Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
233


__ADS_3

..."Dear..sobat hendaklah bertutur kata yang baik atau lebih baik diam, sebab lisanmu cermin siapa dirimu" Candy....


Sore menjelang malam long weekend ini semua anggota keluarga besar Rendra berkumpul di rumah besar milik kakeknya, yang membuat kakeknya sedang dengan suara ramai cucu buyutnya berlarian memenuhi ruangan.


Suara anak-anak di rumah kakek buyutnya semakin ramai dengan Rendra mengajaknya bercanda dan bermain yang membuat jiwa papanya Rendra bukan lagi seorang kakek buyut tapi lebih dari cucu buyutnya yang ikutan berlari kecil menangkap si kembar yang saat ini bermain kucing tikus bersama Rendra selaku kakeknya.


Papa Rendra terbatuk-batuk karena tertawa melihat tingkah lucu si kembar yang membuat istrinya khawatir dan memberikan minum dan sedikit menggomel.


"Papa...tuh..kan jangan terlalu cape.." omelan istrinya karena khawatir.


"Aku ga apa-apa ko.." papa menjelaskan dengan menerima gelas yang berisikan air putih.


"Sebaiknya jadi penonton saja..kek.." Nasyauqi mengusap lembut punggung kakek.


"Ga..asyik.." seru kakek dengan memberikan gelas kosong pada Nasyauqi.


Nasyauqi tertawa mendengar balasan dari kakeknya yang memang benar adanya sebab ada tingkah pola si kembar yang bikin gemas.


"Apalagi nanti tambah satu lagi..nih.." ujar Azlan pada putranya yang memiliki nama Alsheiraz Mika Faresta ( lelaki termanis yang cerdas berhati seperti malaikat).


"Tambah heboh.." Nasyauqi mencium pipi Mika yang tambah montok saja.


"Iya..kah sayang tambah endut aja sih.." Nasyauqi makin mencium dan menggoda Mika yang tidak pernah rewel sesuai namanya.


Memang dia sangat tampan garis wajahnya walaupun masih bocah kecil tapi sudah terlihat garis ketampanannya.


Ditambah kulit putih bersih dan hidung mancung yang dia miliki menambah sempurna garis wajahnya yang membuat siapa saja melihatnya ingin mengusap pipinya karena gemas.


Bincang santai seperti biasanya di ruang keluarga hanya Nasyauqi dan Candy yang tidak tuntut serta keduanya menyiapkan makan malam di dapur bersama asisten rumah tangga mama Rendra.


Tidak lama terdengar suara adzan isya berkumandang Rendra meminta seluruh anggota keluarganya sholat berjamaah termasuk asisten yang tidak menjalankan tugas penting untuk turut serta sholat berjamaah.


Selepas sholat isya Candy meminta Rendra memberi tahukan kepada keluarganya untuk makan malam bersama.


Candy seperti biasa menjaga Mika sedangkan yang lain makan bersama, Rendra tidak ingin istri tercintanya harus makan seorang diri dia memberikan suapan makanan pada Candy.


"Honey.." Rendra memberikan usapan untuk Candy dari tangannya.


Perlakuan Rendra pada istrinya sudah bukan hal yang aneh dan bukan di buat-buat memang seperti itu adanya, dan bukan pemandangan yang baru buat semua anggota keluarga Rendra termasuk menantu-menantu Rendra memang seperti itu perhatiannya.


Selepas makan malam Rendra meminta pada Azlan dan Andika untuk membawa istri-istrinya untuk menghabiskan waktu berdua, Rendra tahu setiap pasangan butuh waktu sesekali untuk jalan berdua sekedar penyegaran suasana untuk memberikan kehangatan dalam berumah tangga.


"Tapi..anak-anak akan merepotkan papa sama mama.." Andika menjelaskan dengan sopan.


"Ga..itu gampang banyak orang ko..di rumah.." Rendra menyakinkan Andika semua baik-baik saja.


"Iya..pa kita dirumah saja.." Azlan menambahkan dengan sedikit serius memandang Rendra yang duduk tidak jauh dari keduanya.


"Sudah sana..ajak istri kalian..mumpung belum terlalu malam.." Rendra mengambil alih menggendong Mika yang belum tertidur.


Azlan dan Andika menuruti kemauan Rendra, memang rutinitas kerja membuat keduanya tidak memiliki waktu untuk menyenangkan pasangannya walaupun hanya sekadar jalan santai berdua.


Andika meminta Nasyauqi untuk menganti baju santai di rumah dengan baju yang lebih nyaman untuknya jalan di malam yang cukup terang oleh sinar bulan yang hampir setengah purnama.


