emile yang tidak terima dituduh selingkuh tentu tidak terima begitu saja. Tapi tes DNA tidak bisa ia sangkal. Ray bukan darah daging suaminya. Dan akhirnya meminta pihak rumah sakit tempatnya melahirkan untuk memberikan data saat ia melahirkan. Dari sana ia mengetahui kalau bayinya, sudah tiada saat dikeluarkan dari rahimnya. Dan karena sudah mengalami infeksi Emile dinyatakan tidak akan bisa mengandung lagi.
Bagai disambar petir Emile harus menerima kenyataan pahit. Dan akhirnya menemui Gina untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Penyangkalan demi penyangkalan terus dilakukan oleh Gina. Hingga akhirnya Emile melemparkan fotokopi tes DNA dia dan suaminya.
Gina akhirnya mengakui dan memohon pada Emile, agar tidak melaporkannya pada polisi. Dan akhirnya Emile menyerah, ia menerima tuduhan suami dan mertuanya kalau ia telah berselingkuh. Dan setelah bercerai ia pun membawa Ray pergi ke tempat orang tuanya.
Di sana Emile tidak mendapat tempat,karena telah mempermalukan keluarganya. Dan Gina yang menawarkan bantuan ditolak mentah-mentah oleh Emile. "Sudah cukup, aku tidak ingin bantuan apa pun lagi darimu." ucap Emile kesal.
__ADS_1
Jika bukan karena mengingat persahabatan mereka, ia pasti sudah melaporkan Gina. Tapi ia berpikir kembali. Setelah rahimnya di angkat dan tidak bisa mengandung lagi, cepat atau lambat suaminya akan meninggalkan. Dan karena takut hidup sendiri ia pun mengurungkan niatnya meninggalkan Ray di panti asuhan. Saat itu usia Ray baru enam tahun.
Ia masuk belum paham, masalah orang dewasa. Kini usia telah 15 tahun. Perlahan-lahan ia mulai mengerti masalah orang dewasa, dan membuatnya berpikir lebih dewasa pula. Emile yang sering marah-marah setelah pulang bekerja. Dan yang sering menjadikan Ray pelampiasan kekesalannya.
Tidak jarang hanya karena kesalahan kecil, Ray mendapat perlakuan kasar. Kini ia sudah terbiasa dengan semua itu. Ia hanya belum mengerti kenapa semua tiba-tiba berubah, sebelum ia menyadari kalau ia bukan anak kandung dari kedua orang tuanya.
Dan sejak saat mendapat perlakuan kasar dari kecil Ray menjadi anak yang pemurung. Tapi ketika ia melihat roh halus yang memiliki penampilan yang lebih buruk darinya, ia mencoba menerima keadaannya.
"Apa mamamu memukulimu juga?" tanyanya pada roh anak kecil yang tampak menyeramkan dimata orang lain. Tapi dimara Ray mereka sangat kasihan.
Dan Ray yang selalu dilarang berbicara pada orang lain, jadi semakin akrab berbicara dengan roh halus. Ia terbiasa dikurung di rumah. Emile sengaja agar tidak seorang pun tau kalau ia memukuli Ray.
Dan di rumah yang sepi itu Ray berteman dengan mahluk-mahluk halus. Sering kali ia berbicara sendiri. Dan itu membuat Emile ketakutan. Dan pada akhirnya memukul Ray dengan kayu.
Sejak saat itu Ray mulai berbicara dalam hati. Dan tentu saja tidak ada yang menyahutnya. Hingga suatu hari saat ia sedang sendirian dan kelaparan sebuah suara menegurnya.
"Siapa disana? Keluar dan jangan bersembunyi!"
Ray mendengar suara itu namun tidak melihat wujudnya. Ia pun berhenti memanggil-manggil mamanya dalam hati. Dan setelah lama diam, suara itu tidak terdengar lagi. Kembali lagi Ray memanggil mamanya dan berharap cepat pulang.
"Hei... siapa kau?Jangan berisik!"
Ray tertegun mendengar suara yang tidak di ketahui siapa pemiliknya. Dengan iseng ia menjawabnya,"*namaku Ray, namamu siapa? Dan kenapa aku tidak bisa lihat kau ada di mana?"
__ADS_1
"Namaku Teresia, aku disini, memangnya kau tidak lihat? Jangan berisik, aku sedang menghafal tugas sekolahku, jangan sembunyi dan perlihatkan dirimu*."
Ray kebingungan, ia tidak sedang bersembunyi dari siapapun dan tidak merasa sedang menganggu orang lain, apalagi sampai berisik.
"Aku hanya memanggil mamaku dalam hati, kenapa kau bilang aku berisik, kalau kau merasa bising, pergi sana!" Gumam Ray dalam hati, sambil celingak-celinguk mencari roh yang sedang menutup telinganya. Tapi tidak ada siapa pun dan roh apa pun di sana.
"Enak saja kau mengusirku dari rumahku sendiri, kau saja yang pergi," jawab Teresia dalam hati, sambil celingak-celinguk juga, mencari roh halus yang sedang merintih kesakitan. Tapi tidak ada siapa pun dan tidak ada satu roh pun yang berada di sana.
Teresia kembali melihat buku yang ada di mejanya, dan ua pun melanjutkan hafalannya.
"Hei jangan berisik! Aku mau tidur!" teriak Ray kesal. Ia yang kelaparan mencoba untuk tidur sambil menunggu Emile pulang, merasa terganggu oleh suara hati Teresia.
Kedua saudara kembar tersebut belum menyadari kalau ikatan mereka sejak dalam kandungan semakin kuat seiring dengan bertambahnya usia mereka berdua. Lambat laun mereka menyadari kalau mereka saling berbicara melalui telepati. Kini usia mereka sama-sama 15 tahun.
Apa yang dilihat Teresia dapat dilihat oleh Ray, dan apa yang dilihat Ray dapat dilihat oleh Teresia.
"Ray...sialan! Keluar dari situ!"teriak Teresia ketika ia terkejut, tiba-tiba melihat anak laki-laki hanya memakai celana pendek.
"Kau saja yang tutup matamu, aku sedang diruang ganti," protes Ray dalam hati.
Mereka masih bingung mengatasi penglihatan mereka yang saling berbagi. Dan hal itu juga membuat mereka sering cepat kelelahan. Dan jika Teresia kelelahan maka roh wanita yang bersemayam di dalam tubuhnya akan menguasai raganya.
"Muy guapo...," kata wanita itu dengan mata berbinar-binar, melihat para remaja pria, teman sekelas Ray yang sedang berganti pakaian.
__ADS_1
Bersambung...