Keturunan Ke Tujuh

Keturunan Ke Tujuh
Bantuan


__ADS_3

Tiba-tiba seseorang seperti menepuk pundak perawat itu. Lalu tanpa banyak tanya ia membawanya ke seorang dokter. Wartawati itu mulanya menolak tapi rasa takut lukanya semakin parah membuatnya mengikuti perawat itu. Dokter tersebut heran. Ia tidak mengenal wajah wartawati tersebut. Tapi ia kenal perawat yang membawanya.


"Tolong rawat dia!" ucapnya pada dokter tersebut.


Dokter melihat pakaian wartawati bernoda bercak darah. Lalu ia menyuruh wartawati berbaring di atas tempat tidur. Siapa perawat ini? Apa dia anak baru? Dan kenapa ia terluka. Lalu dokter tersebut mengobati luka wanita itu, tanpa banyak tanya.


Sementara teman Dion yang ketahuan hanya mengulur waktu akhirnya dibawa keluar dari rumah sakit tersebut. Berkali-kali ia diperlakukan dengan kasar agar mengaku. Dan ia akhirnya buka suara.


"Aku sudah mengirimnya dengan ambulan ke rumah sakit lain. Sekarang kalian tidak akan bisa menemukannya." ejek teman Dion, sambil tertawa kecil menahan rasa sakit pada lukanya.


Salah satu dari anak buah papa Kelly menodongkan pistol ke arahnya. Tapi dia hanya menutup matanya pasrah. Menyadari kalau ia tidak akan buka mulut akhirnya ia pun mendapat sengatan listrik.


"Cepat katakan kepada siapa saja kau mengirim bukti tersebut. Dan hubungi dia agar datang kemari bersama barang buktinya!" ujar papa Kelly yang akhirnya tiba di lokasi penyiksaan.


Papa Kelly tidak mengenali wajah teman Dion. Dan ia tidak bisa menebak pada siapa bukti-bukti itu dikirim. Ia jadi ikut kesal setelah beberapa kali sengatan listrik dialirkan ke tubuh teman Dion, tapi tidak membuatnya mendapatkan info yang ia inginkan.


"Sepertinya tidak ada gunanya kau hidup. Tapi aku tidak akan membiarkanmu mati dengan tenang. Setrum dia sampai mati. Naikan kekuatannya perlahan-lahan. Jangan berhenti meski ia membuka mulutnya. Dan bakar telepon selulernya." ujar papa Kelly sambil berlalu.


"Siap Boss!" ujar anak buah papa Kelly dengan mantap.


Saat papa Kelly pergi bersama gerombolan anak buahnya. Ia dan rekannya tidak langsung menyetrum teman Dion meski telah menghancurkan ponsel wartawati dan ponsel teman Dion. Melainkan masih asik menjadikannya bantalan tinju.


Mereka juga melakukan ajang taruhan. Siapa yang berhasil memukul satu pukulan sampai ia muntah darah adalah pemenangnya. Darah sudah membasahi sekujur tubuh teman Dion. Tapi tidak sedikit pun ia membuka mulutnya.


"Ah kalau kau mati sekarang pasti tidak seru. Ayo kita bermain." katanya seraya menyetrum teman Dion beberapa detik.

__ADS_1


Sambil tertawa ia dan rekannya, menikmati pemandangan tubuh teman Dion yang bergetar kesakitan. Dan saat ketiga kalinya ia hendak menyetrumnya listrik padam. Ruangan penyiksaan itu gelap.


"Hei cepat nyalakan listriknya." ujarnya sambil menyalakan senter dari ponselnya.


Lalu ada panggilan masuk, iya menerima panggilan tersebut tanpa memeriksa nomor kontaknya. Karena ia merasa yang tau nomor tersebut, kalau bukan Boss maka pastilah rekannya yang lain. Beberapa menit ia menerima panggilan tersebut, tapi tidak ada sahutan.


Lalu ia memeriksa kontak yang memanggil. Ia terkejut sebab nomor tersebut adalah nomor orang yang ia tembak di dalam kamar lift. Segera ia matikan panggilan itu. Dan ingin secepatnya menyetrup orang yang berada di hadapannya sampai meregang nyawa.


Karena tidak sabar ia menyuruh yang lainnya untuk ikut memeriksa ke atas. Dengan terburu-buru, orang itu tanpa sengaja menyenggol ember yang berisi air. Air yang biasa digunakan untuk menyiksa. Lalu melangkah keluar tanpa berpikir apa-apa.


