Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
58


__ADS_3

"Cinta itu anugerah maka berbahagialah bila kamu punya cinta" Rendra.


Rendra sudah mulai beraktivitas seperti biasa di kedinasan begitu juga dengan Candy mulai dinas di rumah sakit juga di perkuliahannya.


"Masih bau-bau wangi manten nih.." goda Komandan Rendra yang kebetulan berpapasan di depan kantor kedinasan.


"Siap dan...!"salam hormat yang Rendah berikan dengan senyum tegas diperlihatkan pada komandannya.


"Sudah siap dinas...nih"sapanya dengan sedikit menggoda Komandan ke Rendra.


"Siap...dan "Rendra sudah mulai santai menjawab tiap pertanyaan komandannya.


"Istri...gimana?" tanya singkat Komandan ke Rendra yang masih di dekat Komandan.


"Siap...dan,sudah mulai berdinas dan kuliah" jawab Rendra ke Komandannya.


Hanya obrolan santai singkat diantara mereka tidak membahas soal kedinasan yang saat ini mereka bahas.


Rendra sudah di dalam ruangannya memeriksa sebagian tugasnya yang belum ditandatanganinya untuk di laporkan ke Komandannya, kawan satu timnya menghampiri Rendra di ruangannya.


"Hai...masuk" sapa Rendra ke Panji yang masih berdiri di pintu hanya melihat Rendra yang masih memeriksa berkas.


"Siap...Kapt " Panji memberikan hormat terlebih dahulu lalu masuk.


"Mana yang lain...?" tanya Rendra ke Panji yang baru melangkah masuk.


"Ada di depan" jawab Panji menjelaskan dengan santai.


"Udah semangat kerja lagi...nih" ucap Ifan ke Rendra dengan hormat terlebih dahulu.


"Mau...ngapain di rumah juga" jawab Rendra sudah santai.


"Mba kemana memangnya..Kapt ? " tanya Alfa yang paling berani bertanya soal Candy.


"Honey...sudah dinas seperti biasa" jawab Rendra menjelaskan keadaan Candy.


"Gimana keadaan istri?"jawab Rendra ke Ifan yang diketahuinya dia mulai hamil muda.


"Lagi mabok..Kapt " Ifan menjelaskan keadaan istrinya.


"Kasihan ya..jaga baik-baik sebisa mungkin " ujar Rendra yang melangkah untuk duduk di dekat yang lain.


"Kenapa bisa..mabok Kapt " tanya Alfa ke Rendra dengan polosnya.


"Kekenyangan..."jawab asal Farel yang baru masuk ke ruangan Rendra.


"Hus...asal aja kalau ngomong"protes Ifan yang tidak mau istrinya di jadikan bahan guyon.


"Dia...bakal tahu nanti kalau istrinya mabok parah" ucap Panji yang masih mendengarkan.


"Dari...tadi mabok-mabok apaan sih" tanya lagi Alfa yang masih penasaran.


"Perempuan yang hamil di semester awal itu suka muntah-muntah" Rendra menjelaskan ke Alfa sebab Rendra tidak ingin jadi candaan untuk soal yang satu ini.


"Aduh..kasihan yang Kapt " ujar Alfa menyimak ucapan Rendra.

__ADS_1


"Makanya jangan mainin perempuan liat pengorbanannya" Panji dengan santai ngomong.


"Apa...ko..liatnya ke gue..sih" ucap Farel dengan tidak terima rekannya menatap inten ke dirinya.


"Santai bro...kalau ga salah"ucap Ifan ke Farel tidak lagi menatapnya.


"Sampai kapan seperti itu...Kapt " tanya Alfa masih penasaran.


"Kurang tahu...tanya Honey..."Rendra berucap ke Alfa.


"Semua..perempuan " tanya Alfa lagi yang membuat yang lain kesal.


"Loe...salah masuk harusnya...bareng istrinya Kapten sekolahnya "ucap Panji geregetan ke Alfa dengan mengacak-acak kepalanya.


"Kamu akan tahu banyak saat punya istri hamil nanti" Ifan menjelaskan ke Alfa yang masih di acak-acak oleh Panji.


"Kapan...Kapt nyusul "tanya Farel ke Rendra menggoda saja.


"Secepatnya...do'akan saja" jawab Rendra santai ke Farel.


"Kapan..loe seriusin anak orang" tanya balik Ifan ke Farel yang terkejut mendengar pertanyaan Ifan.


"Iya...jangan main-main terus cape tahu keburu di susul bocil " ujar Panji dengan meledek ke Farel.


"Loe..aja dulu" balas Farel ke Panji tidak mau kalah.


"Hati-hati loe..ujung-ujungnya loe nyesel" ujar Ifan ke Farel.


Farel terdiam memikirkan ucapan Ifan terlihat serius dari raut wajahnya sangat nampak, hingga Alfa menepuk pundaknya.


"Tenang masih ada gue..yang akan menemani kesendirian loe...bang" ucap Alfa santai.


"Iya...lah bang gue butuh juga kehangatan" ujar Alfa yang membuat kaget yang lain.


