
"Diammu tanda marahmu, sentuhanmu menghangatkanku, senyumanmu menyemangati hariku" Rendra.
Beberapa hari ini Rendra sangat sibuk lebih tepatnya banyak tugas di luar kedinasannya hingga Ainun yang sudah mulai mengenal sekolah protes ke Candy.
"Ma...Papa kenapa harus pulang malam terus...Ainun jadi enggak ada teman main" ucapnya protes ke Candy.
"Sayang ga boleh gitu...Papa harus kerja, Ainun sama Mama dulu, nanti kalau Papa libur pasti main bareng kita" Candy menjelaskan ke Ainun yang masih kesal.
Sudah lewat waktu sholat isya Rendra belum juga kunjung pulang yang membuat Candy khawatir hingga melewati makan malam bersama keluarga seperti biasanya.
Candy hanya duduk di ujung tempat tidur Ainun yang mulai mengantuk dengan mengusap punggungnya hingga Ainun tertidur pulas.
"Mas...ada dimana?" gumam Candy dalam kesendiriannya duduk di ruang tamu, hingga rasa kantuk menghampirinya.
Tidak beberapa lama Rendra datang dan memberikan salam masuk ke dalam rumah dan tidak terdengar ada jawaban ternyata didapatinya istri tercintanya tertidur dalam posisi duduk di kursi tamu.
"Maaf...Honey Mas...baru pulang" ucapnya mencium ujung kepala Candy yang masih tertutup hijabnya.
Rendra membersihkan diri terlebih dahulu, saat akan memindahkan Candy ke kamar dengan menggendongnya mata Candy terbuka dan menyapa Rendra.
"Kapan...Mas pulang"tanya Candy singkat ke Rendra yang terlihat sangat bersalah.
"Maaf...Honey Mas terlambat pulang" dengan tangannya Rendra memeluk tubuh kecil Candy, Candy hanya diam sepertinya Rendra tahu istrinya marah karena telah membuatnya khawatir.
"Honey...Maafin Mas..." ucap Rendra lagi dengan mata terlihat sangat sedih dan penuh penyesalan.
"Honey...jangan diam aja ngomong dong" ucap Rendra lagi yang makin terlihat sedih memohon ke Candy yang hanya menunduk karena harus bicara apa.
"Mas..Can..ga marah cuma khawatir sama Mas" Candy dengan pelan berucap ke Rendra yang membuat Rendra menangis di pangkuan Candy.
"Sebenarnya rapat dinas sudah selesai tepat waktu cuma mereka masih terus berbintang Mas ingin cepat pulang tapi tidak enak" ujar Rendra menjelaskan dengan mata masih sedikit berkaca-kaca.
Tanpa disadari keduanya Ainun menghampiri keduanya dan bertanya ada apa dengan Papa dan Mamanya.
"Papa..Mama kenapa" tanya Ainun yang ikut terlihat sedih melihat keduanya.
"Ga...sayang Mama hanya khawatir sama Papa" ucap Candy ke Ainun yang ikut mendekap Candy.
"Pa...sudah makan malam belum?" tanya Candy ke Rendra yang mencium pipi Ainun.
"Belum...lapar banget nih...Honey " ujar Rendra mengusap perutnya yang belum diisi dengan bahasa tubuh di senang di perhatikan oleh Candy.
"Kenapa harus ditahan..." ucap Candy yang akan menuju meja makan untuk menyiapkan makan malam.
"Papa...jangan malam-malam dong pulangnya Ainun cuma sama Mama di rumah" Ainun memprotes Rendra yang melihatnya ngemas.
__ADS_1
"Anak Papa sudah pintar protes ya..." ujar Rendra yang menggendongnya menuju meja makan.
"Papa..makan dulu ya...sayang" ucap Candy ke Ainun yang tidak mau turun dari pangkuan Rendra.
"Ini baru anaknya gimana Mamanya..." ucap Rendra yang matanya melirik ke Candy yang duduk di hadapannya.
