
"Tidak melakukan apa-apa tapi dia menangis? Itu tidak mungkin, kan?" ejek Brillo.
Nicorazón buang muka. Ia bangun lebih dulu dari pada Esperanza dan diam-diam mencium kening gadis itu. Tapi saat ingin mencium bibirnya, gadis itu terbangun.
"Iya, baiklah aku minta maaf. Sayang. Kamu lihatkan? Kerajaanku sudah hancur. Tidak akan ada ratu atau putri yang mau menikah denganku. Ataupun yang akan memaksaku menikah dengan mereka," ujar Nicorazón pada Esperanza.
"Apa kamu masih bersedia menikah denganku? Aku sekarang adalah raja miskin."
Esperanza malah mendekat lalu mengangguk. Kemudian memeluk Nicorazón. Saat itu Te Apoyo kembali menawarkan mereka makanan kaleng yang sudah dihangatkan. Tapi sebelum itu ia telah menambahkan sedikit racikan khusus.
"Makanlah yang mulia. Kekasih anda pasti lapar. Dia pasti tidak mau makan jika kamu tidak mau makan!" saran Te Apoyo.
Kali ini tanpa banyak bicara keduanya pun makan. Setelah selesai makan mereka melanjutkan perjalanan.
"Kenapa kalian juga masuk ke tandu? Harusnya__" ujar Nicorazón tanpa menyelesaikan ucapannya dan tertidur.
Keduanya tertidur setelah makan. Lalu yang lain masuk.
"Om, memberi mereka obat tidur?" Te Apoyo menjawab dengan anggukkan.
"Aku rasa pribadi mereka kali ini tidak ada gunanya. Lebih baik mereka tidur saja. Alangkah baiknya ketika sadar mereka jadi diri sendiri saja!" ujar Te Apoyo sambil terus mengemudi.
Rasanya jadi lebih melelahkan saat fokus terbagi. Dan melindungi seseorang yang tidak sadar akan situasi. Selama perjalanan semua yang ada di dalam mobil hanya bisa diam. Sambil melihat sekeliling. Tiba-tiba terdengar suara mesin mobil dari arah berlawanan.
"Om, sepertinya ada suara deru mesin mobil yang mendekat?" Te Apoyo mengangguk menanggapi Brillo.
Te Apoyo mencoba mencari jalan untuk bersembunyi, tapi terlambat. Mobil itu melaju dengan cepat. Ternyata mereka sedang melakukan penyisiran.
Awalnya, Te Apoyo mencoba memilih kabur. Tapi kemudian ia sadar itu bisa membahayakan semuanya. Jadi ia memperlambat lajunya saat mobil itu terlihat merapat.
Ia mengacak rambutnya dan menurunkan semua poninya. Menyuruh Brillo melakukan hal yang sama. Sedangkan Estrella disuruh pura-pura tidur.
Mobil yang datang dari depan membuat kode agar mereka menghentikan lajunya. Te Apoyo menghentikan mobil tersebut. Mereka juga melakukan hal yang sama. Lalu salah satu dari mereka menodongkan senjata sambil bertanya.
"Kalian dari kelompok mana?" tanya pengemudi mobil yang mendekat.
__ADS_1
"Apa?!" tanya Te Apoyo pura-pura tidak mendengar.
"Kalian dari! Mana!" teriak orang itu lagi.
Te Apoyo turun dengan tampang bodoh. Bertanya sambil mencondongkan daun telinganya dan menempelkan ibu jari dan telunjuk ke belakang telinga dengan ketiga jari yang lain merapat.
"Hah, kenapa orang yang tidak punya pendengaran jelas malah jadi prajurit?!" decak orang itu bertanya dengan kesal.
Lalu ia memeriksa situasi di dalam kendaraan. Tiga orang dalam keadaan tidur. Dua gadis cantik dan satu anak laki-laki yang masih remaja. Kemudian seorang lagi masih dalam keadaan sadar duduk di kursi depan.
"Hei, kalian semua turun!" bentaknya.
"Kenapa ada gadis-gadis di dalam mobil?" tanyanya.
"Mereka keluarga kami," jawab Brillo.
"Kalau begitu, suruh mereka turun!"
Ketiganya pun dibangunkan. Estrella pura-pura bangun dan mengucek matanya. Dan turun dari mobil, disambut dengan tatapan lapar pria yang menodongkan senjata.
