
"Kamulah duniaku..walaupun ada kesalahan dari dirimu aku berusaha untuk memaafkannya, tapi harus diingat sesuatu yang pernah di lukai akan belajar untuk lebih baik atau sebaliknya maka berhati-hatilah pada pasangan yang pernah kau lukai " Rendra.
Hari ini adalah hari ketiga Indra tinggal di rumah keluarga Nisrina, keduanya sepakat akan tinggal di rumah milik Indra sendiri tapi sayang masih belum direnovasi sebab dia pikir nanti-nanti saja bila sudah dekat menikah tapi semua diluar rencana ternyata orang yang diharapkannya sudah siap diajak nikah dalam waktu yang terhitung sangat cepat.
Indra sendiri sedang menunggu panggilan kerja dari rumah sakit yang tidak jauh dari kantornya, kalau Nisrina sendiri masih dalam cuti kerjanya yang sebenarnya Indra yang belum mengijinkan masuk kerja.
Rencananya malam nanti keduanya akan menginap dirumah mama Indra sekaligus lebih mengenal mama dengan Nisrina begitupun sebaliknya, bagi kedua orang tua Nisrina tidak masalah malahan lebih baik sebab akan makin dekat antara menantu juga mertua itu akan lebih baik.
Setelah berpamitan Indra dan Nisrina meninggalkan rumah ayah dan bundanya, dalam perjalanan keduanya banyak berbincang ringan saja tidak ada pembahasan yang berat sebenarnya Indra ingin mengakui kesalahannya pada Nisrina yang menurutnya ini bukan waktu yang tepat dan akan menimbulkan kemarahan Nisrina.
"Ko..berhenti di sini..mas..kenapa ya" tanya Nisrina dengan bingung.
"Ya'asalii..sebenarnya mas sudah ga jujur selama ini sama ya'asalii " dengan tertunduk Indra berkata menandakan dirinya bersalah.
"Ko..ga jujur..maksudnya apa ya.." Nisrina bingung juga sekaligus penasaran.
"Sebenarnya kantor dimana ya'asalii bekerja adalah..kantor..mas" Indra berucap seakan takut Nisrina kecewa dan akan marah padanya.
"Kenapa..ga jujur sih.." Nisrina pura-pura ngambek dengan memalingkan mukanya keluar jendela.
"Ya'asalii..maafin mas..bukan maksud mas ingin berbohong cuma mas ingin lebih dekat dengan ya'asalii..ga ada maksud lain" dengan memohon Indra menjelaskan.
"Nis..ga menduga mas bisa.." ujar Nisrina tidak melanjutkan ucapannya lebih memilih pura-pura marah dengan menunduk agar terlihat sedih.
"Ya'asalii maafin mas.., mas mau lakukan apa pun asalkan ya'asalii mau memaafkan mas.." pinta Indra dengan rasa bersalahnya.
"Benar..apapun.." seru Nisrina senang yang membuat Indra juga senang yang menurutnya Nisrina mau memaafkannya.
"Ya..apapun..yang ya'asalii minta mas akan turuti..asalkan mau memaafkan mas.." balas Indra berkata serius.
"Nis..minta mas memberikan voucher perjalanan untuk dosen Nis yang pernah mendo'akan Nis agar berjodoh dengan pemilik perusahaan dimana Nis kerja.." ucap Nisrina menjelaskan dengan tertunduk malu.
"Ok..tujuannya mau kemana mas..akan pesankan.." ujar Indra serius.
"Serius mas.." tanya Nisrina lagi seperti tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Serius apa sih ya ga buat ya'asalii.." ucap Indra mengusap lembut pipi Nisrina.
"Terimakasih...mas" ujar Nisrina yang terlihat sangat senang.
"Sama-sama..cuma terima kasih aja..nih.." goda Indra yang akan menghidupkan mesin mobilnya.
"Ih..mas..ko minta lebih..sih.." balas Bisnis dengan memeluk satu tangan Indra yang sudah menjalankan mobilnya.
