Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
239


__ADS_3

..."Aku percaya apa pun yang ku lakukan dengan niat baik akan ada kebaikan di depan sana datang diwaktu yang tepat" Rendra...


Ujung dedaunan meneteskan embun pagi, tercium segar udara pagi yang melegakan ditambah angin berhembus perlahan menerbangkan hijab pemiliknya yang saat ini menemani suami tercinta aktivitas pagi harinya dengan melemaskan otot-otot yang kaku si pemiliknya.


Senyum manis yang tidak pernah termakan usia dari pemiliknya yang selalu di rindukan setiap tidak berada di sampingnya.


Walaupun usia makin bertambah tapi matanya dia tetap sosok yang sama yang tidak nampak sedikit pun ada perubahan baginya dia segalanya, dia yang dulu yang selalu ingin di perjuangkan dengan cara mendekatkan diri pada pemilik yang sebenarnya lewat memperbaiki diri agar bisa menaklukkan pemilik hati tahu niat tulus ingin di satukan dalam ikatan halal.


"Ada..yang aneh.." tanya Nasyauqi pada Andika yang memandangnya tanpa berkedip.


Seperti biasa hari ini weekend keluarga kecil mereka bermalam di rumah kakeknya.


"Ga..makin cantik.." bisik Andika mendekat pada Nasyauqi yang mencubit tangan Andika.


"Ga..mempan gombalan mas.." Nasyauqi meledek Andika dengan menjulurkan lidahnya bikin Andika makin gemas.


"Lagi..lagi..sini.." pinta Andika dengan tersenyum.


"Ga..ih..mas.." rengek Nasyauqi yang membuat Andika makin ingin membalas menggodanya.


"Sttt berisik.." ucap Andika pelan yang membuat Nasyauqi menurut memelankan suaranya.


"Emang ada apa..mas.." tanya Nasyauqi pelan dengan memperhatikan sekitar.


"Ga..ada apa-apa.." ujar Andika santai tanpa dosa yang membuat Nasyauqi sedikit kesel tapi tidak aneh memang Andika suka menggoda dirinya.


"Mas.." Andika niat mengambil langkah seribu tapi sial tali sepatunya terinjak Nasyauqi dan akhirnya keduanya jatuh bertumpuk di taman yang terhampar rumput luas milik keluarga besar Nasyauqi.


Andika yang ada posisi bawah hanya diam sedangkan Nasyauqi yang berada diatas di buat bingung mau gimana lagi.


Kedua pasang mata keduanya bertemu dan tanpa bicara hanya saling memandang seakan keduanya saling bicara lewat tatapan mata keduanya yang merasa damai berada dalam tatapan mata itu.


"Ehm..maaf.." Azlan langsung meninggalkan keduanya yang merapikan posisinya yang merasa grogi.


Keduanya hanya bisa tersenyum malu tapi Andika bisa tenang sebab keduanya tidak melakukan apapun dan memang dalam ikatan halal.


Hari ini Nasyauqi akan menghadiri acara reuni sekolah menengah atas atas rekomendasi dari Sarah, dan Nasyauqi meminta Andika menemaninya.


Nasyauqi sebenarnya akan membawa si kembar dalam acara reuni sekolahnya tapi Rendra melarangnya sebab punya acara untuk si kembar juga Mika jadi dengan sangat terpaksa Nasyauqi hanya bisa bersama Andika untuk menghadiri acara itu.


Rendra dan Candy juga kakek dan nenek membawa turut serta si kembar juga Mika tidak ketinggalan Azlan dan Allea akan pergi bersama, Rendra selalu baca kejutan untuk orang terdekatnya tidak harus mahal tapi yang jelas memberikan kesan kehangatan keluarga itu penting, dan mereka lebih dulu keluar dari rumah dari pada Nasyauqi sepertinya perjalanan ketempat yang mereka kunjungi cukup jauh atau biar lebih berlama-lama di sana kurang tahu yang pasti Nasyauqi dan Andika di buat kesepian.


"Mas..ayo..ga enak kalau datang pas sudah di mulai.." pinta Nasyauqi pada Andika yang sudah rapi dengan baju casual tapi terlihat kharismanya sebagai seorang Letnan Mayor.


