Keturunan Ke Tujuh

Keturunan Ke Tujuh
Tujuh Bulan


__ADS_3

"Tapi kedua orang tua gadis ini sudah tidak ada lagi pak? Lalu siapa yang akan menggantikan namanya?" tanya Dion pada Paranormal tersebut.


"Meskipun tidak dilakukan oleh orang tuanya, pergantian nama bisa juga diwakilkan oleh sanak saudaranya, boleh dari pihak keluarga orang tua yang laki-laki . Boleh juga dari pihak keluarga orang tua yang perempuan," ujar Paranormal.


"Tapi kami juga tidak tahu siapa sanak saudaranya, baik dari pihak orang tuanya yang laki-laki maupun perempuan," kata Dion.


"Maaf kalau begitu, bapak tidak bisa bantu!" ujar Paranormal itu dengan tegas.


Paranormal tersebut akhirnya permisi pulang setelah mendapatkan ongkos jasanya. Dan mengatakan kalau, Dion telah menemukan sanak saudara gadis itu, maka mereka harus segera menghubunginya.


Maka Dion segera pula mengerahkan anak buahnya. Wajah gadis itu disebarkan dan dibuat keterangan kalau ia sedang mengalami musibah. Om Nicholas melihat berita tersebut, lalu ia mendatangi rumah Dion, dan mengatakan di mana sanak saudara gadis itu berada.


Mereka tinggal di desa, tempat mama gadis itu dilahirkan. Dan juga merupakan desa kelahiran om Nicholas dan mama Nicholas. Mereka sudah putus hubungan dengan orang tua gadis itu karena masalah harta warisan.


Mama gadis itu merasa tidak mendapatkan harta yang sesuai dengan perkiraannya. Dan ketika ia dan suaminya jadi sukses, ia pun menjadi semakin jauh dari keluarganya. Tidak ingin berhubungan lagi dengan mereka yang di desa.


Akhirnya Dion dan Lina mendatangi desa tersebut. Dan mengatakan niat mereka untuk meminta bantuan. Mulanya mereka menolak. Tapi setelah Lina merendahkan diri dan memohon barulah mereka setuju.


Paranormal pun dipanggil untuk melakukan ritual pemberian nama. Saat sebuah nama diucapkan dalam mantra, sepasang koin pun dilemparkan ke udara. Koin tersebut menunjukkan gambar yang berbeda.


Artinya nama tersebut tidak cocok. Keluarga gadis itu mengucapkan nama yang lain. Dan Paranormal itu menguji nama itu lagi. Gambar koin yang jatuh ke lantai tetap tidak sama. Nama lain pun dicoba, namun tidak satu pun yang lolos uji.


"Apa boleh saya yang beri usul?" kata Te Apoyo.


Semua yang ada di situ menoleh padanya. paranormal itu berpikir sejenak. Lalu menghitung ruas jarinya. Sambil mengucapkan mantra. Dan setelah itu ia pun menganggukkan kepala.


"Boleh asal sanak keluarga gadis itu setuju," jawab paranormal tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana kalau Primavera, aku merasa seperti pernah mendengar nama ini. Kurasa nama ini cukup bagus," ujar Te Apoyo.


"Bagaimana bapak-ibu? Apa kalian setuju?" tanya paranormal itu pada sepasang suami istri, yang merupakan sanak keluarga gadis itu.


"Ya kami setuju saja," ujar sang suami setelah melihat istrinya mengangguk.


Sekali lagi paranormal itu menyebutkan mantra dan menyelipkan nama Primavera dalam mantranya. Koin pun di lemparkan ke udara. Saat jatuh kelantai keduanya berputar seperti gasing. Hingga keduanya jatuh dan memperlihatkan gambar yang sama.


Semua yang ada di situ bernapas lega, karena akhirnya gadis itu mendapatkan sebuah nama baru. Dan mereka pun melanjutkan acara pemberian nama dengan memotong sedit rambut gadis tersebut.


Tapi persayaratan kedua belum ada. Sanak keluarga gadis itu tidak rela anak laki-laki mereka menikah dengan gadis itu. Karena mereka sudah mengetahui kalau gadis itu, sudah kehilangan mahkotanya. Mereka menganggap itu akan mempermalukan nama keluarga mereka.


Dan mereka takut keturunan mereka akan cacat atau pun mengalami hal buruk. Untuk hal itu Dion ataupun Lina, tidak bisa memaksa atau membujuk mereka. Maka Te Apoyo angkat bicara.


Rasa kemanusiannya mengerakkan hatinya untuk menikahi gadis tersebut. Saat itu juga ia melamar gadis tersebut di depan sanak keluarga gadis itu dan di depan kedua orang tuanya.


