Keturunan Ke Tujuh

Keturunan Ke Tujuh
(Season 2) Keturun Ketujuh


__ADS_3

Saat ia berganti pakaian, ia melihat tetesan darah melekat di lengan bajunya yang panjang. Sekilas ia teringat lagi tentang si Pesulap. Ia menggelengkan kepalanya. Tapi kemudian ia mengingat-ingat lagi seperti apa rupa si pesulap.


"Mirip sekali seperti yang asli," ujarnya sambil mencium darah yang melekat di lengan bajunya.


Segera ia mengacak rambutnya. Darah itu tercium bau amis. Tapi Nicorazón mengingat vidio terakhir yang ditayangkan di layar lebar membuatnya berpikir kalau darah itu adalah darah hewan, atau yang lainnya.


"Uufs sudahlah aku mau menemui kakek dan nenek. Apa aku tidur dengan mereka saja ya malam ini?" gumam Nicorazón.


Saat ia membuka pintu ia terkejut karena papanya ada di balik pintu. Ia mengira papanya marah karena tidak jujur saat pergi ke pertunjukan sulap. Tapi Te Apoyo menatapnya lama sebelum bertanya tentang putranya.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Te Apoyo.


"Ya, aku mau tidur dengan kakek dan nenek malam ini," ujar Nicorazón. Te Apoyo mengangguk.


Mereka ke ruang tamu. Di sana orang-orang tampak melihat ke arah Nicorazón dan papanya yang baru datang. Lalu mengajak mereka bergabung sambil menikmati cemilan.


Semua tampak gembira menceritakan tentang sulap. Bahkan Nicorazón dengan malu-malu menceritakan apa yang ia alami saat di panggung. Semua orang tertawa. Tapi kemudian mereka menanyakan banyak hal.


"Apa alat-alat yang ada di panggung itu asli?" Nicorazón mengangguk.


"Lalu... bagaimana dengan darahnya? Apa itu juga terlihat asli? Atau jangan-jangan itu benar-benar darah?" Nicorazón mengangguk lagi.


"Kalau begitu, apa kepalanya juga asli?" Nicorazón mengangguk, tapi kemudian ia tersedak saat menyadari jawabannya sendiri.


"Hei, Nenek. Itu bukan kepala asli," ujar Nicorazón meralat jawabannya.

__ADS_1


Te Apoyo menatap putranya dengan tajam. Ia mendapat kabar dari pihak rumah sakit kalau zenajah pesulap di bawa ke tempat mereka. Polisi sedang melalukan olah lokasi untuk menyelidiki kematian si pesulap.


Saat itu Dion menekan tombol remot dan menganti siaran televisi. Siaran yang muncul adalah siaran berita tentang pertunjukan si pesulap. Dan ternyata di siarkan kalau si pesulap tewas dalam pertunjukan.


Dion membaca judul berita saat Te Apoyo menyuruh untuk mengganti siaran. Tapi Dion tidak mendengarnya karena ia sedang memusatkan perhatiannya ke berita. Dan orang-orang yang ada di sana akhirnya terdiam tanpa kata.


"Sampai berita ini di siarkan polisi masih menyelidiki penyebab kematian Pesulap yang terkenal tersebut," ujar penyiar berita di televisi.


Semua orang yang tadi ada di ruang tamu secara spontan menatap Nicorazón yang tampak pucat. Keringat meluncur dari pori-porinya meski udara tidak panas. Te Apoyo mengambil remot dari tangan papanya dan segera menekan tombol power.


"Sudah malam, ayo kita tidur."


Te Apoyo mencoba membuat kalau berita di layar kaca hanyalah berita biasa. Tapi semua orang merasa kalau itu bukan berita biasa. Terutama Nicorazón, ia gemetaran. Tangannya seketika dingin. Dan ia mengingat lagi kepala yang berdarah itu. Ia menutup matanya dengan telapak tangannya.


Dan saat itu polisi datang ke rumah mereka. Memberikan surat panggilan sebagai saksi pada Te Apoyo yang membuka pintu. Dan surat itu ditujukan pada Nicorazón. Tapi Te Apoyo tidak menyerahkan surat tersebut, pada putranya pada malam itu.


"Ada apa sebenarnya? Apa pesulap itu benar-benar tewas?" tanya Dion pada Te Apoyo kemudian saat semua orang masuk ke kamar.


