Keturunan Ke Tujuh

Keturunan Ke Tujuh
Apa Kabar?


__ADS_3

...Setelah memandangi gelang itu cukup lama, Alicia menerima panggilan dari orang tua angkatnya....


...Bahwa papanya masuk rumah sakit lagi. Maka ia pun segera berangkat....


...Saat berangkat, ia membawa gelang itu bersamanya....


...Mungkin ia harus menginap di rumah sakit lagi, pikirnya. Oleh sebab itu ia pun membawa dua pasang pakaian ganti....


...Sesampainya di rumah sakit, tempat papanya menginap, ia bertemu dengan Te Apoyo. Kebetulan pada saat itu Te Apoyo mendapat tugas untuk mengantarkan makan malam,...


...ke kamar papa Alicia....


Setelah mengantarkan makanan dan sekedar menyapa mantan gurunya, ia pun melanjutkan tugasnya. Ketika ia kembali ke kamar tersebut untuk mengambil piring, ia melihat gelang-gelang yang dipegang Alicia. Gelang yang sama persis seperti yang dilihat oleh Te Espere.


"Apa itu gelang bu guru?" tanya Te Apoyo secara langsung tanpa basa-basi.


Alicia tersenyum.


"Iya, ini gelangku. Kenapa? Aneh ya?" tanya Alicia.


"Apakah jumlah aslinya ada 7?" tanya Te Apoyo lagi.


Alicia mengernyitkan keningnya, pertanyaan Te Apoyo terasa mengusiknya. Namun hal itu tidak membuatnya marah. Lalu ia menganggukkan kepalanya, dan mengiyakannya.


Te Apoyo segera meninggalkannya dan mengantarkan piring tersebut. Dan saat ia punya kesempatan, ia pun menghubungi Te Espere. Lalu menceritakan tentang Alicia.


"Itu hanya gelang biasa. Mungkin banyak yang memilikinya," ujar Te Espere.


Tapi kemudian ia juga ingin memastikannya. Lalu menghubungi Tomi, dan memintanya untuk mengirimkan gambar gelang, yang ada di status akun sosial media milik mahasiswa tersebut.


Lalu Te Espere mengirim pesan WA pada Te Apoyo. Dan meminta Te Apoyo menanyakan tentang gelang tersebut pada Alicia. Sebab rasanya cukup aneh, gelang yang sudah rusak masih disimpan, jika benda itu bukan benda yang sangat penting.


Te Apoyo melakukan apa yang dipinta oleh Te Espere. Di saat ia memiliki waktu luang, dengan sengaja ia mengunjungi kamar papa Alicia. Dengan alasan awal ingin menjenguk papa dari mantan gurunya.


Dan ketika ia mempunyai kesempatan untuk bertanya lagi tentang gelang itu, ia pun jadi tahu kalau ternyata Alicia berasal dari negara tempat Te Espere dan Malika sekarang berada. Lalu guru Alicia menceritakan tentang asal gelang tersebut.

__ADS_1


Te Espere kemudian mengirimkan sebuah foto ke no WA Te Apoyo untuk diperlihatkan pada Alicia. Mantan guru Te Apoyo langsung mengenali wajah teman kecilnya tersebut. Dan memanggilnya dengan nama saat mahasiswa itu masih kecil, dan masih berada di panti asuhan.


"Bagaimana kalian bisa mengenalnya? Dan apa hubungan kalian?" tanya Alicia.


Te Apoyo kemudian meminta Alicia mengikutinya ke tempat yang lebih aman. Lalu menceritakan tentang teman kecil mantan gurunya tersebut. Alicia sangat terkejut oleh hal itu.


Mulanya ia tidak percaya dengan cerita Te Apoyo, tapi kemudian Te Apoyo menerima kiriman gambar tentang status-status akun sosial media mahasiswa tersebut. Dan memperlihatkannya pada Alicia.


Te Apoyo juga bercerita tentang kemampuannya dan Te Espere yang bisa melihat hari akhir. Serta kutukan yang akan menimpa Te Espere jika ia menikah nanti.


Alicia membelalakkan matanya, merasa kisahnya mirip dengan yang ia alami. Lalu ia bertanya-tanya, apakah mungkin ia juga merupakan keturunan yang dikutuk.


Alicia tidak menyadari kalau ia adalah satu-satunya keturunan murni dari keturunan langsung sang ratu yang meminta kekuatan dari penguasa kegelapan. Hingga Te Apoyo mengingat sesuatu, saat Cresentia bisa melihat masa lalu tujuh generasi sebelum Te Apoyo dan Te Espere.


