
..."Kita terkadang banyak bertanya tentang jalan hidup kita mau dibawa kemana, kenapa begini amat atau kenapa saya saja yang selalu tuhan kasih kesulitan, sebenarnya tuhan sangat sayang padamu agar selalu meminta pada-Nya walaupun tidak langsung dikabulkan tiap pinta mu agar jadi hamba yang taat dan sabar" Rendra....
Sesuai rencana keduanya mendapatkan ijin untuk berkunjung ke pondok pesantren walaupun ada satu hal yang sangat penting yang tidak boleh keduanya lupakan itu pesan Rendra agar tetap merahasiakan soal Ainun biarlah Nasyauqi yang sekarang dengan status sepupunya Azlan sebenarnya sedih tapi Rendra dan keluarga pikir ini yang terbaik demi keamanan Ainun yang mereka cinta dan sayangi.
Azlan dan Nasyauqi tidak berdua tapi ajudan Rendra tetap mengawal, sebab Rendra tidak bisa ikut ada acara yang tidak bisa diwakilkan begitu juga dengan Candy yang akan ikut bersama Rendra.
Tapi seperti biasa sopir kakeknya selalu ikut serta sesuai perintah kakeknya yang sekarang lebih ketat menjaga Nasyauqi kemana pun, terutama Rendra tanpa sepengetahuan ajudannya Rendra menyediakan bodyguard yang selalu mengikuti kemanapun Nasyauqi melangkah terkecuali didalam rumahnya sendiri.
Dalam mobil Azlan sibuk bernyanyi sebagai pengusiran lelah dijalan yang terbilang jauh yang mereka lalui, ajudan Rendra hanya tersenyum melihat Azlan yang terus bernyanyi berbeda dengan Nasyauqi yang asyik membaca buku yang dia bawa.
Seperti biasa kedatangan mereka disambut dengan hangat oleh keluarga pesantren terutama pak kyai dan nyai yang terlihat sedikit bertanya dengan kehadiran Nasyauqi yang terlihat cantik tapi ada kesamaan dirinya dengan Ainun itu pikirnya.
Seperti saat ini Nasyauqi membantu merapikan beberapa piring di dapur dengan sedikit penasaran nyai bertanya.
"Neng..ko..mirip banget ya..mata serta senyumnya dengan neng..Ainun.." ujarnya dengan sedikit pelan.
"Kami..sepupu nyai.." Nasyauqi menjelaskan agar nyai tidak curiga.
Anak-anak pondok terutama yang perempuan sangat mengagumi kecantikan Nasyauqi dengan polosnya mereka bertanya.
"Mba..mandinya..pake susu ya..jadi cantik..gini.." ucapnya polos yang membuat Nasyauqi tersenyum malu.
"Susu ya..nanti diselimutin.." balas yang lain dengan menyenggol tangannya.
"Maksudku..manisnya..itu loh kelebihan.." semua tertawa bersama.
Ternyata mereka bisa juga mengombal itu yang ada dalam pikiran Nasyauqi yang menurutnya dia biasa saja seperti gadis lainnya mungkin menurut mereka dia sangat cantik dibandingkan gadis disekitarnya.
Matahari seakan siap keperaduannya, Nasyauqi berdiri dipinggir aliran sungai kecil terlihat gambar dirinya dari air yang sangat jernih hampir terlihat dasar sungai itu.
Secantik itukah dirinya hingga anak-anak pondok itu begitu mengaguminya, tanpa disadari seseorang yang terlihat dari ladang membawa hasil kebun berupa singkong dan beberapa tandan pisang yang masak dipohon dengan kedua tangannya.
"Assalamualaikum..maaf..permisi.." ucapnya dengan sopan berjalan dengan menunduk, tidak terlihat wajahnya tertutup topi khas di pakai untuk ke ladang.
"Waalaikum salam..silakan.." jawab Nasyauqi sedikit memberikan jalan untuk orang yang akan melewatinya.
Selepas sholat magrib keluarga pak kyai mengudang semua tamunya untuk makan malam bersama dan kebetulan ada anak mereka yang kebetulan juga sedang mengambil cuti dari dinasnya.
__ADS_1
Berhubung Nasyauqi dan nyai berdua yang perempuan keduanya memilih makan didapur tidak banyak bicara keduanya dalam menikmati makan malam ini.
Selepas makan malam Nasyauqi membantu merapikan perabotan bekas makan dan anak pak kyai tidak sungkan ikut membantu nyai terlihat dia terbiasa membantu.
"Uma..biar..Andi yang rapikan.." pintanya yang membuat Nasyauqi terkejut yang selama ini dipanggil mas Andi adalah Andika masih dalam keterkejutannya nyai memperkenalkan siapa anaknya.
"Neng..kenalin..ini putra nyai.." ucapnya yang membuat Andika juga terkejut sebab dia pernah bertemu di toko kue yang biasa dia ngopi santai di sore hari.
"Andika..salam kenal.." ucapnya dengan sopan sesuai permintaan umanya.
"Nasyauqi.." balas Nasyauqi singkat sedikit tersenyum, senyuman dari Nasyauqi membuat Andika berpikir adakah didunia ini orang sama yang memiliki senyuman itu pikirnya.
Berbeda dengan Andika, Nasyauqi hanya berpikir kenapa dunia ini sempit sejauh mana dia berlari kenapa harus kembali juga ke titik yang sama untuk bertemu orang yang sangat dirindukannya selama ini, ternyata pribahasa itu benar adanya " dunia tidak selebar daun kelor".
Nasyauqi yang sudah terlanjur membantu dengan sedikit menenangkan detak jantunganya yang tidak menentu juga rasa grogi takut di perhatian oleh seseorang.