Indra hanya tersenyum tidak membalas hanya memandang sesaat memilih fokus ke jalan raya yang terlihat lenggang saat ini.
__ADS_1
Keduanya hanya berbincang sesaat dengan kedua orang tua Indra sebab keduanya harus beristirahat sebab besok harus berdinas di tempat kerjanya.
Nisrina yang belum terbiasa menginap di rumah orang lain tidak dapat tidur walaupun sudah beberapa kali mengubah posisi tidurnya sehingga membuat Indra yang sudah tertidur terbangun.
"Kenapa.." tanya Indra lembut dengan mengusap kepala Nisrina.
"Ga..tahu..Nis susah tidur.." seperti merengek Nisrina kesal dengan dirinya sendiri.
"Sini..mas peluk.." Indra merubah posisi tidurnya dengan satu tangannya menjadi bantal untuk kepala Nisrina sedangkan yang satunya lagi memeluk tubuh Nisrina.
Karena belum terbiasa Nisrina malu membuat dirinya membelakangi Indra yang tahu Nisrina malu dan menggodanya.
"Bener..nih mas mau dikasih pantat.." goda Indra dengan bercandan.
Nisrina masih diam tidak bergeming masih dengan malunya yang dia rasakan, walaupun ada rasa bersalah dalam hatinya.
"Rugi..loh..bukannya yang di belakang lebih tampan dari tembok.." goda Indra lagi yang membuat Nisrina merasa tersindir.
"Sayang sekali..ketampanku terkalahkan sama tembok yang tidak bisa memberikan kenyamanan.." Indra masih saja menggoda Nisrina yang masih belum bisa tertidur.
Nisrina yang sudah tidak tahan dengan godaan Indra membuat Nisrina gemas, dan berbalik menghadap Indra yang ternyata sedang memandang kecantikan istrinya dengan spontan Nisrina menggigit lengan tangan Indra yang tersenyum menggodanya.
"Auw..ko..mas digigit.." Indra pura-pura kesakitan dengan gigitan Nisrina.
"Ya..sudah kalau ga mau dilihat mas..tutup saja matanya.." goda Indra lagi yang masih memeluknya.
Akhirnya Nisrina dapat tertidur dengan lelap dalam pelukan Indra yang dengan sabar mengusap kepalanya.
Selepas sholat subuh indra berolahraga seperti biasa, Nisrina sendiri sudah sibuk di dapur membantu asisten rumah tangga mama Indra.
Setelah semua rapi Nisrina kembali ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri, berbeda dengan Indra yang baru saja selesai berolahraga.
"Pa..kita bakal cepat dapat cucu..nih.." goda mama Indra pada suaminya yang kebetulan sudah duduk di meja makan.
"Apaan..sih..ma.." ujar Indra yang melepaskan bajunya karena basa karena berkeringat.
"Udah..mas..ga apa-apa..papa..senang ko..cepat dipanggil kakek.." tambah papanya yang siap menikmati sarapan paginya.
"Pokoknya..anak mama..hebat.." goda mamanya dengan menunjukkan bekas gigitan Nisrina yang membekas.
Indra yang tahu kejadian yang sebenarnya hanya tersenyum ternyata mama papanya terlalu memperhatikan hal terlihat sepele pada dirinya, sehingga menilai anak lelakinya lelaki hebat yang sudah membuat pasangannya merasa jadi wanita yang paling berutung.
Indra hanya tersenyum dan meninggalkan keduanya, karena ingin membersihkan diri terlebih dahulu.
Tidak beberapa lama keduanya bergabung dengan kedua orang tua Indra untuk sarapan pagi bersama sebagai rutinitas pagi bersama sebelum melanjutkan beraktivitas masing-masing.
__ADS_1
"Nis..mama mohon tinggallah bersama..mama disini..Nis tahu terkadang papa dinas malam.." pinta mama Indra serius dan sedikit meminta.