Te Apoyo masih di ruang tamu dengan Dion saat Primavera membawa Nicorazón ke kamar mereka. Lina juga ikut bersama untuk menenangkan Nicorazón yang tampak tidak baik.


Di tempat yang berbeda, di negara si pesulap terjadi sesuatu yang menggemparkan. Saat polisi mendatangi gedung teater dan menemukan hal-hal yang tidak mereka duga selama ini.Penemuan jasad dari orang-orang yang hilang setelah menyaksikan pertunjukan.


Saat berita tentang kematian si pesulap di terima oleh kepolisian setempat. Mereka langsung mendatangi gedung teater tempat pesulap tinggal. Memeriksa sejumlah asisten yang menjaga tempat itu. Tapi mereka tidak tahu apa-apa dan hanya menceritakan apa yang mereka tahu tentang pertunjukan yang di tampilkan di negara Te Apoyo.


Saat polisi menemukan jenazah para penonton yang hilang dengan bantuan anjing pelacak, para asisten menjadi takut. Pasalnya selama ini mereka tidak mengetahui hal itu. Dan mereka juga tidak tinggal di ruangan khusus di gedung teater tersebut.

__ADS_1


Sejak Putri penunggu danau menghilang semua roh yang menjaga ilusi di gedung itu ikut pergi. Sehingga hal-hal yang tersembunyi di gedung itu menjadi terlihat. Banyak darah yang sudah menghitam tampak berceceran di lantai panggung, meskipun selama ini terlihat bersih karena sering di pel.


Penemuan jasad yang sudah membusuk mau pun masih bisa dikenali dengan jelas akhirnya diperiksa. Dan identitas mereka dicocokkan dengan data orang-orang yang hilang akhir-akhir ini. Para keluarga korban dihubungi.


Wanita yang kehilangan putranya menjerit histeris saat mengetahui kabar tersebut. Pakaian putranya di temukan dalam sebuah kotak bersama dengan tulang belulang yang tidak utuh. Polisi mengatakan kalau anak itu tewas dengan keadaan terbagi-bagi.


Mama anak itu tidak kuasa membayangkan cara kepergian putranya dari penuturan polisi dan pingsan berkali-kali. Hal yang sama juga dialami oleh keluarga korban yang lainnya. Negara itu menjadi gempar.


Berita kematian pesulap jadi pencanrian no.1 di internet. Orang-orang yang mengaguminya mendadak membencinya setelah beredar isu kalau ia menggunakan ilmu hitam yang menumbalkan para penontonnya.


Poster-poste**r Pesulap yang terpasang di dinding penggemarnya langsung dirobek dan dibakar. Karena mereka menjadi takut. Dan bukan hanya itu. Gedung teater yang telah dibeli pesulap akhirnya dibakar oleh warga.


Sementara beberapa remaja menyaksikan hal itu dengan tersenyum penuh arti. Dengan pemikiran yang berbeda-beda. Mereka adalah para pemegang buku warisan untuk keturunan ketujuh dari para leluhur mereka. Jumlah mereka ada tujuh. Tiga perempuan dan empat laki-laki termasuk sahabat Esperanza.


Mereka semua bersiap untuk bertemu dengan Nicorazón dan melihat apa yang akan mereka lakukan berikutnya. Setelah keperluan yang mereka butuhkan untuk memasuki negara Te Apoyo lengkap, mereka pun bersiap untuk melakukan penerbangan.


Empat dari mereka melakukan penerbangan tiga hari setelah kejadian yang menghebohkan tersebut. Mereka berasal dari negara yang berbeda-beda. Memasuki negara Te Apoyo dengan mengunakan identitas palsu. Yang dengan mudah mereka lakukan dengan kemampuan yang mereka dapatkan.


Begitu tiba di negara Te Apoyo mereka disambut oleh orang-orang yang telah terkena hipnotis mereka. Dan membawa mereka ke tempat yang mereka inginkan.


Dan saat itu di kediaman Te Apoyo, Primavera sedang menemani putranya yang masih belajar di rumah. Putranya diijinkan belajar di rumah setelah mengalami hal yang membuatnya trauma. Seringkali ia bermimpi buruk dan mengigau saat tidur. Sehingga ia tidak pernah tidur sendirian di kamarnya.


"Nyonya, di luar ada tamu," ujar pelayan pada Primavera yang membaca majalah resep masakan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2