Keturunan Ke Tujuh

Keturunan Ke Tujuh
(Season 2) Beraksi


__ADS_3

Malika maju ke depan. Gris memicingkan matanya. Lalu tersenyum mengejek. Kemudian tanpa menunda, menggunakan kekuatannya menyerang Malika.


Orang yang ada di sana terkejut saat melihat Malika terpental. Gris maju mendekat. Ketika hendak melakukan serangan lagi, putri Malika menangkis serangan itu. Dan dari belakang seekor anjing meloncat ke tubuh Gris.


"Sial, beraninya seekor anjing menerjangku!" bentak Gris lalu melemparkan anjing itu dan ditangkap oleh Brillo.


"Wah, hebat... kalian mau mengeroyokku? Sesama keturunan ketujuh?" gumam Gris tampak seperti sedang berpikir.


"Apa maksudmu dengan keturunan ketujuh?" tanya Malika dalam bahasa negara Gris.


Gris menatap Malika, lalu tersenyum mengejek dan mencoba melakukan sesuatu. Mengarahkan tangannya dan mengeluarkan sebuah rantai yang tidak terlihat oleh orang awam. Tapi rantai itu tidak membelenggu siapapun yang ada di situ.


"Apa yang ia lakukan?" bisik seorang polisi pada yang lain. Yang lain menggeleng.


"Apa sebenarnya rantai itu dan kenapa para roh itu terhubung padamu?" tanya Malika mencari tahu.


"Memangnya kamu siapa?" ujar Gris dengan melemparkan satu roh menyerang Malika.


Malika menghindarinya. Dan akhirnya terjadi adu kekuatan tiga orang melawan satu orang. Dan ditambah seekor anjing yang menyalak, memanggil komplotan anjing lainnya. Dan menyerang Gris bersama-sama.


Gris tersudut dan hampir tertangkap kalau saja Dorado tidak datang saat itu. Namun Dorado tidak menggunakan tubuhnya melainkan tubuh orang lain. Dan membawa Gris menjauh dari tempat itu.


"Lepaskan aku!" bentak Gris saat mereka sudah jauh dari tempat itu.


Ketika ia hendak meninggalkan Dorado para keturunan ketujuh pemilik buku muncul dan mengelilinginya. Gris menyerang mereka, tapi jumlah mereka terlalu banyak, membuat Gris kembali tersudut.


"Aku hanya ingin mengajakmu bergabung untuk mengalahkan mereka. Dan aku sudah lama mengawasimu. Aku akan membantumu menghancurkan keluarga Te Apoyo dan putranya Nicorazón," tawar Dorado.


"Kenapa aku harus percaya padamu?"


"Karena kita satu keturunan, aku pewaris buku pertama. Di bukuku tertulis tentang asal muasal kekuatan ini. Kenapa para roh itu terikat pada kita dan hal yang lebih hebat lagi dari itu."


"Aku tidak butuh ceramahmu, aku akan menjalani hidupku sendiri. Dan jangan halangi aku!" ujar Gris.


Lalu Gris meninggalkan mereka dan tidak menoleh sama sekali. Keenam keturunan ketujuh hanya saling pandang.


"Aneh, kenapa dia pergi?"


"Apa dia tidak mau bergabung?"


"Apa tadi yang ia ucapkan?"

__ADS_1


Berbagai pertanyaan muncul dari para keturunan ketujuh yang berasal dari beda negara, dan mereka bertanya dalam bahasa mereka masing-masing.


"Hah, aku sudah menyuruh kalian untuk mempelajari bahasa negara ini. Setidaknya kita bisa berbicara menggunakan satu bahasa yang sama," ujar Dorado kesal.


Akhirnya Dorado yang sudah belajar bahasa asing memberi tanda mengajak yang lainnya kembali ke markas mereka dan melakukan ke hancuran di negara Te Apoyo.


"Gawat! Gedung A hancur!"


"Gawat rumah sakit B hancur!"


"Lapor gudang senjata meledak!"


Terjadi banyak laporan di mana-mana. Dan keenam keturunan ketujuh tertawa menikmatinya. Dan membuat semakin banyak korban jiwa. Kepanikan di masyarakat bertambah.


Dorado mengambil remote lalu mematikan layar kaca. Dan berdiri di hadapan yang lainnya dan meletakkan satu kamus besar.


