
Putri penunggu danau muncul dan pesulap itu mengacuhkannya. Bahkan ia tidak perduli saat roh itu menyentuhnya.
"Kenapa kamu masih menyedihkan. Ini bukan yang pertama kalinya. Dan seperti yang kamu lihat, tidak ada orang yang menyadarinya. Berikan aku korban yang banyak. Maka aku akan memberikan kekuatan yang lebih kuat lagi untukmu."
"Aku tidak menginginkan kekuatan ini lagi. Jika kamu mau mencabut nyawaku, cabut saja sekarang!"
"Jika itu keputusanmu, aku akan beri kamu kesempatan. Ada orang yang sangat ingin kujadikan sebagai pelayanku. Tapi aku tidak bisa menyentuhnya secara langsung," ujar Putri penunggu danau.
"Meskipun kemampuanku dapat berpindah ke negaranya. Namun aku tidak bisa mencabut nyawanya. Seolah ada yang melindunginya. Tapi aku yakin kamu bisa melakukannya. Bekerja samalah denganku. Perjanjian akan kubatalkan setelah kamu berhasil mengambil nyawa orang itu."
Pesulap diam dan mendengarkan dengan seksama, dan Putri penunggu danau melanjutkan kalimat-kalimatnya.
"Mereka ada dua orang. Seorang pria dewasa dan putranya yang masih remaja. Aku menyukai keduanya. Tapi mereka berada di negara lain. Oleh karena itu aku ingin kamu melakukan pertunjukan di negara itu."
Pesulap menatap Putri penunggu danau lekat-lekat. Dan masih belum bisa berkata apapun. Putri penunggu danau memperlihatkan wajah orang yang menjadi targetnya. Lalu memberitahukan alamat serta nama mereka.
"Tidak harus keduanya. Cukup salah satu dari mereka. Kalau kamu berhasil, maka kamu dan sampai keturunan ketujuhmu akan mendapat perlindungan dariku."
Pesulap akhirnya mempertimbangkan hal itu dan akhirnya setuju.
Malam itu ia membuat akun khusus, dan melakukan permintaan dari wanita yang kehilangan putranya. Banyak orang meragukan keaslian akun itu sampai pesulap itu muncul secara live.
*Woah benar, itu dia. Pesulap idolaku. Aku mencintaimu.
Aku mengira kamu benar-benar mati.
Aku senang bisa melihat anda. Apakah anda akan melakukan pertunjukan besok?*
Berbagai komentar bermunculan sejak kiriman pertama. Dan akhirnya pesulap itu membuat sebuah kiriman tentang anak yang hilang. Mengunggah fota anak itu yang diberikan oleh wanita yang menemuinya.
__ADS_1
Banyak yang berkomentar akan ikut membantu mencari anak tersebut. Mama dari anak itu pun akhirnya melihat akun tersebut. Karena berada di daftar pencarian no.1 di internet. Ia merasa senang karena permohonannya dikabulkan oleh si pesulap.
Dan pesulap mengirim satu status baru. Mengatakan kalau ia ingin melakukan pertunjukan di negara lain. Dia mengatakan dengan jelas kalau ia akan melakukannya di negara Te Apoyo tinggal. Banyak komentar kecewa bermunculan. Tapi kemudian muncul komentar permohonan agar ia melakukan sulap di negara mereka.
Ke esokan harinya pesulap penguruskan apa saja yang ia butuhkan untuk keluar negaranya. Dan seharian itu dia mengunakan waktu untuk mengistirahatkan dirinya. Dan teater berjalan tanpa pertunjukan sulap.
Setelah persiapan keberangkatan selesai, malam hari sebelum pertunjukan, pesulap bermimpi bertemu dengan Nicorazón. Di dalam mimpinya ia melihat kalau putra Te Apoyo memenggal kepalanya. Pada saat acara sulap sedang berlangsung. Ia terbangun becucuran keringat. Namun kemudian ia merasa senang.
Dan akhirnya tibalah ia di negara Te Apoyo dengan pengawalan ketat. Sebab banyak penggemar fanatiknya yang menunggu sejak dari pagi di bandara setelah mengetahui kalau ia sudah melakukan penerbangan ke negara tersebut. Mereka melakukan itu hanya untuk mendapatkan foto dan tanda tangan idolanya tersebut.
Pesulap menyempatkan diri berfoto, bersalaman, dan memberikan tanda tangan sebelum pergi ke hotel. Ia menempati sebuah hotel yang terkenal di kota itu. Dan beristirahat sebelum pertunjukannya dilaksanakan.