"Yang lainnya juga cepat turun!" bentaknya lagi semakin tidak sabar.
Nicorazón dan Esperanza tidak bangun-bangun juga. Akhirnya orang itu berniat untuk memukul putra Te Apoyo. Tapi dicegah oleh Te Apoyo.
"Maafkan putra saya tuan, ia sangat kelelahan," pinta Te Apoyo.
Orang-orang itu saling lirik lalu tertawa. Melihat tampang bodoh Te Apoyo dan Brillo membuat mereka ingin berbuat lebih.
"Bawa gadis ini ke mobil!" ujarnya mendorong Estrella ke tubuh gempal kelompoknya.
"Jangan! Tuan, dia putri saya," ujar Te Apoyo.
Dan ternyata mereka juga mengambil Esperanza yang masih di bawah pengaruh obat tidur dalam makanan mereka.
"Diam! Apa kalian berani melawan?! Hah?!" ejeknya.
__ADS_1
Estrella memberontak tapi belum melakukan perlawanan. Menghitung jumlah orang yang ada di dalam mobil saat hendak dimasukkan. Ternyata jumlah mereka semua ada empat. Estrella menunjukkan keempat jarinya. Kode itu di lihat oleh Brillo dan Te Apoyo.
Menyadari kalau jumlah mereka seimbang maka mereka menunggu kesempatan untuk melawan saat mereka lengah. Saat itu pun tiba ketika salah satu dari mereka hendak menggendong Esperanza keluar dari mobil.
Te Apoyo lebih dulu menyerang pria yang terlihat lebih kuat dari yang lainnya. Estrella menyerang orang di dekatnya. Begitu juga dengan Brillo. Sedangkan Lillo menggigit orang yang menggendong Esperanza. Tapi ditengah perkelahian dua kelompok lainnya datang. Dari arah depan dan belakang.
Mereka menembakkan timah panas ke udara. Perkelahian terhenti lalu masing-masing berlindung di mobil yang mereka kendarai. Saat itu Nicorazón dan Esperanza terbangun dari tidur mereka.
"Siapa di sana? Harimau menyambangi!" ujar orang yang baru datang dari depan.
"Srigala makan daging! Bukan makan sayur!" jawab orang yang datang dari belakang mobil Te Apoyo.
Para penjahat yang sempat berkelahi dengan kelompok Te Apoyo, menjawab dengan kode mereka. Lalu mengatakan kalau kelompok Te Apoyo adalah pemberontak. Mobil Te Apoyo ditembaki. Semua orang yang ada di dalam menunduk.
Nicorazón dan Espranza yang kini berada dalam pribadi anak kecil gemetaran mendengar suara berisik. Dan melihat kaca-kaca mobil yang mereka tumpangi pecah.
Penembakan berhenti saat Te Apoyo mengibarkarkan bendera putih. Lalu mereka disuruh menyerahkan diri bersama rombongannya.
"Wah, wah, wah, adik manis. Santapan lezat untuk malam ini," ujar pria berotot ketika melihat Esperanza yang gemetaran di pelukan Nicorazón.
Saat itu Te Apoyo dan yang lain disuruh berlutut. Kecuali para gadis. Para gadis dibawa masuk. Dan saat itu Te Apoyo menyadari kalau mereka dalam bahaya.
"Tunggu! Jangan berbuat macam-macam pada gadis-gadis itu. Apa kalian tidak mengenalnya?"
"Memangnya siapa yang perduli dia siapa?" ujar penjahat itu pada Te Apoyo.
"Gadis itu adalah kekasih Dorado. Ia sedang mencari-cari gadis itu. Jika kalian tidak percaya. Tanyakan sendiri pada penguasa negri saat ini."
Salah satu dari mereka mengambil gambar orang-orang yang dicari atau menjadi buronan saat ini. Dan ternyata benar. Esperanza masuk daftar pertama.
"Hasil tangkapan hari ini luar biasa!" ujar penjahat itu.
"Kita tidak perlu repot lagi. Orang-orang yang kita cari ternyata semua ada di sini. Kita bisa segera naik pangkat!" lanjutnya lagi.
"Semuanya! Ikat mereka dan bawa ke markas!"
__ADS_1
Maka mereka semua pun dibawa ke dalam mobil dalam kondisi terikat. Pada saat itu Lillo melonglong sekuat mungkin. Berharap ada anjing-anjing liar mendengar long-longannya.
Bersambung...