
"Rasa takut itu wajar dalam melangkah sebab terbayang akan kegagalan didepan sana, tapi ingatlah kamu tidak sendiri ada lillah yang terus menyertai kita..sebab tidak ada sesuatu yang sia-sia bila kita melakukannya karena lillah" Rendra.
Sekolah yang baru, teman baru juga lingkungan baru buat Ainun yang pemalu, tapi dia selalu ingat pesan kedua orang tuanya lakukanlah karena lillah akan tenang dan ikhlas menjalankannya.
Ainun yang lucu walaupun sudah berstatus mahasiswa hingga memikat banyak kaum adam ingin mengenalnya, memang dia tidak seimut mamanya sebab Ainun secara postur ikut Rendra hanya paras ayunya menurun dari mamanya dengan mata indah yang dia miliki.
Status mahasiswa baru menjadikannya dirinya ada rasa tidak nyaman terutama kakak-kakak senat yang sekarang sedang memberikan pengarahan disela-sela kegiatan OSPEK yang dia ikuti saat ini.
"Jangan manja..kalian..bukan anak kecil lagi.." teriak salah satu kakak senat yang jadi panitia OSPEK.
"Kenapa..kamu.." tanya salah seorang kakak senat pada mahasiswa baru.
"Kita..ga makan kamu..ko.." ucapnya lagi yang tidak dijawab oleh mahasiswa baru, sebab dijawab tidak di jawab sama saja ujung-ujungnya kena omelan lagi.
Ainun sedikit tenang mungkin lebih cenderung biasa mendengar teriakan dan bentakan keras sebab pernah melihat sedikit banyaknya lingkungan dinas papanya terutama om kesayangannya siapa lagi ajudan papanya yang selalu melakukan kegiatan fisik yang rutin diadakan di tempat kedinasan dulu.
Jurusan yang Ainun ambil terinspirasi dengan apa ya g dilihatnya selama ini, mamanya sosok inspirasi itu yang sabar dengan segala ujian yang telah dilaluinya membuatnya ingin jadi wanita yang mandiri dimana pun dan dengan siapapun nantinya dia harus bisa berdiri sendiri tapi bermanfaat untuk orang banyak.
Sebenarnya hari ini tepat hari ulang tahunnya, dia pikir hanya dirinya dan keluarganya yang tahu tetapi tidak hanya Ainun yang hari ini berulang tahun, ada juga seseorang yang saat ini menjabat sebagai ketua senat, dia smart, cool dan menurut banyak yang menilai dia handsome.
Entah hanya keisengan semata atau hanya ingin mengenal lebih jauh siapa Ainun yang saat ini menggenakan gantungan kertas didadanya bertuliskan OCULUS yang artinya mata, Ainun tidak salah sesuai perintah kakak panitia mengharuskan mengenakan itu sesuai nama anggota tubuh dalam bahasa latin, Ainun pikir itu yang ada dalam pikirannya tidak berpikir yang lain.
Salah satu kakak senat cewek yang bertanya pada Ainun yang tujuannya hanya ingin membuat Ainun merasa kesal tapi salah besar Ainun ternyata kuat secara mental maupun fisik, agar masuk kedalam jebakkannya.
"Hai..kamu..oculus.." panggilan untuk Ainun di ucapnya dengan tegas.
"Sini..kamu.." tambahnya dengan tangan menyuruh Ainun mendekat.
"Saya.." jawab Ainun menunjuk dirinya sendiri.
"Iya..kamu.." ujarnya lagi dengan tampang judes seperti ingin menelan mentah-mentah.
"Iya..kak.." jawab Ainun berdiri kedepannya tanpa bersalah.
__ADS_1
"Kamu tahu..apa..ini.." tanyanya menunjuk tulisan di dada Ainun.
"Ini..tahu..oculus..mata.." balas Ainun santai tanpa ingin menyombongkan diri.
"Oh...jadi kamu ingin yang lain tahu kalau mata kamu itu..indah..gitu.." balasnya dengan suara tingginya.
"Ga..pernah saya merasa mata saya indah..itu baru kakak yang bilang.." balas Ainun dengan santai tanpa ingin membantah.
"Buktinya kamu menuliskan ini.." napasnya lagi dengan menunjukkan tulisan di dada Ainun.
"Bukannya kakak yang meminta menuliskan nama anggota tubuh dengan bahasa latin..terus saya salahnya dimana..kak.." balas Ainun lagi masih dengan sopan, setiap jawab yang keluar dari mulut Ainun semua benar hingga membuat anak-anak senat yang melihat dan mendengar semakin penasaran siapa sih..ini anak terlihat pemalu tapi ternyata untuk membela diri dia tidak segan menjawab semuanya dengan santai dan sopan walaupun sedikit menyakitkan terdengar tapi dia masih terlihat tenang dan santai juga menghormati tanpa ingin merendahkan lawan bicaranya.
Setiap pertanyaan yang diberikan ke Ainun seperti dia sudah menyiapakan jawabannya hingga membuat lawan bicaranya kehabisan kata yang membuat gemas kakak-kakak senat semua jawaban yang keluar dari mulut Ainun masuk akal dan membuat yang bertanya berpikir ini anak logikanya berjalan tidak asal jawab saja.