Saat Pesulap beristirahat orang-orang sudah ramai antri untuk membeli tiketnya. Ada yang memanfaatkan hal itu dengan memborong tiket dan menjual dengan harga dua kali lipat. Tapi tetap saja tiket itu habis terjual.
Dion dan Lina sudah mendapat tiket VIP yang juga laris terjual. Mereka tidak mau melewatkan kesempatan tersebut. Mereka akan menonton bersama dengan Gina dan lainnya.
Sedangkan Te Apoyo tidak perduli dengan pesan ancaman itu setelah mengetahui kalau pesan itu dikirim dari negara luar. Yang menurutnya kalau pengirim pesan tidak akan bisa berbuat apapun padanya. Serta menganggap kalau pesan itu hanyalah salah kirim.
Hari yang dinanti pun tiba. Malam pertunjukan sulap. Antrian sudah mengular di sepanjang jalan sebelum acara dimulai. Lina, Dion serta Gina dan lainnya yang berjanji bertemu di tempat itu sudah tiba. Menikmati makanan yang ada sambil menunggu acara dimulai.
Kursi-kursi sudah terisi setengah. Te Apoyo dan Primavera batal menonton sebab ada jadwal pasien di rumah sakit yang harus menjalani operasi. Dan tiket itu diberikan pada sepasang pelayan yang sudah bekerja dengan mereka sejak lama. Dengan senang hati sepasang pelayan itu menerimanya. Mereka ikut menumpang di mobil Dion dan Lina.
Nicorazon sedang berada dirumah saat teman-teman sekelas menghubunginya. Mereka mengajak Nicorazón untuk ikut serta.
"Aku tidak punya tiket. Dan lagi pula aku tidak berniat untuk menonton," ujar Nicorazón saat menjawab panggilan.
"Aku sudah belikan tiket. Ayolah ikut saja. Kalau kamu tidak ikut maka tidak akan ada yang pergi menonton dan biarkan saja tiket-tiket ini hangus," ujar seorang teman sekelas Nicorazón.
"Ayolah boss, kita semua juga sudah dibelikan tiket. Kapan lagi ada yang mau mentraktir seperti ini," ujar yang lainnya.
__ADS_1
Ternyata mereka semua sudah berkumpul di satu tempat. Mereka mulanya tidak berpikir akan pergi. Hingga saat temannya menghubungi mereka. Mengatakan kalau seorang penumpang bus memberinya 7 tiket menonton sulap.
"Anda mau menipuku?" tanya teman Nicorazón saat tiket itu diberikan padanya.
"Aku tidak menipumu. Ini tiket asli. Ambilah atau tiket ini aku buang."
"Kenapa anda tidak mengunakannya? Atau menjualnya pada yang lain?"
"Tiket ini sebenarnya ingin aku berika pada keluarga kekasihku. Kekasihku bilang ia ingin mengajak keluarganya menyaksikan sulap, jadi aku mengambil tabunganku hanya untuk membeli tiket. Tapi saat aku hendak memberikannya, aku justru melihat kekasihku itu berselingkuh. Jadi aku batal memberikan tiket ini padanya."
Teman Nicorazón mengernyitkan keningnya mencari kebohongan di wajah teman bicaranya.
"Ohh jadi anda yakin memberikan ini padaku?"
"Tentu saja. Pakailah dan ajak teman-temanmu. Anggap saja kamu mentraktir mereka."
Sekilas kenangan saat mendapatkan tiket itu melintas kembali dalam benak teman Nicorazón. Dan ia sadar dari lamunannya saat Nicorazón menyetujui ikut dengan mereka.
"Hore, akhirnya kita dapat kendaraan," ujar mereka.
Nicorazón berpamitan pada mamanya dengan membawa tas sekolah. Berpura-pura belajar di rumah temannya. Tapi ternyata isi tasnya adalah pakaian ganti. Dan ia meminta supirnya mengantarnya dengan teman-temannya ke teater.
"Paman jangan katakan pada mama kalau kami menonton sulap. Nanti aku hubungi kalau pertunjukannya sudah selesai," perintah Nicorazón.
Supirnya mengangguk mengerti. Meskipun tuannya membohongi orang tuanya.
"Setidaknya dia hanya menonton sulap. Tidak akan terjadi apapun, kan? Jadi aku tidak harus melapor pada nyonya atau pun tuan Te Apoyo," gumam si supir sambil menyalakan rokoknya.
Bersambung...
__ADS_1