
"Aku...pernah kehilangan harapan, tapi ternyata rencana Allah jauh lebih indah dari semua yang telah aku rencanakan" Rendra.
Persiapan acara pedang pora telah siap, tamu undangan telah hadir dari kedinasan Rendra dan tamu kehormatan pun sudah berdatangan termasuk komandan kedinasan Rendra, kawan tim sudah siap dengan persiapannya.
Prosesi pedang pora dalam upacara pernikahan militer bertujuan untuk melepaskan masa lajang bagi perwira militer untuk memperkenalkan mempelai wanita kepada dunia militer, menunjukkan awal memasuki rumah tangga yang mungkin akan melalui banyak cobaan tapi keduanya akan selalu bersama dalam menghadapinya.
Prosesi diiringi dengan rangkaian pedang berbentuk gapura yang dibentuk oleh hunusan pedang dari rekan-rekan perwira pria atau adik angkatan sang mempelai pria.
Di awali dengan formasi banjar saling berhadapan yang terdiri dari dua belas orang perwira pasukan pedang pora berseragam lengkap, komandan regu akan melaporkan kepada mempelai pria bahwa pasukan sudah siap.
Setelah itu secara serempak pasukan akan menghunuskan pedang hingga membentuk sebuah gapura, kedua pengantin akan berjalan melewati gapura pedang.
Lalu pasukan akan membentuk formasi melingkar mengelilingi kedua mempelai yang nantinya akan berada di bawah payung pora tersebut akan dilakukan penyematan cincin pernikahan dan penyerahan pakaian seragam Persit kepada sang mempelai wanita, kemudian kedua pengantin dipersilakan duduk di kursi pelaminan yang telah di siapkan.
Pada saat kedua mempelai melewati gapura pedang, hal ini mencerminkan do'a untuk keduanya dan formasi banjar yang melambangkan kegembiraan rekan dan adik angkatan sang perwira sekaligus bukti loyalitas mereka.
"Selamat...ya...Kapt "ucap tulus Alfa yang memeluk Rendra.
"Terimakasih...tuk semua hal" balas Rendra memeluk Alfa dengan senyumnya.
" Apaan...sih..Kapt..." ucap Alfa yang tidak ingin Rendra berterima kasih kepada kawan timnya.
"Akhirnya....terbalas sudah penantian itu" Panji dengan tangannya menjabat tangan Rendra untuk memberikan selamat.
Candy tahu apa yang di maksud Panji, dengan rasa malu dia menundukkan kepalanya tapi apa daya rekan tim Rendra semakin ingin menggodanya.
"Tenang...mba kita sudah jinak...ga bakalan gigit" ujar Farel yang merasa kagum dengan Kaptennya yang gagah dan tampan sangat serasi dengan Candy imut, manis, cantik mana sikap malunya itu yang belum bisa hilang.
"Emang kita...binatang buas dijinakkan" Ifan yang datang dengan istrinya memberikan selamat.
"Bukanya...loe...yang harus dijinakkan" Panji dengan nada mengegas.
"Oh...iya kita lagi cari pawangnya" Alfa dengan gaya polosnya mencari seseorang yang menurutnya cocok dengan Farel.
"Sialan...loe awas ya..." Farel mengejar Alfa yang berusaha menghindar dari Farel.
"Maaf..." ucap Alfa yang berlari kecil menghindari dari kejaran Farel.
"Tidak ada maaf...bocil...!!" ujar Farel dengan suaranya geregetan ke Alfa.
Semua tertawa melihat kekonyolan keduanya hingga membuat tamu undangan terhibur.
__ADS_1
Tamu-tamu sudah mulai meninggal gedung resepsi, kini tamu yang undangan pesta untuk kalangan di luar rekan dinas Rendra, rekan Candy yang mendominasi dan kenalan kedua keluarga yang di undang dalam acara ini dan dengan suasana sangat santai, hampir tidak terterlihat formal.
"Selamat...permen.." ucap Malik dengan penampilan yang sangat sesuai dengan statusnya sekarang seorang ceo muda.
"Terimakasih...sudah menyempatkan hadir" ucap Candy ramah ke Malik yang berubah sedikit lebih kalem.
"Ini... yang jadi bodyguardmu satria baja hijau" Malik menggoda Candy.
"Apa sih..loe..?" ucap Reza yang tahu tatapan mata Rendra ga suka gurauan dari Malik ke Candy.
"Dia...yang terbaik untukku" ucap Candy menenangkan keduanya, senyuman Rendra terlihat walaupun hanya simpul.
"Hai...makasih...udah menyempatkan hadir" sapa Rahma ke kawan sekolahnya yang menggendong Nisrina putrinya.
"Aduh...cantiknya" ujar Bima menghampiri Rahma yang ada di antara mereka semua.
"Siapa namanya...Ma" ucap Reza memegang tangan Nisrina.
