
"Didalam kesunyian, kesepian terkadang kita membencinya tapi di situasi lain kita membutuhkan suasana itu sebab didalamnya kita bisa merenung untuk lebih mengenal siapa diri ini" Candy.
Setelah membersihkan diri dan membantu Candy merapikan rumah dinas Rendra berpamitan tapi terlebih dahulu berpamitan ke Ainun dan Candy yang sedang menikmati acara TV pagi yang biasanya acara yang di suguhkan acara anak-anak.
"Honey...Mas...ke tempat Farel dulu ya...kalau ada yang penting dan butuh Mas telepon saja ya..." ucap Rendra mencium kening Candy, Candy hanya mengagguk.
"Kesayangan...Papa...sama Mama dulu, Papa ketempat om Farel dulu ya.."ucap Rendra menjelaskan ke Ainun untuk berpamitan.
"Iya..Pa..." ucap Ainun dengan memeluk tubuh gagah Papanya.
"Baik-baik ya...sayang sama Mama di rumah" ucap Rendra lagi yang mencium pipi dan kepala Ainun lembut denga rasa sayangnya.
Ainun melepaskan pelukannya dan kembali menonton acara TV yang menurutnya lebih menarik, Candy mengantar hingga pintu keluar dan seperti biasanya Rendra selalu mencuri ciuman Candy yang membuat Candy selalu terkejut dan hanya dibikin malu oleh sikap Rendra yang selalu saja spontan yang bikin Candy selalu saja tidak bisa menolak dengan apa yang dilakukan Rendra.
"Terimakasih...Honey " ujarnya tidak merasa bersalah ke Candy dengan menunjukkan senyum termanisnya ke Candy.
"Mas..." ucap Candy yang terdengar malu tapi manja dan Rendra sangat sukai.
"Lagi...nanti lanjut malam aja ya...Mas puasin deh"ucap Rendra mengoda Candy yang mencubit pinggang Rendra, dan mendorong Rendra menjauh darinya tapi dengan senyum malu dia tunjukkan.
"Assalamualaikum...dah..." ucap Rendra memberikan tanda kiss bye ke Candy yang makin membuat Candy malu dan menutup pintu, Rendra melangkah dengan tersenyum sendiri menjauh dari rumahnya menuju blok rumah dinas Farel sesuai janji kawan satu timnya.
Setelah kepergian Rendra Candy menyibukkan diri di dapur untuk membuat Kue yang melibatkan Ainun, sebagai bawaan untuk menengok anak Mas Ifan dan Vera.
"Ma..buat apa" tanya Ainun ke Candy yang masih menyiapkan bahan-bahan kue.
"Kita bikin kue..sayang..kita mau menenggok putra om Ifan..." jawab Candy ke Ainun yang memegang salah satu bahan kue.
"Ma...Ainun bantu ya..." ucap Ainun dengan senyumnya di perlihatkan, Candy hanya mengangguk dan melanjutkan proses membuat kuenya.
Saat membuat kue, keduanya sangat senang dengan candaan dan saling mengoda hingga muka Candy terlihat banyak tepung karena Ainun jail banget sama Candy.
"Ih...Mama lucu..deh"ucap Ainun ke Candy yang balik membalas ucapan Ainun.
"Ainun juga lucu" ucap Candy ke Ainun dan keduanya tertawa hingga menunggu hasil kue bikinan keduanya.
Setelah menunggu beberapa waktu akhirnya kue yang mereka bikin jadi juga.
"Hore....Mama hebat...cantik, enak...enak Ma" ujar Ainun yang masih menikmati kue dengan mulut penuh.
__ADS_1
"Pelan-pelan sayang ga ada yang minta ko.." ucap Candy yang masih merapikan kue untuk di bawa ke rumah Vera istri Ifan.
Di tempat lain Rendra dan kawan satu timnya sudah berada di kediaman Farel, untuk memastikan keadaannya.
"Kebiasaan...suka ga kasih kabar..." ucap Ifan memberikan salam tos gaya laki-laki.
"Ya....maaf..." ujar Farel tanpa dosa ke kawan satu timnya yang sudah memenuhi ruangan.
"Kenapa ga ke lapangan?" tanya Rendra ke Farel yang masih lemas menunjukkan baru saja bangun tidur.
"Kesiangan gue..." dengan langkahnya Farel menuju kamar mandi.
"Woi...malah ditinggal pergi ga...ada akhlak...tu bocah" ujar Panji yang terlihat santai duduk di sudut ruangan.
"Jadi...sekarang apa rencanamu" tanya Rendra ke Alfa yang memainkan benda pipinya.
"Gue..sudah menghubungi Bapak dan Ibu untuk melamarnya dan mereka secepatnya akan kemari" ucap Alfa menjelaskan ke semua kawan satu timnya.
"Bila butuh sesuatu jangan sungkan datanglah ke rumah" ujar Rendra dengan serius terdengar.
"Apa..apa...gue ga salah denger nih" ucap Farel yang masih berbalut handuknya.
"Ga...lah...kasihan...deh loe" goda Panji ke Farel yang berdiri mematung, kejailan Ifan muncul dia menarik handuk Farel yang sontak saja bikin Farel menutup kepunyaannya yang tidak tertutup satu helai benang pun.
