
Nicorazón dan teman-temannya tiba di teater tepat waktu. Begitu tiba, ternyata acara baru dimulai. Mereka bergegas mencari kursi dengan bantuan petugas yang ada di sana.
"Untunglah kita tepat waktu."
"Iya, tidak salah juga kita mengajak si boss."
"Oh jadi kalian mengajakku karena butuh tumpangan saja?"
"Yah boss, inikan simbiosis mutualisme. Boss dapat tiket. Kita dapat tumpangan."
Celoteh mereka, saat di depan panggung Pesulap sedang memperkenalkan diri dalam bahasanya, dan diterjemahkan oleh seorang juru bicara.
Selanjutnya pertunjukan dimulai dengan aktraksi sirkus. Nicorazón dan teman-temannya sangat menikmati pertunjukan. Tanpa menyadari kehadiran mereka ke gedung teater tersebut adalah bagian dari rencana Putri penunggu danau. Yang menghipnotis seseorang untuk membeli tiket lalu memberikannya pada salah satu sahabat Nicorazón.
Dan tibalah acara puncak. Saat yang paling ditunggu-tunggu oleh semua pihak. Acara sulap yang memacu adrenalin. Juga merupakan saat yang paling dinantikan oleh Putri penunggu danau. Ia senang rencananya berhasil untuk membuat Nicorazón menyaksikan pertunjukan sulap.
Sementara orang yang terkena hipnotis kebingungan saat mengetahui kalau tabungannya sudah kosong. Dan batal untuk menyaksikan pertunjukan sulap dengan kekasihnya. Tapi kekasihnya tidak batal menonton sulap, karena selingkuhannya membeli dua tiket untuk menyaksikan atraksi sulap.
Dan kebetulan mereka terpilih untuk maju ke depan sebagai orang yang akan membantu memeriahkan pertunjukan. Mulanya mereka ragu karena perselingkuhan mereka akan ketahuan. Tapi kemudian mereka setuju setelah merasa sudah tidak ada gunanya menyembunyikan perselingkuhan mereka..
Mereka pun naik ke pentas. Dan seperti yang sebelumnya para penonton yang diajak naik ke panggung akan memperkenalkan diri. Karena mereka berpasangan, akhirnya hubungan mereka ditanyakan di panggung tersebut. Dan mereka mengakui kalau mereka sudah lama berpacaran.
Kekasih dari gadis itu merasa sangat kesal saat menyadari kalau kekasihnya sudah lama berselingkuh dengan pria lain. Yang merupakan teman baiknya sendiri. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Dan hanya menyaksikan pasangan itu membantu pertunjukan sulap.
"Malam ini saya akan melakukan sebuah atraksi yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Saya akan melakukan peristiwa pengorbanan yang lebih menegangkan. Korban malam ini akan ditutup mulutnya. Tangan dan kaki akan diikat lalu dimasukkan ke dalam peti. Kemudian peti tempat dijatuhkan ke atas tumpukan pedang tajam. Dan kemudian peti itu akan dibakar," ujar pesulap yang dengan segera diterjemahkan oleh orang yang ada di sampingnya.
"Tapi sebelum itu terjadi. Saya ingin bercerita sebuah lengenda yang mengatakan kalau ada orang sakti yang memiliki sepuluh nyawa. Dan ia menjelma menjadi seekor kucing hitam agar bisa menemui seorang putri cantik, yang merupakan pujaannya."
__ADS_1
"Suatu hari gadis pujaannya sakit. Dan seorang tabib mengatakan, kalau gadis itu bisa bertahan hidup, jika ia memakan jantung kucing hitam. Mendengar hal itu orang sakti menjelma kembali menjadi kucing. Dan muncul di kamar sang putri."
"Kucing itu ditangkap dan diambil bagian jantungnya untuk diolah menjadi obat sang putri. Setelah memakan jantung kucing tersebut putri itu pun sembuh. Ia menikah dengan tabib yang telah mengobatinya. Sementara bangkai kucing dibuang begitu saja."
"Secara ajaib kucing itu hidup kembali. Namun ia tidak bisa kembali ke wujud manusia. Dan karena gadis pujaannya sudah menikah dengan pria lain, ia pun memilih pergi ke hutan dan tidak pernah muncul lagi dihadapan gadis pujaanya."
"Suatu hari seorang pemuda mencari obat untuk mamanya yang sedang sakit. Namun karena obat yang dicari berada di sisi tebing pemuda itu terjatuh saat mencoba menuruni tebing. Dan jasadnya ditemukan oleh jelmaan kucing."
