
"Janganlah takut untuk berbagi karena ada sebagian milik kita ada hak orang lain yang berhak memilikinya, biar hidup kita berkah" Candy.
Bulan ini mungkin bulan yang bahagia tapi juga bulan yang menyita waktu dan pikiran juga tenaga ekstra buat Candy, sebab mengajuan sidang sudah mendapatkan persetujuan sedangkan baby cantiknya saat ini butuh perhatian ekstra.
"Ko...belum tidur...Honey" tanya Rendra ke Candy yang masih merapikan baju Ainun ketempatnya.
"Iya...Mas..." ucap Candy terdengar ada beban yang dirasakannya oleh Rendra.
Rendra menghampirinya untuk lebih dekat posisinya dengan Candy yang masih merapikan baju putri kecilnya yang sudah tertidur.
Tangan Rendra memegang pundak Candy tanpa meminta persetujuan dari Candy Rendra memijat dengan lembut seperti tahu ada beban yang Candy simpan dan masih enggan untuk membaginya dengan Rendra.
"Istirahatlah...biar Mas...yang mengantikan" ucap Rendra masih memijat pundak Candy.
"Tanggung Mas...sedikit lagi.." Candy membalas ucapan Rendra yang masih memijat.
"Kesayangan Mas...merepotkan ya..." tanya Rendra memancing Candy untuk bicara.
"Tidak Mas...hanya Can...yang tidak bisa mengatur waktu" ucap Candy seakan malu dan merasa bersalah ke Rendra.
"Mas..ga mau Honey menyalahkan diri sendiri, Mas juga salah tidak membantu Honey" Rendra menangkup wajah imut istrinya yang masih saja lucu menurutnya walaupun sudah memiliki putri.
"Mas...sudah membantu ko..." ujar Candy malu di perlakukan seperti itu oleh suaminya.
"Honey...maafin Mas ya.."Rendra memegang tangan Candy dan menciumnya dengan lembut dan rasa sayang.
"Mas...terlalu baik buat Can..." Candy bersandar di bahu Rendra dengan manja.
"Itu menurut Honey...Mas hanya berusaha jadi suami yang baik belum bisa jadi yang sempurna" ucap Rendra yang masih duduk bersebelahan dengan istri tercintanya.
"Kenapa sih...Mas selalu bikin Can...tenang bila bersama Mas"tanya Candy yang malu menyampaikan apa yang dirasakannya.
"Karena Mas...sudah suka sama Honey sejak pertama bertemu jadi Mas harus bisa menjaga orang yang istimewa ini" ujar Rendra dengan mesra mencium pipi Candy.
"Bukanya Can...selalu membuat Mas terbebani dengan segala keluh kesahnya"Candy berkata dengan nada terdengar seperti orang yang bersalah.
"Tapi Mas...suka, malah merasa Mas di butuhkan bukan di cuekin...Honey" Rendra masih terus mengoda Candy dengan rasa sayang.
__ADS_1
"Istirahatlah...nanti Ainun bangun minta mimi, kapan mau istirahatnya"Rendra menggandeng tangan Candy menuju tempat tidur.
"Istirahatlah...Mas...mau Honey sehat ga kelelahan"Rendra merebahkan tubuh Candy disamping putri cantiknya.
"Kapan jadwal sidang Honey..." Rendra seperti tahu apa yang ada dalam pikiran Candy.
"Minggu-minggu besok sudah harus persiapan sidang" Candy berkata dengan mata yang sudah terlihat mengantuk.
"Ok...Mas...akan atur jadwal Mas untuk banyak di rumah menjaga Ainun" Rendra mengusap kepala Candy dan menciumnya.
"Mas...mau kemana..."tanya Candy yang melihat suaminya melangkah akan ke luar kamar.
"Ga...kemana-mana hanya mau mengambil air minum di dapur" Rendra kembali lagi berdiri di sisi tempat tidur.
Rendra mendekat ke istri tercintanya diciumnya bibir Candy dengan lembut cukup lama hingga Candy menepuk pundak Rendra meminta menyudahi karena sudah susah bernapas.
"Maaf..."Rendra berucap dengan tangan menyeka bibir Candy dengan jarinya membersihkan bekas ciumannya.
"Udah ga...Sabar ya..." goda Candy yang sudah memejamkan mata walaupun belum tidur tapi masih ingin mengoda Rendra.
"Ga...lah...masih kuat ko...tenang Honey Mas masih sabar dan bisa mengendalikan diri"Rendra senang Candy sudah berani mengoda dirinya, menunjukkan Candy memiliki rasa yang sama pada dirinya, sudah ada rasa cinta yang makin tumbuh di hati Candy.
"Ih...Mas Rendra..." Candy menutup mukanya dengan selimut yang ada di dekatnya.
