Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
119


__ADS_3

"Kebaikan dari tuhan tidak dapat kita hitung, tapi mengapa kau hitung-hitung kebaikan saat berbagi kebaikan itu" Candy.


Gelisah yang nampak terlihat dari seorang Rendra yang bisanya paling santai entah apa yang saat ini dia sembunyikan dari kawan satu timnya yang saat ini bersantai bersama di ruangan Rendra.


"Kenapa.." tanya Ifan yang tidak biasa melihat Rendra hanya terbawa di paksakan tidak seperti biasanya bila berkumpul bersama.


"Ga...ada apa-apa hanya sedang menunggu paket...yang terlambat datang" ujar Rendra terlihat kesal.


"Sebegitu istimewanya paket itu...sampai dinanti.." ujar Farel yang ikut penasaran.


Rendra tidak menjelaskan paket apa yang saat ini sangat di nantinya, karena menurutnya benda ini sangat istimewa dan untuk seseorang yang istimewa.


"Ko...malah bengong sih..."ucap Panji yang ada di samping Rendra.


"Ya...ini istimewa buatku.." ucap Rendra singkat tapi penuh makna bagi kawan Rendra yang tahu Rendra paling bisa menyembunyikan sesuatu yang pribadi menurutnya.


Terdengar langkah kaki yang mendekat ke arah ruangan Rendra, dan ketukan pintu terdengar dengan sikap hormatnya laki-laki muda yang sangat dekat dengan Rendra menyampaikan pesannya terdengar jelas oleh kawan Rendra ada seseorang ingin bertemu dengannya.


Rendra memutuskan ke luar ruangan tanpa berpamitan terlebih dahulu ke kawan satu timnya.


Kawan satu timnya bertanya satu sama yang lain tanpa suara hanya bahasa isyarat dan bahasa tubuh yang di perlihatkan diantara mereka yang bingung melihat sikap Rendra.


"Terimakasih...untuk kerjasamanya..." ucap Rendra terdengar keras hingga terdengar oleh kawan satu timnya yang masih ada di dalam ruangan.


Rendra sudah terlihat lebih baik malah terlihat sangat senang nampak dari senyumnya yang tidak mau pergi dari bibir yang biasanya hanya sesekali tapi tidak untuk saat ini.


"Apa boleh...gue..tahu..bro..apa yang membuat loe..sebahagian ini..." seru Panji yang tidak sabar menunggu Rendra menjelaskan.


"Hari ini hari yang cukup berkesan buatku..." ucap Rendra dengan tersenyum sangat bahagia.


"Iya...kita...semua tahu tapi hari apa..." tanya Ifan yang melihat ke kawan yang lain.


"Hari ini anniversary aku dan Honey.." ucap Rendra yang saat ini menampakkan ke bucinannya.


"E...lah..dikirain apa...biasa aja..kali" ujar Farel yang sekarang lebih cuek.


"Terserah...buatku..Honey segalanya buatku.." ucap Rendra ga peduli penilaian orang lain.


"Selamat..hari jadi..Kapt..maaf..kita semua lupa" ucap Alfa yang menggaruk kepalanya.


"Terimakasih..memang aku ga ingin yang lain mengingatnya.." ujar Rendra dengan senyumnya sangat ramah terlihat.


"bisa..traktir kita-kita dong.." ujar Farel yang konyol terdengar walaupun hanya bercanda.


"Boleh..tinggal tunjuk dimana...tapi ingat ga bikin...kepala keluar bintang-bintang apalagi burung berkicau.." ucap Rendra yang di pahami oleh kawan Rendra yang tidak suka minum.


"Dikit...mah boleh..kali.." ujar Farel lagi yang tidak tahu ada beban apa hingga ingin menghilangkan sedikit isi kepalanya.

__ADS_1


"Ga..aku..ga mau ada apa-apa dengan kalian" ujar Rendra yang tahu bahayanya.


