
"Sekarang kalian sudah tahukan, kalau tidak ada gunanya bertarung denganku. Jika kalian masih ingin hidup, maka jadilah pengikutku yang setia," ujar Oscuridad.
"Omong kosong!" ujar Alicia yang masih mencoba melawan.
Saat Alicia ingin menyerang Oscuridad maka Te Espere akan menghalangi. Bahkan ia akan balik menyerang orang-orang yang hendak melawan Oscuridad. Oleh karena itu mereka jadi semakin sulit untuk melawan Oscuridad. Dan akhirnya Oscuridad memerintahkan Te Espere untuk menghabisi mereka.
Dengan kekuatannya Oscuridad memanggil pedang yang ada di dalam ruang rahasia kakek Dion. Lalu menyerahkannya pada Te Espere. Te Espere menerima pedang tersebut lalu menghunuskan pedang itu pada mereka bertiga.
Membuat ketiganya hampir saja kehilangan nyawanya. Alicia yang kesulitan bergerak menjadi sasaran empuk bagi Te Espere. Namun sebelum pedang itu mengenai Alicia. Alicia menggunakan kekuatannya untuk menjauhkan saudari Te Apoyo dari dirinya. Dengan mengarahkan telapak tangannya ke arah Te Espere.
Te Espere pun terdorong mundur. Lalu Te Espere mengalihkan serangannya pada Nicholas. Saat Nicholas menjadi sasaran Te Espere, Nicholas berusaha mengembalikan kesadaran Te Espere. Sementara Te Apoyo dan Alicia mencoba melawan Oscuridad. Dan lagi-lagi mereka hanya seperti bayi yang baru lahir melawan pria dewasa.
Mereka kewalahan dan tidak sanggup lagi melawan. Dan akhirnya Te Espere berhasil melukai mereka. Mereka pun mencoba melarikan diri. Namun Te Espere mengikuti mereka dengan pedang pusaka di tangannya.
Mereka bertiga memilih keluar dari tempat tersebut namun sebelum mereka berhasil keluar. Pintu keluar sudah ditutup oleh Oscuridad dengan kekuatannya. Kini satu-satunya jalan mereka adalah melawan dan mencoba menyadarkan Te Espere.
Te Espere tidak bisa mendengar ucapan mereka. Dan terus saja mengayunkan pedangnya. Hingga akhirnya Nicholas terkena pedang tersebut. Saat Nicholas terluka, tiba-tiba kesadaran Te Espere muncul.
Jantungnya terasa sakit, ia pun melepaskan pedangnya. Dan mendekat serta mencoba menolong Nicholas, tapi perbuatannya itu membuat Oscuridad menjadi geram. Dengan kekuatannya ia sekali lagi menghipnotis Te Espere. Tapi kali ini ia gagal.
Te Espere tidak lagi melawan Nicholas, Te Apoyo maupun Alicia. Ia kini mengambil pedang tersebut dan mengayunkannya pada Oscuridad. Oscuridad mengucapkan mantra. Kembali rantai yang membelenggu Te Espere muncul.
Semakin ia ingin melawan Oscuridad semakin rantai itu melilitnya dengan kuat. Maka lepaslah pedang yang ada di tangannya. Oscuridad menggerakkan tangannya, dan membuat pedang pusaka tersebut datang sendiri padanya.
"Sayang sekali, tadinya aku ingin menjadikanmu ratuku, tapi kini aku berubah pikiran," ujar Oscuridad pada Te Espere.
__ADS_1
Lalu Oscuridas mendekati Te Espere yang terikat rantai. Membelai rambut indah Te Espere, dan menariknya kebelakang. Te Espere menatap Oscuridad dengan tatapan penuh amarah.
"Lepaskan tangan kotormu itu!" ujar Nicholas.
Tapi Oscuridad malah memeluk Te Espere dan mendaratkan bibirnya di bibir Te Espere. Membuat Nicholas menjadi semaki marah, dan tanpa pikir panjang ia mencoba menendang Oscuridad. Tapi sebelum ia berhasil, lagi-lagi ia didorong oleh Oscuridad tanpa sentuhan secara langsung.
Tubuh Nicholas melayang dan menghantam dinding. Ia pun mengalami luka dalam dan memuntahkan darah.
"Kak Nicholas!" teriak Te Apoyo dan Alicia bersamaan.
Oscuridad kini melepaskan pelukannya pada Te Espere, lalu berjalan menuju Nicholas. Mengangkat tubuh Nicholas ke atas dengan mencengkram leher Nicholas. Te Apoyo mencoba membantu, tapi tetap saja semuanya sia-sia.
Kini Oscuridad menarik tubuh Nicholas dan menambatkanya pada sebuah tiang. Dan hal yang sama juga terjadi pada Te Apoyo dan Alicia. Dan sejenak ia membaca mantra lalu mengayunkan pedangnya.