Bosan menunggu orang yang memegang alat seterum melepaskan alat yang ia pegang ke lantai. Air merembes mengenai alat tersebut. Dan tanpa ia sadari air itu juga membasahi sepatunya. Teman Dion yang menunduk melihat hal tersebut.


Orang itu penasaran pada teman Dion. Ia ingin memastikan apakah sudah tiada atau masih hidup. Saat tangannya hendak menyentuh dagu teman Dion, beberapa ekor tikus melompati kakinya, karena sarang mereka tergenang air. Ia terkejut dan tergelincir saat melompat. Tepat di saat tubuhnya tergeletak di lantai dan terkena genangan air. Saat itu pula listrik kembali hidup.


Dengan santai mereka berjalan menuju ruang tersebut. Betapa terkejutnya mereka saat tiba, ternyata rekannya sudah meregang nyawa. Teman Dion tidak terkena sengatan listrik karena tubuhnya tergantung di tali.


Kedua orang itu panik, lalu berlari ke atas dan mematikan aliran listrik. Saat hendak kembali ke ruangan tadi, ternyata polisi sudah mengepung tempat tersebut. Polisi menemukan lokasi itu ponsel anak buah papa Kelly yang meninggal di lift rumah sakit.


Ada beberapa nomor kontak di sana. Termasuk kontak dari tiga orang yang ada di tempat tersebut. Dengan cepat mereka meringkut kedua anak buah papa Kelly.


Segera mereka menyisir tempat itu. Mencari seseorang yang mengirim file tindak kejahatan papa Kelly. Mereka menemukan sebuah ruangan.


Dengan berbekal sinar senter, mereka pun akhirnya menemukan teman Dion. Melepaskan ikatannya. Dan membawanya keluar. Tempat itu kemudian dipasang garis polisi setelah memeriksa tiap sudut ruangan.


"Aku rasa tidak ada siapa-siapa lagi di dalam. Dan orang ini pasti rekan kedua orang tersebut. Dan sepertinya ia mati kesetrum." ujar kepala polisi.

__ADS_1


Lalu ia menyuruh beberapa orang tetap tinggal di lokasi tersebut sambil mencari barang bukti lainnya. Sekilas ia mengambil beberapa gambar dan tidak lupa mengambil gambar teman Dion.


"Kami berhasil menemukan yang pria dan dia masih hidup. Tapi kami tidak menemukan yang wanita," ujar polisi tersebut.


Dion pun merasa sedikit lega setelah mendapatkan informasi tersebut dari temannya yang merupakan penegak hukum. Segera ia dan Lina pergi ke rumah sakit tempat temannya diantar.


Sementara papa Kelly terlibat kejar-kejaran. Dan mengakibatkan jalanan menjadi kacau. Salah satu mobil tangki terjungkal dan bensin yang dibawa tumpah. Mobil yang di kendarai papa Kelly tertimpa mobil tangki yang tersenggol oleh bus disampingnya.


Papa Kelly hendak melarikan diri. Tapi kakinya terjepit. Tampak olehnya bayangan dari dokter yang melakukan bedah plastik pada putrinya memegangi kakinya. Ia mengeluarkan senjata apinya dan menembak bayangan tersebut. Dan terjadilah percikan api yang menyambar bensin yang tumpah.


Ia terbakar hangus dan tidak sempat melarikan diri mau pun ditolong oleh orang sekitar. Dan putrinya Kelly meregang nyawa di kamarnya saat pencangkokan jantungnya gagal.


Pengawal bayaran hendak membunuh dokter yang menangani Kelly tapi panggilan di teleponnya membuatnya menghentikan aksinya.


"Cepat kabur, kita sudah di kepung polisi, dan Boss sudah tewas."


Segera ia meninggalkan ruang Kelly dan mencoba melarikan diri. Tapi baru baru saja ia keluar dari pintu belakang. Polisi sudah menodongkannya dengan pistol. Ia memilih kabur melewati tembok. Polisi menembakkan peluru ke arah kakinya dan ia pun terjatuh. Dan berhasil diringkus oleh polisi yang ternyata sudah ada di balik tembok.


Polisi pun mengeledah seluruh ruangan. Anak buah papa Kelly dilumpuhkan satu persatu. Meski ada luka dan jatuh korban dari pihak aparat dan pelaku kejahatan, tapi tidak ada tawanan yang terluka. Meski mereka sempat jadi tameng hidup para anak buah papa Kelly.


"Bagaimana teman saja?" tanya Dion begitu ia sampai di rumah sakit.


"Saat ini dia sedang mengalami masa kritis. Dokter sedang bekerja semaksimal mungkin." ujar aparat tersebut yang merupakan teman Dion.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2