Keturunan Ke Tujuh

Keturunan Ke Tujuh
Video Klara


__ADS_3

Ray mengangkat tangannya. Ia digiring ke kantor polisi, tanpa perlawanan. Barang bukti pun dikumpulkan dan jasad Klara juga dibawa untuk diotopsi.


Malam itu suasana di sekitar rumah kakek Dion menjadi sangat ramai. Banyak orang ingin melihat secara langsung bentuk rumah tersebut. Polisi memasang garis kuning agar masyarakat tidak mendekat.


Sebagian pengunjung adalah orang-orang dewasa yang menyaksikan kepergian Klara secara langsung melalui ponsel mereka. Dan sebagaian adalah masyarakat yang menyadari kalau suara teriakan yang mereka dengar, bukanlah suara hantu, setelah melihat polisi berjaga di lokasi kejadian.


Ray kini sendirian duduk disebuah ruangan yang hanya ada satu kursi untuknya duduk. Dan ada roh Klara juga di sana. Rupanya sangat buruk dibandingkan roh yang ada di ruangan itu. Mereka menatap Ray lekat-lekat. Tapi Ray diam saja.


"Bagaimana menurutmu?"


"Dari saat datang hingga sekarang ia hanya diam saja."


Percakapan dua aparat yang mengawasi Ray dari balik kaca.


Di rumah Gina, Nicholas tampak mondar-mandir setelah mencari Ray ke tempat fotokopi terdekat. Sebab sudah sangat lama, Ray belum pulang juga. Rasa was-was mulai timbul di benaknya. Ia mengkuatirkan Ray seperti kedua adiknya. Sebab dalam sangkaannya Ray adalah anak kandung mamanya. Yang masih dirahasiakan sampai sekarang.


Alasannya adalah, dulu mamanya pernah pergi dari rumah untuk waktu yang cukup lama. Dan kini ia menduga kalau saat itu adalah saat mamanya melahirkan Ray diam-diam.


"Iya, tadi dia ada kemari. Tapi sampai sekarang belum datang lagi. Ini bukunya masih tertinggal. Katanya akan diambil, namun sampai sekarang belum datang juga. Maaf kami mau tutup."


Hufffsss


Nicholas meniupkan udara dari mulutnya. Adiknya bingung melihatnya mondar-mandir.


"Mama pulang," ujar Gina dengan hati riang.


Sekotak kue tart di tangan kanan. Kue untuk kejutan ulang tahun Ray. Tapi Ray tidak diketahui ada dimana. Ponselnya juga ditahan sebagai barang bukti.


Ray sudah sangat lelah. Dan akhirnya seorang berseragam masuk ke ruangannya dan mengintrogasi Ray. Ray tidak mau mengaku sebagai pembunuh Klara. Dan tidak mengatakan motif atas pembunuhan yang tidak ia lakukan.


Aksi bungkamnya membuat pihak penyidik kesal. Mulanya ia menggertak Ray, lalu melayangkan lima jari ke pipi Ray.


"Ayo cepat mengaku, masih kecil sudah bohong. Jelas-jelas hanya ada kau yang berdiri di tempat itu!" bentaknya kesal.

__ADS_1


Jika bukan karena dihalangi oleh rekannya mungkin Ray akan jadi korban yang menyusul Klara. Klara yang menyaksikan hal itu hanya bisa mengumpat. Namun suaranya hanya bisa didengar oleh Ray dan juga roh lain.


Ray pun bermalam di ruangan tersebut.


Keesokan harinya, kediaman Gina disambangi aparat. Gina terkejut bukan main, setelah tidak bisa tidur tenang tadi malam. Sebab nomor Ray tidak dapat menerima panggilan. Putranya Nicholas ikut bersamanya ke kantor polisi.


Mereka berdua dimintai keterangan. Lalu pada keduanya diperlihatkan video yang disiarkan secara langsung tadi malam.


Dan dunia maya geger, video Klara menjadi viral. Foto Ray terpampang di setiap status murid sekolahnya. Semua mengunggah foto Ray yang tertangkap kamera di akhir video. Lalu ada yang mengenalinya. Yaitu orang yang berhasil menangkap gambar Ray saat Klara menangkap tangan Ray.


Berbagai postingan dengan judul berbeda-beda. Dengan isi yang mengatakan kengerian mereka terhadap sosok Ray yang misterius di sekolah. Dan berita itu akhirnya sampai pada anak-anak Gina.


"Ini Ray?" ujar anak ketiga.


Anak kedua mengangguk, sambil terus memperhatikan ponselnya. Matanya liar membaca postingan-postingan tentang Ray.


"Kok bisa dia ada di sana?"


"Ini tidak mungkin!" kata anak ketiga yang ikut menyaksikan video tersebut.


