
Semua roh yang bertugas melindungi tubuh Brillo memilih merasuki penjaga tahanan. Dan para roh yang memiliki rantai di leher mereka justru memilih merasuki para tahanan. Terjadilah perebutan kunci sel. Setelah kunci berpindah tangan, para tahanan yang telah dirasuki oleh roh yang memiliki rantai dibebaskan dari sel mereka.
Sel tempat Nicorazón ditahan juga dibuka. Dan semua yang ditahan bersamanya bebas. Meski terjadi kerusuhan hebat, tapi tidak ada yang memilih untuk melukai Nicorazón. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Nicorazón untuk menolong tubuh Brillo yang sudah berlumuran darah.
Tapi karena ia menolong Brillo, maka ia pun jadi sasaran para tahanan. Namun aksi itu tidak berlangsung lama. Sebab tiba-tiba para tahanan tersentak. Mereka merasakan aliran gelombang yang kuat. Membuat mereka merasakan sakit.
Ternyata saat itu Malika, Tomi dan putri mereka telah tiba. Dengan kekuatannya Malika membuat para roh yang memiliki rantai merasa tidak berdaya. Dan hal itu bisa dirasakan oleh orang yang memegang kendali mereka.
Secepatnya ia menarik kembali roh yang terikat padanya. Namun Malika tidak membiarkan mereka pergi begitu saja. Malika meminta putrinya untuk melindungi tubuh Brillo dan Nicorazón sedangkan Malika mengejar para roh yang sedang dikendalikan dengan kekuatan batinnya.
Dan sampailah ia pada kediaman baru gadis yang memegang kendali roh tersebut. Di sana ia melihat seorang anak perempuan, sebaya dengan putranya. Di tangannya tampak seperti gelang yang menyambung dengan seluruh rantai yang ada pada para roh.
"Jangan ikut campur!" teriak gadis itu.
Pada saat menyadari kalau seseorang sedang mengunakan kekuatan batin untuk menyerangnya. Gadis itu melawan dengan mengerahkan kekuatan batinnya. Dan saat itu Malika terkejut. Ternyata kekuatan pemilik pengendali roh sangat kuat. Bisa membalikkan serangannya.
"Aku tidak bisa melawannya dari jarak jauh. Tapi aku sudah tahu keberadaannya. Ayo kita ke sana!" kata Malika pada Tomi.
"Lalu putri kita?"
"Dia akan baik-baik saja, serahkan bagian sini padanya. Karena para roh pengganggu sudah ditarik pemiliknya," jawab Malika pada Tomi.
Segera mereka menuju kediaman gadis itu. Dan ternyata gadis itu juga mengetahui kedatangannya. Bersiap untuk melakukan perlawanan.
"Beraninya datang ke hadapanku. Sudah bosan hidup? Kita lihat, apakah kamu keturunan ke tujuh atau keturunan yang terikat pada sumpah," gumam gadis itu tersenyum.
Tidak terlalu lama. Ternyata cukup dengan 30 menit, Tomi dan Malika tiba di kediaman gadis itu.
Rumah yang berbeda dengan tempat jiwa Brillo ditukar dengan jiwa anjing. Namun posisinya terletak di tempat yang jarang penduduk. Halaman yang luas, membuat jarak pintu depan dan gerbang cukup jauh. Gadis itu berdiri di depan pintu, saat Malika dan Tomi datang.
"Hanya para lansia, berani melawanku!" teriaknya kesal dalam bahasa negara asalnya.
__ADS_1
"Siapa yang kamu sebut lansia, bocah!" balas Malika dengan bahasa gadis tersebut.
Gadis itu terkejut. Dan dengan cepat ia menguasai dirinya. Agar tidak mempermalukan diri sendiri. Tomi menatap anak itu dengan tajam. Lalu menatap Malika.
"Apa menurutmu, dia adalah borunan itu. Usianya masih sangat muda," gumam Tomi pada Malika.
"Aku tidak tahu, tapi kita akan cari tahu. Kekuatannya berbahaya. Tidak boleh membiarkannya berbuat seenaknya. Yang jelas dia adalah orang yang menukar jiwa Brillo," jawab Malika.
BLAR!
Seberkas cahaya melesat ke arah Malika dan Tomi. Tapi dengan kekuatannya Malika melindungi mereka berdua. Dan kini melakukan serangan balik. Mengejar gadis itu dan mencoba menangkapnya.
Gadis itu melemparkan sesuatu yang mirip dengan bola api. Namun hal itu hanya bisa dilihat oleh orang yang memiliki kemampuan. Tapi bisa dirasakan oleh siapa saja.
