Keturunan Ke Tujuh

Keturunan Ke Tujuh
Gadis yang Mirip Cresentia


__ADS_3

Seorang wanita rebah ke lantai dengan kepala terpisah dari tubuhnya. Dan putri yang menyerahkan Cresentia untuk dibakar marah padanya. Sebab pelayan setianya tewas oleh pedang Alexander.


Suasana berubah, tampak sebuah acara pernikahan. Putri yang menyerahkan Cresentia duduk dipelaminan menikah dengan Alexander karena hubungan diplomatik. Alexander kemudian menikahi enam selir. Dan keenamnya tewas dibunuh oleh putri tersebut beserta putra mereka yang berhasil lahir, maupun yang masih dalam kandungan. Alexander mengetahuinya tapi diam saja. Lalu ia menikahi selir yang ke tujuh. Wajahnya mirip dengan Cresentia namun usianya terpaut jauh.


Gadis itu berhasil melahirkan seorang putra, dan menjadi putra ke-7 untuk Alexander, yang kemudian dinobatkan sebagai putra mahkota. Sang putri marah dan mencoba menghabisi selir ke-7 tersebut. Tapi kali ini gagal. Ia pun diceraikan atas tuduhan menyakiti keluarga kerajaan.


Putri tersebut kembali ke kerajaannya dan menikahi Raja lain dan bekerjasama menyerang kerajaan Alexander. Kerajaan Alexander runtuh sebab saudaranya ikut memberontak. Dan putra mahkota menjadi budak di kerajaan mantan istri pertama Alexander.


Putra Alexender yang lahir dari sang putri menjadi raja di kerajaan Alexander. Dan tidak perduli pada nasip adik tirinya. Beruntung pengawal setia Alexander menyelamatkannya. Dan mengajarkannya cara menggunakan senjata. Dan mendidiknya sebagai prajurit.


Setelah dewasa ia mendapatkan sebuah buku milik Alexander, yang berikan pada pengawal setianya untuk diberikan kembali pada putranya. Mimpi tersebut terhenti dan kedua anak kembar terbangun. Mereka melihat buku yang sama persis dengan yang ada dimimpi mereka.


"Apa kita harus tidur lagi agar mimpi kita berlanjut?" tanya Te Espere.


"Belum tentu mimpi itu akan berlanjut, satu-satunya yang kita butuhkan adalah seseorang yang bisa menerjemahkan tulisan-tulisan yang ada dihalaman awal." ujar Te Apoyo.


"Bukankah kamu bisa berbahasa asing?" tanya Te Apoyo pada saudarinya.


"Tidak," jawab Te Espere tanpa ragu.


Seketika Te Espere teringat kalau Nicholas bisa berkomunikasi dengannya saat roh wanita menguasai raganya. Lalu mereka menghubungi Nicholas. Dan Nicholas pun datang. Mereka mengatakan yang sejujurnya pada Nicholas.


"Baiklah kalau begitu, coba aku lihat bukunya."


Te Apoyo menyerahkan buku tersebut.

__ADS_1


"Ini hanyalah sebuah buku harian," ujarnya setelah membaca beberapa lembar pertama.


"Aku rasa kalian tidak akan suka artinya," katanya lagi.


Te Apoyo dan Te Espere saling pandang. Melihat kedua kembar kebingungan. Nicholas pun akhirnya membacakan halaman demi halaman. Beberapa halaman menceritakan hal yang sama persis seperti di dalam mimpi mereka.


"Huh, buku ini tebal sekali. Bibirku jadi kering membacanya. Tapi bukankah ini rahasia keluarga. Walau pun kedengarannya keren, sebab kalian masih keturunan seorang raja." ujar Nicholas.


"Kami tidak bisa mempercayai orang lain. Dan saat ini kami tidak tahu cara menolong orang tua kami." ujar Te Espere sedih.


Mereka beristirahat sejenak lalu membaca buku itu lagi. Sampailah pada bagian orang tua Alexander menghabisi orang-orang yang berhubungan dengan keluarga Cresentia. Sebab Alexander menolak menikahi putri yang telah membawa Cresentia ke lapangan pembakaran.


"Maaf aku harus pergi kuliah sekarang. Besok aku akan datang lagi," ujar Nicholas kemudian.


Tak lama beberapa prajurit masuk ke rumah persembunyian itu. Mereka menangkap semua orang yang berkumpul di rumah tersebut. Dan juga wanita yang melakukan ritual. Tapi mereka tidak menyadari kalau hanya satu orang yang mereka tangkap, yaitu wanita yang melakukan ritual. Selainnya adalah jerami yang berpakaian layaknya manusia. Itu karena mereka telah terkena ilusi dari wanita tersebut.