"Tenang..Nasyauqi kamu bukan..siapa-siapanya dia..ko..jangan geer.." Nasyauqi menyakinkan dirinya dalam hati.
Hingga tanpa sengaja Nasyauqi menjatuhkan salah satu piring yang membuat tangan Nasyauqi berdarah saat merapikan pecahan piring itu.
"Mba..maaf..tangan mba..berdarah.." ucapnya menolong Nasyauqi.
Nasyauqi gemetar saat tangan Andika menyentuhnya yang bermaksud menolongnya, walaupun dia sudah berusaha setenang mungkin agar tidak ada kecurigaan dari Andika.
"Ga..apa-apa..dek.." jawab Nasyauqi dengan tangan masih dipegang Andika untuk di perban untuk menghentikan darah yang keluar dari tangannya karena goresan pecahan piring.
Andika merasa nyaman didekatnya hingga banyak pertanyaan dalam dirinya siapa sebenarnya Nasyauqi yang memiliki senyum dan mata yang sama milik seseorang yang sangat dirindukannya, apakah dia orang yang sama hanya berbeda wajah.
Selepas menolongnya dan bertanya apakah sudah dalam keadaan baik-baik saja Andika meninggalkan Nasyauqi bersama umanya yang masih berbincang seputar Candy yang tidak bisa ikut.
Andika berdiam diri di kamarnya mengingat kejadian yang baru saja terjadi, ada rasa yang sama ketika di dekat Nasyauqi yang Andika rasakan.
Di tempat yang berbeda Nasyauqi duduk diujung tempat tidur dalam kamar yang nyai sediakan untuknya.
Terbayang gambar diri seseorang yang begitu perhatian dan selalu mengkhawatirkan keadaannya, dengan tersenyum manis bila bersamanya yang selalu dia tunjukkan.
Suara ketukan pintu dari seseorang membuyarkan lamunan Nasyauqi, dia membuka pintu dan betapa terkejutnya seseorang yang mengetuk pintu ternyata Andika yang membawa air minum untuknya.
__ADS_1
"Maaf..menganggu..uma minta memberikan ini.." ujarnya menyerahkan tempat air serta gelas yang tertutup.
"Terimakasih..kak.." ucapnya dengan menerima gelas serta tempat air, Nasyauqi tidak menyadari ucapannya yang membuat seseorang yakin dirinya adalah orang yang sama, orang yang dirindukannya selama ini.
"Ainun..Ai.." Andika bersimpuh di kaki Ainun menangis seperti melepaskan kerinduannya.
Nasyauqi bingung apa yang harus dia lakukan mengakui atau menyakinkannya bahwa dirinya bukan Ainun.
"Maaf..kak..saya bukan..Ainun.." Nasyauqi menjelaskan dengan hati yang hancur tapi harus berusaha menyakinkan Andika itu keputusan yang Nasyauqi ambil sesuai harapan papanya jangan sampai ada yang tahu kebenaran siapa Nasyauqi dan dimana Ainun.
Andika masih dengan keyakinannya walaupun sudah tidak lagi bersimpuh di kaki Nasyauqi dengan tetap berdiri dihadapan Nasyauqi yang tanpa malu dia tidak lagi menjaga pandangan seperti biasanya.
"Seribu orang yang menyakinkan kamu Nasyauqi silakan tapi saya tidak, kamu Ainunku..Ai..kemana saja selama ini.." tanyanya dengan air mata yang masih mengalir.
"Kak..saya Nasyauqi..maaf..kakak salah orang.." pinta Nasyauqi menyakinkan Andika.
"Tidak kamu..Ainun ku.." seru Andika mengoyang tangan Nasyauqi agar mau mengakuinya.
"Kak..yakinlah..saya bukan..Ainun..saya Nasyauqi.." ucap Nasyauqi tetap pada pendiriannya.
"Baik..lah..saya dengan keyakinan saya dan kamu dengan keyakinan kamu..saya akan buktikan kamu Ainun ku.." ucapnya Ardika sangat serius.
"Bila ternyata kamu Ainun ku apa kamu mau saya melamar mu hari itu juga.." ucapnya yang membuat Nasyauqi sangat terkejut.
"Saya..sudah jelaskan saya Nasyauqi kak.. kenapa harus berubah jadi Ainun..kakak aneh..deh.." balas Nasyauqi dengan rasa yang tidak dapat di gambarkan.
"Saya..tahu..kamu Nasyauqi tapi kamu Ainun ku.." ucapnya yang membuat Nasyauqi seperti terjebak.
"Terserah kakak yang jelas saya sudah menjelaskan.." ujar Nasyauqi pura-pura kesal.
"Ok..saya akan cari tahu..bersediakah menjadi pendamping hidupku.." pinta Andika serius tapi terdengar konyol oleh Nasyauqi.
"Kak..jangan gila..ya.." seru Nasyauqi sedikit kesal.
"Saya ga gila tapi tergila-gila..dan bisa jadi benar-benar gila..karena kamu Ai.." ujarnya dengan sudah seperti dulu banyak bercanda.
"Maaf..saya mau merapikan diri.." pinta Nasyauqi dengan sopan.
"Tunggu aku akan datang diwaktu yang tepat.." ucapnya dengan tersenyum termanisnya seperti yang dulu.
__ADS_1
Andika meninggalkan kamar Nasyauqi dengan sedikit senang tapi ada hal yang harus secepatnya dia cari tahu tentang siapa Nasyauqi dan dimana Ainun.
Ada rahasia apa yang membuat seseorang yang dirindukan harus jadi orang lain, tapi tetap baginya dia adalah sosok yang dirindukannya dengan segala hal yang selalu dimilikinya yang ada pada dirinya ♡Ainun ku♡.