Keturunan Ke Tujuh

Keturunan Ke Tujuh
Nicorazón dan Esperanza


__ADS_3

Semua itu adalah ulah roh kepala puntung yang mencoba menghisap energi calon keturunan Te Apoyo. Karena ia tidak ingin melihat Primavera hidup bahagia. Ia ingin memutuskan garis keturunan gadis itu. Dan ia ingin Primavera meninggal secepatnya.


Namun ternyata, jiwa Primavera dan jiwa bayi yang masih berada di dalam kandungan tersebut mampu melawan. Sehingga energi bayi tersebut tidak bisa diserap oleh roh kepala puntung. Primavera juga masih bernyawa sampai ia tiba di rumah sakit.


Secepatnya proses operasi pun dilakukan. Dengan kesigapan para dokter, Primavera dan bayinya selamat, seorang anak laki-laki yang lengkap. Te Apoyo akhirnya bernafas lega setelah melihat putranya lahir, meski melalui proses operasi.


Setelah memeluk putranya sesaat, seorang suster mengambil bayi itu untuk dimandikan lalu dibalut dengan kain lembut. Dan di letakkan di dalam inkubator. Dion dan Lina hanya bisa memandang cucunya dari balik kaca. Tapi mereka sangat senang.


Segera Lina mengabari para sahabatnya yang sudah seperti keluarga baginya. Mereka pun datang untuk mengucapkan selamat. Saat itu Primavera sudah sadar namun ia masih sangat lemah. Selang infus masih dipasang dan kondisinya terus diperiksa.


Untuk sementara Primavera harus berpuasa dulu. Sebagai ganti makanan dan minuman diberikanlah padanya, suntikan vitamin untuk penambah tenaga. Oleh karena itu ia masih lebih banyak beristirahat dan tidur. Hal itu dimanfaatkan oleh roh kepala untuk membunuhnya. Sehingga tidak ada yang sadar kalau ada yang mengganggu Primavera.


Roh kepala itu merasuki seorang perawat. Ia ingin membunuh Primavera secara diam-diam. Dengan menyuntikkan racun ke selang infusnya. Namun saat itu Te Apoyo melihat dan menghalangi tindakan suster tersebut.


"Suster, aku baru saja memeriksa kondisi istriku, lebih baik suster memeriksa pasien lain. Masalah kondisi istriku, biar saya saja yang urus," ujar Te Apoyo.


Meski ia tidak tahu kalau suster itu akan menyuntikkan racun. Tapi Te Apoyo yang merupakan seorang dokter tentu tahu, apa, dan kapan obat atau apa pun diberikan. Dia sangat perhatian pada orang lain. Tentu saja ia menjadi lebih perhatian pada istrinya.


Malika akhirnya tiba juga di rumah sakit untuk membesuk istri Te Apoyo. Dan ia melihat hal aneh pada suster yang ada di kamar Primavera. Dan tanpa menunggu lama, Malika menepuk pundak perawat tersebut.


Perawat yang ditepuk pun menjerit dengan kuat. Tubuhnya kejang-kejang lalu meracau. Mengatakan kalau ia ingin agar Primavera segera mati. Te Apoyo dan lainnya yang mendengar hal itu sangat terkejut.


Mereka sangat ketakukan. Tapi tidak dengan Malika dan Tomi. Malika tidak tinggal diam. Dengan kemampuannya yang semakin meningkat ia bisa mengeluarkan roh kepala dari tubuh perawat itu. Dan saat roh itu melawan, Malika mengucapkan beberapa kalimat sehingga roh itu merintih kesakitan.

__ADS_1


Memohon ampun pada Malika agar ia dilepaskan. Tapi baru saja ia dilepaskan, segera ia mencoba menyerang bayi Primavera yang sedang tidur. Ia sudah berhasil membuat bayi itu lahir sebelum waktunya. Kali ini ia berharap bisa segera menghabisinya.


"Jika tidak bisa menghabisinya, setidaknya akan menjadi inangku untuk mendapatkan energi," batin roh kepala tersebut.


Tapi sebelum menyentuhnya, sosok berjubah hitam yang membawa kendi jiwa menangkapnya dan memasukkannya ke dalam kendi. Hal itu hanya bisa dilihat oleh Malika.


Perawat yang kerasukan akhirnya sadar, ia heran karena tiba-tiba berada di ruangan Primavera, dan dengan malu-malu dan bingung ia permisi. Secepatnya ia pergi menuju ruangan yang sebenarnya ingin ia tuju.