"Sudah...lah..makan dulu ini sudah malam.."ujar Candy yang sebenarnya malu di perhatikan Rendra.
"Papa...Ainun mau tidur bareng Papa" ucap Ainun yang bikin Rendra sedikit mengerutkan dahinya.
"Ga..ngerti apa ada yang lagi kangen nih..."gumam Rendra yang hanya di mengerti oleh dirinya dan Candy.
"Ya...Pa..ya...boleh...ya..." Ainun merajuk ke Rendra yang masih menikmati makan malam buatan istrinya.
"Sayang biarkan...Papa makan dulu ya..." ucap Candy membujuk Ainun yang meminta jawaban dari Papanya.
Rendra hanya bisa mengiyakan tanpa memberikan jawaban yang lain walaupun ada rasa yang lain yang ingin dinikmati hanya berdua dengan istri tercintanya.
Akhirnya mau tidak mau Rendra tidur dikamar Ainun yang membuatnya tidak dapat memejamkan matanya walaupun malam semakin larut dan Ainun sudah masuk kedalam alam bawa sadarnya.
Di kamar lain Candy sudah tertidur pulas dengan terlihat damai dalam dunia mimpinya yang membuat Rendra sedikit tersenyum "Cerewetmu membuat aku suka dari pada diammu" gumam Rendra yang mencium kepala Candy dan mengusapnya lembut "Selamat malam Honey tidurlah aku akan ada untukmu" ucapnya dengan merebahkan tubuh gagahnya disamping Candy yang terlihat makin menarik di mata Rendra.
Seperti biasa Rendra bangun disetiap sepertiga malam untuk sholat malamnya hingga sholat subuh berjama'ah di masjid kediaman dinasnya.
"Kapt...boleh gue...ke rumah" tanya Alfa yang membuat Rendra bingung sebab sepagi ini.
"Mau...ketemu Mba Can.." ujar Alfa yang terlihat serius tapi ada rasa bingung terlihat dari wajah polosnya.
"Pokoknya ada yang harus gue...tanyain sama Mba" ucap Alfa yang terlihat serius.
"Ga...jangan sepagi ini Honey masih sibuk..." ucap Rendra seperti menghalangi Alfa yang sudah dari tadi mengikutinya dari masjid.
Tanpa meminta persetujuan Rendra, Alfa memberikan salam dan masuk ke dalam rumah dan membuat Rendra mengambil langkah seribu, sebab takut Candy belum bersiap diri masih dalam pakaian rumahnya tapi salah Candy sudah rapi dengan pakaian akan menemani Ainun untuk bersiap sekolah.
"Ada apa...Mas.." ujar Candy yang terlihat bingung dengan sikap Rendra.
"Kangen..." ucap Rendra yang menutupi rasa curiga ke Alfa yang sudah ada di antara keduanya.
"Ih...jangan bikin gue pengen apa Kapt"ujar Alfa yang melihat Rendra mencium pipi Candy yang sudah terlihat rapi.
"Mba...boleh gue tanya sesuatu"tanya Alfa ke Candy yang masih berdiri disamping Rendra.
"Ya...boleh duduklah.." ujar Candy sopan dengan didampingi Rendra yang masih penasaran dengan apa yang akan Alfa sampaikan.
"Mba...Kia...beberapa hari ini susah menerima makan selalu saja di muntahkan...kenapa ya...Mba" tanya Alfa yang masih menunggu jawaban dari Candy.
__ADS_1
"Oh...itu..Kia...hamil...tapi ini akan berlangsung hanya beberapa bulan saja..ga perlu khawatir " Candy menjelaskan ke Alfa yang tersenyum bahagia mendengar jawaban Candy tapi ada segurat rasa khawatir sebab rasa mual yang Kia rasakan.
"Selamat ya...om Alfa" ucap Candy yang sudah memangku Ainun yang sudah rapi.