"Mulai malam ini, kalian pelajarilah bahasa negara ini, keberhasilan rencana kita untuk menguasai dunia berkaitan erat dengan hal ini!" perintah Dorado kepada kelima keturunan ketujuh lainnya.


"Aku sudah mempelajarinya, jadi malam ini aku bisa bermain," ujar Verde lalu mengambil ponselnya dan keluar ruangan itu.


Dan yang tersisa adalah tiga orang yang belum menguasai bahasa negara tersebut. Mereka masih harus menggunakan penerjamah jika ingin memahami ucapan dalam bahasa negara Te Apoyo.


"Mereka tadinya ada di sini!" ujar Brillo ketika mereka tiba di sebuah gedung.


"Lillo cari jejak orang-orang yang berada di sekitar sini," ujar Brillo pada anjing yang pernah bertukar jiwa dengannya.


"Guk!" jawab anjing itu.


"Aku akan ikut Lillo dan kalian ikuti anjing yang lain," ujar Brillo kemudian.


Brillo memberi nama Lillo pada anjing yang bertukar tubuh dengannya. Anjing itu mengenali bau tubuh mantan majikannya. Sebab di saat itu Verde menggunakan tubuh aslinya.


Anjing itu berkomunikasi dengan anjing lainnya. Memberi perintah pada mereka untuk mencari orang-orang yang memiliki ciri-ciri yang sama dengan mantan tuannya.


"Guk! Guk! Guk!" jawab anjing lain lalu menyebar.


Tiap regu mengikuti satu anjing. Dan mereka pun membentuk tujuh tim. Malika dan Tomi bergabung dalam satu tim. Sedangkan Brillo dan putrinya berada di tim yang berbeda.


"Ingat, jangan bertindak gegabah," ujar Malika sebelum semuanya berpencar.


Brillo dan Lillo dengan cepat menemukan keberadaan Verde yang sedang bermain-main dengan tubuh orang lain. Ia membuat orang yang tidak pernah minum minuman keras dibuat meminum air itu. Lalu memanfaatkan tubuh tersebut untuk menyerang beberapa tempat.

__ADS_1


"Guk!"


Lillo menggigit orang yang mabuk tersebut, dan Brillo segera membuat orang itu pingsan. Verde yang melihat Brillo berlari. Dan aksi kejar-kejaran pun terjadi. Verde melompat dari gedung ke gedung lain. Lain Brillo mengejar dari bawah.


"Huh, kamu pikir bisa mengejarku?" ejek gadis itu.


Tapi ia terkejut saat seekor anjing menyerangnya. Dan anjing itu tampak sangat marah padanya. Verde sangat heran sebab anjing itu adalah mantan anjingnya.


"Hei, kenapa kamu menggigitku?" tanya Verde.


"Kemarilah, ayo ikut denganku!"


"Guk!" ujar anjing itu lalu menggoyang ekornya.


Anjing itu pun dibawa oleh Verde ke tempat tinggalnya yang baru. Lalu memberikan anjing itu makan.


"Bagaimana kamu bisa kembali ke tubuhmu?" ujar Verde.


Anjing itu hanya menggonggong dan menggoyangkan ekornya.Verde membiarkannya makan. Di luar Brillo menghubungi Tomi dan memberitahukan lokasi Verde tinggal.


"Kerja bagus."


Tomi pun menghubungi tim lain dan mengatakan lokasi satu orang telah ditemukan. Sementara jejak yang lain masih belum bisa ditemukan karena anjing yang mereka ikuti kehilangan jejak. Lalu anjing itu malah kembali ke pemiliknya masing-masing.


"Brillo kembali, ada hal penting yang harus kita bicarakan," ujar Tomi.


"Tapi?"


"Tidak ada tapi-tapian. Cukup sampai di situ. Kita tidak bisa terburu-buru menangkapnya."


"Baiklah kalau begitu," ujar Brillo kemudian.


Semua tim berkumpul dalam satu markas dan menceritakan apa yang mereka temukan.


"Tim kami kehilangan jejak, anjing itu tiba-tiba tidak lagi mencari jejak, dan malah kembali ke tempat semula," ujar yang lain.


"Iya benar, anjing yang bersama timku juga demikian," sambung yang lain.


"Tidak masalah, kita sudah menemukan lokasi salah satu dari mereka."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2