Ia merasa tugasnya sebagai seorang dokter adalah untuk menyelamatkan. Dan saat ini ia juga tidak punya pasangan. Tentu tidak akan masalah di kemudian hari.


"Iya, coba pikirkan lagi, pernikahan bukan hal untuk main-main," ujar Lina menasehati.


"Aku tahu apa yang aku perbuat. Maka restuilah aku," pinta Te Apoyo.


Dion menepuk pundak putranya, untuk memastikan kesungguhan Te Apoyo. Putranya itu menggangukkan kepala, sebagai bukti kesungguhannya.


"Baiklah kalau begitu, hari ini juga aku merestui kalian. Dan hari ini juga kalian akan menikah!" ujar papa Te Apoyo.


Pernikahan dadakan pun segera diselenggarakan. Semua orang dikerahkan dan bergerak cepat. Lalu pernikahan sederhana dilaksanakan saat itu juga. Dengan saksi dari kedua belah pihak, pernikahan telah disahkan.

__ADS_1


Meski pun gadis itu belum sadar, saat acara dimulai. Namun ketika Te Apoyo menyematkan cincin ke jarinya, gadis itu pun terbangun. Duduk di tempatnya dan merasa heran karena ada banyak orang dilihatnya.


Semua orang mengenakan pakaian pesta, dan saat melihat Te Apoyo, ia melihat putra Dion tersebut mengenakan pakaian pengantin pria. Matanya pun melihat gaun yang melekat pada tubuhnya.


Dalam keadaan masih bingung, orang-orang yang ada di situ pun menyalaminya dan mengucapkan selamat. Ia menerima tangan mereka tapi pikirannya tidak menerima ucapan selamat mereka.


Setelah para tamu pulang, Dion dan Lina serta sanak keluarga dari mama gadis itu pun menjelaskan situasi yang baru saja terjadi. Merasa seperti sedang bermimpi gadis itu mecubit pipinya.


Pemuda yang diam-diam ia sukai menikahinya. Padahal ia bahkan tidak berani untuk membayangkannya menikah dengan Te Apoyo. Sebab ia merasa kotor dan tidak pantas. Te Apoyo pun menggengam tangan gadis yang kini bernama Primavera tersebut, dan memintanya untuk menerima pernikahan tersebut.


Tentu saja gadis itu senang. Tapi rasa haru membuat air matanya mengalir. Te Apoyo pun memeluknya untuk menenangkan gadis yang baru saja ia nikahi. Dab sejak hari itu mereka sah menjadi suami istri.


Beberapa hari kemudian gadis yang telah diberi nama Primavera mengatakan kalau ia tidak keberatan jika Te Apoyo menceraikannya, atau pun menikah lagi. Sebab ia merasa tidak pantas untuk Te Apoyo. Dan ia kuatir akan jadi bahan ejekan orang-orang.


"Aku tahu, ini berat untukmu, tapi aku tidak keberatan untuk terus mendampingimu, dan bagiku cukup dengan satu istri saja," ujar Te Apoyo.


Perlahan-lahan Te Apoyo meyakinkan istrinya kalau mereka bisa seperti pasangan Dion dan Lina. Te Apoyo membuktikan kalau ucapannya bukanlah isapan jempol semata. Ia mencoba menarik perhatian istrinya. Yang sebenarnya sudah jatuh cinta padanya sejak lama.


Setelah menjalani kehidupan berumah tangga, pada akhirnya Primavera mengandung. Dan saat kandungan Primavera berusia 7 bulan, Te Apoyo bermimpi tentang seseorang yang berjubah putih.


"Bukankah kamu yang membawa jiwa saudariku? Kumohon kembalikan jiwa saudariku padaku," ucap Te Apoyo memohon.


Sosok berjubah putih itu diam saja, tapi kemudian bola-bola jiwa terbang mengintari Te Apoyo. Te Apoyo menangkap salah satu yang paling terang dari mereka. Ketika ia melihat ada satu lagi yang paling terang, tangannya bergerak hendak menangkapnya juga. Tapi sosok berjubah putih itu lebih dulu mengambilnya kembali.


"Jangan terburu-buru, jika kamu menginginkan yang ini, maka kamu harus menunggu 17 tahun lagi," ujar sosok tersebut.


Dan saat ia bangun Primavera merintih kesakitan. Te Apoyo terkejut melihat Primavera mengalami pendarahan hebat. Te Apoyo dengan segera membawanya kerumah sakit. Primavera pingsan di tengah perjalanan.

__ADS_1


Saat tiba dirumah sakit, pemeriksaan segera dilakukan. Dan diketahui kalau bayi yang ada di dalam kandungan Primavera harus segera dikeluarkan. Karena ketuban bayinya sudah pecah sebelum waktunya.


Bersambung...


__ADS_2