"Nisrina...om "Rahma memperkenalkan nama anaknya ke Reza.
"Ma...anak loe cantik,gue juga mau...lucu lagi" Bima memberikan senyum ke Nisrina yang mempermainkan tangannya.
"Ma...gimana bisa secantik ini" Malik dengan polosnya bertanya ke Rahma.
"Serius... anak loe cantik..Ma" ucap Reza yang mengagumi anak Rahma.
"Mau..gue ajarin...biar punya yang secantik ini" ujar mas Dimas yang datang menghampiri Rahma istrinya.
Mas Dimas menggantikan Rahma untuk menggendong Nisrina, bayi itu tahu siapa orang yang akan mengajaknya, ayah kesayangannya dengan senyum manisnya yang di tunjukkan dan tangan hangat yang mengambil dirinya dari tangan sang bunda.
"Serius...mas" Reza spontan ikutan ngomong dengan rasa penasaran.
"Maaf..sudah punya cetakannya belum" Mas Dimas dengan konyol.
"Emang bikin kue,bocah mas.." Malik balas asal ngomong dengan logat khas konyolnya.
"Gimana mau jadi bocah kalau cetakannya ga ada" mas Dimas masih ingin menggoda kawan sekolahnya Rahma.
"Kalau sudah ada mau diapain tuh" Malik makin dibikin penasaran oleh mas Dimas.
"Di halalkan dulu lah..." ucap Rendra yang ikutan ngomong yang dicubit oleh Candy karena malu.
__ADS_1
"Kalau belum halal ngapa gitu" Reza masih belum paham apa yang di ucapkan Rendra.
"Bikinnya buru-buru takut ketahuan orang" mas Dimas masih dengan bahasan konyolnya yang bikin bingung kawan Rahma dan Candy.
"Emang apa..." ucap Bima yang masih menyimak apa yang lagi dibahas.
"Kalau buru-buru nanti jadinya bukan lucu tapi amit-amit di sumpahin banyak orang" mas Dimas menjelaskan dengan gaya orang nakutin.
"Hi...ngapa gue jadi merinding sih" ujar Malik dengan menunjukan rasa takut terlihat dari mukanya pucat.
"Itu mah bukan merinding tapi pikiran loe udah jauh sampai planet mars" Reza yang asal ngomong.
"Serius...gue takut di sumpahin..terus anak gue jelek hilang dah...reputasi gue" Malik dengan muka seriusnya menjelaskan.
"Jelek mah jelek aja ngapain harus bawa-bawa reputasi loe" ujar Bima yang tahu siapa Malik yang keluarga berada.
"Lah...itu anak loe harus diakui " ucap Reza berkata dengan muka menyakinkan.
"Sudah berbuat harus bertanggungjawab dong" Bima menegaskan ke Malik yang masih dengan muka pucat karena takut dan memikirkan reputasi keluarganya.
"Ngomong-ngomong anak siapa yang mau loe tanggungjawab " Rahma ikut ngomong yang dari tadi menjadi pendengar.
Malik tertawa tanpa henti dengan ucapan Rahma, soal pembahasan yang seru yang ternyata sebenar hanya pemesan kosong belaka, yang bikin gemas yang lain ke Malik yang masih belum berubah dari kekonyolannya.
"Iya...ya,anak siapa ya...orang gue...sendiri alias jomblo" Malik dengan muka masih merah karena ketawa menjelaskan status dirinya.
"Dasar...loe..kutu kupret" ucap Bima meninju tangan Malik dan hanya ketawa balasan dari Malik.
Mereka menyudahi candaan dan berniat untuk berpamitan kepada Rendra dan Candy yang masih sibuk dengan menerima ucapan dari tamu yang hadir memberikan selamat.
"Makasih.." Candy dengan ramah ke kawan sekolahnya menyempatkan hadir memberikan doanya dan tentunya di pernikahannya saat ini.
"Sama-sama sekali lagi selamat ya" ucap Bima dan berpamitan demikian juga dengan Reza dan Malik yang melakukan hal sama.
Akhirnya tamu undangan pun saling undur diri begitupun keluarga Rendra mohon berpamitan kepada keluarga Candy.
"Mohon...bimbingan untuk anakku..pa" ucap Papa Rendra memohon kepada ayah Candy.
"Saya...yang memohon anakku yang harus banyak di bimbing papa Rendra " ayah Candy dengan suara memohon.
Keduanya saling memberikan tangan untuk bersalaman dengan senyum yang ramah dan penuh keakraban.
__ADS_1
Rendra akan bermalam di kediaman Candy sebelum membawa Candy di rumah dinasnya untuk beberapa hari.
Candy sudah setuju dengan kesepakatan yang Rendra berikan tanpa ada penolakan yang Candy tunjukkan sebagai bukti pada pada Rendra yang sekarang sudah menjadi suaminya.