Keturunan Ke Tujuh

Keturunan Ke Tujuh
Emile dan Gina


__ADS_3

Betapa terkejutnya dia saat melihat mamanya bersimbah darah. Segera ia meminta pertolongan pada tetangganya. Dan segera pula Emile dibawa ke rumah sakit terdekat.


Di tempat yang berbeda Dion sedang mencari pekerjaan setelah dipecat karena seorang mador tempatnya bekerja merasa cemburu saat melihat wanita yang ia sukai tertarik pada Dion. Dion membuka situs-situs yang menyediakan lapangan pekerjaan. Dengan menggunakan ponsel temannya.


Iseng-iseng ia membuka sosial medianya. Sosial medianya memiliki pengaturan bahwa tidak akan ada yang tau kalau dia sedang aktif. Saat iseng melihat postingan teman-temannya ia tanpa sengaja melihat sosok yang selama ini ia rindukan.


Ia adalah Lina, yang tengah makan di sebuah restoran bersama Ros dan putrinya. Dion segera mengenali Lina tapi ia heran melihat Ros ada di sana. Dan melihat satu anak remaja di antara mereka.


Dion mencari tau lokasi tersebut, dengan membaca komentar-komentar yang ada dan setelah mengetahui lokasinya restoran itu ia menarik napasnya panjang. Saat sedang berpikir kalau istrinya ternyata masih hidup, temannya datang.


"Huh lagi-lagi lamaranku ditolak, kenapa tidak ada wanita yang mau menikah denganku. Lama-lama aku akan melamarmu." katanya pada Dion.


"Bantu aku merebut perusahaanku!" ucap Dion.


"Hah! Kau mau menikah denganku asal aku membantumu merebut kembali perusahaanmu? Begitu? Hihhh!" ujar teman Dion.


"Aku sudah menemukan istriku!" ujar Dion.


"Jangan Dion, aku cuma bercanda, jangan serius ok. Aku tidak mau menikah denganmu apa lagi jadi istrimu. Kau tau kan laki-laki tidak bisa melahirkan. Aku tidak akan bisa memberimu keturunan." ujar teman Dion sambil menutupi dadanya. Akibatnya Dion kesal, dan akhirnya mengatakan dengan keras kalau ia sudah melihat Lina.


"Huh, di mana?"


"Di sini," ujar Dion lalu memberikan ponsel tersebut.


"Apa kau tau lokasi tersebut, ayo kita ke sana sekarang juga." ujar Dion.

__ADS_1


"Hei postingan ini sudah beberapa hari yang lalu, bisa saja mereka tidak akan ada di sana kalau kita datang." ucap teman Dion.


"Kau tidak usah ikut. Biar aku saja, cukup pinjamkan aku uangmu." kata Dion. Lalu ia mengambil ponsel yang ada di tangan temannya dan mengeluarkan akunnya.


"Aku ikut, akan kubantu kau sebisaku." kata teman Dion.


"Ayo kita hubungi pengacaraku." ujar Dion.


Lalu mereka pergi menemui pengacara Dion. Tapi ternyata dia sudah tiada. Pengaca Dion adalah pengacara yang selama ini bekerja pada kakek Dion. Dan usianya juga sudah tidak muda lagi. Dion tidak tau kalau Kelly menyuruh orang untuk menghabisi pengacara tersebut. Sehingga dengan leluasa ia bisa menjual harta Dion dengan memanfaatkan statusnya sebagai istri sah.


Lalu Dion berubah pikiran setelah merasa kehilangan jalan satu-satunya untuk mengambil kembali perusahaannya. Dia kini pokus untuk mencari istrinya. Jadi dia putuskan untuk pergi ke restoran tempat istrinya pernah makan bersama Ros.


Tentu saja ia datang ketempat itu dengan berpura-pura melamar pekerjaan. Dan betapa terkejutnya dia ketika mengetahui kalau pemiliknya adalah Ros. Pelayan yang ia pecat hanya karena masalah gunting.


Ros sangat terkejut dan tidak menyangka roda nasib berputar begitu nyata. Mantan majikannya kini justru melamar pekerjaan sebagai pelayan di tempatnya. Ros merasa kesal. Ingin rasanya ia menolak lamaran pekerjaan tersebut. Tapi akhirnya ia menerimanya dan berniat membalas perbuatan Dion padanya.


"Apa katamu? Istrimu yang mana maksudmu?" tantang Ros.


