
Keesokan harinya, sang suami hendak membuka kedainya. Saat ia membuka pintu, tiba-tiba pintunya rusak, karena ada bagian yang sudah berkarat dan perlu diganti. Dan dia pergi kebagian gudang untuk mengambil perkakas. Guna memperbaiki pintu tersebut.
Betapa terkejutnya dia saat melihat ada beberapa pemuda terikat di dalam gudang dengan mulut terjahit. Dan beberapa pemuda lain yang terlihat lemah dengan banyak luka akibat kecelakaan.
"Astaga!" pekiknya terkejut.
"Siapa orang yang tega melakukan ini pada kalian?" tanyanya.
Tanpa pikir panjang sang suami pemilik kedai membuka ikatan tali mereka. Tapi ia tidak menyangka kalau salah satu dari mereka menyerangnya.
"Akh! Kenapa kamu memukulku? Aku hanya bermaksud menolong kalian dengan melepaskan ikatan kalian," ujarnya kesakitan memegang dadanya yang terkena terjangan pemuda yang mulutnya terjahit.
Segera pemuda itu menarik benang dimulutnya. Darah kembali menguncur dan rasanya lebih sakit berkali lipat dibanding saat dijahit. Tapi ia tetap menarik benang tersebut. Dan mulutnya kini tidak terjahit lagi.
"Ini semua akibat ulahmu dan istrimu juga putramu yang busuk itu!" umpatnya.
Ia ingin sekali melakukan pembalasan tapi ia mendengar suara istri dari pemilik kedai. Jadi mereka bersembunyi. Dan saat melihat wanita itu cuma sendirian, mereka pun beramai-ramai mendorongnya lalu keluar dari gudang.
Wanita tersebut kesakitan, ia terkejut dan lebih terkejut lagi saat melihat suaminya terbaring di lantai.
"Suamiku? Kamu kenapa?" tanyanya mendekat.
"Siapa para pemuda itu? Apa mereka pencuri?" tanyanya sambil melihat ke seluruh sudut ruangan gudang tersebut.
"Aku tidak tahu, tapi mereka tadinya dalam keadaan terikat. Dan akulah yang melepaskan ikatan talinya. Namun siapa sangka, salah satu dari mereka menendangku," jawab sang suami.
Lalu terdengar suara pintu dikunci dari luar. Para pemuda itu sebenarnya ingin menghajar mereka. Namun akhirnya memilih menyelamatkan temannya yang terluka parah terlebih dahulu. Jadi mereka menutup pintu gudang dan menguncinya. Agar pasangan suami istri tersebut tidak bisa keluar dari gudang dan menangkap mereka kembali.
__ADS_1
Mereka masih was-was melihat kini arah yang mereka tuju ternyata adalah bagian dapur dari kedai kecil tersebut. Dengan berjalan jongkong mereka mencoba bersembunyi dari seseorang yang mungkin akan menangkap mereka dan mengurung mereka lagi di gudang. Dan mereka akhirnya berhasil keluar tanpa ketahuan.
Setelah melewati dapur mereka kini berada di bagian dalam kedai. Masih dengan merunduk dan berjongkok mereka berjalan dan mencoba kabur. Saat merasa aman, mereka pun lari secepatnya menuju pintu.
Beruntung, sampai mereka berhasil keluar, tidak ada satu orang pun yang menghalangi mereka. Dan mereka berlari secepat mungkin menjauh dari kedai tersebut.
Saat keluar dari kedai, beberapa orang yang melintas di depan kedai tersebut, membuat langkah mereka terhenti. Mereka mengira kalau orang yang berjalan menuju ke arah mereka adalah komplotan pemilik kedai.
Dan mereka berlari secepat mungkin karena ketakukan. Mereka lari dalam keadaan pincang dan saling menopang, membuat orang yang melintasi kedai kecil itu heran.
"Apa mereka maling yang tertangkap basah, lalu digebukin?" tanya salah satu dari mereka.
"Tidak tahu, apa kita lapor polisi saja?" tanya yang lain pula.
Akhirnya mereka mengambil gambar pemuda-pemuda tersebut dan mengunduhnya ke akun media sosial mereka dan membuat beberapa penjelasan. Mereka menuliskan kalimat yang mengatakan kalau para pemuda tersebut pencuri.
Dan beberapa dari mereka berteriak maling ke arah para pemuda tersebut. Sehingga banyaklah orang berdatangan mendengar teriakan tersebut.
