Keturunan Ke Tujuh

Keturunan Ke Tujuh
(Season 2) Kekuatan Terkuat


__ADS_3

"Kalian berpikir bisa mengalahkanku? Jangan bermimpi!" ujar Dorado.


Dengan menggerakkan tangan seperti mendorong para polisi terlempar jauh.


"Maaf, saat ini aku sedang tidak ingin bermain-main. Jadi ayo kita akhiri ini secepatnya!" ujar Dorado.


Dengan jentikan jari, tempat itu pun menjadi lautan api. Terjadi ledakan di mana-mana. Lalu Dorado muncul di hadapan keluarga Te Apoyo.


"Siapa kamu?" tanya Primavera.


"Pergi dari sini!" usir Dion.


Dengan menggunakan kekuatannya Dorado mendorong Dion namun ditangkap oleh Nicorazón sampai terjatuh. Membuat orang yang ada di sana terkejut. Primavera melindungi putranya, saat menyadari kalau yang diincar adalah Nicorazón.


Nicorazón yang terluka mencoba untuk melawan tapi percuma. Dengan mudah Dorado menumbangkannya. Sementara Brillo yang tadinya mengejar penculik Te Apoyo berputar haluan. Saat mendengar kabar Dorado berada di rumah Primavera. Dan saat itu Estrella menyerang Dorado sebelum berhasil menyentuh Nicorazón yang telah terbaring tidak berdaya di lantai.


"Jangan coba-coba menyentuhnya!" ancam Estrella.


"Huh? Kalian yang bukan keturunan ketujuh memangnya bisa apa?" ujar Dorado meremehkan.


Lalu Dorado mengulurkan tangannya untuk mengambil Nicorazón, tapi lagi-lagi Estrella menghalaunya. Membuat Dorado kehilangan kesabaran dan membalas dengan menyerang Estrella sampai terpental. Primavera yang marah melemparkan benda-benda ke arah Dorado.


"Mainan apa ini?" cemooh Dorado.


Segera ia mengangkat kedua tangannya dan serpihan benda yang dilempar oleh Primavera melayang di udara. Dengan cepat benda dan serpihan itu dilempar ke Primavera.


Tapi Estrella menguras tenaganya melindungi Primavera dan Lina yang berdiri berdekatan. Setelah tenaganya terkuras ia pun pingsan. Hal itu dimanfaatkan Dorado untuk membawa Nicorazón. Ketika memberontak, Dorado memukul tengkuk putra Primavera tersebut.


Putra Te Apoyo di bawa keluar dari rumah tersebut. Di luar Brillo dan Lillo telah berdiri untuk menghadang. Saat Brillo dan Lillo mengejar Dorado, keturunan ketujuh lainnya muncul.


"Selamat bersenang-senang!" ujar Dorado melompat sambil membawa Nicorazón bersamanya.


Melompati gedung-gedung tinggi. Mengalahkan kejaran mobil polisi. Di tempat lain Gris masih mendandani Te Apoyo dengan alat peledak. Sebuah panggilan pun masuk.


"Gris ikutlah bergabung dengan kami! Kamu ingin balas dendam bukan?" bujuk Dorado yang telah tiba di sebuah tempat.

__ADS_1


"A- apa yang kalian lakukan? Apa salahku?" tanya Nicorazón yang sudah siuman.


"Kamu ingin tahu?" tanya Dorado.


"Kami inginkan kelahiran pedang Oscuridad yang legendaris!" ujar Dorado lagi.


"Pedang apa yang kamu maksud? Aku tidak mempunyai pedang apapun!" teriak Nicorazón.


Dorado dan Verde tertawa. Melihat keduanya tertawa maka keempat keturunan ketujuh lainnya ikut tertawa dengan keras.


"Gris kamu dengar? Anak dari pria yang paling kamu benci kini ada di sini!" ujar Dorado.


Gris yang sedang mendandani Te Apoyo berhenti sejenak, lalu mengeraskan suara ponselnya. Te Apoyo yang mengetahui kalau putranya diculik menjadi cemas.


"Gris kamu masih di sana, kan? Ayo datanglah jangan sampai terlambat!" ujar Dorado di sebrang panggilan.


"Jangan coba-coba melukai putraku! Atau!"


"Atau apa? Ayo katakan pak tua!" tantang Dorado.


Gris yang menerima panggilan tersenyum lalu meninggalkan Te Apoyo dengan peledak yang menggunakan waktu.