Ada rasa kesal melihat Dion yang tampak sudah menelantarkan Lina dan putrinya, dan malah menikahi wanita lain. Jadi Ros berpikir untuk merahasiakan keberadaan Lina. Dan hal itu membuat Dion kesal.


"Hei, beraninya kau marah-marah di kantorku. Pergi sekarang juga!" bentak Ros sembari melemparkan map berisi lamaran kerja milik Dion.


"Satpam! Bawa perusuh ini keluar, ia tidak layak bekerja di sini!" perintah Ros saat dua pria datang ke kantornya.


"Aku tidak akan diam saja jika kau menyembunyikan keberadaan Lina dariku. Apa tujuanmu menyembunyikannya dariku. Cepat katakan!" teriak Dion saat dia dibawa dengan paksa keluar dari pintu belakang.

__ADS_1


"Hei jangan berbuat macam-macam atau kami akan berbuat kasar!" ujar kedua pria itu. Lalu mencampakkan map Dion ke tanah.


Dion dengan kesal pergi dari tempat itu dan membawa map lamaran pekerjaannya. Dengan geram ia melangkahkan kakinya dengan kasar. Sebelum pergi ia menyempatkan diri melihat ke arah dalam, untuk mencari tau kalau-kalau Lina ada di dalam. Tapi kemudian ia memilih pulang.


Setidaknya ia yakin kalau Lina baik-baik saja. Jika tidak, mana mungkin ia terlihat baik di dalam foto yang diunggah oleh seseorang yang kebetulan saling mengikuti dengannya di salah satu sosial media.


Disaat Dion merasa lega kalau ia telah semakin dekat dengan keberadaan istrinya Lina, Ray justru kebingungan dengan keadaan mamanya. Ia tidak memiliki uang sedikit pun dan tidak tau harus menghubungi siapa. Papanya dan neneknya tidak satu pun yang mengangkat panggilannya. Dan akhirnya ia memanggil nomor Gina.


Dan dengan bantuan Gina masalah biaya pengobatan Emile teratasi. Melihat Ray yang kurus dan tidak terawat Gina merasa sedikit tidak nyaman. Dia melihat Ray yang sangat pucat. Dan akhirnya mengajaknya makan tapi Ray menolaknya.


Meski Emile memperlakukannya dengan buruk, di matanya Emile adalah mama kandungnya. Dan ia kuatir jika Emile akan meninggalkannya untuk selamanya. Jadi setidaknya ia ingin berada di dekatnya untuk terakhir kalinya.


Gina akhirnya memutuskan membeli makanan dan membawanya ke rumah sakit, dengan begitu Ray bisa makan. Tapi saat kembali Ray sudah tidak sadarkan diri. Dan akhirnya menjadi pasien di rumah sakit tersebut. Banyaknya luka dan kondisi tubuh yang lemah dan kekurangan giji menjadi penyebab ia pingsan. Di tambah lagi rasa frustasi.


Emile akhirnya sadar dan saat melihat Gina ia terkejut. Ia tidak menyangka kalau Gina bisa ada di situ. Lalu ia memperhatikan ruangan ia berada. Tampak Ray berbaring di ranjang sebelah dengan selang infus terpasang di sebelahnya. "Apa kau yang membawaku ke sini?" tanya Emile.


"Bukan, tapi Ray. Ia terluka di bagian dalam. Dan akhirnya pingsan." ujar Gina.


Emile yang mendengar penuturan Gina mengira kalau Ray berkelahi atau pun kena pukulan oleh pria yang telah merampoknya. Tapi kemudian ia mengingat kalau ia sering memperlakukan Ray dengan tidak adil. Rasa bersalah membuatnya meneteskan air mata melihat Ray yang terbaring lemah.


"Tenanglah, kata dokter dia akan baik-baik saja, luka dalam yang ia alami tidak separah yang kau pikirkan." hibur Gina.


"Aku tidak menyangka kau masih menyimpan nomorku. Padahal selama ini aku tidak bisa menghubungimu. Aku juga selalu mencari alamatmu. Tapi aku tidak pernah menemukannya." tutur Gina.


"Aku bersyukur bisa bertemu lagi denganmu. Aku jadi bisa meminta maaf padamu. Aku tau, karena kejahatanku akhirnya suamiku yang mengalami kecelakaan. Aku harap aku bisa memperbaiki kesalahanku. Agar tidak ada korban berikutnya atas kesalahanku."

__ADS_1


"Apa maksud perkataanmu?" tanya Emile.


__ADS_2