Keturunan Ke Tujuh

Keturunan Ke Tujuh
Menyamar


__ADS_3

"Maaf pak, ini rumah sakit, jika bapak tidak bisa tenang, kami bisa saja mengusir bapak dari sini, karena sudah mengganggu ketenangan pasien yang lainnya," ujar salah seorang dokter.


"Saya akan membawa anak saya dari sini, siap-siap saja rumah sakit ini ditutup!" ucapnya dengan sangat angkuh.


Lalu ia menghubungi rumah sakit milik seorang kenalannya. Setengah jam kemudian mobil untuk menjemput gadis itu datang. Dan membawa gadis itu kerumah sakit yang lain.


Papa gadis itu melaporkan Te Apoyo pada pihak berwajib. Dan semua orang yang membela Te Apoyo juga ikut dilaporkan. Tapi istrinya tidak setuju.


"Papa melaporkan kepala polisi itu juga?! Dia kan tidak salah pa! Dia yang menemukan putri kita!" ujar istrinya marah.


"Halah, kamu membelanya! Dasar perempuan tidak tahu diri! Mengurus anak saja tidak becus!" bentaknya.


Lalu ia pergi ke luar rumah, dan mencari hiburan. Ia menuduh istrinya berbuat macam-macam tapi diluar justru ia meniduri para gadis-gadis dengan mengiming-imingi mereka barang-barang mahal. Hari ini ia pun pergi ke sebuah tempat. Tempat dimana para gadis menjajakan diri. Dan kadang mereka menawarkan teman mereka yang masih lugu.


"Om aku punya teman baru," ujar seorang gadis yang biasa menawarkan gadis-gadis padanya.


"Oh boleh-boleh, tapi jangan di sini ya, suruh dia datang ke parkiran," ujar papa gadis itu.


"Tidak bisa om, soalnya dia sudah tidur," ujar gadis penjual itu sambil mengangkat kedua tangannya dan mengerakkan jari-jari telunjuk dan jari-jari tengahnya ke atas dan kebawah tepat di samping pipi kiri dan kanannya.


Yang artinya temannya sudah tidur akibat pengaruh obat tidur. Lalu gadis 'penjual' tersebut memperlihatkan foto temannya. Papa gadis yang menjadi korban penculikan memandang sekelilingnya lalu menanyakan kamar tempat gadis yang 'tidur' itu berada.


Setelah mengetahui keberadaan gadis 'tidur' itu, papa gadis korban penculikan membayar pada gadis 'penjual' sesuai dengan tarif yang sudah ditentukan. Dengan tidak sabar, papa korban penculikan mendatangi kamar tersebut.


Tapi baru saja ia ingin membuka pintu, seorang gadis berambut panjang, telah berdiri di pintu. Gadis itu memiliki paras yang mirip dengan gadis yang ada di foto, yang diperlihatkan oleh gadis penjual.

__ADS_1


"Paman siapa?" tanya gadis itu takut-takut.


"Kamu ikut paman ya, nanti paman beri jajan," ujar papa gadis korban penculikan.


"Tidak mau paman, aku mau pulang saja," ujar gadis itu sambil menutupi bagian atasannya yang terbuka.


"Oh, ya sudah kalau begitu biar paman antarkan," ujar papa gadis korban penculikan.


"Sungguh?"


"Iya, tentu saja. Paman juga punya putri sebaya kamu. Mana mungkin paman punya niat jahat sama kamu," ujar papa gadis korban penculikan.


Gadis berambut panjang itu mengangguk setelah melihat foto putri dari pria yang menawarkannya tumpangan. Dan mereka segera menuju parkiran. Sampai di dalam mobil gadis itu segera memberitahukan alamatnya.


Gadis berambut panjang tidak memperlihatkan kewaspadaannya sedikit pun. Bahkan saat pria yang duduk di sampingnya menghentikan kendaraan di tempat sepi.


"Memangnya mau apa lagi? Paman sudah bayar lebih, jadi mau tidak mau kamu harus melayani paman. Saat ini paman sangat 'lapar' jadi jangan melawan," ujar pria paruh baya itu.


"Jangan paman!" ujar gadis berambut panjang menolak.


Tapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melakukan perlawanan. Sehingga ia pun jadi santapan saat itu juga. Setelah miliknya habis dilahap pria yang bersamanya, dia hanya bisa menangis.


"Sudahlah jangan menangis. Nanti kalau sudah biasa pasti ketagihan. Paman traktir kamu sebagai ganti mahkota kamu yang paman ambil," ujar pria tersebut tanpa rasa bersalah.


Lalu ia membujuk gadis itu dengan menjanjikannya banyak barang mewah, asal gadis itu mau jadi mainannya. Gadis itu sepertinya hanya bisa pasrah. Ditambah lagi dia sudah kehilangan mahkotanya.

__ADS_1


Ia juga pasrah saat pria yang bersamanya mengajaknya ke rumah. Agar pria itu bisa menikmatinya dengan leluasa dan lebih lama. Karena pria itu yakin saat ini istrinya masih di rumah sakit.


Dan tepat seperti dugaannya kalau istrinya masih di rumah sakit. Maka dengan segera ia menarik gadis itu ke kamarnya. Melepas penutup tubuh gadis itu yang kurang bahan. Lalu menikmatinya sebanyak yang ia mau.


Setelah kelelahan gadis itu pun tertidur, dan pria yang menyantapnya habis-habisan tersenyum puas. Karena telah melepaskan rasa laparnya malam ini. Ia pun berbaring di samping gadis itu tanpa busana.


Sementara gadis penjual heran melihat gadis yang ia beri obat tidur berdiri di pintu kamar. Gadis itu baru saja sadar dari pengaruh obat tidur. Dan ingin meninggalkan tempat asing tersebut. Saat melihat gadis penjual ia pun jadi emosi.


Tanpa ampun ia memberi pelajaran pada gadis penjual tersebut. Ia adalah gadis yang menguasai ilmu bela diri sabuk hitam. Tidak terlalu lama, gadis penjual itu pun tidak bisa lagi berkutik.


"Katakan! Di mana temanku?!" teriaknya.


Sambil memperlihatkan foto gadis yang menuduh Te Apoyo telah memberikannya pada penculik. Gadis penjual itu hanya diam saja, ternyata ia sudah pingsan. Gadis berambut panjang itu membawanya ke kantor polisi.


"Paman, gadis ini mencoba untuk menjebakku, aku sudah mengumpulkan bukti-buktinya. Aku sudah merekam suaranya saat ia menyarankanku untuk menjual tubuhku. Dan di ponselnya juga ada perkacapan pada seseorang yang ingin membeliku," ujar gadis berambut panjang.


Kebetulan ia mengenal om Nicholas sehingga ia jadi lebih berani berbicara terus terang. Gadis ini sudah sering membantu pihak berwajib menangkap penjahat. Dan saat ia mengetahui kalau di temannya hilang, ia pun segera mencari tempat-tempat yang ia curigai.


Meski tidak memiliki orang tua lagi, gadis ini hidup dengan percaya diri. Kedua orang tuanya tewas di depan matanya sendiri, saat seorang pencuri masuk ke rumahnya saat kecil. Tapi berkat bantuan, dan bimbingan om Nicholas gadis itu jadi anak yang selalu berpikir positif. Ia bercita-cita jadi penegak keadilan.


Di kediaman gadis yang menjadi korban penculikan, tampak seorang gadis yang berambut panjang tersebut tersenyum. Kini ia tampak berbeda saat dibawa pertama kali. Kepalanya melayang-layang di udara.


"Dasar laki-laki buaya darat, kali ini aku akan menghabisi seluruh keluargamu!" ujarnya.


Ia memandang ke cermin, namun ia tidak melihat pantulannya di sana. Lalu ia kembali ke raga anak pemilik kedai yang membawa gadis korban penculikan ke rumah sakit. Untuk menghisap energi anak itu sebanyak mungkin. Lalu kembali ke kamar tempat ia berpura-pura jadi gadis lain.

__ADS_1


Mama gadis korban penculikan pulang ke rumah. Mendapati suaminya tidur tanpa busana sambil memeluk seorang gadis cantik berambut panjang. Ia pun menjadi emosi dan memukuli suaminya.


"Dasar penipu, kamu menuduhku selingkuh padahal kamu sendiri yang selingkuh!" teriak istrinya.


__ADS_2