
..."Ada banyak hal yang bisa kita ambil dari kematian, seberapa banyak bekal yang sudah kita miliki dan kebaikan apa yang sudah kita lakukan baik pada diri sendiri juga orang yang mengenal kita, karena itu berusahalah berbuat baik soal hasil biarlah tuhan yang tentukan sebab umur tidak bisa kita jadikan ukuran " Rendra....
Candy yang masih berduka hingga hampir dua bulan ini Candy jadi sosok pendiam yang dapat di tangkap dari mama Rendra padahal dia sudah disibukkan dengan banyaknya aktivitas baik dari wisuda Azlan hingga kedinasan Rendra dia di libatkan tapi mentari masih saja diselimuti mendung itu yang Rendra ucapkan papa mamanya.
"Ma..masih ada mendung..menyelimuti mentari..ku.." ujar Rendra sedikit berbisik tidak ingin menyakiti Candy.
Mama hanya tersenyum seakan tahu ini tidak muda bagi Candy yang sangat menyayangi ayahnya, setelah kepergian ibundanya.
Padahal Rendra tidak sedikit cara agar Candy bisa terhibur tapi hasilnya selalu saja tidak maksimal, Candy akan kembali menjadi pendiam lebih memilih banyak membaca buku atau menyendiri memandang bunga-bunga di taman milik mama Rendra.
Begitupun dengan Azlan yang makin sibuk di kedinasan juga asdosnya di sela waktu dinasnya, tapi kepergian kakek dari pihak mamanya cukup membuat dirinya sedikit khawatir sebab dia seperti hutang janji pada kakek dari papanya untuk segera memiliki pendamping.
Sebenarnya Azlan sudah tertinggal soal memiliki pasangan dari adik mas Indra juga mba Nisrina yang telah lebih dulu menikah karena Azlan lebih fokus mengambil gelar untuk mendukung karir di kedinasan jadi abdi negaranya, sekarang pun dia sudah mengajukan study masternya disela kesibukannya yang sering digoda oleh kakak sepupunya " makan tuh bangku.." sebab tidak memikirkan yang lain hanya karir dan kuliahnya, yang kebanyakan orang bilang "makan tuh cinta.." yang membuat Azlan hanya nyengir kuda.
"Cius amat.." tepukan dari rekan dinas yang kebetulan masuk dalam ruangan Azlan.
"Mau..tahu..aja.." balas Azlan yag membuat Azlan sedikit terkejut sebenarnya.
"Besok malam minggu mau jalan kemana..kita.." tanya rekan dinas yang membuat Azlan menyatukan alisnya bingung.
"Cepat..amat sudah minggu..lagi.." ujar Azlan yang merasa seperti waktu cepat berlalu.
"Loe..kemana..aja..bro.." goda rekan Azlan dengan menepuk tangannya.
"Loe..pikir..gue kemana..ya..bareng loe.." balas Azlan ga mau kalah.
"Makanya bro..sekali..kali jangan liat kertas mulu..liat tuh yang bening seger.." balas rekan Azlan dengan imajinasinya.
__ADS_1
"Oh..itu setiap hari..makan favorit gue..es buah dalam gelaskan.." balas Azlan ga kalah konyol.
"Makanan..mulu..itu cewek manis..bukannya di kampus lebih banyak.." seru rekan Azlan sepertinya tahu banyak tentang cewek kampus.
"Banyak namanya juga sekolah ya..banyak muridnya.." Azlan menjelaskan dengan serius.
"Maksud gue..loe carilah cewek kampus yang sesuai kriteria loe.." rekan Azlan sepertinya menjelaskan.
"Mana..sempet..gue.." seru Azlan apa adanya tanpa basa basi.
"Serius..loe.." tanya rekan Azman yang sepertinya tidak percaya kalau Azlan sesantai itu tanpa memikirkan cewek seperti rekan yang lain yang suka tebar pesona.
"Memang sejak kapan muka gue berbohong.." ucap Azlan dengan menatap lebih intens pada rekannya.
"Ga..gitu bro, gue aja sebagai cowok kalau liat loe sekali pandang aja udah langsung jatuh cinta..apa sih yang kurang dari loe..karir ok dibanding yang lain, wajah loe ga kalah dari kawan dinas..cuma satu yang kurang loe..belum berani memilih..untuk berkomitmen" rekan Azlan sok tahu pikir Azlan.
"Tepat dari mananya loe sibuk dengan setumpuk kertas terus..mana ada waktu yang tepat..di saat yang tepat.." rekan Azlan ga mau kalah dan akhirnya tertawa bersama.
"Loe..ngomongin gue..loe sendiri sudah ada gebetan.." tanya Azlan dengan serius.
"Ada..sih tapi kayaknya gue kalah saing deh.." rekan Azlan sedikit kecewa.
"Jangan putus asa..Pasti akan ada yang lebih baik.." Azlan menyemangati rekannya.
"Sementara masih sendiri kita nonton aja..besok.." Azlan menghibur rekannya yang langsung tersenyum semangat.