Ya itu melalui percikan darah Te Espere. Hal itu membuat Te Apoyo ingin mencoba sesuatu. Ia melepas pin namanya, lalu menggunakan jarum untuk melukai jari sendirinya, layaknya sedang melakukan tes darah.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Alicia.


...Tanpa menjawab, Te Apoyo mengambil tangan Alicia lalu meneteskan darahnya pada telapak tangan Alicia. ...


...Ia melihat masa lalu Te Apoyo dan ia merasa pusing....


"Bu guru baik-baik saja?"


"Apa itu? Apa itu tadi, apakah aku melihat masa lalumu?"


Alicia menceritakan apa yang ia lihat lalu Te Apoyo mengangguk dan mengatakan semua itu adalah masa lalunya. Te Apoyo pun tersenyum, akhirnya ia menemukan keturunan murni suku Cresentia.


Keturunan murni ialah keturunan yang lahir dari pasangan satu suku keturunan Cresentia. Berbeda dengan Te Apoyo dan Te Espere yang merupakan keturunan campuran. Setelah mendapatkan tetesan darah Te Apoyo Alicia kini mampu melihat masa lalunya sendiri dan melihat kejadian sebelum ia lahir.


"Bu guru, apakah bu guru bersedia membantu kami?" tanya Te Apoyo kemudian.


Tanpa ragu guru tersebut mengangguk.


"Katakan apa yang harus aku lakukan? Aku juga ingin menyelamatkan teman kecilku tersebut," ujar Alicia.

__ADS_1


Setelah Alicia setuju membantu rencana pun sedikit diubah. Te Espere dan Malika meminta Tomi untuk melakukan sesuatu. Yaitu membuka salah satu akun sosial media mahasiswa tersebut, yang belum ditutup pihak aplikasi. Dan mengubah beberapa pengaturan.


Lalu menyuruh Alicia meminta pertemanan. Pemilik akun heran saat melihat sebuah akun yang tidak dikenal berteman dengan akunnya. Lalu ia memeriksa akun tersebut. Yang membuatnya berhenti bernapas beberapa saat.


Akun itu menampilkan, foto-foto gadis kecil yang sangat ia rindukan. Lalu 6 gelang kerincing. Dan sebuah status yang menuliskan tentang kisah dibalik gelang tersebut.


Bahwa pemilik akun tersebut mencari seseorang yang menyimpan satu gelang untuk melengkapi jumlah gelangnya itu. Lalu ia menampilkan sebuah nomor Wa.


Jika kamu memiliki satu gelang yang akan melengkapi gelang-gelangku, segera hubungi nomor yang tertera dibawah ini.


Tanpa berpikir lama mahasiswa tersebut mengambil ponselnya lalu menekan nomor yang tertera. Saat hendak menghubunginya ia pun menjadi ragu. Lalu ia pergi membeli nomor baru. Dan menghubungi nomor tersebut tanpa menampilkan nomornya pada nomor yang dipanggil.


Ia merasa sangat gugup, sebelum panggilannya diterima, ia pun mematikan panggilannya terlebih dahulu. Tapi kemudian ia menyesalinya. Ia merasa sangat gugup. Lalu ia berpikir kalau yang sudah membajak akunnya adalah Alicia. Segera ia menghapus status ancamannya. Lalu menggantinya dengan status baru.


*Siapa kamu sebenarnya?


Lalu Alicia mengomentarinya dan mengatakan kalau ia adalah teman kecilnya.


Kemudian mahasiswa tersebut menghubungi nomor yang tertera di akun sosial media Alicia. Dan Alicia menerima panggilan dari mahasiswa itu.


Baru saja Alicia mengucapkan sepatah kata, pemuda itu dengan segera memutuskan panggilannya. Degup jantungnya berdetak lebih cepat. Rasanya gugup seperti menghadapi hukuman gantung.


Lalu ia mengatur napasnya, dan dengan tangan yang gemetaran karena gugup ia pun mengatur pengaturan panggilannya. Sehingga saat ia melakukan panggilan, maka nomornya akan muncul di nomor yang ia panggil. Kemudian ia mengirim pesan melalui WA.


Hai Alicia bagaimana kabarmu?


Bagaimana keadaan orang tuamu?


Dimana kalian tinggal sekarang?


Lalu Alicia menjawab, dan balik menanyakan hal yang sama pada mahasiswa tersebut. Perbincangan melalui pesan WA mengalir dengan lancar.


Mahasiswa itu menarik napasnya dalam-dalam dan meniupkannya dalam satu hembusan napas. Dan mengetik sebuah pertanyaan yang sangat ingin ia tanyakan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2