Rendra saat ini berperan mengasuh Aisyah dan Arshaka yang asyik mewarnai gambar yang di bawahnya dari rumah dinas ayahnya, Candy sendiri memberikan susu pada Mika yang mulai rewel karena mengantuk.


Papa dan mama Rendra masih asyik menonton tv serta memperhatikan tingkah si kembar yang masih sibuk mewarnai buku gambarnya.

__ADS_1


Rendra memang orang tua yang sangat pengertian dan memahami kebutuhan suami istri, apa yang harus dilakukan untuk menambah keharmonisan rumah tangga.


Terkadang waktu berdua dianggap sepele untuk pasangan suami istri yang sudah berumahtangga yang sebenarnya perlu, sebab ada hal-hal yang terkadang susah di utarakan dalam keadaan keduanya dalam rutinitas sehingga membuat hubungan rumahtangga lambat laun terasa hambar.


Seharusnya sesekali orang terdekatnya memberikan pengertian dan kesempatan waktu untuk keduanya, seperti mempersilahkan keduanya pergi berdua kemanapun dan sementara mengantikan perannya seperti menjaga anaknya serta rumahnya bila ada di rumahnya saat itu.


"Kek..Ais..mau minum susu.." pinta Aisyah pada Rendra yang menjaganya.


"Sebentar ya..sayang kakek buatkan.." Rendra menuju dapur dan di dapur melihat Candy yang kebetulan juga sedang merapikan dapur.


"Ada yang bisa di bantu mas.." Candy seperti tahu apa yang Rendah butuhkan.


"Aisyah minta susu honey.." ucap Rendra yang terlihat masih belum mengantuk.


"Can..buatkan ya..mas.." pinta Candy menyiapkan susu untuk Aisyah.


"Terima kasih honey.." Rendra mencium pipi Candy dan membawa susu permintaan Aisyah.


"Ais..sayang.." Rendra memanggil cucunya dan memberikan susu yang dia mau.


"Terimakasih kakek.." Aisyah berlari menghampiri Rendra yang memintanya tidak bersuara sebab Mika tidur.


"Jangan berisik ya..ade Mika..bobo.." Rendra menunjukkan satu jari telunjuknya agar tidak berisik.


Tidak beberapa lama Arshaka juga meminta yang lain, yang Rendra menyanggupinya dia menuju dapur membawanya beberapa potong kue yang Arshaka mau.


"Terimakasih kek.." balas Arshaka pada Rendra yang mengangguk.


Candy menyiapkan obat untuk papa Rendra dan memberikannya beserta air minum yang tidak ia lupakan.


"Pa.." Candy memberikan obat dan papa Rendra meminumnya.


"Sama-sama pa.." balas Candy dengan melangkah meninggalkannya.


Candy menghampiri kedua cucunya yang belum mengantuk masih bersama Rendra di ruang keluarga.


"Ayo..mas..ade sikat gigi dulu..nanti di tanya bunda..ade sama mas ga lupa sikat gigikan nek..?" pinta Candy pada kedua cucunya.


"Iya..nek.." kedua cucunya mengikuti Candy ke kamar mandi.


Selepas kedua cucunya dari kamar mandi Rendra bertanya pada kedua cucunya yang sepertinya sudah mulai lelah.


"Mau..tidur dikamar bunda apa bareng kakek.." tanya Rendra dengan gaya seperti guru di sekolah kedua cucunya.


"Bareng kakek..boleh ya..kek.." pinta Aisyah yang terlihat sudah mengantuk.


"Boleh sayang.." balas Candy yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan suara lembutnya.


Tempat tidur besar milik Rendra serasa sempit sebab diisi lima orang tiga diantaranya anak-anak kecil tapi makan tempat.


"Ayo..berdo'a dulu.." pinta Rendra pada keduanya yang terlihat sudah lelah.


"Ya..kek.." keduanya membaca do'a sebelum tidur dan tidak lupa membacakan do'a untuk keselamatan kedua orang tuanya dunia dan akhirat.


"Kek..bawain cerita dong seperti bunda juga ayah.." pinta Arshaka yang berbaring di samping Rendra.


Rendra membacakan salah satu cerita teladan salah satu sahabat nabi, tapi belum juga cerita itu setengahnya di bacakan keduanya sudah terlelap dalam tidurnya Rendra hanya memandang keduanya dengan tersenyum.

__ADS_1


Rendra meninggalkan keduanya yang sudah tertidur berselimut tebal diatas tempat tidur miliknya bersama Mika juga.