"Paling...sedikit..menggonggong ngalahin blacky..." ujar Farel lagi yang membuat yang lain geleng kepala.


"Kapan...loe..sadar..seutuhnya, loe...angin-anginan.." ujar Ifan dengar menepuk pundaknya.


Ajudan Rendra tiba-tiba menghadap Rendra membawakan beberapa file yang isinya Rendra harus menghadiri pertemuan di divisi lain yang memerlukan dirinya dan tempatnya di kantor pusat.


"Bakal...malam..sampai rumah..." ujar Rendra dengan membolak balikkan file yang baru saja di terimanya.


"Apa..lagi..."ucap Alfa yang tahu Rendra sedikit galau karena rencananya bakal diluar ekspektasinya.


"Mungkin...ini yang Allah mau..." ucapnya dengan mengusap muka kasar Rendra menghela napas panjang.


Rendra meninggalkan kawan satu timnya yang merasa iba ke Rendra yang harus mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi.


Hampir tengah malam Rendra sampai di rumah Mamanya, lampu kamarnya masih terlihat terang menandakan Candy belum tertidur, dia membuka pintu kamarnya tak lupa ucapan salam dari mulutnya namun tidak mendapatkan balasan menandakan penghuni kamar tertidur dan benar saja Candy tertidur di kursi yang biasanya di gunakan untuk menyusui Azlan.


Candy tertidur dengan buku yang masih ditangannya menandakan dirinya menunggu Rendra pulang dari dinasnya.


Rendra membiarkan Candy tertidur di kursi santainya, Rendra ingin membersihkan diri terlebih dulu karena merasa tubuhnya butuh penyegaran setelah seharian beraktivitas, aroma sabun yang menyegarkan tubuhnya membuat rileks dirinya.


Setelah berganti baju Rendra ingin memindahkan Candy ke tempat tidurnya agar lebih nyaman, tapi Candy terbangun dalam gendongan Rendra karena mencium wangi yang khas segar menenangkan.


"Mas...maaf.. Can ketiduran.."ucapnya berbisik tepat di telinga Rendra yang memandangnya penuh cinta.


"Mas..sudah makan.." tanya Candy dengan membangunkan dirinya dari posisi tidurnya.


Rendra yang tahu Candy tidak akan makan malam bila dirinya belum pulang karena itu juga Rendra tidak akan makan malam di luar sebab ada seseorang yang menantikan dirinya dalam keadaan perut kosong.


Rendra menggelengkan kepalanya dan tersenyum manis ke Candy, saat Candy akan turun dari tempat tidurnya Rendra melarangnya.


Rendra menuju dapur dan kebetulan ada assisten rumah tangganya yang masih belum tidur, Rendra meminta menyiapkan makan malam romantis sederhana yang hanya untuk dirinya dan Candy.


Rendra menyulap dinner romantis yang ala kadarnya tapi istimewa di anniversary, setelah semua telah siap Rendra meminta Candy menutup mata, soal Azlan telah di jaga oleh assisten untuk beberapa jam saja agar momen makan malam berjalan sesuai harapan Rendra yang ingin menyenangkan istri tercintanya.


Betapa terkejutnya Candy saat penutup matanya di buka, Candy melihat apa yang telah Rendra siapkan untuk dirinya begitu istimewa menurutnya.



"Mas..kenapa harus seistimewa ini..." ucap Candy ke Rendra yang tersenyum manis.


Keduanya menikmati makan malam dengan menu rumahan tapi momen dan suasananya yang dibuat istimewa oleh Rendra, setelah selesai dari makan malamnya.


Rendra lagi dan lagi memberikan kejutan untuk Candy dengan bersimpuh di hadapan Candy Rendra memberikan hadiah berupa cincin yang langsung di pasangkan di jari Candy yang membuat sipemilik jari tidak bisa berkata-kata.