"Ko...Mas...sih, yang mulai siapa..."Rendra berkata dengan bibir didekatkan di telinga Candy yang membuat pemilik telinga keluar dari persembunyiannya.
"Baaaa...."ucap Rendra begitu Candy membuka selimutnya dengan muka terkejut juga malu.
"Mas..." Candy masih malu dengan menutup selimutnya tapi tidak keseluruhan hanya sebatas hidungnya.
Menurut Rendra sikap manja dan malu Candy sangat disukai olehnya karena Candy jarang bersikap manja dia lebih suka biasa-biasa saja, jadi ini momen langka bagi Rendra.
Terdengar dari luar kamar Rendra suara Mama seperti mengingatkan dirinya untuk segera tidur, sepertinya Mama berdiri didepan pintu kamar Rendra yang masih terdengar suara Rendra dan Candy yang masih saling berbincang.
"Biarkan istrimu istirahat...dra kasihan jangan kamu ajak ngobrol terus" ucap Mama yang terdengar suara kakinya meninggalkan kamar Rendra.
"Iya...Ma...,tahu aja nenek-nenek anaknya lagi mengoda mantunya" Rendra dengan tawa kecilnya merasa malu ketahuan sama Mamanya mengoda istrinya.
__ADS_1
"Emang enak...di tegur Mama" ucap Candy dengan bermaksud menjailin suaminya.
Rendra hanya mengaruk kepalanya yang tidak gatal karena malu di sindir Candy yang tertawa ditutup dengan tangannya.
"Istirahatlah...Mas nanti menyusul" Rendra mengusap lembut kepala Candy dan meninggalkannya.
Candy hanya tersenyum membalas ucapan suaminya yang melangkahkan kakinya keluar kamar.
Saat ini Rendra duduk di kursi yang ada di dapur dengan menikmati secangkir minuman herbal yang di lengkapi madu seperti biasa sebagai minuman rutinnya sebelum tidur.
"Belum tidur...Mas..." sapa salah satu asisten rumah tangga Mamanya yang kebetulan belum tidur masih merapikan dapur.
"Iya..bu.., ibu sendiri masih rapi-rapi aja kapan tidurnya?"Rendra bertanya balik ke asisten Mamanya.
"Belum..lah Mas...sebentar lagi biar pagi-pagi ga buru-buru Mas" ucapnya menjelaskan ke Rendra.
"Oh...gitu ya.." Rendra menganggukan kepalanya seperti mengerti maksud dari ucapnya.
"Mas...sendiri kenapa belum tidur" tanya asisten ke Rendra yang sedang menikmati minumannya.
"Seperti ada yang dipikirin ya...Mas?" tanya asisten lagi ke Rendra tanpa sungkan sebab sudah seperti anaknya sendiri.
"Bu...boleh ga aku minta bantuannya" ucap Rendra sopan ke asisten Mamanya yang sudah seperti orang tuanya.
"Apa...sih Mas yang ga buat Mas...siap bantu Mas...apa gitu yang bisa di bantu Mas" asisten Mama penasaran dengan ucapan Rendra.
"Minggu depan Honey sidang, aku mau minta bantuan ibu jagain Ainun kalau Honey lagi belajar sebelum aku pulang bisakan bu...bantu aku" ucap Rendra ke asisten Mamanya yag masih serius menyimak ucapan Rendra.
"Siap...Mas jangan khawatir, akan bantu Mas" ucapnya mengabulkan keinginan Rendra denga jari jempolnya dia tunjukan.
"Terimakasih ya..bu sudah siap membantu"Rendra tidak sungkan berterimakasih ke asisten Mamanya.
"Kenapa harus terima kasih Mas...itu kewajibanku" ucapnya yang tidak ingin anak tuanya merasa tidak enak ke dirinya.
"Tapi bu...ini kan rumah Mama bukan rumah ku dan ibu kerja sama Mama bukan sama aku, jadi sebaiknya aku ngomong dulu biar sama-sama enak gitu bu..." Rendra menjelaskan dengan kondisi sebenarnya.
"Tapi...ga usah sungkan nyonya juga pastinya mengerti ko...dan akan siap bantu Mas dan Mba Can.."ujarnya dengan santai menjelaskan ke Rendra yang masih duduk santai.
__ADS_1
Itulah Rendra yang terkenal sangat bersahaja walaupun sudah bergelimang harta dan jabatan yang tidak asal jabatan di kedinasannya, sikap yang Rendra tunjukan selalu sopan dan ramah tidak menunjukkan siapa dia sebenarnya didepan siapapun, dia lebih suka apa adanya dan tidak sombong itu juga yang menjadi poin plus buat seorang Rendra yang berwajah bak model dengan posturnya tinggi serta tegap dan gagah menambah kesan macho dan hand some pada dirinya.