
"Wow pertujukan yang luar biasa!" puji arwah yang tinggal di rumah itu.
Ternyata, anak itu sudah berkenalan juga dengan para penghuni rumah tersebut. Setelah selesai melakukan aksinya, ia pamit undur diri.
"*Kelihatannya anak itu menarik,"
"Ya, dan rumah ini jadi lebih meriah setelah ada mahluk hidup yang manis berkunjung*."
"Hei Klara kamu dari mana saja?" tanya nenek Klara saat cucunya pulang terlambat.
"Ada tugas sekolah nek, oh iya di mana kakek? Kalian sudah makan?
"Sudah, lekas ganti pakaianmu dan segeralah makan!"
Klara berjalan menuju kamarnya, diperiksanya video yang baru saja ia unggah saat di rumah tua. Banyak yang menonton dan berkomentar. Ada yang memuji keberanian Klara, tapi ada juga yang menghinanya.
"Wah hebat, kamu berani sekali!"
"Ya ampun, hanya untuk tenar sampai berbuat begitu. Awas celaka, aku akan jadi orang pertama yang akan tertawa, jika kau sampai meregang nyawa di tempat itu."
"Iya, jangan main-main dengan rumah angker!"
"Huh, dasar! Kalian irikan," ejek Kalara dalam hati.
Lalu ia berganti pakaian lalu pergi makan. Dipecahkannya celengan ayamnya setelah selesai makan. Lalu membeli peralatan untuk pertunjukannya berikut di rumah tua. Sambil memikirkan hal apa yang akan ia lakukan. Sementara Ray semakin cemas melihat kondisi Klara, yang tidak menyadari usianya yang tidak lama lagi.
Di tepat lain seseorang menemukan Teresia, anak aparat yang merupakan teman dan sepupu Nicholas. Ia sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat. Dan melihat Teresia yang tergeletak di jalan. Ia mulanya mengira itu adalah jenajah karena kondisi yang memprihatinkan.
Ia mengira Teresia adalah korban bakar yang dilakukan masyarakat setempat. Dan mengira jasadnya sengaja dipakaikan pakaian wanita, untuk mengetahui jenis kelamin korban saat ditemukan.
"Ini aneh, kenapa sengaja dibuang di tepi jalan?"
Lalu ia menghubungi papanya dengan melaporkan penemuan jasad. Dan tibalah dua orang berseragam untuk memeriksa "manyat" yang dimaksud. Terkejut bukan main saat membalikkan tubuh Teresia. Mereka dapat melihat Teresia yang masih bernapas.
Maka secepatnya mereka membawa Teresia ke rumah sakit. Dan karena tidak membawa tanda pengenal, pria berseragam tidak bisa menghubungi keluarga Teresia. Dan setelah mendapat penanganan ke esokan harinya Teresia siuman.
Dengan keterangan lengkap Teresia diantar ke rumah orang tuanya. Dan sejak saat itu Teresia tidak pernah kembali ke rumah Joni. Pertukaran cincin dibatalkan. Meski demikian, biaya yang sudah dibayarkan untuk keluarga Joni tidak ditarik kembali.
__ADS_1
Pagi itu Klara pergi ke sekolah seperti biasa. Pada jam istirahat, ia menemui Ray. Niatnya untuk membuat video bersama.
"Kau juga bisa melihat merekakan, ayo kita buat video berburu hantu. Pasti keren dan kita akan jadi terkenal. Mamamu pasti bangga. Katanya kita bisa dapat uang banyak jika sampai video kita ditonton oleh banyak orang."
Klara membujuk Ray dengan seperti sedang melakukan promosi, dan sebagian kalimatnya bahkan tidak bisa didengar dan diingat oleh Ray. Karena terlalu cepat dan terlalu banyak.
"Aku tidak mau, dan aku sarankan jangan ke sana lagi. Nyawamu dalam bahaya."
"Huh, dasar penakut!" ejeknya dan anak laki-laki yang bunuh diri tersenyum pada Klara.
Siang itu Klara kembali lagi ke rumah tua kakek Dion. Membuat siaran langsung. Dan di dalam videonya ia berjanji akan membuat video siaran langsung pada malam hari. Setelah mendapat komentar, yang mengatakan kalau videonya tidak seram sama sekali, karena dibuat siang hari.
"Kalau kau memang hebat ayo datang malam hari, baru aku akan acungkan jempolku padamu!"