Rasanya sulit mencari kesalahan dari diri Ainun semuanya dilahapnya dengan santai tanpa ada rasa takut sedikitpun, hingga banyak yang menggelengkan kepala, sedikit banyak yang berkesimpulan dia cocok dipasangkan dengan ketua senat yang tidak mau bicara tanpa ada logika dan fakta.
"Kamu..ikut saya.." perintahnya kakak senat cewek membawa Ainun ke satu ruangan yang hanya ada satu orang di dalamnya, dia sibuk dengan benda pipi yang tipis dan cukup lebar di mejanya jari jemarinya lincah menari menekan tiap hidup dan langkah dan hanya sautan tegas terucap dari bibirnya.
"Kak..ini..ada yang mau bertemu..kakak.." ujar kakak senat cewek konyol berucap menurut Ainun " Siapa juga yang mau ketemu" batin Ainun dengan menggelengkan kepala.
Sepeninggal kakak senat cewek Ainun hanya diam sebab apa yang mau ditanyakannya kenal juga tidak dan tidak ada kepentingan yang lain juga.
Tapi ditempat lain panitia OSPEK semua tertawa senang sebab bisa membuat kejutan di hari ulang tahun ketua senat yang memang saat ini sedang jomblo.
Di ruangan yang tidak begitu luas Ainun yang memainkan jari jemarinya hanya memandang sekelilingnya tanpa bicara sepatah kata membuat kakak ketua senat bertanya.
"Ada..yang bisa saya..bantu.." ucapnya sopan dengan pandangan masih ke benda pipinya.
Ainun hanya diam menurutnya apa yang harus dibantu dia sendiri bingung kenapa harus ada ditempat ini.
"Hm..hm..maaf..ada yang bisa saya bantu.." tanyanya lagi yang sekarang dia sudah tidak lagi memainkan benda pipinya.
"Maaf..kakak bicara dengan saya.." tanya Ainun dengan polos dan santai tapi sopan.
__ADS_1
"Ya..siapa lagi..disini hanya ada saya..juga kamu.." balasnya sedikit tegas terucap.
"Ga..ada.." balas Ainun dengan apa adanya.
"Lalu kenapa kamu ada disini.." tanyanya dengan sedikit penasaran.
"Saya juga tidak tahu..hanya dibawa kesini..lalu ditinggalkan " balas Ainun apa adanya.
"Bukannya kamu..mau bertanya.." tanyanya lagi masih dengan rasa pemasarannya.
"Mau tanya apa..saya hanya dibawa kesini ga tahu apa tujuannya..saya hanya mengikuti perintah..kakak cewek itu.." Ainun menjelaskan dengan sesuai fakta.
Ketua senat yang tahu dia dan Ainun korban kejahilan kawan senatnya seakan langsung mengerti dan faham apa maksud dan tujuan mereka sebab hari ini hari ulang tahunnya.
"Maaf..saya harus panggil siapa ya.." tanya kakak senat yang memperkenalkan diri.
"Ainun.." dengan menangkupkan kedua tangannya didada.
"Ya..saya Fatur Rahman.." ucapnya menyebutkan namanya.
"Kak..boleh saya kembali..bersama yang lain.." tanya Ainun tidak nyaman berduaan.
"Silakan..tapi kalau ditanya jawab saja..saya yang memerintahkan kamu..kembali ya.." dengan tersenyum ramah di berikan pada Ainun.
"Siap..kak.." balas Ainun dengan menunjukan jati jempolnya.
Ainun sudah menghilang dari pandangan Fatur hanya ada rasa yang nyaman dia rasakan saat bersama Ainun walaupun hanya sebentar, dia yang tidak berani menatap lama mata lawan bicaranya tapi dia terlihat sopan dan bicara seperlunya saja tanpa basa basi juga tidak terlihat darinya sikap manja seperti cewek yang lainnya yang ingin berusaha mengenalnya apalagi berusaha menggoda.
Itu kesan yang tertinggal dibenak Fatur hingga sesaat dia memikirkan siapa sebenarnya Ainun, yang sedikit sudah mencuri hati Fatur yang terkenal cool di semua kalangan mahasiswa tanpa terkecuali anak baru.
Ini awal buat Ainun mengenal Fatur sebagai kakak senat tidak sedikitpun meninggalkan kesan yang lain sebab Ainun ingin lebih fokus pada kuliahnya tidak untuk urusan yang lainnya, sebab waktu tidak bisa balik lagi dan ini kesempatan dirinya untuk mengejar harapan dan cita-citanya tepat waktu.
Rendra yang hanya mengawasi Ainun dari jauh dan Ainun sendiri sesekali menemui keluarga bila ada kesempatan untuk bertemu untuk melepaskan rasa rindunya.
__ADS_1
Ainun sendiri memilih tinggal di asrama putri dari pada kos-kosan biasa dia ingin yang lebih nyaman peraturannya agar dirinya tidak terbawa pergaulan, orang tuanya sendiri memberikan kebebasan tapi kebebasan yang bertanggungjawab.