Keturunan Ke Tujuh

Keturunan Ke Tujuh
(Season 2) Akhir Hidup Dorado


__ADS_3

"Sepertinya dia adalah seorang budak. Jika aku membayar kebebasannya begitu saja, bisa-bisa dia akan ditangkap lagi. Lalu kembali menjadi budak lagi."


Pria itu bergumam dan menimang-nimang. Lalu memberi sesuatu untuk gadis itu. Yaitu sebuah sumpah.


"Mulai hari ini dan seterusnya, perbudakan padamu berakhir. Aku bersumpah seluruh keturunanku dan keturunan setiap orang yang memiliki darah yang sama denganku, akan tunduk padamu. Akan tunduk pada keturunanmu. Sampai keturunanmu yang ke-tujuh."


Maka pria itu pergi meninggalkan gadis tersebut. Sumpah yang ia berikan akhirnya terjadi. Karena ia masih satu garis keturunan dengan raja yang jahat, maka imbasnya dirasakan oleh keluarga kerajaan. Ketika gadis itu tertangkap lagi. Setiap kata yang ia keluarkan menjadi kenyataan.


"Aku mengutukmu dan keturunanmu tidak akan hidup tenang!" kutuknya saat dijebloskan dalam kurungan bersama budak lainnya.


Dan mulai detik itu juga keluarga kerajaan itu mengalami penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Seorang cenayang mengatakan kalau itu akibat kutukan seorang gadis.


"Bawa gadis itu ke mari!" perintah Raja.


Maka gadis itu pun dibawa menghadap.


"Aku beri satu permintaan, asal kamu menarik kutukanmu!" ujar Raja.


"Aku ingin kebebasan dari semua orang yang berasal dari negaraku," ujar Gadis itu.


"Beraninya kamu!" bentak Raja.


"Saya tidak memaksa," jawab Gadis itu.


"Pengawal! Penggal dia!" perintah Raja.


Saat gadis itu berharap bisa mencekik leher sang raja, muncullah rantai yang hanya bisa dilihat oleh Raja, Gadis itu dan cenayang. Serta orang-orang yang memiliki garis keturunan raja tersebut. Mereka semua rubuh.


"Ada apa ini? Kenapa tubuhku tidak bisa dikendalikan?" Raja kebingungan.


"Berlutut!" seru gadis itu.


Semua yang ada di sana berlutut sebab Raja mereka telah berlutut dihadapan gadis tersebut tanpa bisa melakukan perlawanan. Maka mengertilah Raja. Ia pun meminta ampun.


"Aku membebaskan orang-orang sebangsamu. Pergilah dan tidak akan ada yang mengganggu."

__ADS_1


Maka atas perintah raja, gadis serta orang yang sebangsa dengannya meninggalkan negara tersebut.


"Kenapa kamu memberikan anugrah begitu besar bagi gadis itu?" tanya Raja saat menemui kembarannya yang hidup di alam liar.


"Untuk menghentikan kekejamanmu," jawab pria yang diselamatkan oleh gadis tersebut.


Gadis itu bertemu sekali lagi dengan orang yang ia tolong. Ia heran melihat kalung yang melingkar di leher orang tersebut.


"Ambillah buku ini dan berikan pada keturunanmu. Hadiah kebebasan yang telah aku berikan, pergunakanlah untuk kebaikan," ujar kembaran sang Raja lalu menghilang.


Gadis itu terpelongo dan heran. Hidup sejak bayi di dalam penjara, ia tidak bisa tulis dan baca. Saat membuka buku tersebut, tidak ada tulisan apapun di sana. Namun buku itu disimpan dengan baik.


Setelah sekian lama, gadis itu menikah. Lahirlah tujuh bayi kembar. Uniknya buku yang ia simpan dalam lemari jatuh terbagi menjadi tujuh bagian. Setelah ia meninggal buku itu diwariskan pada tiap anak.


Setiap orang mendapatkan satu kemampuan yang berbeda dengan yang lainnya. Dan hanya pemilik buku yang bisa melihat isi dari bukunya. Namun anak-anak dari gadis itu tidak terlalu perduli dengan kemampuan mereka.


Sebab kehidupan mereka sangat damai. Jauh dari peperangan ataupun kelaparan. Hingga generasi berikutnya lahir berlimpah kekayaan buku itu hampir terlupakan.


Namun generasi berikutnya dari keturunan itu berpencar. Memilih menjalani hidup di tempat yang berbeda. Sejak saat itu kehidupan yang makmur mulai meninggalkan keturunan itu. Hingga mereka memutuskan menjual harta benda untuk bertahan hidup di negri orang.


Buku yang tersimpan akhirnya dibuka. Berharap isinya adalah peta harta karun kekayaan keluarga, namun ternyata di lembar pertama adalah mantra. Saat mantra itu dibaca muncullah kemampuan yang tidak mereka sangka.


