
Ia melihat semut-semut kecil yang berjalan berbaris di tanah dan mengumpulkannya di tangan. Lalu ketika orang-orang mendekatinya yang sudah tidak bergerak. Dengan cepat ia memindahkan roh mereka dengan roh semut-semut itu. Lalu membunuh semut yang ada di tangannya.
Raga orang-orang yang telah di isi oleh roh semut kini bisa dikendalikan oleh Dorado. Maka orang-orang itu berbalik menyerang temannya sendiri. Dan ia mengistirahatkan tubuhnya sejenak untuk mengumpulkan tenaga.
Ketika ia melihat kesempatan, satu persatu orang-orang di sana bertukar roh dengan serangga-serangga lemah yang ia kumpulkan di tangannya. Hingga semua bertukar roh. Setelah itu hewan kecil dalam genggamannya ia hancurkan.
"Seharusnya aku jangan main-main denganku!" ujar Dorado kesal.
Kini orang-orang bersenjata itu di bawah kendalinya. Dan ia membawa mereka bersamanya. Setiap kali bertemu dengan pria bersenjata lainnya Dorado akan bersembunyi lalu mencari kesempatan untuk menukar roh orang itu, dengan serangga atau hewan kecil di tangannya. Begitu seterusnya. Sampai ia berhasil menjadikan seluruh pria bersenjata yang memburunya menjadi bawahannya.
Sementara kini Te Apoyo dan putranya justru baru tiba di daerah tersebut. Pasalnya sepanjang jalan Nicorazón yang mengaku sebagai pemburu justru menolong hewan-hewan yang lemah. Seperti menaikan anak burung yang jatuh dari pohon. Memindahkan semut yang berbaris di jalan.
"Ayo cepat! Biarkan saja semut-semut itu!" ujar Te Apoyo.
"Meski mereka hanya hewan kecil, mereka juga memiliki nyawa. Kita harus menjaga mereka," ujar Nicorazón yang kini telah jadi pribadi yang lain.
Dari kejauhan terdengar seseorang mendekati Te Apoyo dan Nicorazón. Seorang gadis melompat dari dahan pohon yang satu ke dahan pohon yang lainnya. Segera Nicorazón mengenali gadis itu.
"Gadis rimba!" serunya.
Gadis itu menoleh sekilas ke belakang dan ternyata yang memanggilnya mengejarnya dari belakang.
"Apa-apaan dia itu, kenapa aku harus berurusan dengannya lagi?" gerutu Esperanza.
"Hei, Tuan! Ayo kita kejar gadis rimba itu!" seru Nicorazón pada Te Apoyo.
Baru saja dia berkata demikian Gris muncul di hadapan mereka mengejar Esperanza. Karena Te Apoyo tertinggal jauh. Nicorazón kembali. Lalu menggendong Te Apoyo sambil berlari.
"Hei, apa yang kamu lakukan?!"
"Tenanglah pak tua, larimu seperti keong. Jika aku meninggalkanmu bisa-bisa nanti dimakan binatang buas," ujar Nicorazón.
Dengan cepat ia mengejar ketertinggalannya. Segera menyeimbangkan kecepatan Gris. Secara tidak sengaja, mereka berdua berlomba mengejar Esperanza.
__ADS_1
Tomi dan Malika serta yang lainnya telah diobati di atas pesawat. Begitu juga yang terluka lainnya. Kini pria berseragam, yaitu angkatan militer dari negara lain, berusaha menolong orang-orang yang ada di ruang bawah tanah. Tapi karena akses masuk tertutup mereka kesulitan untuk mengevakuasi, terpaksa melakukan penggalian.
"Kenapa suara tembakan dari arah hutan itu tiba-tiba sepi?" gumam mereka sambil terus menggali.
"Sepertinya ada yang tidak beres," jawab Tomi yang ikut membantu.
Mereka yang sudah diobati tidak tinggal diam ingin membantu proses evakuasi. Tapi mendengar kalimat yang barusan mereka pun berhenti sejenak melihat ke arah hutan.
Dugaan itu segera terbukti saat ia melihat Dorado dan seluruh pasukan muncul dari arah hutan. Pria berseragam yang bersama Tomi tersenyum senang. Mereka mengira kelompok yang mengejar Dorado berhasil menangkapnya. Tapi kemudian mereka heran.
"Segera hidupkan mesinnya! Semua kembali ke pesawat masing-masing! Cepat!" perintah Tomi berlari masuk ke pesawat.