"Tapi...bisa kan rasa mual itu berkurang?"tanya Alfa lagi yang masih ingin lebih tahu banyak.
"Bisa tapi...harus dengan resep dokter kandungan om..tidak boleh sembarangan karena obat-obatan bisa mempengaruhi janin dalam kandungan" ucap Candy lagi lebih menjelaskan ke Alfa.
"Terus gue...harus gimana Mba..." tanya Alfa lagi yang masih menjadi pendengar.
"Beri dukungan semampu kamu..." ucap Rendra yang sekarang ikut menjawab.
"Secepatnya periksa ke dokter kandungan dan jangan bikin Kia cape...ya...om" ucap Candy yang tahu banyak dunia medis.
"Jadi gue...ga boleh minta jatah gitu...takut Ki...cape" ujar Alfa yang tanpa mikir dulu bertanya ke Candy.
"Akan lebih jelasnya dokter kandungan yang tahu kondisi Kia...untuk saat ini...om" ucap Candy yang sebenarnya malu menjelaskan soal ini ke Alfa tapi apa boleh buat.
"Kenapa harus tanya dokter kandungan...bukannya Mba juga dokter?" ujar Alfa yang dengan gaya sok tahunya.
"Aku...tahu tapi aku bukan dokter kandungan...sebab setiap wanita memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda...om, ada yang selama hamil tidak merasakan mual, ada yang sampai lebih parah lagi dan semua itu hanya dokter kandungan yang lebih tahu" Candy dengan sabar menjelaskan ke Alfa yang membuat Rendra sedikit kesal sebab Candy sebenarnya malu tapi apa mau kata semua harus di jawab sesuai fakta sebenarnya.
"Sabar...sembilan bulan bukan waktu yang lama bukannya beberapa tahun yang lalu kamu sabar hingga bisa menikmati itu" Rendra mengoda Alfa dengan senyum jailnya.
"Beda...Kapt...saat itu gue belum mencoba rasanya...udah tahu rasanya jadi mau lagi" ucap Alfa yang membuat Candy malu dan berniat meninggalkan kedua.
"Maaf apa masih ada yang mau ditanyakan sebab aku mau menyiapkan keperluan Ainun" ucap Candy beralasan meninggalkan keduanya dengan cara yang sopan.
"Ga...ada Mba...terimakasih Mba..jadi gue harus secepatnya ke dokter kandungan ni" ucap Alfa yang melihat Candy akan meninggalkan ruang tamu.
"Ya...lebih cepat lebih baik" jawab Candy yang malu berjalan menggandeng Ainun masuk ke dalam.
"Selamat bro...tokcer juga ya.." ucap Rendra yang melihat Alfa tersenyum mendengar ucapan Rendra tidak bisa seperti itu.
"Malah terbilang terlalu cepat Kapt.."ujar Alfa yang sebenarnya ingin menikmati masa berduaan dengan istrinya tapi tuhan sudah lebih mempercayai memiliki mongmongan.
"Malah lebih enak...loh..kamu masih muda sudah punya anak, jadi pas anakmu besar kamu masih muda jadi seperti teman" Rendra memberikan penjelasan ke Alfa.
"Gitu ya...Kapt..."ucap Alfa yang sekarang lebih tenang terlihat senyumnya di perlihatkan ke Rendra.
"Sudah sana pulang...perhatikan keperluan Kia..ingat apa yang Honey bilang tadi" ucap Rendra ke Alfa yang mulai meninggal tempat duduknya akan menuju keluar rumah Rendra.
Setelah kepergian Alfa Rendra hanya tersenyum sendiri mengingat betapa pentingnya kehadiran dirinya juga Candy di antara orang-orang sekitarnya.
★★ Note ★★
__ADS_1
Mohon maaf bila beberapa waktu ini membuat menunggu, terimakasih buat yang masih setia membaca sebagai dukungan, dan selalu jadi penyemanggat untuk selalu menulis kembali.