Anak kedua mengangguk. Lalu keduanya bertatapan dan memikirkan serta membayangkan jika Ray benar-benar pelakunya. Lalu keduanya geleng-geleng kepala.


Sementara Dion yang sedang merayakan ulang tahun putrinya bersama temannya, Fika, dan keluarga Ros. Harus berhenti berpesta. Sebab ia dipanggil untuk memberi keterangan.


Di rumah kakek yang kini sudah ia beli kembali terjadi pembunuhan. Dan mau tidak mau menyeret namanya dalam kasus ini.


"Anda kenal anak ini?" ujar pria berseragam.


Dion geleng kepala, setelah terkejut beberapa saat melihat ada anak yang mirip dengannya saat masih remaja.


"Jangan berbohong. Wajah kalian sangat mirip dan jika aku katakan kalian adalah orang tua dan anak, semua pasti percaya." ujarnya seperti mengancam.


Dion hanya diam saja, lalu memutuskan hanya akan buka mulut jika didampingi oleh pengacaranya. Dan hal itu disepakati. Lalu dengan bantuan suami Ros, Dion mendapat seorang pengacara. Dion pun diijinkan pulang dan wajib lapor selama 24 jam.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" tanya Lina penasaran setelah Dion kembali.


Dion tidak banyak bicara, segera ia membuka akun media sosialnya. Dan dengan mudah ia mendapatkan video siaran langsung Klara di rumah kakeknya. Juga status tentang Ray.


Diperhatikannya lekat-lekat wajah itu. Benar-benar mirip dengannya dulu. Lalu ia memeriksa akun Ray yang dikirim oleh teman-teman Ray di status akun media sosial mereka.


Seketika Dion teringat akan mimpinya tentang dua orang anak yang sebaya bermain di halaman rumah kakeknya.


"Apakah itu artinya tentang anak kembar kami? Atau mungkinkah tentang peristiwa pembunuhan yang terjadi semalam?" batin Dion bertanya-tanya.


Ia ingat kalau Lina juga sudah bercerita kalau ia melahirkan anak kembar, tapi yang satu telah tiada. Dan mereka juga sudah mengunjungi makamnya bersama-sama serta makan Mery yang menolong Lina saat mengandung. Dion mempercayai Lina, tapi entah kenapa ia merasakan sesuatu saat melihat foto-foto Ray.


Ingin sekali ia menemui anak itu, tapi untuk saat ini Ray hanya boleh dikunjungi oleh orang-orang tertentu. Dion mencoba mencari lebih banyak tentang Ray. Ia mengumpulkan banyak informasi tentangnya.


Dan peristiwa kepergian Klara akhirnya diketahui oleh orang terdekat Dion. Mereka juga terkejut saat melihat wajah anak itu mirip Dion. Dan mereka pun menanyakan hubungan Dion dengan Ray.


Tentu saja Dion tidak bisa mengatakan apa pun. Dan ia juga mengatakan akan mencari tahu akan hal itu.


"Apa mungkin ia putraku dengan Kelly? Apakah ia mewarisi darah mafia dari kakeknya, papa Kelly?" ujar Dion.


Lina menatap tajam pada Dion. Sekilas ada rasa cemburu terlintas di benaknya. Tapi kemudian ditepisnya. Dan jika memang benar, ia tidak berhak cemburu. Sebab akibat sikap cenburu butanyalah, ia dan Dion sempat terpisah cukup lama.


Dion berhasil mendapatkan alamat anak tersebut, setelah mendapat alamat sekolah Ray. Dengan bantuan temannya yang juga merupakan seorang aparat, ia dengan mudah mendapat data Ray. Aparat itu adalah orang yang dulu membantu penyelamatan sahabatnya dalam kasus papa Kelly.


Di tempat lain Gina dan Nicholas pulang ke rumah, tapi Ray tetap tinggal. Kini dia berada di dalam sebuah sel seorang diri. Gina menguatkannya agar ia tabah dan bersabar. Dan Gina memesankan Ray untuk tidak sembarangan menjawab.


Gina menyewa seorang pengacara untuk mendampingi Ray. Ray menjawab pertanyaan yang dilontarkan pengacaranya. Mulai dari alasan ia bisa berada di rumah itu. Sampai hubungannya di sekolah dengan Klara.


Penyidik mendatangi kediaman Gina dan memeriksa kamar Ray. Dan membawa barang-barang yang dicurigakan. Sekolah pun jadi sasaran kunjungan. Guru wali kelas buka suara.


Dan kakek serta nenek Klara terkejut mendengar kalau cucunya yang belum pulang ternyata telah tiada. Neneknya histeris dan berulang kali pingsan. Yang akhirnya terpaksa dibawa ke rumah sakit.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2