
Sesosok arwah mengikuti mobil yang ditumpangi putri kepala sekolah. Ia cemas melihat sahabatnya yang tidak waspada. Dan menerima minuman yang ditawarkan pria yang membawanya.
"Kali ini kita akan menangkap anak itu!" bualnya.
Lima arwah berpencar menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengikuti mobil dan yang lain menemui Malika untuk melapor. Tapi Malika tidak bisa menghubungi Tomi. Karena ponselnya disita oleh mamanya. Dan akhirnya ia menyuruh mereka ke rumah Ray.
"Kami takut, arwah Klara mengusir kami." ujar mereka.
"Kalau begitu, temui Tomi. Biar ia yang mengabari jurnalis. Ah tapi aku lupa. Tomi tidak bisa melihat dan mendengar suara kalian." ucap Malika dan menepuk jidatnya.
Diam-diam Malika keluar dari kamarnya menuju kamar mamanya. Tapi ternyata kamar itu dikunci. Sehingga Malika tidak bisa masuk untuk mengambil ponselnya.
"Ah gawat!" batin Malika.
"Aku tidak bisa mengambil ponselku untuk menghubungi Tomi. Jadi satu-satunya cara hanya dengan menemui Ray. Pergilah ke tempat Ray, walau apa pun yang terjadi!" perintah Malika.
Kedua roh itu menuju rumah Ray dan di hadang oleh Klara. Klara tidak suka mereka meminta bantuan Ray. Dan kemampuan Klara mengalahkan kedua arwah tersebut. Klara tersenyum mengejek.
Kedua arwah itu hampir putus asa untuk menemui Ray. Tapi mereka pun mengatur rencana untuk mengecoh Klara. Mereka membuat seolah menyerang Klara dari arah berlawanan. Tapi ternyata saat yang satu menyerang Klara, yang lain menembus dinding kamar Ray. Lalu membangunkan Ray dan meminta tolong. Ray terkejut dalam keadaan setengah sadar.
Sementara di perjalanan, setelah putri kepala sekolah meminum minumannya. Tiba-tiba ia merasa sangat mengantuk lalu tertidur. Saat ia bangun, tubuhnya sudah terikat dengan tali. Ada banyak pria memperhatikannya. Dan satu anak laki-laki sebayanya yang terlihat babak belur. Tapi ternyata itu hanya riasan.
"Wah wah wah tuan putri sudah bangun," ujar anak tersebut bertepuk tangan.
Putri kepala sekolah melotot tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Orang yang ia percayai ternyata seorang penjahat. Ia ingin sekali bertanya alasan anak itu menculiknya. Tapi mulutnya di tutup dengan lakban hitam.
__ADS_1
Di depan matanya tampak sebuah senter dan ponsel. Kondisi yang mirip dengan video Klara. Putri kepala sekolah ketakutan dan menangis. Dan menjadi hiburan yang ada di situ.
Di rumah Ray salah seorang roh berhasil mengabarinya tentang keadaan putri kepala sekolah. Dan Ray memberitahukan kepada kedua orang tuanya. Dion menghubungi detektif kenalannya. Tapi masalahnya mereka tidak tahu putri kepala sekolah dibawa kemana.
Untungnya tidak lama kemudian arwah yang mengikuti putri kepala sekolah sampai ke tempat penculikan datang. Mulanya mereka juga ke rumah Malika. Tapi Malika menyuruh mereka ke rumah Ray. Dan dengan kabar dari mereka yang disampaikan oleh Ray sebagai perantara, detetif mengutus anak buaknya menuju lokasi yang disebutkan. Ternyata tempat yang mereka pilih untuk menculik adalah rumah kakek Dion.
Putri kepala sekolah sudah diikat dengan keadaan kedua tangan terbuka lebar dan juga kakinya. Rasanya sakit sekali dan anak laki-laki itu mengambil gambarnya dari segala arah. Putri kepala sekolah hanya menggeleng-geleng.
Saat anak laki-laki itu menarik silet yang ia tekan ke kulit putri kepala sekolah itu. Sebuah suara keras berasal dari dapur. Arwah dari sahabat putri kepala sekolah berkerja sama menarik perhatian penjahat yang ada di situ.
Tapi kemampuan mereka sangat keci. Untuk mendorong sebuah gelas agar terjatuh saja mereka kesulitan. Dan menghabiskan tenaga mereka. Sulit bagi mereka menggerakkan benda-benda yang ada untuk menarik perhatian, apalagi menolong temannya.
"Julukan rumah angker, ternyata bukan isapan jempol." ujar anak tersebut.
Dan mereka mengambil ancang-ancang untuk membagi tubuh itu menjadi empat bagian. Tapi sebelum tubuh itu terbagi empat, polisi sudah datang. Dan mereka pun melarikan diri. Gagal sebab tempat itu sudah di kepung.