Tapi sebelum aparat datang para pemuda itu menghembuskan napas terakhir mereka setelah banyak darah keluar dari luka-luka mereka. Saat polisi datang, masyarakat mengatakan kalau para pemuda tersebut adalah pencuri. Dan mengatakan kalau rumah yang mereka curi adalah rumah pemilik kedai kecil yang ada di situ.
Polisi akhirnya mendatangi kedai tersebut. Tampak pintunya rusak, membuat polisi itu merasa kalau telah terjadi pencurian. Polisi segera menyisir lokasi kejadian. Mencari pemilik kedai tersebut.
Saat tiba di dapur ia melihat sebuah peti besar menutup sebuah pintu. Lalu ia mendengar teriakan. Benda itu ia geser dan membuka pintu tersebut. Tampaklah kedua suami istri di dalam.
"Terima kasih sudah menyelamatkan kami," ujar sang istri merasa lega.
Suami dan istri tersebut keluar dari ruangan itu. Dan di sambut oleh beberapa orang yang ikut masuk ke kedainya untuk mencari tahu keadaan pasangan lansia tersebut.
__ADS_1
Tapi seorang polisi yang membuka gudang justru masuk ke gudang. Indra penciumannya menangkap aroma yang sangat ia kenal. Aroma daging busuk. Dan saat ia memasuki lebih dalam ia pun terkejut.
Segera ia memerintahkan anak buahnya menangkap pasangan tersebut. Dan ternyata ada seorang polisi yang menemukan jasad Oscuridad di sebuah kamar kosong.
Maka secepatnya suami istri itu dibawa ke kantor polisi. Dan rumah serta kedai kecil tersebut dipasangi garis kuning.
Ada banyak tulang-belulang dan tengkorak manusia ditemukan di gudang. Tersimpan di dalam sebuah peti. Dan satu jasad wanita yang sudah tidak utuh lagi.
Dari hasil penyelidikan hanya ada sidik jari suami istri tersebut di dalam gudang selain sidik jari para pemuda. Serta ada darah dari luka para pemuda yang meregang nyawa akibat salah informasi.
Terdapat jarum serta benang dan benda tajam lainnya yang berserakan di tempat tersebut. Dan hanya sidik jari mereka yang tertinggal di sana. Semua itu karena mereka melakukan banyak penganiayaan tapi mereka tidak menyadarinya.
Berdasarkan bukti tersebut pasangan itu dijatuhi hukuman mati.
"Kamu sudah puas sekarang?" tanya Oscuridad pada satu roh yang berdiri di sampingnya.
Mereka sedang menyaksikan hal-hal yang dialami para pemuda dan pasangan suami istri tersebut, melalui kabut asap.
"Ya saya sangat puas yang mulia, sebagai gantinya saya akan menjadi hamba anda yang setia," ujarnya roh tersebut.
Ia memiliki dendam pada tujuh generasi sebelumnya dari pemilik tubuh asli Oscuridad, dan para pemuda tersebut, dan juga tujuh gerasi sebelumnya dari pasangan suami istri pemilik kedai. Karena leluhur pemilik raga Oscuridad yang asli, serta para pemuda dan pasangan suami istri tersebut melakukan fitnah padanya. Hingga ia dijatuhi hukuman gantung.
Dan rohnya menjadi gentayangan dan mengutuk keturunan ke tujuh dari orang yang memfitnahnya. Agar keturunan mereka saling menyakiti dan menjadi penyebab nasib sial di antara mereka.
Pemilik raga Oscuridad yang asli sudah tiada. Ia meninggal dengan cara meminum racun yang diberikan kekasihnya. Tanpa ia sadari. Dan tubuhnya digunakan oleh Oscuridad untuk masuk ke keluarga pasangan suami istri. Membuat mereka melakukan banyak kejahatan.
Dan dengan raga itu Oscuridad memancing perhatian para pemuda agar cemburu padanya karena dekat dengan gadis-gadis yang disukai para pemuda tersebut. Lalu memanfaatkan rasa cemburu mereka menjadi alasan untuk membuat mereka mengganggunya di kampus mau pun di kedai kecil tersebut. Hanya untuk membuat kematian mereka tampak seperti nasib sial yang sudah seharusnya mereka alami.
__ADS_1
"Sebagai bukti kesetianmu padaku, bawa Te Espere padaku!" perintahnya sambil mencium rambut salah satu jasad wanita yang diawetkan di ruang khusus di museum terbesar di negara tersebut.
Bersambung...