Orang-orang yang ada di ruangan Primavera pun merasa lega. Dan kini mereka kembali memperhatikan kondisi si kecil, sambil membicarakan tentang namanya. Ada juga yang menyarankan beberapa nama.


Saat itu bayi Te Apoyo bangun. Lalu diberi minum susu formula. Dan tibalah saatnya untuk Te Apoyo mengganti pakaian dan popok bayinya. Pandangannya melekat pada sebuah tanda lahir di dada bayi itu. Mirip seperti luka yang ada pada Nicholas.


Mengingatkan Te Apoyo tentang kasus penculikan di museum. Di mana Nicholas mendapat luka tepat dibagian dada dan menembus jantungnya. Dan Te Apoyo merasa kalau mimpinya juga berkaitan dengan tanda lahir putranya.


Sementara Te Apoyo hanya mendengarkan mereka sambil terus menggantikan pakaian bayinya. Primavera cuma diam saja, karena ia tidak mau mengganggu perbincangan mereka. Tapi kemudian ia pun ditanya soal nama bayi tersebut. Primavera kebingungan. Ia belum menentukan nama bayinya.


Meski sebenarnya ia sudah mencari-cari banyak nama yang bagus. Ia juga sudah mencatat nama untuk anak laki-laki dan juga nama untuk anak perempuan. Tapi saat ini dia tidak membawa catatannya.


"Jadi siapa namanya?" tanya mereka kemudian.


"Nicorazón," jawab Te Apoyo sambil mengembalikan putranya ke dalam inkubator.


"Eh, kenapa memilih nama itu?" tanya mereka.

__ADS_1


"Iya mirip dengan nama Nicholas," ujar salah satu dari mereka lalu segera menutup mulut.


"Ah biarkan saja, nama Nicorazón juga bagus kok," ujar Gina, sebelum Te Apoyo menjawab, tanpa memperlihatkan rasa sedih.


Diam-diam Gina juga setuju anak Te Apoyo diberi nama mirip dengan nama putranya. Ia pun meniupkan napasnya dengan kasar. Seketika ia merasa rindu pada putra pertamanya.


Te Apoyo meminta ijin pada istrinya. Primavera sangat senang dengan nama itu. Jadi ia mengangguk tanda setuju. Dan segera nama itu ditulis di dalam daftar kelahiran di rumah sakit tersebut.


Dan sejak saat itu putra Te Apoyo dipanggil dengan nama Nicorazón. Nama yang diambil dari nama Nicholas. Dan karena ia memiliki tanda lahir di dadanya tepat di bagian jantung, maka diberi nama 'Corazón' yang artinya jantung.


Di negara lain 7 hari setelah kelahiran Nicorazón, sepasang suami istri yang sudah lama menantikan seorang anak, akhirnya menimang seorang putri. Putrinya lahir dengan kondisi lengkap dan sehat. Meskipun lahir melalui proses operasi. Sebab sang isteri sudah beresiko jika melahirkan normal. Dan mereka memberinya nama Esperanza.


Eperanza memiliki tanda lahir mirip bekas luka di dadanya yang sama dengan tanda lahir Nicorazón. Dibesarkan dengan penuh kasih sayang membuatnya jadi anak yang penyayang.


Tapi berbeda dengan Nicorazón, yang tumbuh sebagai anak yang sulit diatur. Karena memiliki orang-orang yang selalu memanjakannya. Primavera tidak bisa melahirkan lagi sehingga Nicorazón menjadi cucu dan putra satu-satunya di rumah tersebut.


17 tahun berlalu dengan cepat. Ulang tahun Nicorazón pun tiba. Ia ingin perayaan ulang tahunnya dirayakan dengan berkeliling dunia. Tapi Te Apoyo menolaknya karena ia masih sekolah. Tapi Te Apoyo menawarkannya berkunjung ke sebuah negara yang terkenal dengan daerah wisatanya.


Te Apoyo tidak bisa mengantarnya karena pasien di rumah sakit sangat banyak yang butuh perawatan. Akhirnya Te apoyo menapakkan kakinya di negara Esperanza bersama kakek dan neneknya.


Ia ingin segera mengunjungi setiap daerah wisata di negara tersebut. Oleh karena itu ia harus menyewa sebuah kendaraan di sana untuk dipakai berkeliling. Setelah mendapatkan kendaraan. Pada esok harinya, ia pun melakukan perjalan wisata pertama di negara itu.


Tanpa ia sadari sesuatu yang tidak diinginkan sedang menanti.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2