"Siap..nyonya Andika Bimantara..." Andika menggandeng tangan Nasyauqi menuju mobil yang siap meluncurkan ke tempat reuni yang lokasinya di sekolah yang dulu Nasyauqi mengenyam pendidikan.


"Ai..Ainun.." panggil Sarah yang berlari kecil menghampiri Nasyauqi mengisi daftar kehadiran.


"Hai...Sarah.." keduanya berpelukan dan Nasyauqi memperkenalkan Andika.

__ADS_1


"Sarah kenalkan..ini suamiku.." Nasyauqi memeluk satu tangan Andika.


"Andika.." Andika memperkenalkan diri pada Sarah salah satu teman Nasyauqi.


"Sarah.." ucap sarah pada Andika dan tidak lama teman-teman akrab Nasyauqi dan saling memperkenalkan suami-suami mereka begitu juga dengan Sarah memperkenalkan suaminya yang kebetulan tadi mengikuti anaknya yang meminta berkeliling gedung sekolah.


Tanpa disangka ada diantara suami-suami teman Nasyauqi ternyata adik kelas Andika di AKMIL, ini membuat Andika jadi ada teman ngobrol dan Nasyauqi sendiri jadi lebih nyaman berbaur sebab Andika tidak merasa bosan berada acara reuni Nasyauqi.


"Siap let.." dua orang bersamaan memberikan hormat pada Andika yang membuat Andika merasa tidak enak hati sebab ini bukan kedinasan.


"Sudah..sudah..ini bukan tempat dinas..ga enak dilihatin.." Andika meminta keduanya bersikap wajar.


"Baiklah..mas..gimana kabar mas.." ucap salah satu dari keduanya bertanya pada Andika.


"Alhamdulillah seperti yang kalian lihat..sehat tidak kurang satu apapun.." balas Andika dengan tersenyum.


"Gimana kabar kalian dan keluarga.." kini Andika yang bertanya pada keduanya.


"Alhamdulillah mas sama..baik.." jawab keduanya dengan senyum sopan.


"Kita tidak menyangkah bisa dipertemukan di sini ya.." ujar salah satu dari adik kelas Andika.


"Iya..semua rencana tuhan tidak ada yang kebetulan..mungkin lewat acara ini kita jadi menjalin silaturahmi yang terputus.." ujar Andika yang membuat keduanya tersenyum senang.


"Benar..mas.." balas yang lain menambahkan.


"Kita jadi tidak enak..nih sama istri komandan.." goda yang merasa istri dari bawahan Andika.


"Apaan sih..biasa aja..kali.." balas yang lain dengan merangkul pundaknya.


"Iya..Ai juga ga masalah kenapa juga loe yang jadi salah tingkah.." tambah yang lain dengan tertawa menggoda.


"Iya..itu kan di tempat kedinasan mas Andika..kedekatan kita kan sebelum kehadiran mereka.." balas Nasyauqi menjelaskan dan membuat suasana makin seru.


"Ai..memang loe ga berubah dari dulu..paling ngertiin kita-kita.." dengan memeluk Nasyauqi.


"Aku ga melakukan apa-apa ko.." ucap Nasyauqi dengan tersenyum manis.


Semua kawan-kawan senang bisa bertemu kembali dengan Ainun yang ramah, apa adanya yang jelas tidak membedakan kawan-kawannya dari kalangan apapun.


Dia sudah terbilang sukses tapi tidak ada obrolan dari mereka yang membahas soal karir dan kekayaan yang mereka miliki sekarang tapi yang mereka bicarakan kenangan masa-masa di sekolah dulu yang penuh canda tawa, kejahilan dan kenakalan, kegembiraan masa remaja dulu yang terus mereka kenang hingga kini.


"Ai..loe..kenal dimana sama mas dika.." tanya salah satu teman Nasyauqi yang tahu siapa Ainun yang tidak pernah pacaran semasa sekolah bareng.


"Mas Andika salah satu dosen di tempat ku kuliah.. tapi mas ga mengajar di kelas ku.." Nasyauqi menjelaskan dengan malu.


"Serius..loh.." balas salah satu dari mereka pada Nasyauqi seakan tidak percaya.


"Iya..tapi kata mas Andika dia sudah mulai suka pas kita perpisahan itu loh di cafe yang dulu..itu.." Nasyauqi lebih menjelaskan kapan Andika mulai suka padanya.

