Keturunan Ke Tujuh

Keturunan Ke Tujuh
Kasus-Kasus


__ADS_3

Saat melihat isi galeri foto di ponsel Shasa, Dion terkejut karena banyak foto dirinya di sana. Jika diperhatikan foto itu diambil dalam kurun waktu yang berbeda-beda. Ada foto yang diambil saat Dion belum menikah dan ada foto yang diambil setelah ia menikah.


Cukup lama Dion terdiam tanpa bisa berkata apa-apa. Dia mencoba menebak-nebak arti dari foto-foto itu. Mungkinkah Shasa sudah menyukainya sejak lama, dan Dion tidak menyadarinya.


Selama ini Shasa terlihat bersikap profesional, sebagai karyawan. Dan tidak terlihat kalau dia suka mengambil foto orang tanpa ijin. Tapi biar bagaimana pun Dion masih bisa paham akan hal itu.


Bukan hal baru jika banyak wanita menyimpan fotonya di galeri mereka. Karena Dion juga menyadari kalau ia cukup menarik perhatian lawan jenisnya. Dan itu sudah sering ia alami sejak masa remaja.


Dan seketika Dion ingat pada malam terakhir ia berbicara lewat telepon dengan Shasa. Saat itu Dion tidak menanggapi dengan serius ucapan Shasa dan tidak curiga dengan sikap 'manjanya' yang tidak biasa. Saat berpikir tentang percakapannya dengan Shasa, polisi yang ada di depannya membuyarkan lamunannya.


"Coba jelaskan apa hubunganmu dengan wanita ini." kata polisi yang mengintrogasi Dion. Lalu menarik kembali ponsel Shasa yang tadi ia berikan pada Dion untuk memperlihatkan isinya.


"Dia sekretarisku," jawab Dion singkat.


"Apa kalian punya hubungan spesial?" tanya polisi tersebut lagi.


"Tidak ada, lagi pula aku tidak pernah tau kalau foto itu diambil, kalau tidak melihatnya hari ini." jawab Dion dengan singkat.


"Jangan bilang kalian menuduhku memiliki hubungan gelap dengannya hanya karena ia menyimpan fotoku?" terka Dion.


Polisi itu mengernyitkan jidatnya saat mendengar kalimat yang baru saja dilontarkan oleh Dion. Tapi kemudian ia memeriksa sesuatu pada ponsel Shasa. Dan memperhatikan Dion dengan seksama sebelum bertanya lagi.


"Kalau begitu, kenapa kau menghubunginya tengah malam?" ucap polisi tersebut saat melihat riwayat panggilan di ponsel Shasa.


"Dan panggilan tersebut tidak hanya satu kali." ujarnya lagi.


Dion terdiam, ia lupa akan hal itu. Memang agak mencurigakan tentunya seorang pria menelepon wanita malam-malam berulang-ulang tanpa ada hubungan apa-apa. Tapi memang mereka tidak punya hubungan apa-apa selain hubungan kerja.

__ADS_1


Tapi bagaimana cara menjelaskannya. Tidak mungkin rasanya jika dia mengatakan, alasannya menghubungi korban, sebab ia sudah tau kalau korban akan meninggal. Dan ia sedang berusaha untuk mencegahnya dari kematiannya. Dion tidak menyangka niat baiknya membuatnya terkena masalah sekarang.


"Apa polisi ini akan percaya? Yang ada justru akan dikira kalau aku sedang mengada-ada." batin Dion. Jadi Dion memilih diam. Jika dia menjawab dengan jujur, masalahnya akan semakin rumit untuk dijelaskan secara logika.


"Lalu apa kau mengenal tersangka yang melakukan mutilasi?" tanya polisi sambil menunjukkan foto si OB.


Dion memperhatikan dengan seksama pelaku tersebut, dan matanya membelalak heran. Bagaimana bisa pelakunya adalah orang yang ia kenal. Dan menurutnya itu mustahil saat ia melihat sendiri pelaku itu ditangkap saat berniat melukainya di kantornya.


"Dia OB yang bekerja di perusahaanku. Dan dia seharusnya berada di penjara karena telah melakukan penusukan pada temanku siang hari di katorku. Lalu kenapa ia bisa ada di rumah Shasa malam itu?" Dion balik bertanya.


Tidak mungkin si OB bebas secepat itu. Jelas-jelas perbuatannya adalah tindak pidana yang tidak mungkin bisa bebas dalam satu hari. Apakah ada yang membebaskannya tanpa ada keterangan apa pun pada Dion sebagai pihak pelapor.


"Apa yang kalian lakukan sebenarnya?" tanya Dion seperti memberikan sebuah serangan.


Lalu seorang polisi yang lain datang lagi. Dan berbisik pada polisi yang pertama. Setelah itu polisi pertama keluar. Dan introgasi dilanjutkan oleh polisi yang ke dua.