"Hai...bocil....ga salah denger nih" ujar Panji ga percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Kasih...aja kompor.." ucap Farel jail ke Alfa.


"Gue..normal kali bang...gue belajar dari abang-abang" Alfa nyengir kuda seakan-akan tidak diperhatikan oleh yang lain.


Beda dengan kawan satu tim yang saling memandang yang seakan saling waspada akan setiap ucapannya mulai dari sekarang sebab bocil yang sekarang beranjak dewasa.


"Apa yang udah loe...ambil dari diri kita " tanya Ifan ke Alfa penuh penekanan ke Alfa.


"Apa..sih..bang" balas Alfa dengan wajah polos dia tampakkan.


"Gue...curiga jadinya jangan-jangan loe..." ujar Panji yang tidak melanjutkan ucapannya.


"Ampun...bang gue ga yang aneh-aneh ko" Alfa merasa takut di pandang Rendra serius.


"Gue...percaya loe..sebab kita sayang loe" Ifan merasa ikut bertanggungjawab atas Alfa yang seperti adiknya.


"Karier kamu bagus jangan jadi taruhan untuk hal yang konyol " Rendra terlihat tegas dengan ucapannya ke Alfa.


"Siap...Kapt" ucap Alfa dengan sedikit takut dan hormat ke Rendra.

__ADS_1


Pembahasan tentang kawan satu timnya harus di sudah kerena Rendra ada janji di tempat kedinasan yang lain yang harus dihadirinya.


"Kapten...boleh dong kita main nanti malam" ucap Alfa yang masih di ruangan Rendra.


"Boleh...mungkin akan malam aku tiba di rumah" ujar Rendra yang akan menjemput Candy juga.


"Yes...tak apa Kapt " ujar Alfa senang di ijinkan main dirumah dinas Rendra.


"Yo...dah" balas Rendra meninggalkan Alfa yang akan ke ruangan yang lain.


Rendra sudah meninggalkan kedinasannya untuk urusannya di kedinasan di tempat lain.


Di tempat lain Candy yang sudah menyelesaikan tugas jadwalnya merasakan lelah sebab hari ini di dinas pertamanya setelah cuti untuk pernikahannya.


"Alhamdulillah...selesai juga"ucap Candy yang merapikan meja dan akan keluar dari ruangannya.


"Hai...mau pulang" sapa Rena ke Candy dan hanya anggukan kepala Candy.


"Tunggu di sini aja apa nanti juga bakal ke sini"ujar Rena ke Candy, Candy pun menyetujuinya.


"Belum pulang " tanya Candy ke Rena yang duduk di depannya.


"Sebentar santai dulu bete di rumah" Rena menarik napas dan dikeluarkan dengan kasar.


"Kenapa..."tanya Candy ke Rena yang terlihat malas.


"Biasa di suruh nikah...malas gue" jawab Rena terlihat bete.


"Kenapa malas kalau ada calonnya" ucap Candy melihat wajah Rena yang terlihat bete.


"Itu masalahnya...aku baru putus..jadi ga ada lah" jawab Rena menjelaskan ke Candy.


"Gampang itu mah...aku banyak stok" ucap Candy santai tapi serius.


"Apaan...sih Can..kaya apaan aja banyak"ujar Rena masih bete terlihat.


"Serius...kamu tinggal bilang mau yang mana..aku kasih" ucap Candy seakan tahu apa yang di pikirkan Rena.


"Serius..loe bantu gue tapi ga mau pacaran...langsung serius ga mau main-main lagi...Can" Rena menjelaskan dengan serius ke Candy.


"Ya...nanti aku tanya Mas Rendra " ucap Candy ke Rena.


"Loh..kok Mas Rendra sih.." ujar Rena melihat serius ke Candy.


"Lah..aku punya stok dari mana yang punya teman cowok ya...Mas Rendra lah" Candy menjelaskan ke Rena yang masih memandang ke Candy.


"Orang ijo dong..."canda Rena ke Candy dengan senyumnya terlihat sedikit senang.


"Yang penting laki bukan bencong dan bukan buta ijo" Candy dengan tawa kecilnya ke Rena.


"Ih...apaan sih..Can..bikin merinding aja loe" ucap Rena ke Candy.


Ketukan pintu menyudahi obrolan keduanya, Rendra tersenyum terlihat gigi putih yang berbaris rapi menyapa istri tercintanya, Rena berpamitan ke luar dari ruangan Candy dan hanya anggukan yang Rendra berikan ke Rena, tangan Candy menyalami tangan Rendra sebagai tanda patuh,Rendra sendiri mencium kedua pipi Candy dan mengecup bibir Candy berlahan dan lembut hanya rasa malu yang diperlihatkan Candy.


"Mas..."ucap Candy malu ke Rendra, Rendra sendiri hanya tersenyum menggoda Candy.

__ADS_1


"Honey...udah siap dijemput pulang" tanya Rendra ke Candy yang masih malu, Rendra mengusap lembut pipi Candy yang memerah karena malu.


Rendra makin senang bila Candy malu saat digoda olehnya tapi untuk saat ini tidak bisa di lanjutkan karena Candy sudah akan keluar dari ruangannya.


__ADS_2