"Ma..Nis..terserah mas saja..Nis ikut apa kata mas.." jawab Nisrina dengan memandang Indra yang duduk disebelahnya.
"Ma..nanti mas pikirkan yang terbaik.." jawab Indra yang akan menyuap makanan ke mulutnya.
"Oh..ya..Nis..ini kado dari om sama tante juga Ainun.." mama memberikan amplop dari Rendra, Candy dan Ainun.
"Terimakasih..ma..Nis buka..ya.." tanya Nisrina dengan penasaran apa isi amplop dari orang yang menyayanginya.
"Silakan itukan..untuk Nis sama mas.." balas mama Indra menunggu Nisrina membuka isi amplopnya.
"Ini.." Nisrina menunjukkan tiket perjalan honeymoon lengkap dengan penginapan.
"Tahu..aja..ya..yang dibutuhkan pengantin baru.." ucap mamanya senang berbeda dengan Nisrina yang malu sekaligus salah tingkah.
"Mas..mumpung belum mulai kerja apa salahnya..nikmatilah..kado pemberian dari mereka" ujar papanya dengan penuh harap agar Indra bisa menikmati kebersamaan dengan Nisrina agar lebih dekat lagi sebab belum lama mengenal Nisrina.
"Gimana..ya'asalii.." tanya Indra lembut ke Nisrina.
"Nis..ikut kata mas..aja.." jawab Nisrina yang mendapatkan protes dari mamanya Indra.
"Nis..sekali-kali Nis boleh berpendapat jangan harus selalu mengikuti kata masmu..istri juga boleh ko.. menentukan kata hatinya.." protes mama indra ke Nisrina yang merasa bukan seperti mertua tapi seperti bundanya.
"Mama ga mau ya..mas..melihat mas mendominasi..mama mau kalian berdua saling melengkapi bukan salah satu dari kalian yang mendominasi mama ga suka.." mama terdengar tegas berucap.
"Siap komandan..laksanakan" Indra menjawab dengan gaya tentara.
"Kenapa..ga sekarang saja..kalian jalan.." seru papa Indra dengan menikmati sarapan paginya.
"Seperti..ada yang ga sabar pengen dipanggil kakek nih.." goda Indra pada papanya.
"Iya..lah..udah ga sabar papa dipanggil kakek.." jawab papa Indra dengan tersenyum.
"Pokoknya mama mau dengar kabar baiknya secepatnya..udah ga sabar..nih..juniornya kalian pasti lucu..ya pa.." mama terlihat sangat tidak sabar menunggu momen itu.
"Tapi ingat mas jangan bikin mantu mama kecapean...kejar target boleh tapi di nikmati saja tiap momennya.." goda mama dengan tersenyum yang membuat Nisrina malu.
Akhirnya keduanya benar-benar pergi menikmati honeymoon dan tujuan perjalanan mereka adalah Yogyakarta kota dengan ramah penduduknya, tepatnya kali urang disana keduanya disiapkan villa lengkap dengan pelayanan yang siap kapanpun melayani keduanya selama mereka membutuhkannya tinggal telepon mereka akan langsung datang melakukan apa yang keduanya perintahkan.
Sebelum melakukan perjalanan keduanya berpamitan pada keluarga Nisrina, walaupun Nisrina sudah haknya Indra tapi Indra masih menjaga kesopanan pada keluarga Nisrian terkhusus ayah dan bundanya.
Bahagianya keduanya bisa menikmati perjalanan berdua, sepertinya orang tersayang mereka tahu kebutuhan keduanya yang belum lama saling mengenal secara pribadi, yang lebih hebatnya lagi om sama tantenya merekomendasikan villa itu sesuai keinginan Indra dan Nisrina menginap jadi bebas mau berapa hari atau berapa minggu tidak jadi masalah keduanya mau tinggal.
Keduanya benar-benar menikmati perjalanan ini, disinilah kedua mengawali segalanya dengan menyatukan dua jiwa untuk jadi satu rasa cinta.
__ADS_1