Malika berkelit dan akhirnya berhasil menangkap tangan anak perempuan itu. Dengan tersenyum gadis itu mencoba meraih leher Malika memakai tangan yang bebas bergerak. Ia berhasil menangkap leher Malika tapi secepatnya ditepis oleh Malika.
"Kau pikir semudah itu mengalahkanku bocah!" ejek Malika.
Dan gadis itu menendang perut Malika dan membuatnya terdorong beberapa meter. Malika ingin menyerang lagi. Tapi gadis itu melemparkan para roh yang terikat padanya untuk menyerang Malika.
Satu tendangan melesat ke perut gadis itu dan terbentur pintu. Pintu terbuka. Wanita paruh baya muncul melawan Malika. Adu pisik tidak terelakkan. Malika disudutkan oleh kedua orang lawannya. Dan Tomi datang membantu.
"Tidak memiliki kemampuan tapi berani melawanku!" ujar gadis itu melemparkan serangan pada Tomi.
"Sayang!" teriak Malika.
"Lihat ke mana kamu?" ujar gadis itu pada Malika.
Satu serangan dilemparkan pada Malika. Dan ditangkis oleh Malika. Tomi berdiri lagi. Kini ia memilih melawan wanita paruh baya yang ada di hadapannya. Sedangkan Malika melawan gadis itu.
Pelayan wanita itu menyerbu Tomi bersama para roh yang terikat perjanjian dengan majikannya. Tapi saat mereka menyudutkan Tomi, para roh yang berbeda datang menolong Tomi.
__ADS_1
Putri Malika tiba untuk menolong kedua orang tuanya, bersama para roh setelah urusan dalam tahanan sudah beres. Kemampuan kini berbanding terbalik. Gadis pemilik kekuatan dan wanita pelayannya tersudut dan tidak berdaya melawan.
"Menyerahlah! Dan ikut dengan kami! Kamu harus mengembalikan roh putraku pada tubuhnya," ujar Malika saat leher gadis itu dicekik oleh tangan kirinya.
"Jangan harap!" kata gadis itu masih mencoba melawan.
Malika membanting tubuh gadis itu kelantai dan mencoba untuk melumpuhkannya, agar bisa dibawa pulang. Tapi sebelum ia berhasil, sesuatu melesat dengan cepat. Tempat itu ditutupi awan hitam yang pekat. Saat membuka mata, gadis dan pelayannya menghilang.
"Ahk! Apa itu tadi? Kita kehilangan mereka."
"Sudahlah, kita kembali saja dulu. Kita lihat kondisi tubuh putra kita dulu," ajak Tomi.
Maka ketiganya pergi meninggalkan tempat tersebut. Menuju rumah sakit tempat Brillo dan Nicorazón berada. Keduanya terluka parah, namun mereka masih hidup.
Setelah tidak berhasil mendapatkan kesalahan dari keduanya, polisi terpaksa membebaskan mereka. Dan akhirnya tubuh Brillo dibawa pulang. Ia dan Nicorazón dirawat di rumah sakit milik Te Apoyo.
Mereka ditempatkan dalam satu kamar. Dan anjing yang memiliki jiwa Brillo dibawa ke kamar mereka berdua. Dan di sana Malika menukar jiwa mereka berdua dengan cara membatalkan pertukaran jiwa mereka.
Malika hanya bisa mengembalikan jiwa mereka dengan mengunakan metode membebaskan orang yang kerasukan roh jahat. Saat roh anjing dan roh Brillo keluar dari tubuh yang mereka tempati. Secepatnya Malika menangkap jiwa mereka dan mengembalikannya ke tubuh masing-masing.
"Brillo, kamu baik-baik saja?" tanya Malika saat Brillo dan anjing itu berhenti merintih kesakitan saat pertukaran.
"Mama!" ucap Brillo senang.
Akhirnya Brillo kembali ke tubuh aslinya. Hal itu disaksikan oleh Te Apoyo dan istrinya serta putra mereka yang berada di tempat itu.
"Agh, kepalaku sakit sekali," gumam Brillo yang merasakan sakit pada luka-lukanya setelah jiwanya kembali.
"Dasar anjing bodoh! Kau membiarkan tubuh kerenku ini babak belur!" hardiknya pada anjing yang ada di ruangan itu.
Seolah mengerti ucapan Brillo, anjing itu menunduk dan menutup mata dengan kedua kaki depannya. Tapi ia mengibas-kibaskan ekornya. Sebab setelah kembali ke tubuhnya ia tidak merasa sakit lagi. Dan ia lebih senang kembali ke tubuhnya.
__ADS_1
Sejak saat itu Brillo memiliki hubungan yang baik dengan anjing tersebut. Mereka bisa saling berkomunikasi dengan telepati. Anjing itu bisa berbagi penglihatan dan pendengaran dengan Brillo.
Bersambung...