"Gila...loh...balikin" ujar Farel ke Ifan yang tertawa konyol.
"Udah...apa sini...balikin handuk gue" ucap Farel memohon dengan merengek ke Ifan.
"Lucu yang loncengnya...sudah ada yang bunyiin belum ya...." ucap Panji lagi ke Farel yang malu dengan mendekati Ifan.
"Coba bunyinya gimana..."ujar Alfa dengan tawa kecilnya takut Farel sewot.
"Apaan...sih pada punya sendiri masih aja pengen liat punya orang" ucap Farel yang sudah berbalut handuk dan menuju kamar.
"Lucu tertutup apa terbuka ya..."tanya Panji yang hanya senyum Rendra tunjukkan.
"Tergantung..."ucap Rendra hanya niat bercanda tanpa ada niat lain.
Tapi Alfa menjelaskan dengan niat hanya ingin bercanda ke seniornya.
"Kalau di tempat umum yang jelas tertutup lah..bang"jawab Alfa yang biasa dengan konyolnya.
"Ko...bisa.." ujar Ifan dengan penasaran melihat ke arah Alfa.
"Lah...iya lah...bang..coba aja kalau di tempat umum Farel yang katanya ganteng sampe langit ke tujuh malah orang langsung buang muka dan dengan berucap kasihan ya...ganteng-ganteng gila"ucap Alfa dengan santai tanpa menunjukan kekonyolannya.
__ADS_1
Sontak membuat kawan satu timnya ketawa yang tidak dapat ditahan hingga Panji menahan kencing dan permisi ke kamar mandi.
"Ngapain gue..yang loe jadiin contoh sih...cil" protes Farel yang sudah terlihat rapi dengan baju santainya.
"Lah...bang...kan tadi loe yang jadi contoh nyatanya" ucap Alfa yang apa adanya.
Rendra mengacungkan jempolnya ke Alfa dan yang lain mendukung ucapan Alfa.
"Kalau di tempat privasi gimana.." tanya Ifan yang masih ingin melihat kekonyolan Alfa.
"Bang...kalau lagi mau buang air terus susah di bukanya...gimana rasanya yang jelas bikin malu juga ujung-ujungnya alis ngompol , jadi harus dibuka...apalagi kalau lagi minta jatah sama pasangan kalau ditutup yang jelas bakal ditimpuk alis ga bakal di kasih lagi...kapok deh itu" ucap Alfa yang buat Rendra melotin Alfa yang merasa ditatap Rendra langsung menunduk.
"Maaf...maaf kalau salah" ucap Alfa dengan tangan menangup dan menundukkan kepala tanda salah.
"Sudah pintar ya...kamu" ujar Rendra yang ingin memastikan Alfa ga macam-macam.
"Ga...Kapt...hanya tahu dari kawan yang saling bercerita dengan pasangannya" Alfa menjelaskan ke semuanya.
"Tapi kamu belum menyalurkan hasratmu ke yang bukan muhrimmu.." tanya Rendra dengan serius.
"Belumlah ...gue..janji...Kapt ga pernah macam-macam ko"ucap Alfa sangat patuh ke Rendra.
"Biarlah..Kapt...laki-laki ini" ujar Farel ke Rendra yang membuat Panji ikut sewot.
"Loe...silakan tidak buat dia" ujar Panji yang tahu kepolosan Alfa yang dikenalnya taat.
"Loe...ga nyesel besok di kasih anak cewe sudah di cobain sama orang..."ucap Ifan dengan santai melihat ke Farel.
"Ya...ga..lah yang masih di segel dong" ujar Farel dengan tawa kecilnya.
"Ga adil banget..." ucap Panji seperti meledek Farel yang terkenal play boy.
"Ga...adil apa ya..bang" tanya Alfa yang meminta penjelasan.
"Seumpamanya barang setelah kita pakai lalu dibuang begitu saja, bukannya dirawat" ujar Rendra seperti kesal ke laki-laki yang mempermainkan wanita.
"Salahnya sendiri murahan..." ujar Farel...yang membenarkan diri sendiri.
"Hai...jangan loe sudah pernah mencoba yang bukan waktunya loe ambil" ujar Ifan yang sangat sayang sama pasangannya walaupun di jodohkan.
"Ga...lah...cium-cium dikit mah...boleh lah..." ujar Farel dengan bangganya.
"Hati-hati loe bakal ditinggalkan oleh Nafandra.." ucap Panji dengan serius.
"Janganlah...itu dulu sebelum gue ketemu dia"ucap Farel yang akhirnya merasa bersalah atas tindakannya.
__ADS_1
"Hormatilah wanita karena kita ada karena adanya wanita...jangan mainkan perasaannya" ucap Rendra yang terlihat sangat serius dan yang lain mengiyakan ucapan Rendra.
Kawan satu tim Rendra memang terkenal sangat garang dalam menjalankan misi tapi soal rasa dan perasaan lebih lembut dari apapun "Tubuh boleh seperti bodyguard tapi soal hati seperti bidadari".