Putri kepala sekolah pingsan. Meski nyawanya masih tertolong ia mengalami patah tulang. Dan segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Papanya terkejut saat menerima kabar tentang putrinya. Karena ia mengira putrinya aman dengan penjagaan 24 jam.
Terbongkarlah identitas pelaku yang merupakan orang yang dibayar untuk membunuh Ray. Tapi tujuan mereka berubah saat ada yang membayar lebih mahal. Seorang anak psikopat, yang ingin menyaksikan secara langsung kejadian tragis yang menimpa seseorang.
Memiliki segalanya tidak membuat anak itu puas. Dan kurangnya pengawasan dari orang tua membuatnya terlambat ditangani. Orang tuanya tidak menyadari kalau sejak kecil anak mereka sudah memiliki bibit seorang psikopat.
Dan anak itu mengambil kesempatan saat Ray difitnah. Jadi tidak ada yang curiga kalau dalang utamanya adalah dia. Penjahat tersebut setuju untuk menculik anak-anak perempuan yang menjadi target. Juga ikut membantu dalam membuat video kematian. Tapi dengan perjanjian ia akan membawa Ray pada mereka.
Setelah tertangkapnya pelaku kejahatan. Arwah dari teman-teman putri kepala sekolah lenyap bersamaan dengan sirnanya niat mereka bertahan di dunia fana ini. Tapi tidak dengan Klara. Dia masih bertahan di samping Ray seperti bayangan.
__ADS_1
Ray, Malika dan Tomi diijinkan kembali bersekolah. Tapi orang tua Ray tidak mengijinkan Ray bersekolah di tempat umum. Jadi Ray belajar di rumah bersama saudarinya. Kehidupan mereka kembali normal.
Dan dengan kembalinya Malika ke sekolah Fika jadi bisa bertemu dengan Malika. Wajah mereka yang mirip membuat Fika yakin kalau itu adalah putrinya. Dan ia mencari kesempatan untuk mendekati Malika.
Saat mama Malika tahu kalau Fika sering menemui Malika, ia pun menceritakan hal itu pada suaminya. Dan suaminya menjadi marah. Lalu memindahkan sekolah Malika. Agar Fika tidak bisa bertemu dengan putrinya.
Fika menjadi kesal. Dan akhirnya menuntut hak asuh atas Malika. Sidang pun dilangsungkan. Malika mendapat hak untuk memilih dengan siapa ia akan tinggal. Dan Malika memilih tinggal dengan mamanya.
Tentu saja papanya heran. Karena putrinya lebih memilih tinggal bersama wanita yang baru ia kenal. Tapi Malika mempercayai kisah mama kandungnya. Dan merasa kalau lebih baik tinggal bersama mama kandungnya. Sebab setelah tahu kebenarannya ia justru kesal pada papanya yang memisahkan ia dan mama kandungnya.
Beberapa bulan kemudian mama kandung Malika yaitu Fika dilamar oleh sahabat Dion. Mulanya Malika tidak setuju. Tapi kemudian hatinya luluh saat sahabat Dion menunjukkan ketulusannya. Ia sudah bersusah payah mendapatkan hati Fika dan harus mendapatkan hati Malika.
Dengan bantuan Dion dan Lina maka Malika percaya kalau sahabat Dion adalah orang yang baik. Pesta pernikahan berlangsung dengan meriah. Putri kepala sekolah juga diundang. Sebab setelah keluar dari rumah sakit, ia jadi berteman dengan Malika. Dan tidak lagi menganggapnya aneh. Meski kadang-kadang ia harus merinding saat Malika suka berbicara sendiri.
Ulang tahun ke-17 si kembar Ray dan Teresia pun tiba. Tapi saat akan merayakan ulang tahun mereka pada pukul 00:00. Keduanya tidak bisa dibangunkan seolah mereka mengalami tidur panjang. Dan itu terjadi sampai berhari-hari.
Teresia dan Ray memimpikan hal yang sama. Mereka melangkah masuk ke rumah warisan yang diberikan kakek pada Dion. Dan saat memasuki gerbangnya. Rumah besar itu berubah menjadi sebuah rumah yang sederhana.
Ada seorang gadis cantik sedang meracik obat. Dan obat itu diberikan pada seorang pria paruh baya. Lalu obat itu diminumkan pada seseorang yang sedang terbaring di atas tempat tidur.
"Lukanya cukup dalam aku tidak yakin dia bisa bertahan hingga esok." ujar si pria paruh baya.
"Papa tidak perlu kuatir. Ia masih berumur panjang." ujar gadis cantik tersebut.
Bersambung....
__ADS_1