"Aku baikkan? Aku memberimu waktu untuk berpikir, kesalahan apa yang sudah kamu perbuat! Dan matilah secara menyedihkan!" ujar Gris.


"Dan nikmati kembang api yang akan terjadi di negaramu. Hahahaha maka negaramu hanya akan tinggal nama saja!" ejek Gris sebelum pergi.


Dorado dan kelima keturunan ketujuh lainnya bersiap membuat ritual. Nicorazón di ikat di atas sebuah altar. Menunggu kedatangan Gris agar ritual tersebut sempurna. Tidak lama kemudian Gris datang.


"Akhirnya kamu datang juga!" ujar Dorado.


Lalu Dorado menunjukkan tempat bagi Gris. Gris dengan enggan menempati posisinya. Dengan membaca mantra yang ada di bukunya Dorado mengeluarkan sebilah pisau khusus untuk menusuk jantung Nicorazón.


Dan akhirnya pisau itu ditikamkan ke jantung Nicorazón. Pada saat itu Primavera dan Te Apoyo bisa merasakan rasa sakit pada putranya. Jantung mereka berdebar dan merasa tidak tenang.


Tapi efeknya lebih kuat saat dirasakan oleh Esperanza. Gadis itu merasa seolah ia yang tertikam. Keringat membasahi tubuhnya dan ingatan-ingatan di kehidupannya di masa lalu terbuka.

__ADS_1


"Kak Nicholas!" ujarnya perlahan.


Air matanya menetes dan ia rubuh bertelut. Tapi kemudian ia merasa sangat marah. Seolah menghisap seluruh kekuatan yang ada di alam semesta, agin yang berada di ruangan itu berputar-putar dan barang-barang yang ada di ruangan itu berterbangan.


Bumi berguncang sampai ke tempat para keturunan ketujuh berada. Membuat mereka terpelongo dan ada raut ketakutan di wajah mereka.


"Ada kekuatan yang lebih kuat dari kami?" tanya Dorado seolah bertanya pada diri sendiri.


Dan saat itu darah yang mengalir dari tubuh Nicorazón mengeluarkan cahaya yang membentuk sebuah pedang dan lama kelamaan pedang itu menjadi wujud pedang asli.


"Akhirnya! Pedang legendaris Oscuridad kembali!" seringai Dorado.


Gempa bumi telah berhenti.


Di tempat lain, Malika yang melihat hal itu dari layar monitor menjadi terpelongo. Tiba-tiba pintu ruangan tempat Esperanza berada terpelanting dan barang-barang yang ada di ruangan tersebut berhambur ke luar.


Esperanza pun keluar dengan wajah penuh amarah. Pusaran angin masih mengitarinya. Dan setelah keluar dari ruangan tersebut Esperanza berlari dan menghancurkan apa saja yang menghalangi jalannya.


Berlari ke arah atap gedung dan melompat dari satu gedung ke gedung yang lainnya dengan kecepatan yang tinggi.


"Kali ini aku tidak akan membiarkanmu meninggalkanku!" ujar Esperanza sambil terus berlari dan melompat mengikuti instingnya.


Malika melaporkan kejadian yang ia saksikan sendiri pada Tomi, Estrella dan Brillo. Saat gempa banyak gedung yang hancur termasuk gedung tempat Te Apoyo berada. Namun seolah ada keajaiban yang terjadi, reruntuhan itu saling tumpang tindih dan membentuk benteng bagi Te Apoyo.


"Tolong!" teriak Te Apoyo yang di dengar oleh anjing-anjing yang melong-long.


Suara long-longan anjing bersahut-sahutan memberi tanda pada Lillo lokasi keberadaan Te Apoyo. Dan membuat Brillo berhasil menemukannya. Dengan bantuan tim penjinak bahan peledak tersebut sudah tidak menjadi masalah lagi saat ini.


Tapi Nicorazón yang telah kehilangan banyak darah kini sudah tidak sadarkan diri. Saat itu Dorado menjadi tamak. Ia ingin menyerang semua keturunan ketujuh agar seluruh kekuatan menjadi miliknya. Dan mendapatkan keabadian. Tapi.


Saat ia ingin menghabisi para keturunan ketujuh Esperanza tiba. Dinding yang ada di ruangan itu hancur dan kemunculan Esperanza mengejutkan semua orang.


"Kalian sudah berani menyakiti orang yang kusayangi, saat ini terimalah pembalasanku!" geram Esperanza


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2