Keturunan Ke Tujuh

Keturunan Ke Tujuh
Pertemuan Tidak Terduga


__ADS_3

Ke esokan harinya. Gina kembali mengunjungi Ray, memastikan kalau ia baik-baik saja. Dan membawakan makanan hangat untuk Ray serta pakaian ganti. Gina tidak sendirian. Ia membawa saudaranya untuk menemui Ray.


"Bagaimana menurut kakak?" tanya Gina pada orang yang ia bawa menemui Ray.


Yang dipanggil kakak mengernyitkan keningnya. Lalu menggosok alisnya.


"Apa menurut kakak video ini asli?"


"Ya video ini asli, tapi aneh. Tubuh anak itu berkali-kali bergerak sendiri. Dengan gerakan yang aneh juga."


Sekilas perbincangan Gina di perjalanan sepulang dari menjenguk Ray. Lalu mereka berinisiatif untuk melihat rumah tua tempat kejadian. Sepanjang jalan pria yang bersama Gina memperhatikan pergelangan tangannya.


Lalu tibalah mereka di rumah tua. Pria itu memicingkan matanya. Mereka tidak bisa masuk ke dalam. Sebab banyak polisi berjaga di sana. Tapi kemudian pria itu maju dan menunjukkan lencananya. Dan akhirnya diijinkan masuk kecuali Gina.


Pria itu kembali lagi keluar setelah beberapa saat. Lalu ia naik ke dalam mobil dan diikuti oleh Gina. Kemudian mobil melaju ke rumah Gina.


"Besok aku akan mengabari padamu." ujar pria itu setelah Gina turun dari mobilnya.


Setelah itu pria tersebut menemui kenalannya untuk menyelidiki video Klara sekaligus memberikan data lokasi serta beberapa foto.


Sementara di dunia maya muncul komentar yang mencengangkan. Saat ada akun yang melakukan analisa tentang keganjilan di video tersebut.


Muncul komentar yang mengatakan kalau Klara dibunuh oleh hantu. Dan bukan hanya satu atau dua akun yang berkomentar demikian. Para Indogo pun bermunculan. Mereka menjelaskan secara gamblang yang mereka lihat.


Tapi orang-orang mengatakan kalau dia hanya pura-pura dan mencari sensasi. Tentu saja para Indogo kesal dituduh mencari sensasi. Lalu mereka menantang orang yang tidak mempercayai mereka, untuk membuktikan kalau pembunuhan itu dilakukan oleh Ray.


Dan penyidik juga berulang kali mencari benda-benda yang bisa membuktikan kejadian di video itu dilakukan oleh manusia. Tapi mereka tidak menemukannya.


Tidak ada sidik jari pada setiap benda tajam mau pun tumpul yang ada disana. Dan bekas jejak kaki Ray sangat sedikit sekali di rumah tersebut. Nyaris tidak ada bukti yang menunjukkan Ray pelakunya, kecuali karena ia satu-satunya yang ada di rumah tersebut.

__ADS_1


Penyidik memutar otak untuk menghubungkan benda-benda yang ada dengan Ray dan video Klara. Tapi lagi-lagi mereka menemui jalan buntu.


"Apa kau percaya, seseorang bisa dibunuh oleh hantu?"


"Itu omong kosong,"


"Tapi apa kau tahu, kalau ada kejadian aneh yang terjadi pada salah seorang pengintrogasi Ray?"


"Apa yang terjadi?"


"Orang itu tampak pucat setelah keluar dari ruang introgasi, dan ia tiba-tiba bicara aneh. Dan hari ini dia tidak masuk kerja. Kata istrinya dia kecelakaan di jalan pulang."


Kedua penyidik mulai memikirkan hal yang tidak masuk akal. Sebab banyak adegan kekerasan yang dialami oleh Klara tanpa terlihat pelakunya. Tapi jika dikaitkan dengan mahluk halus, maka akan menjadi masuk akal.


Sementara Dion kini mencari tahu tentang Ray. Ia menyewa seseorang untuk menyelidiki riwayat tentang Ray. Mencari tahu tentang keluarganya. Dan sisilah Ray apakah mereka masih punya hubungan keluarga.


Tapi kemudian ia juga menjadi curiga akan satu hal. Tentang bayi yang tertukar di rumah sakit. Jadi ia pun menanyakan tentang istrinya tentang tempat ia melahirkan.