Resiko yang ditanggung, satu persatu anggota keluarga mereka meninggal. Hingga sebagian dan mereka berhenti menggunakan kemampuan itu. Pasrah hidup dalam kekurangan sekalipun. Dan menyimpan buku itu begitu saja.


Hingga keturunan ke-tujuh gadis tersebut menemukan buku itu dan menggunakannya hingga kini. Dan semua kemampuan itu ditarik oleh Nicorazón dari tubuh Dorado. Tapi roh jahat yang ada di tubuh Dorado menarik kekuatan itu kembali.


Anak itu tersadar dan menendang tubuh Nicorazón.


"Kamu tidak bisa mengambil kekuatan anak itu sebab di sini bukan daerah kekuasaanmu," ejek para roh jahat yang bersemayam dan kini menguasai tubuh Dorado hampir seratus persen.


"Kami sudah menantikan saat ini untuk membalasmu, pangeran kematian. Menjadi manusia untuk bisa bersama dengan putri kehidupan. Kisah cinta yang menyedihkan. Kelahiran dan kematian tragis yang berulang. Kali ini juga akan sama seperti kehidupan sebelumnya," ujar para roh itu.


Nicorazón ditendang dan kembali kewujudnya yang manusia.


"Saatnya melihat kematian dari orang yang paling kamu cintai. Dan tidak akan ada kelahiran kembali lagi untuknya," seru para Roh membakar tubuh Esperanza.

__ADS_1


Tapi ternyata Esperanza keluar dari api tersebut tanpa terluka sedikit pun. Dan lukanya sembuh. Mengangkat tangannya dan turunlah hujan. Meskipun langit berwarna biru.


Semua roh yang ada di tubuh Dorado heran. Dan air hujan itu membuat orang-orang yang terluka sembuh. Rantai sumpah mulai luntur dan Roh itu sadar kalau itu pertanda buruk. Mereka menyerang Esperanza selagi bisa.


"Kenapa? Kenapa kamu bisa melakukan itu? Bukankah kekuatanmu tersegel sejak kamu memilih menjadi manusia?" tanya para roh jahat penasaran.


"Kemampuanku memang tersegel tapi tidak seluruhnya. Kebaikan tujuh generasi yang dilakukan oleh setiap keluarga tempat aku lahir menjadi kekuatan baru untukku. Dan itu terus mengalir padaku sekalipun aku selalu lahir di keluarga yang berbeda," jawab Esperanza.


Setelah itu ia memberi serangan langsung pada tubuh Dorado. Kembali mereka mengarahkan pedang Oscurida ke arah Esperanza. Tapi kini saat pedang itu mengenai Esperanza. Separuh bagian dari pedang itu justru keluar dari tubuh Esperanza.


"Kenapa ada dua pedang Oscuridad?" Para roh semakin heran.


Esperanza menarik pedang itu keluar dari tubuhnya. Lalu pedang itu berhasil menyayat tubuh Dorado. Sebagian roh yang ada di tubuh itu akibat ikatan sumpah bebas. Kekuatan tubuh Dorado berkurang.


Pertarungan selanjutnya para roh menangkis pedang di tangan Esperanza dengan pedang di tangan Dorado. Tapi pedang di tangan Dorado justru terhisap oleh pedang ditangan Esperanza.


Para roh hedak kabur. Namun di tebasan kedua. Kaki Dorado tidak bisa lagi di gerakkan. Sebab terkena sayatan pedang saat berusaha menendang pedang itu. Sebagian lagi roh terbebaskan.


Hingga akhirnya Esperanza melepaskan seluruh roh yang terikat sumpah di tubuh Dorado. Maka Esperanza menikam dadanya. Seluruh roh jahat terhisap ke pedang di tangannya. Dorado tersungkur dan kini ia hanyalah manusia biasa.


Esperanza menghentikan aksinya lalu pedang Oscuridad lenyap dari tangannya. Bersamaan dengan seluruh tujuh buku.


"Kenapa kamu tidak membunuhku?" tanya Dorado saat Esperanza meninggalkannya.


Esperanza diam saja. Nicorazón mengikutinya. Malika dan anak-anaknya juga.


"Pengecut!" seru Dorado.


*BUGH!


Satu pukulan mendarat di wajah Dorado.


"Sadarlah. Kamu terlihat menyedihkan sekarang!" seru Gris lalu ikut pergi.


Dorado tertawa terpingkal-pingkal namun tawa itu berhenti saat melihat hewan-hewan mengitarinya. Tanpa ia sadari kalau tubuhnya sudah membusuk, dan aromanya tercium akibat air hujan. Burung-burung pemakan bangkai pun mengitarinya.

__ADS_1


Mematuk kedua matanya lalu seluruh daging ditubuhnya. Belatung-belatung muncul dari dalam mulutnya. Jumlahnya terus bertambah sampai memakan habis bagian bibir lidah dan lainnya. Hingga Dorado tidak bisa berteriak apa lagi tertawa.


Bersambung...


__ADS_2