Tanpa banyak tanya pilot itu segera menghidupkan mesin pesawat. Pria berseragam yang mendengar Tomi tidak langsung naik. Sampai Dorado memerintahkan juru tembak yang bersamanya untuk menembaki mereka. Juga pesawat yang akan terbang tersebut.
"Dasar! Apa mereka juga terkena pengaruh kemampuan Dorado?" tanya salah satu anggota khusus berlari ke pesawat.
"Ini aneh! Padahal kami sudah mengecek data Dorado. Dan orang-orang yang terkait dengan belenggu sumpah. Bisa dipastikan mereka bukan keturunan dari orang yang terkena sumpah," ujar Dion dan sahabatnya saat Tomi dan Malika sudah duduk di kursi pesawat.
"Tidak! Kalian tidak salah data, mereka bukan orang-orang yang terikat sumpah," jawab Malika saat melihat tidak ada rantai penghubung di leher orang-orang itu.
Para penembak terus berlari dan menembaki ke arah Tomi dan lainnya berada. Para pria yang tadi menggali reruntuhan, telah memasuki pesawat mereka. Mereka merasa heran kenapa orang yang tadinya datang dari tempat satu tempat dengan tujuan sama, kini menyerang mereka.
"Itu pasti kemampuan Verde," ujar Brillo.
"Apa maksudmu?" tanya Malika.
"Verde bisa menukarkan roh hewan dan manusia. Ia pasti sudah memindahkan roh hewan itu pada para tentara," jawab Brillo.
"Lalu?" tanya orang-orang yang ikut naik pesawat.
"Setelah tubuh itu ditukar dengan jiwa dari hewan kecil, mereka tidak ada jalan untuk tidak patuh. Aku cemaskan Dorado membunuh semua hewan yang telah diisi roh para tentara," terang Brillo.
"Sepertinya dugaan Brillo benar," ujar Tomi.
__ADS_1
Pesawat pun naik. Tapi sayangnya, Dorado menggunakan kekuatan untuk menghalangi pesawat itu terbang. Ia menghentikan udara, dan membuat mesin pesawat itu tiba-tiba mati.
"Mau lari kemana kalian? Kalian pikir bisa lari dariku?" tanya Dorado mengejek.
"Seluruh pasukanku! Tembak!" perintah Dorado.
Pesawat tidak berhasil terbang. Sehingga para penembak yang bersama Dorado dengan mudah menembaki pesawat tersebut. Tapi kemudian orang-orang yang berada dalam pesawat melakukan serangan balik. Melemparkan bom gas tidur ke arah para penembak.
"Lari!" perintah Dorado.
Mereka berlari namun tidak tentu arah dan para penembak itu rubuh setelah menghirup banyak gas tidur.
"Dasar tidak berguna!" keluh Dorado.
Lillo mengaum memanggil kawanan anjing untuk menyerang Dorado. Tapi hal itu bukan halangan buat Dorado. Berbekal senjata dari tangan para penembak ia menyerang pesawat tersebut. Lalu memanggil seluruh hewan untuk datang.
Esperanza akhirnya muncul dari hutan dan melihat Dorado menyerang pesawat yang ditumpangi Tomi dan lainnya. Baik dengan senjata, maupun dengan kekuatannya. Ia tidak lagi merasakan getaran akibat ledakan di ruang bawah tanah. Tapi ia mendengar isak tangis dari bawah tanah.
"Kenapa ada yang menangis di bawah tanah?" Esperanza bertanya dalam hati.
Dorado yang tidak menyadari kehadiran Esperanza terkejut saat melihat hewan-hewan yang dia suruh untuk menyerang orang-orang di pesawat berputar haluan. Mereka pergi ke arah Esperanza berada.
"Apa yang terjadi?" tanya Brillo.
Pada saat itu ia dan penumpang pesawat memukul dan membunuh hewan-hewan yang berhasil masuk pesawat lewat lubang-lubang akibat tembakan, tiba-tiba pergi. Jika tidak mereka akan jadi korban. Sebab hewan-hewan itu adalah hewan berbisa.
"Lihat! Itu Esperanza!" seru Estrella.
"Bukan hanya dia, Gris, Te Apoyo dan Nicorazón juga ada di sana," kata Brillo.
"Gawat hewan-hewan berbisa menuju ke tempat mereka!" seru Dion.
Bersambung...
__ADS_1