Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
25


__ADS_3

Tanganku tak mampu untuk mengapaimu walaupunku tahu keberadaanmu, hanya harapan dan do'a yang beriring untuk di pertemukan, itupun seijinMu.


Sebaris harapan Rendra dalam anggan saat ke rumah orang tuanya mohon ijin dan do'a sebelum pergi mengemban tugas negara ke perbatasan.


Dalam perjalanan akan ke rumah dinas Rendra menyempatkan ke mall membeli kebutuhan yang di perlukan dan menghibur diri sebelum keberangkatan tugas.


Setelah membeli keperluannya, Rendra melangkah kakinya tanpa tujuan tanpa di sadarinya, sekarang dirinya berada di depan bioskop dengan kondisi bingung, seseorang membuat terkejut dengan suara yang cukup dikenalnya walaupun sudah beberapa lama baru pertemukan lagi belum lama ini.


"Mas...mau nonton" Candy mengejutkan Rendra yag masih bingung dengan apa yang akan di lakukan di tempat ini.


"Ga...kamu ngapain di sini"Rendra balik nanya ke Candy yang datang seorang diri.


"Mau...liat -liat aja kali saja ada yang asyik untuk di tonton" Candy menjawab santai dengan apa yang dia lakukan.


"Emang ga...dinas "Rendra senang bisa ketemu Candy di luar dinasnya.


"Libur...tiga hari, kangen sama ayah jadi saya kesini"jawab Candy dengan polos tampa beban memang Candy libur.


"Oh...sama Mas ga kangen"Rendra jail mengoda Candy.


"Ga...sebab saya masih 100% milik ayah,belum milik Mas" balas Candy tampa dosa.


Rendra terdiam,hanya senyumnya di buat semanis mungkin dihadapan Candy.


"Ya...Rabb aku mampu menahan rasa ini saat jauh darinya tapi saat bersamanya pesonanya pun susah ku raih,kapan waktu itu datang pada ku" batin Rendra.


"Ko...bengong sih..."Candy membuyarkan lamunan Rendra.

__ADS_1


"Bingung aja..mau ngapain disini"Rendra asal jawab sebab kalau dekat dengan Candy jadi ga fokus.


"Di bioskop ya...nonton lah masa mandi"Candy melihan jadwal tayang film.


"Film..apa Mas ga tahu" Rendra masih datar.


"Ih...lihat tuh..."Candy menunjukkan film -film yang akan di putar.


"Honey mau nonton?"Rendra bertanya ke Candy.


"Ga,ah...ga ada yang bikin baper " Candy menjawab seenaknya.


"Oh...yang baper ?" Rendra mengoda Candy,


"Mau yang coklat apa keju" Rendra makin mengoda Candy.


"Ih...bukan itumah wafer " Candy memainkan bentuk bibirnya sebentar di manyunin sebentar di monyongin,Candy ga tahu apa Rendra ngeliatnya jadi ngemes di buatnya.


"Liat orang lewat aja"Candy mulai usil yang ada pikiran hanya ingin ngerjain Rendra.


"Mas baru tahu Honey punya hobi unik " Rendra ikutan usil ceritanya ngebales nih.


Candy hanya tersenyum sesekali menutup mulutnya agar tidak terdengar tawanya oleh orang yang lalu lalang di depan keduanya, dengan tingkah beragam membuat lucu aja di mata Candy.


Ternyata benar yang Candy katakan, dia mencari bangku yang disediakan pihak mall lalu duduk sambil mengeluarkan cemilan dari dalam tasnya, dan hanya melihat orang yang lalu lalang saja, sesekali ada yang lucu atau aneh dia tertawa kecil, yang manis di lihat Rendra, hiburan murah tapi bikin hilang penat, patut ditiru dalam hati Rendra tapi aneh juga dilihatnya mending yang di lihat ga melihat kalau lihat sewot ga ya...pikir Rendra, gawat juga hobi Candy mending nganti hobi deh...pikir Rendra.


Kebersamaan yang belum halal memang harus ada akhirnya,tapi proses jadi halal itu harus di perjuangkan dan harus dengan perjuangan yang tulus supaya di mudahkan.