"Iya, masa berburu hantu siang-siang, mana ada hantu siang-siang. Aku bahkan berani ke kuburan siang hari. Karena siang hari hantu itu tidur di kuburan!"
"Dasar kalian. Aku akan buat kalian tidak bisa berkomentar lagi nanti," batin Klara.
"Kalian mau kan membantuku?!"
"Memangnya kami bisa bantu apa?"
Para arwah ternyata setuju, dan Klara pulang dengan hati riang. Sore harinya ia kembali lagi ke rumah itu membawa peralatan yang ia perlukan untuk pertunjukan. Lalu memberitahikan pada para arwah tugas mereka.
"Kalian mengertikan?"
"Ya kami sangat mengerti, ayo kita buat mereka tercengang dan ketakutan. Sampai tidak berani beranjak dari tempat mereka."
Malam pun tiba, Ray semakin tidak tenang. Diliriknya jam yang ada di ponselnya. Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Dan ia baru saja makan malam bersama Gina dan ketiga putranya.
Ray membuka sebuah pesan, seseorang dari teman sekelahnya mengirip pesan dan sebuah video Klara yang masuk ke rumah tua. Video yang Klara buat siang hari. Lalu matanya membelalak saat di bagian akhir. Klara mengatakan akan mendatangi rumah tersebut dan juga akan menginap di sana.
"Dia sudah gila," batin Ray.
Dibukanya akun sosial medianya yang baru saja ia buat setelah pindah sekolah. Dari akun ini ia mendapatkan banyak tautan untuk masuk ke branda akun Klara. Dan saat diklik ternyata Klara sedang melakukan siaran langsung.
Ray bisa melihat dengan jelas mahluk yang menghuni rumah tersebut berada di belakangng Klara. Mengangkat rambut Klara ke atas. Dan Klara sedang berakting pura-pura ketakutan.
__ADS_1
"Lihat, mereka mulai menggangguku, tapi aku akan bertahan sampai pagi di sini." ujar Klara.
Lalu ia bermodalkan senter mengitari rumah kosong tersebut.
*BRRAKKK
Sebuah pintu ditutup dengan keras.
*Suara apa itu tadi?
Paling suara pintu, dia pasti tidak sendirian, pasti dia bawa rekan. Kalau tidak mana mungkin dia berani*.
Berbagai komentar baru muncul sesaat setelah terdengar suara yang keras. Dan saat itu kamera diarahkan ke pintu. Lalu kemudian tampak sebuah kursi melayang di udara.
*Ih apa itu, seram... kursi bisa melayang.
Paling ada talinya.
Hei cepat pergi dari situ*.
Komentar baru terus bermunculan dan tidak jarang saling bertentangan dan membentuk tiga kubu. Kubu yang menganggap kalau itu settingan dan kubu yang menganggap itu sungguhan. Serta kubu yang cuma menonton tanpa komentar.
"Sekarang aku berada di sebuah kamar, wah kamar yang luas, dan sepertinya ada kamar kecil di sini. Oh iya ternyata benar. Airnya sudah mati."
"Hah gawat pintunya tiba-tiba terkunci. Oh tidak... aku bisa terkurung di sini dan tidak ada yang tahu. Ada hantu yang menjahiliku."
Video mati. Lalu beberapa saat hidup kembali. Siaran langsung dimulai lagi. Dan ia sudah keluar dari kamar keci. Katanya kalau tadi pintunya susah dibuka, karena sempat tertutup rapat, dan pintu itu mulai berkarat.
"Hei... kalian masih melihatku kan? Udara di sini makin dingin. Aku akan meletakkan ponselku dan senter di sebuah kursi. Tungu biar aku tata dulu posisinya. Nah ok, sepertinya di sini bagus. Jadi kalin bisa melihat tidak ada orang di dekatku."
"Sepertinya hantu yang menjahiliku sudah lelah, atau jangan-jangan sedang tidur, aku jadi bosan."
"Apa aku bacakan saja novel horor ya untuk kalian? Novel yang isinya tentang gadis kecil yang sebaya denganku diganggu mahluk astral. Dan membunuh anak perempuan itu." katanya membelalakkan matanya dan perlahan mendekati kamera.
"Oh ternyata batrainya masih cukup. Aku mengisi dayanya penuh tadi, dan aku bawa batrai cadangan."
Lalu ia diam, dan mengeluarkan buku novel bersampul menyeramkan.
__ADS_1
"Ayo kita baca bersama-sama." ujar Klara menyeringai seperti pemeran film horor.
Bersambung...