"Roh jelmaan kucing memasuki tubuh pemuda tersebut. Dan secara ajaib pemuda itu hidup kembali. Ia berhasil mengambil tanaman obat untuk mamanya."
"Dia pun memiliki umur yang panjang, karena ia memiliki sembilan nyawa. Ketika ia menikah ternyata keturunannya juga memiliki sembilan nyawa."
"Dan menurut legenda keturunan dari orang sakti itu masih ada sampai sekarang. Dari penerawangan ramalan dia juga hadir di antara kita. Tapi sayangnya tidak ada yang memberitahukan saya siapa dia."
"Oleh karena itu saya butuh sepasang peramal. Mereka akan memberitahukan saya siapa orang pilihan malam ini. Dengan cara mengambil kartu yang berlambang huruf-huruf dengan mata tertutup. Lalu menempelkan kartu itu di papan hitam yang ada dibelakang saya."
"Kalau boleh tahu, apakah kalian peramal?" tanya pesulap pada kedua orang yang diundang.
"Tidak," jawab mereka berdua serempak setelah saling bertatapan.
"Kalau begitu, saya sudah salah pilih," ujar pesulap berpura-pura cemas.
Seperti biasa tinggakahnya terlihat lucu di mata penonton, sehingga gedung teater dipenuhi gelak tawa.
"Tapi meski kalian bukan peramal, malam ini kalian akan menjadi peramal. Jadi kalian akan memilihkan sembilan huruf yang akan menghasilkan sebuah nama."
Maka kedua mata sepasang kekasih itu ditutup dan mereka memilih huruf secara bergantian lalu menempelkannya di papan. Satu persatu huruf tersusun dan membentuk sebuah nama. Disaksikan oleh seluruh penonton baik di gedung teater maupun di luar gedung.
__ADS_1
Saat huruf-huruf itu ditempelkan, entah kenapa perasaan Primavera yang menyasikan acara sulap dari televisi menjadi tidak tenang. Karena huruf pertamanya adalah huruf N. Sekilas ia menjadi ingat pada putranya yang belum pulang. Dan semakin tidak tenang saat empat huruf-huruf akhirnya ditempalkan.
Dion dan Lina serta Gina juga merasa tidak nyaman setelah tujuh huruf ditempelkan. Dan Te Apoyo mulai menyaksikan acara itu saat huruf terakhir di tempelkan. Karena ia baru kembali dari rumah sakit.
"Acara sulapnya belum selesai ya?" tanya Te Apoyo sambil melepaskan dasinya.
Primavera yang tidak menyadari kepulangan suaminya terkejut saat suaminya tiba-tiba duduk di sebelahnya.
"Serius sekali, kenapa nonton sendirian? Putra kita di mana? Apa dia sudah tidur?" tanya Te Apoyo.
Primavera tidak langsung menjawab suaminya. Lalu tanpa berpikir panjang, ia segera menghubungi ponsel putranya. Sambil terus menatap layar kaca. Sementara Te Apoyo masih dengan santai menyaksikan acara yang baru ia tonton.
Saat itu setelah huruf-huruf selesai ditempelkan, pesulap menyuruh penonton yang duduk di kursi untuk mengeja huruf-huruf pada semua kartu yang di tempelkan di papan. Kamera difokuskan pada huruf-huruf itu. Membuat Te Apoyo membelalakkan matanya seakan tidak percaya, kalau nama putranya muncul di layar kaca di hadapannya.
"N. I. C. O. R. A. Z. Ó. N."
"Nicorazón! Ya siapakah di antara kalian yang memiliki nama ini?" tanya pesulap pura-pura tidak tahu.
Lalu mengambil kartu kartu tersebut dan membakarnya. Dan kemudian kartu-kartu itu dimasukkan dalam asbak kaca. Setelah kartu-kartu itu habis terbakar, pesulap mengambil asbak kaca itu dan menyiramkan debu yang ada ke arah papan hitam.
Akhirnya muncullah sebuah nomor kursi di papan tersebut. Dengan segera lampu kamera mengarah ke kursi penonton. Dan kemudian berhenti di atas kursi yang dimaksudkan oleh nomor di papan.
"Nicorazón! I-itu namamu Boss! Ayo angkat tanganmu Boss!" ujar teman-teman Nicorazón penuh semangat, dan membuat tingkah yang menarik perhatian.
"Boss kita masuk televisi!"
"Iya boss Lihat itu! Kita sekarang jadi artis terkenal!" ujar teman-teman Nicorazón bersahut-sahutan.
__ADS_1
Bersambung...