"Bener..itu bro.." sautnya dengan semangat.
__ADS_1
Sebenarnya ada benarnya juga dari tiap ucapan rekan Azlan, sebab Azlan lebih memilih menyibukkan diri hingga melupakan dirinya juga butuh pendamping yang tidak akan selamanya seorang sendiri dalam menjalani hidup.
Tapi seperti apa kriteria yang Azlan mau dirinya saja tidak mengerti yang dia tahu kalau wanita itu seperti mamanya yang taat pada suami dan bisa berperan dimana pun, tidak banyak menuntut dari papanya.
Tapi apa seperti itu ada dalam dunia nyata pikir Azlan yang jelas akan susah mencari wanita seperti itu, ternyata lebih sulit mencari wanita dari pada menyelesaikan tugas dari dinasnya dan tugas kuliahnya yang banyak rumusnya pikir Azlan dengan tersenyum seorang diri setelah di tinggalkan oleh rekannya kembali ke ruangannya.
Sepulang dari dinasnya Azlan memilih langsung membersihkan diri terlebih dahulu dari pada bermalas-malasan dengan memainkan ponselnya, sebab setumpuk kertas ujian dari peserta didiknya harus cepat diperiksa agar pertemuan selanjutnya bisa langsung di bagikan.
Azlan dikenal sebagai asdos yang sedikit senyum tegas dan tidak banyak bicara di luar dirinya menjelaskan teori pelajarannya, walaupun dia salah satu asdos idola bagi peserta didik yang menurut para dosen tapi Azlan tidak mau ambil pusing untuk soal yang satu itu, baginya itu tidak penting.
Begitupun ditempat dinas Azlan dikenal sebagai anak muda yang bersemangat dalam menjalankan tugasnya, sikap sopan terhadap orang lebih tua walaupun dari segi jabatan di bawa dirinya.
Dalam karirnya sosok Azlan patut diacungkan jempol sebab dalam kesibukan dinas sebagai abdi negara dia masih bisa melanjutkan studynya juga masih mau berbagi ilmu sebagai asdos yang pastinya memerlukan kesabaran dan begitu pandai dirinya mengatur waktu hingga tidak mengganggu waktu dinasnya sebagai abdi negara.
Sepertnyai Azlan tidak mau bersantai dalam memanfaatkan waktunya yang sedikit banyak hingga tidak ada waktu untuk dirinya sendiri, diwaktu liburnya di lebih memilih berkumpul dengan keluarganya apa lagi sepeninggal kakek dari pihak mamanya, Azlan ingin selalu bersama mamanya yang lebih banyak berdiam diri yang masih merasakan kehilangan figur yang selama ini jadi idola, panutan dan selalu ada disaat dirinya terpuruk.
Kehadiran Azlan sedikit banyak membuat Candy terhibur sebab ada saja ulah Azlan yang membuatnya sedikit tersenyum seperti beberapa saat yang lalu Azlan tidak dapat menahan kentutnya hingga dia terkentut pas duduk disamping mamanya, di karena kan di tahan kentut Azlan bunyinya jadi aneh yang membuat Candy tersenyum menurutnya lucu saja ada suara kentut seperti itu.
Hanya kata maaf dari Azlan dengan muka malu yang membuat Candy tersenyum melihat tingkah Azlan yang pastinya dia malu tapi apa boleh buat sudah terlanjur keluar dengan bunyi aneh.
Saat senyum mengembang dari bibir Candy, walaupun Azlan harus menahan malu tapi senang bisa membuat mamanya sedikit terhibur, dari dukanya yang masih menyelimuti mamanya karena rasa kehilangan itu yang begitu dalam dalam jiwa mamanya.
Seperti itulah Azlan yang sekarang bukan lagi jadi bocah kecil dimata Candy, dia sudah jadi sosok yang dewasa dengan segudang tanggungjawab yang harus dia emban di pundaknya, tapi baginya dia masih sosok yang harus masih di bimbing untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi.
Andika bukan hanya salah satu orang terdekat Azlan selain papanya, di mata Azlan Andika buka hanya sekedar kakak bagi tapi lebih dari itu dia juga sebagai sahabatnya untuk berbagi dalam banyak hal agar tidak membebani orang tuanya dari curhatan kecilnya sebagai anak yang masih belum tahu banyak kehidupan itu pikirnya.
Andika sendiri tidak pelit dalam berbagi ilmu dan siap kapan pun untuk mendengarkan curhatan dari Azlan yang sudah dianggapnya lebih dari adik buatnya yang tidak mempunyai saudara kandung.
__ADS_1
Dari Andika Azlan banyak tahu dan banyak belajar tentang kehidupan dinas maupun persoalan mendidik mahasiswa tapi soal asmara saat ini Azlan belum pernah sedikitpun terucap dari bibirnya, bagi Andika itu hal privasi buat Azlan jadi dia tidak mau terlalu masuk didaerah itu dan menurut Andika pasti akan ada waktunya Azlan terbuka untuk hal itu.