__ADS_1


"Honey...dua hari lagi Mas ada perjalanan dinas ke daerah perbatasan selama enam bulan, mohon do'akan Mas untuk betemu dengan Honey lagi"Rendra tidak berani melihat Candy.


"Ya...do'aku sepanjang jalan yang Mas lalui" Candy menyembunyikan rasa hatinya sebab Candy takut untuk memikirkan Rendra lebih sebab belum jadi pasangan galaknya, itu tidak baik buat semuanya.


"Rendra terdiam ini cewe kalau ngomong ga bisa apa ga bikin baper " batin Rendra yang suka akan apa saja dari diri Candy yang tanpa dibuat-buat apa adanya itu yang Rendra suka salah satunya dari pribadi Candy.


"Mau..Mas antar pulang kemana?"Rendra mengajak Candy pulang.


"Pengennya sih...ke rumah dinas tapi belum pamit Ayah"Candy bingung dengan dirinya.


"Ya...udah kita mampir dulu ke Ayah untuk pamit terus Mas antar sampai rumah dinas gimana " Rendra memberikan pendapat.


"Ga usah deh...Mas biar di rumah Ayah dulu aja, masih kangen biar besok aku pulang sendiri ketempat dinasnya"Candy ga ingin Rendra ketemu Ayahnya dulu,belum tepat waktunya untuk bertemu dengan Ayahnya nanti akan tiba waktunya.


"Tampa penolakan, Mas akan kerumah untuk ketemu Ayah!" Rendra mencoba menggoda Candy dan ingin tahu apa reaksi Candy.


"Mas...dengar penjelasanku, Mas mau ketemu Ayah silakan tapi bukan sekarang sebab aku ga mau Mas di tempat dinas nanti akan terbebani, makanya aku bilang biarkan semua sesuai awal itu ini maksud Can.., aku ga mau ada apa-apa nanti ditempat dinas Mas karena tidak konsentrasi dalam kerja, biarkan Mas menyelesaikan tugas dengan baik begitupun juga dengan aku, mohon pengertiannya ya...Mas" Candy sebenarnya khawatir dengan kepergian dinas Rendra tapi tidak bisa ngomong langsung ke Rendra tapi Rendra belum paham soal bahasa tubuh Candy.


"Maafkan...Mas ya...yang suka memaksakan kehendak Mas " Rendra memohon kepada Candy untuk memaafkan keegoisannya memaksakan kehendak ke Candy.


Candy juga tahu apa yang di rasakan dan apa maunya Rendra untuk kedekatan mereka, tapi untuk saat ini PTT yang harus Candy selesaikan sebab tinggal beberapa bulan lagi akan selesai, dan berharap dengan baik terselesaikan sebagai rasa tanggungjawabnya yang harus di laksanakannya bukan sebagai beban yang dianggap berat tapi keikhlasan.


Bahagia atau sedih, atau keduanya yang saat ini mereka berdua rasakan setelah pertemuan ini dan saat perpisahan ini di keduanya, semuanya Rencana dan jalan tuhan yang mengaturnya kita ikuti saja sesuai alurnya saja yang nantinya akan bermuara dimana hanya tuhan yang paling tahu.


Keduanya memang dipertemukan dan dipisahkan karena untuk memenuhi kewajiban yang harus di laksana sebagian tanggungjawabnya yang harus terus di embannya karena keilmuan yang mereka ambil untuk jadi manfaat untuk orang banyak.


Mereka disibukan dengan urusannya tanpa memikirkan rasa dan hati dalam tugasnya hingga menjadi hampa di keduanya sedangkan waktu terus bergulir terus tanpa ada keinginan untuk berdiam sejenak mengenang apa yang ada disana sama seperti yang ada di sini, tapi biarlah kita ikuti saja jalannya mudah-mudahan akan ada jalan untuk bisa dipertemukan.

__ADS_1


✩Note✩


Mohon Saran dan masukan buat semangat bikin lebih baik lagi.


__ADS_2