
..."Jadilah teman yang baik yang tidak hadir saat senang saja, tapi saat terpuruk pun akan tetap berdiri disamping dengan tetap memberikan semangat yang mengata bahwa masih ada hari esok yang menyambutnya" Rendra...
Jam kepulangan kerja Rendra dia gunakan untuk bersantai terlebih dahulu di pinggir lapangan kedinasan dengan memandang anak-anak rumah kedinasan bermain bersama kawan-kawannya.
"Hai..bro..ko..belum pulang..mba Can nyariin..tuh.." ujar Panji dengan duduk disampingnya.
"Itu pasti..honey libur..ada dirumah.." balas Rendra dengan tersenyum.
"Liat..apa sih.." tanya Panji lagi ingin tahu.
"Hanya liat..mereka aja..jadi ingat anak-anak.." kata Rendra dengan tersenyum melihat tingkah lucu putra putri tentara kawan dinasnya.
"Belum..jadi-jadi katanya mau nambah.." tanya Panji dengan usil.
"Tuhan belum percaya ya..udah nunggu cucu aja.." balas Rendra masih dengan memperhatikan anak-anak di lapangan.
"Benar..itu.." tambah Ifan sepertinya dia tahu Rendra belum pulang.
"Apanya..yang bener tahu juga ga.." jawab Panji menepuk pundak Ifan yang akan duduk didepan keduanya.
"Bro sebenarnya ada yang mau gue..omongin.." seru Ifan dengan wajah serius.
"Apaan..sih " ujar Panji yang sudah penasaran dengan apa yang diucapkan Ifan.
"Bro..cantik sepertinya ada..yang naksir..tapi gue saranin..sebelum terlanjur jauh loe..ingetin deh..anak ini terlalu banyak yang suka..gue ga mau aja cantik kena masalah.." Ifan menjelaskan yang menyangkut Ainun yang tidak diketahui Rendra.
Rendra dan Panji tahu siapa yang Ifan jelaskan tapi dia tidak tahu siapa lelaki yang Ifan maksud, maklum saja Rendra tahu posisinya Ainun tidak di rumah dan Ainun sendiri belum cerita padanya.
"Maaf..bro kalau boleh saya tahu siapa lelaki itu.." Rendra langsung to the poin tidak mau basa basi untuk soal yang menyangkut orang kesayangannya.
"Ini juga baru dugaan gue..itu loh..anak baru..loe tahu anak Alfa sama Farel juga naksir banget..kalau cantik beda sepertinya dia yang naksir bukan cantik..tapi kan gue tahu loe ga bakal suka kan..cantik berurusan dengan pertemanan loe nanti ikut terganggu.." Ifan tahu Rendra pasti akan berpikiran yang sama dengan dirinya.
"Iya..lah memang laki-laki dia doang.." Panji ikut menambahkan.
"Ya..sebenarnya dia baik..mungkin bisa jadi orang menilainya perfect tapi untuk yang satu ini ada pengecualian saya lebih memilih anakku menghindarinya pasti di luaran sana masih ada yang lebih baik.." Rendra menjelaskan apa yang ada dalam pikirannya.
"Loe..bisa tahu.." tanya Panji yang terlihat penasaran pada Ifan.
"Gue..ga sengaja bareng cantik juga Ifat..kaya ga tahu aja gimana cantik kalau udah bareng Ifat ada aja ke usilan keduanya nah..disitu gue datang, gue asyik bertiga disitu dia datang.... singkat cerita cantik menghindar dan dia sepertinya ada rasa dari caranya dia ngomong gitu.." Ifan menjelaskan apa yang di lihatnya.
__ADS_1
"Ok..saya terimakasih sama kamu..juga Ifat yang sudah jagain Ainun seperti keluarga.." ucap Rendra menepuk pundak Ifan yang ada di depannya.
"Pertemanan buat saya segalanya..kalau bisa jangan ada yang saling menodai..dan secepatnya saya meminta Ainun menjelaskan dan menghindarinya.." Rendra ya g serius kali ini di situasi yang santai.
"Tapi bro gue pesan tanya aja dulu..kali aja dia yang kepedean si cantik yang biasa aja..loe tahu cantik susah kenal sama orang baru.." Panji ikut menambahkan yang tahu siapa Ainun yang tidak beda dengan Candy.
"Ya..saya tahu..itu..tapi yang jelas saya jadi ingat tumben dia minta cepat pulang pas acara kemarin..tahu kan dia paling betah kalau diajak kesini apalagi kalau ketemu ajudan sama Ifat lupa sama pulang.." Rendra menambahkan yang dia ingat.
"Iya..itu juga dia lagi saling jail sama Ifat.." Ifan kembali menjelaskan.
"Saya berharap Ainun sama dengan saya..yang memilih pertemanan dari pada mencari musuh.." ucap Rendra dengan memandang jauh.
"Kita percaya sama cantik..bro.." Panji ikut menenangkan Rendra.
Obrolan ini sangat membuat Rendra sedikit mengusik ketenangannya dalam pertemanan sebab Farel sama Alfa yang baru saja membaik walaupun Alfa yang tidak mau ambil pusing tapi tidak dengan Farel yang merasa tidak senyaman dulu pikirnya.
Mobil mewah Rendra memasuki halaman luas milik keluarganya dan langsung masuk kedalam garasi yang luas terparkir beberapa mobil mewah didalamnya.