Setelah wanita tersebut dibawa ke pembakaran beserta jerami-jerami. Orang-orang yang bersembunyi di rumah itu melarikan diri sesuai dengan perintah wanita tersebut.


"Ingat, setelah aku di bawa dengan jerami-jerami ini, kalian larilah!" perintahnya.


"Lalu bagaimana denganmu?"


"Aku lebih mudah melarikan diri jika seorang diri, saat kalian sudah jauh. Ilusiku pada jerami itu akan kugunakan untuk meloloskan diri. Sebab mereka akan melihatku seperti seekor kucing hitam." ujar wanita itu.


Namun sebenarnya ia berbohong. Ia harus tetap menggunakan ilusinya agar jerami itu terlihat seperti manusia sampai terbakar habis. Dan ia juga ikut terbakar, demi menyelamatkan anggota keluarga serta kerabat yang tersisa.

__ADS_1


Rohnya mengembara setelah raganya menjadi abu. Dan tetap melindungi mereka sekalipun kini ia tidak memiliki raga. Namun keluarga yang tersisa harus berpencar, saat mereka ketahuan dan melarikan diri. Roh wanita itu tidak sanggup menggunakan ilusi sebanyak saat ia masih hidup. Jadi ia memilih menyelamatkan satu keluarga yang melarikan diri.


Ada seorang wanita yang sedang mengandung dalam keluarga ini. Saat prajurit sudah dekat dengan keluarga ini, ia justru melihat sepasang domba bersembunyi balik pohon. Mereka mengusir domba tersebut dengan melemparinya dengan kerikil. Domba itu lari dengan kesusahan. Karena satu diantaranya sedang mengandung dan hampir melahirkan.


Beruntung setelah cukup jauh berlari, prajurit tersebut melanjutkan pencarian. Dan meninggalkan mereka. Si istri akhirnya melahirkan. Namun beberapa menit setelah melahirkan ia meninggal. Suaminya menguburkannya. Dan membawa putrinya.


Ditengah jalan ia melihat sebuah keluarga yang sudah lansia namun masih sehat. Ia meninggalkan putrinya di depan rumah tersebut, mengawasi dari jauh sampai keluarga itu membawa masuk putrinya.


Putrinya dirawat seperti anak sendiri oleh kedua orang tersebut dan menjadi gadis yang cantik. Ia memiliki paras yang mirip dengan Cresentia. Sebab ia masih memiliki garis keturunan dengannya, hanya saja ia tidak memiliki kemampuan Cresentia. Saat Alexander melihatnya ia pun menikahinya, saat itu raja terdahulu telah tiada. Dan Alexander sudah naik tahta.


Pagi hari pun tiba. Te Apoyo dan Te Espere di sambut oleh sinar matahari. Dan sepasang mata yang terus mengawasi mereka. Sementara di tempat lain. Roh wanita yang mengorbankan diri demi sanak keluaganya kini masih mengembara. Ia mencari kembali anggota keluarga keturunan dari kerabat jauh mau pun dekatnya. Setelah ia berhasil keluar dari raga Te Espere.


Saat ini ia sedang menikmati kebebasannya.


"Un día hermoso," ujarnya saat melintasi kolam renang air panas dan melihat pria-pria tampan bercelana pendek berendam di air panas pagi itu.


Sementara Nicholas kembali datang ke rumah Te Apoyo dan Te Espere untuk melanjutkan bacaannya. Hari ini dia datang setelah pulang dari kampusnya. Dan makan siang di rumah Te Apoyo.


Kelanjutan dari buku harian tersebut adalah Alexander menikahi sang putri. Dan juga tertulis tentang papa Alexander memburu seluruh keluarga yang berhubungan dengan keluarga Natan. Keluarga jauh mau pun dekat. Para tetangga dan bahkan orang-orang yang hanya bertegur sapa dengan keluarga tersebut diberi imbalan besar jika memberitahukan keberadaan mereka.


Meski ada yang memanfaatkan hal tersebut untuk mencari keuntungan. Dengan mengatakan satu keluarga masih kerabat jauh dengan Natan papa Cresen dan Cresentia, mereka akan mendapatkan uang. Dan keluarga yang difitnah akan dibakar hidup-hidup didepan orang banyak.


Dan di akhir bacaan untuk hari itu adalah, Alexander bertemu seorang gadis yang mirip dengan cinta pertamanya lalu menikahinya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2