__ADS_1


"Selama itu Ai...salut ko bisa ya.." dengan curi pandang teman Nasyauqi memandang Andika yang asyik ngobrol.


"Iya..aku juga ga tahu kalau ada mas di situ..iya..kan.." Nasyauqi seperti mengingat momen itu.


"Gue..jadi malu..bukankah kita pada konyol waktu itu.." dengan menutup muka salah satu teman Nasyauqi mengingat momen itu.


Sontak semua tertawa sepertinya mereka mengingat momen itu, memang saat itu mereka bernyanyi berjoget bersama foto-foto yang jelas happy-happy bersama sebelum berpisah untuk melanjutkan ke sekolah lebih lanjut sesuai ke ingin dan harapan orang tua.


"Aku juga ga percaya waktu mas Andika cerita dan menunjukkan foto ku..tapi ya sudah lah.." Nasyauqi dengan tersenyum pada semua kawannya.


"Berarti cinta pandangan pertama ya..Ai.." tanya teman Nasyauqi yang masih penasaran.


"Setahu ku iya.." jawab Nasyauqi apa adanya.


"Loe..cinta pertamanya Ai.." masih dengan penasaran dari mereka tentang pertemuan Andika dan Nasyauqi.


"Iya..sebab mas Andika hanya sekolah dan dinas mana ada waktu untuk kenal cewek.." Nasyauqi masih bisa menjelaskan pertanyaan kawannya.


"Bukannya loe juga cewek.." dengan tawa teman Nasyauqi makin usil pada Nasyauqi.


"Maksud ku mas Andika mengenal ku setelah mulai berdinas dan proses mengambil masternya juga menjadi asdos..begitu.." Nasyauqi sebenarnya malu menjelaskan cerita pertemuannya dengan Andika.


"Oh..gitu Ai..sepertinya mas Andika bucin deh..sebab dari tadi lihat loe terus.." seru salah satu dari teman Nasyauqi.


"Cie..cie..ga pernah pacaran tapi sekali dapat orang yang sayangnya kelebihan Ai..Ai.." canda salah satu teman Nasyauqi dengan merangkul Nasyauqi.


Nasyauqi hanya bisa tersenyum baginya tidak bisa menjelaskan sikap romantis Andika pada siapapun itu sudah masuk zona privasi keduanya bukan konsumsi publik.


"Kenapa malah senyum-senyum kita ga boleh tahu gitu.." goda teman Nasyauqi konyol menurut Nasyauqi.


"Bukan gitu..sebab kataku biasa bagi wanita lainnya itu bucin..definisi bucin ga semua orang sama iya kan.." sebenarnya Nasyauqi tidak nyaman untuk menjelaskan urusan yang satu ini.


"Iya..benar Ai..gue setuju.." Nasyauqi senang ada diantara mereka lebih mendukung penjelasannya jadi tidak repot-repot dirinya menjelaskan lebih detail.


"Mau..bucin atau ga yang penting suami kita sayang dengan tulus..ga ada niat berpaling itu sudah syukur..buat ku.." dalah satu teman Nasyauqi dengan pendapatnya.


"Bener tuh di luar sana kan banyak pelakor.." dengan semangat satu diantara mereka menjelaskan.


"Gue..setuju..suami kita lagi fokus menjaga keluarga baik-baik di datang menggoda..ke gatelan tuh orang..." sepertinya pengalaman pribadi nih orang sebab dia semangat sekali.


"Makanya jangan biarin bergaul sama ulet bulu jadi gatel kan.." ucap konyol yang lain tidak ingin bergosip.


"Mudah-mudahan suami kita..suami yang amanah.." Nasyauqi seperti mengajak teman-temannya berpikiran positif.


"Aaamiiin..." ucap mereka bersamaan dan tawa kecil terdengar bersamaan.


Begitulah suasana reuni sekolah Nasyauqi, rasa kebersamaan masih terasa dan tidak ada pembahasan seputar kepemilikan sesuai kesepakatan bersama bila berkumpul tidak ada yang membanggakan apapun kecuali jumlah anak tidak lebih.


Agar pertemanan terus langgeng sampai kapan pun hingga menua bersama tetap jadi pribadi yang sama dan cerita yang sama yang terus di kenang.

__ADS_1


__ADS_2