Langkah kaki tetapnya sudah disambut orang tersayang dengan teriakan khasnya yang saat ini bermain dalam pikirannya.
"Papa..Ai..kangen.." teriak Ainun yang tahu papanya yang datang.
"Assalamualaikum..hai..kapan sampai sayang.." ucap Rendra langsung memeluknya dan mencium pipi dan kepalanya.
"Bukannya sibuk praktek.." tanya Rendra yang masih ingin tahu.
"Iya..ini juga baru pulang..malas pulang ke asrama..bete.." Ainun menjelaskan pada Rendra.
"Papanya bersih-bersih dulu ya..sayang.." pinta Candy membawakan minuman untuk Rendra.
Selepas meminum minuman yang Candy berikan Rendra meninggalkan orang tersayangnya yang terlebih dulu mengacak rambut Ainun dan mencium pipi istri tercintanya.
Candy sendiri seperti biasanya sibuk di dapur yang sekarang dibantu oleh Ainun juga yang sudah pintar memasak terutama masakan kekinian yang mama Rendra suka bertanya "makanan apa ini" yang menurutnya aneh diidahnya tapi beliau tetap memuji cucunya yang sibuk tapi masih mau turun ke dapur.
Selepas makan malam Ainun memilih duduk di taman yang ditemani lampu, dan tangan gagah papanya memegang pundaknya.
"Boleh papa temani.." ucap Rendra pelan yang tidak ingin mengejutkan anak gadisnya.
"Boleh..dong.." balas Ainun dengan membagi tempat duduknya.
__ADS_1
Beberapa lama suasana hening hanya suara binatang malam sedikit terdengar.
"Sayang..boleh papa tanya sedikit.." pinta Rendra pada Ainun terdengar santai.
"Pa..boleh lah..kenapa harus sedikit..banyak juga tidak masalah..wajar..dong orang tua bertanya pada anaknya..dan anak wajib menjelaskan.." ucap Ainun yang langsung di usap hijab Ainun oleh Rendra.
"Papa..senang sayang sudah makin dewasa" balas papanya merangkul pundak Ainun.
Akhirnya Rendra bertanya ada hubungan apa Ainun dengan Rafiq dan sejauh mana kedekatan keduanya, Rendra langsung ke sasarannya tanpa basa basi dulu.
"Papa..papa..boro-boro dekat kenal saja baru itupun mas Ifat yang kenalin.." Ainun dengan tertawa menjelaskan.
"Sayang papa tanya serius..ini.." ucap Rendra lagi ingin Ainun lebih detail menjelaskan yang sebenarnya pada dirinya.
"Iya..papa..Ai..serius..ok..Ai..lebih detail.." ucap Ainun dengan duduk lebih dekat dengan papanya.
Ainun menceritakan awal dia dikenalkan dengan Rafiq oleh Ifat, dan Rafiq datang ke asrama tapi Ainun sendiri tidak merespon berlebihan dalam artinya tidak memberikan Rafiq dekat secara personal hanya kenal tidak lebih dan tidak pernah berdua saja itupun masih dalam lingkungan asmara.
"Sayang papa percaya..tapi benar..tidak ada rasa yang lebih.." Rendra ingin Ainun terbuka padanya.
"Ha..ha..ada rasa..ga lah..papa..ada yang lebih istimewa dari dia kali.." jawab Ainun yang keceplosan yang membuat papanya senang menggodanya.
"Oh..jadi udah ada yang special nih selain papa.." balas Rendra menggoda.
"Ih..papa..halunya Ainun..kali.." ucap Ainun yang sudah dipeluk papanya.
"Boleh..lah..cinta dalam diam..ga salah ko..banyak perbaikan diri dulu..insyaallah akan indah pada waktunya" Rendra seperti mendukung Ainun yang jelas-jelas bukan Rafiq dan sangat senang Rendra mendengar penjelasan Ainun.
"Kalau sudah bukan halu boleh dong papa di kenalin.." pinta Rendra yang membuat Ainun malu dengan pipinya sedikit memerah.
"Papa..namanya juga halu ko..minta di kenalin.." Ainun tertawa yang membuat papanya yakin seseorang telah membuat anaknya bahagia dan nyaman bersamanya.
"Awalnya..halu lama-lama..halus benelan " Rendra berkata seperti anak yang belum jelas berucap yang membuat Ainun makin tertawa lepas.
"Papa..bisa aja.." balas Ainun yang makin terlihat bahagia di mata papanya.
"Pa..kapan mau ke pesantren..ajak Ai..dong Ai..kangen suasananya.." Ainun bertanya pada papanya yang masih di dekatnya.
"Papa..maunya bulan depan sama papa juga kangen suasananya..sebab hanya orang yang papa utus tiap bulan membawakan pesanan papa kesana.." Rendra menjelaskan pada Ainun dengan apa yang dirasakannya.
__ADS_1
Tanpa terasa obrolan anak dan papanya yang begitu dekat membuat Ainun makin sayang pada papanya yang tidak mengurui dan tidak memberikan penekan pada anaknya.
Begitu juga dengan papanya yang makin sayang pada Ainun yang terbuka dalam banyak hal sehingga tidak membuat khawatir orang tua yang memiliki anak gadis yang semakin tubuh jadi pribadi yang baik dan banyak di sukai kaum adam sarat ini.