"Mau kemana mas.." tanya Candy yang sudah berbaring di samping Mika.


"Hanya ingin minum.." ucap Rendra yang keluar dari kamarnya.


Ternyata di ruang keluarga papa mama belum tidur masih menonton acara tv yang menurut mereka mungkin menarik sebab tidak biasanya keduanya masih berada di ruang keluarga seperti saat ini.


"Belum tidur..pa..?" tanya Rendra yang langsung meneruskan niatnya mengambil air minum.


Rendra kembali ke ruang keluarga tidak berapa lama untuk bergabung bersama keduanya yang masih belum tidur.


"Ra..kamu makin bijak.." ujar papa pada Rendra yang hanya tersenyum tidak membalas.


"Jadi orang tua itu gampang-gampang susah.." mamanya menambahkan.


"Aku hanya memposisikan seperti di posisi mereka pa..ma.." Rendra menyandarkan kepalanya di kursi.


Memang benar apa yang Rendra ucapkan kita akan bisa merasakan bila kita ada di posisi seperti mereka menjadi apapun itu, papanya yang menganggukan kepalanya memahami jalan pikiran Rendra.


Memang tidak ada manusia sempurna dalam hal apapun walaupun sudah berusaha mencapai dan memenuhi kriteria itu pasti saja ada yang terbantahkan ada saja kurangnya disitulah disinilah yang jelas itu semua pasti pernah mengalaminya di situasi itu.


Hanya kata berusaha menjadi baik itu yang bisa menjamin semua akan menerima dengan tangan terbuka.


"Ra..papa sudah ngantuk nih.." papa meninggalkan Rendra seorang diri sebab mama ikut serta dengan papa untuk ke kamarnya.


Rendra mematikan lampu-lampu yang tidak digunakan dan melangkah memasuki kamarnya, terlihat di kasur besar miliknya cucu-cucunya terlelap dalam mimpi indahnya.


"Masih..belum tidur..honey..?" tanya Rendra dengan mengusap kepala Candy dan meninggalkannya kedalam kamar mandi.


Candy masih membaca buku di salah satu sofa di kamarnya yang menurutnya belum mengantuk.


"Sudah..nanti lanjutkan lagi..istirahatlah.." pinta Rendra setelah kembali ke kamarnya.


"Sebentar lagi..mas waktunya Mika..minum susu.." Candy menjelaskan pada Rendra yang membuat Rendra ikut menemani dirinya duduk di salah satu sofa.


Tidak lama benar Mika membuka matanya, dia tidak menangis cuma memainkan kakinya dengan kedua tangannya hingga keatas, Rendra mendekati dan menyapanya lembut.


"Haus..ya..tunggu ya..nenek bikin susu dulu.." Rendra menggendongnya yang membuat Mika tersenyum.


"Pinter ya..ga rewel.." Rendra menambahkan lagi dengan mengusap punggung Mika dalam gendongannya.


"Sini..mas.." Candy mengambil alih menggendong Mika yang hendak di berikan susu.


Mika yang menikmati susunya hingga habis, tapi mata Mika belum juga kembali mengantuk membuat Candy memeriksa popoknya ternyata benar saja Mika tidak nyaman popoknya merasa penuh dengan pipisnya.


"Minta diganti nek..ngomong dong.." goda Candy yang membuat Rendra tersenyum.


Candy mengajak Mika bicara dan hanya senyum dari Mika yang sepertinya mengerti apa yang Candy ucapkan padanya.


"Apa..senyum-senyum..mau menunjukkan giginya yang ompong.." goda Candy yang membuat Rendra ingin tertawa tapi takut cucunya yang lain terbangun.


Tidak lama Mika sudah dalam gendongan Rendra untuk menidurkannya, Candy hanya duduk di sofa kembali membaca bukunya menemani Rendra menidurkan Mika.


Rendra merebahkan Mika diatas kasurnya diantara si kembar, dan Candy tidur di samping Mika begitupun Rendra berbaring di samping si kembar yang sudah terlelap pulas dalam tidurnya.


Rendra hanya bisa mengusap kepala Candy tidak seperti biasanya dia memeluk dalam tidurnya.

__ADS_1


"Selamat malam honey..istirahatlah untuk menghilangkan lelahmu.." ucap Rendra pelan Candy sendiri sudah masuk dalam alam mimpinya.


Rendra hanya tersenyum dalam damai memperhatikan orang tersayangnya terlelap dalam tidur malamnya yang makin gelap, sebelum dirinya tertidur juga.


__ADS_2