"Tunggu!" teriak Te Espere saat melihat Oscuridad hendak memisahkan kepala dari tubuh Nicholas.
"Wah wah wah. Akhirnya ratuku berubah pikiran. Kalau begitu kita mulai melakukan ritual yang tertunda. Dan kini aku akan ijinkan mereka menjadi saksi penyatuan kita," ujar Oscuridad.
"Te Espere! Sadarlah dan jangan lakukan hal itu!" teriak Nicholas dan Te Apoyo serta Alicia hampir bersamaan.
"Tidak ada gunanya kalian menghasutnya," ujar Oscuridad.
Lalu ia mendekati Te Espere dan mencoba menyentuhnya lebih dalam. Tapi saat ia mencoba melakukannya, Te Espere mengerahkan seluruh kekutannya dan memukul Oscuridad.
Oscuridad terkejut dan untuk pertama kalinya ia terluka. Te Espere tidak membiarkannya begitu saja. Kini ia melangkah lebih dekat dan mencoba memukul Oscuridad. Hal itu membuat Oscuridad semakin kesal. Dan membacakan mantranya kembali.
__ADS_1
Rantai yang sempat hilang membelenggu Te Espere lebih dari sebelumnya. Dan bukan hanya itu, kali ini rantai itu terasa panas dan mengeluarkan api. Seolah membakar Te Espere, Nicholas yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa mencoba melepaskan ikatan talinya.
Kali ini Oscuridad sudah kehilangan kesabarannya dan akhirnya menghunuskan pedangnya pada jantung Te Espere. Te Espere pun akhirnya mengalami pendarahan yang hebat. Memuntahkan darah dari mulutnya.
Nicholas berteriak memanggil nama Te Espere, yang perlahan-lahan rubuh. Dan bukan hanya itu, rantai api yang melilitnya bertambah banyak. Dan membuat Te Espere dikelilingi lidah api. Setelah hal itu Oscuridad menarik kembali pedangnya. Te Espere rubuh dan tergeletak di lantai.
"Sekarang aku tidak butuh penerus lagi. Jika aku bisa hidup kekal, buat apa ada penerus," ujarnya.
"Dan kalian akan jadi tumbal yang mengembalikan kekuatanku hingga seratus persen. Dan aku akan jadi penguasa abadi!" ujarnya.
"Dan kamu, hari ini juga akan kuakhiri kisah cinta kalian berdua yang menjijikan itu!" ujar Oscuridad menikam jantung Nicholas.
Darah mengucur dengan deras dari luka Nicholas. Oscuridad pun tertawa dengan keras, namun tawanya terhenti, saat perlahan-lahan Te Espere bangun kembali. Kini ia tampak berbeda dan terlihat seolah lebih kuat.
Perlahan-lahan lidah-lidah api yang membakarnya padam. Dan rantai yang membelenggu Te Espere menghilang. Tetapi kini rantai baru muncul, dan melilit Oscuridad, saat Te Espere menggerakkan tangannya ke tubuh Oscuridad.
"Apa ini? Ini tidak mungkin!" ujar Oscuridad menatap Te Espere yang kini berdiri dengan tegak.
"Kamu sudah tidak bisa diampuni lagi, saatnya rohmu menghilang dari dunia ini!" ujar Te Espere dengan suara nyaring, dengan mata terpejam.
Tampak bayangan-bangan muncul dari tubuh Te Espere, bayangan-bayangan saat ia malakukan hal baik pada orang-orang. Lalu terlihat pula orang yang ia tolong menolong orang yang lainnya. Sehingga kebaikan itu menjalar dari satu orang ke banyak orang. Rantai itu pun perlahan hilang darinya dan membelengu seluruh tubuh Oscuridad.
Tapi Oscuridad berhasil melepaskan diri. Namun saat ia berhasil melepaskan diri dari rantai tersebut, muncul pula rantai yang baru. Yang menampilkan kebaikan yang dilakukan Te Apoyo. Dan muncullah belenggu baru setiap Oscuridad berhasil melepaskan dirinya lagi.
Hal itu terjadi secara berulang-ulang hingga akhirnya sampai pada bayangan kebaikan yag diperbuat oleh Lina. Dan rantai itu tidak dapat dilepaskan oleh Oscuridad. Oscuridad semakin kesulitan bergerak setelah muncul penglihatan akan kebaikan yang dilakukan oleh tujuh generasi dari Lina.
__ADS_1
Dan pada akhirnya rantai yang membelenggu Oscuridad berubah menjadi api dan membakar hangus roh Oscuridad. Dan roh Oscuridad lenyap untuk selamanya. Dan saat itu juga tubuh Te Espere akhirnya rubuh dan rohnya keluar dari raganya.
Bersambung...