__ADS_1


Tapi tidak itu saja mawar putih yang selalu tidak dilupakan oleh Rendra menambah kesan romantis di keduanya, Candy yang menerima buket mawar makin terharu di perlakukan seistimewa ini.



"Terimakasih..untuk segalanya Honey...,telah banyak waktu yang Honey korbankan buat keluarga kecil kita..Mas hanya bisa berkata maaf dan terimakasih yang tak terhingga untuk segala pengertian dan kesabarannya..menerima kekurangan Mas yang miskin waktu untuk Honey..." ucap Rendra yang membuat Candy tidak bisa menahan bulir beningnya.


"Mas...Can..yang..." belum juga Candy melanjutkan ucapannya Rendra sudah menutup mulut Candy dengan bibirnya yang berarti menciumnya dan tidak ingin mendengarkan ucapan Candy yang selalu merendahkan dirinya yang menurut Rendra sudah yang terbaik.


Candy masih menikmati ciuman dari Rendra tapi tidak demikian dengan napasnya hingga dirinya terbatuk yang membuat Rendra menyudahinya dan seperti biasa Rendra selalu berucap.


"Maaf...Honey.." dengan berlahan Rendra menyudahi ciumannya dan membersihkan sisa ciumannya dari bibir Candy dengan ujung jari telunjuknya.


Candy menunjukkan mukanya malu menghindari pandangan matanya bertemu dengan mata Rendra.


Candy akan meninggalkan meja dinnernya untuk merapikan tapi Rendra melarangnya dan menyuruhnya menuju kamarnya khawatir Azlan terbangun.


Tanpa sepengetahuan Rendra Candy menyiapkan hadiah untuk suami tercintanya yang selalu memberikan kebahagian di hidupnya.


Candy yang sudah berbaring di kasurnya dengan mata yang sudah tertutup rapat mungkin sudah masuk kedalam dunia mimpinya.


Rendra merapikan beberapa file yang besok akan di bawahnya, tanpa sengaja tangannya menyentuh kotak yang bukan miliknya dan seharusnya tidak berada di meja kerjanya.


Dengan penasaran Rendra membuka kotak yang terlihat rapi dan cukup unik terlihat dari bentuknya, berapa terkejutnya setelah melihat isinya dan terdapat tulisan yang membuat hatinya tersanjung.



Dear Mas Rendra


Selamat anniversary entah untuk keberapa kalinya Can..ga ingin menghitungnya hanya ingin mengingat momen-momennya yang telah kita lalui dengan indah.


Terimakasih sudah memberikan dua buah hati yang menyejukkan hati dan mewarnai di tiap momennya.


Hanya satu pinta Can...semoga tuhan menjaga Mas untuk Can...selamanya.


 Candy sayang Mas.


 


Rendra menjadi mengerti ternyata benda ini untuknya sebagai kado dari istri tercintanya.


Rendra merasa tersanjung sekaligus terharu ternyata istri pemalunya hanya bisa beraksi di balik layar tidak berani menampakkan di hadapannya tapi bagi Rendra ini sudah lebih dari cukup buatnya sebab Candy jarang menunjukkan sisi romantisnya.


Rendra mendekati Candy berada di ciumnya kepala Candy dan berucap seorang diri.


"Terimakasih juga Honey sudah..menjadi pendampingku..yang penuh kekurangan hanya Honey yang bisa melengkapi kekurangan itu...selamat hari jadi Honey..kita mulai lagi untuk melewati banyak hal di depan sana dengan bergandeng tangan tanpa ingin Mas lepaskan" ucap Rendra dengan mengusap lembut pipi Candy.


"Mimpi..yang indah..Honey..Mas..ada disini.." ujar Rendra lagi yang akan merebahkan tubuhnya disisi Candy untuk menghilangkan rasa lelahnya setelah seharian beraktivitas.

__ADS_1


Selamat datang esok yang cerah secerah harapan Rendra dan Candy untuk masa yang akan dilaluinya.


__ADS_2