"Aku justru merasa kalau Ray adalah putra kita. Usianya sama dengan Teresia. Tidakkah kau merasakan hal yang sama?"


Lina mengerjap-ngerjapkan matanya. Tapi kemudian Lina menggelengkan kepalanya.


"Itu tidak mungkin. Putra kita telah tiada. Tapi aku memang tidak ikut memakamkannya." kenang Lina dengan wajah sendu.


"Tapi jika kamu ingin tahu, aku akan memberitahukanmu."


"Tidak, bukan begitu maksudku, melainkan kita kesana. Tidakkah kamu berpikir jika putra kita tertukar."


Tiba-tiba Lina memperhatikan putrinya, ia melewati waktu yang lama bersama-sama. Dan berpikir, bagaimana jika ia bukan putri kandungnya.

__ADS_1


"Bagaimana menurutmu?" tanya Dion.


Lina tidak langsung menjawabnya. Tapi saat ia menceritakan hal tersebut pada Ros, dan temannya menyetujui ide Dion. Maka ia pun setuju. Berangkatlah mereka ke rumah sakit tersebut.


Rumah sakit itu cukup banyak mengalami perubahan. Tapi Dokter yang menangani persalinan Lina masih bekerja di sana. Dan dengan sedikit uang pelicin Dion dan Lina mendapatkan data tentang siapa saja yang melahirkan di hari yang sama dengan Lina. Dan ternyata hanya ada dua orang wanita. Dan mereka mendapatkan data kalau hanya bayi Lina yang lahir dengan selamat. Dari catatan kelahiran dan kematian.


Dan tiba-tiba dokter tersebut menyadari sebuah kekeliruan. Seorang wanita yang melahirkan bayi dalam keadaan sudah tidak bernyawa, membuat surat kelahiran putranya. Namun tidak membuat surat kematian. Tapi kemudia ia merahasiakan kejanggalan tersebut.


Dion kemudian meminta alamat Emile, wanita yang melahirkan di waktu yang sama dengan Lina. Lalu keesokan harinya Dion dan Lina pergi ke alamat tersebut. Kedatangan mereka tidak disambut dengan hangat. Apalagi saat membahas tentang putra yang dilahirkan oleh Emile.


"Itu bukan putraku, dia berselingkuh dariku? Jangan bilang kalau anak itu adalah hasil hubungan gelapmu dengan mantan istriku?" ujar mantan suami Emile.


Dion pun tidak berhasil mendapatkan alamat Emile dari mantan suaminya, jadi mereka mendatangi kantor yang mengurus tentang data penduduk. Tapi tidak mendapatkan data Emile.


Kini Dion hanya punya pilihan terakhir yaitu mendapatkan tes DNA dari Ray. Dion meminta tim penyidik untuk mengijinkan dia dan Ray melakulan tes DNA. Dan untuk itu Dion harus menemui walinya.


Pertemuan tidak terduga pun terjadi. Gina terkejut saat melihat Dion dan Lina ke rumahnya. Dan lebih terkejut lagi melihat wajah Dion. Ia pun mundur kebelakang. Keseimbangannya sempat hilang. Tapi kemudian dia menguasai dirinya kembali.


Lina mengingat kalau Gina adalah orang yang melakukan pemakaman putranya. Lalu ia menanyakan tentang hal tersebut. Gina yang selama ini ingin mempertemukan Ray dengan Lina, tiba-tiba ketakutan.Padahal Lina memperkenalkannya sebagai orang yang telah banyak berjasa pada Lina untuk bisa keluar dari rumah sakit.


Terlintas dibenaknya kalau ia akan segera dilaporkan ke kantor polisi jika ia mengaku sekarang. Dan ia akan masuk penjara. Lebih parahnya Ray akan membencinya dan juga ketiga putranya. Ia pun memilih berbohong.


Tapi di malam harinya, ia bermimpi kalau Ray dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung. Ia pun kembali mencoba memberanikan diri. Untuk mengatakan yang sejujurnya.


"Kejujuran memang menyakitkan, tapi setidaknya aku tidak perlu ketakutan lagi," batin Gina.


Selesai sarapan bersama dengan ketiga putranya, ia pun mendatangi alamat yang ditinggalkan oleh Lina.


"Ini alamat kami, jika nyonya mengingat sesuatu tolong hubungi kami. Dan Aku ingin membayar hutang-hutangku yang belum terbayar sedikit pun sampai sekarang."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2