Introgasi dimulai dengan pertanyaan biasa. Seperti nama, pekerjaan, dan status. Dion menjawab sekenanya saja. Di pertanyaan berikutnya Dion ditanyai tentang kehidupan rumah tangganya.


"Apa ini istrimu?" tanya polisi ke dua sambil menunjukkan beberapa lembar foto.


"Dari mana foto-foto ini?" Dion balik bertanya.


"Di rumah Shasa, kami mendapatkannya setelah melakukan peggeledahan dan penelusuran lokasi kejadian perkara.


Dion memperhatikan foto tersebut. Tampak istrinya terikat pada bagian tangan dan kakinya. Serta bagian mulutnya di tutup dengan plaster di sebuh ruangan.


"Kenapa foto istriku ada di rumahnya?" tanya Dion.

__ADS_1


"Itulah yang ingin kami cari tau." ujar polisi ke dua.


Betapa terkejutnya Dion, banyak hal yang terkuak atas meninggalnya Shasa. Dan dia menjadi emosi saat memikirkan kondisi istrinya yang sedang hamil, diperlakukan seperti itu.


"Apa ini ada hubungannya dengan korban?" selidik Dion. Dia masih belum bisa memikirkan hubungan dari kematian Shasa dengan kasus hilangnya Lina.


"Kami belum tau apakah ini ada hubungannya dengan kasus kematian si korban atau tidak. Tapi karena kami pernah mendapatkan laporan tentang orang hilang, jadi kami mencoba mengusut hal ini. Dan lagi foto ini di temukan di rumah korban. Besar kemungkinan kalau korban mengetahui tentang foto-foto tersebut." ucap polisi itu menerangkan kasus demi kasus pada Dion.


Dion terdiam sejenak, ia ingat sampai sekarang keberadaan Lina tidak di ketahui. Dan kasusnya ditutup karena tidak ada lagi bukti-bukti. Jadi tidak tau siapa dalang penculikan Lina dan apa niat serta alasan penculikan tersebut. Kenapa sampai sekarang tidak ada yang meminta uang tebusan, jika seandainya itu semua karena uang.


Dan di tempat lain polisi kesulitan mendapatkan keterangan dari si OB. Karena si OB tampak seperti orang ling-ling. Ia seperti tidak ingat apa-apa yang terjadi. Sebab kejadian yang dimulai saat ia meminum 'air' tersebut terasa seperti mimpi baginya. Ia tidak menyangka itu benar-benar terjadi. Meski demikian ia tetap harus mendekam di rumah tahanan akibat perbuatannya.


Untuk sementara polisi masih melacak sumber foto-foto Lina, bermodalkan data yang diberikan oleh Dion. Polisi juga mendatangi tempat di mana Lina di sekap dan mencoba mencari tau tentang lokasi tesebut.


Mungkinkah penyebab meninggalnya Shasa berhubungan dengan kasus penculikan terhadap Lina atau itu merupakan hal yang berbeda. Semua masih dalam tahap penyelidikan. Dan itu artinya akan ada kasus lain yang harus diusut setelah kasus meningggalnya Shasa terpecahkan.


Dan dengan menggunakan panggilan terakhir polisi menemukan keberadaan paranormal yang di hubungi oleh Shasa. Dari paranormal tersebut diketahui kalau Shasa berniat menjampi-jampi Dion. Dan karena salah sasaran si OB yang jadi terkena efek dari 'air' tersebut.


Paranormal juga menerangkan hal-hal yang di luar nalar jika sudah meminum 'air' tersebut. Dan menurut keterangan paranormal besar kemungkinan kasus meninggalnya Shasa adalah akibat rasa takut kehilangan yang sangat besar dari korban jampi-jampi yang dimabuk cinta dan tergila-gila secara tidak normal.


Dengan keterangan paranormal dan keterangan warga serta bukti yang ada, maka Dion terlepas dari dugaan sebagai tersangka. Diduga pelaku yang terkena pengaruh jampi-jampi merasa cemburu buta pada Dion, saat melihat panggilan di telepon Shasa. Dan memilih menghabisi korban agar tidak meninggalkannya dan memilih pria lain.


Karena polisi curiga kalau Dion punya hubungan dengan Shasa dan menyuruh orang lain menculik istrinya. Dan pura-pura mencarinya, untuk menutupi hubungan gelapnya.


Polisi juga mengira kalau Shasa memiliki hubungan khusus dengan si OB. Dan saat ketahuan selingkuh, si OB menjadi gelap mata.


Tapi setelah tau itu adalah akibat dari 'air' tersebut, maka satu persatu kecurigaan menjadi jelas. Meskipun hal-hal tentang 'air' tersebut sekilas tidak masuk akal. Kasus kematian Shasa dianggap selesai.

__ADS_1


Namun bagaimana dengan kasus hilangnya Lina?


Bersambung...


__ADS_2