Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
29


__ADS_3

"Ya...Rabb sampaikan rasa rinduku lewat seuntai do'a dalam sujud ku, semoga dirinya dalam genggam Mu dalam keadaaan bahagia " Rendra.


Setelah membuat laporan dan di serahkan ke atasan di kantor dinas, Rendra dan timnya di ijinka untuk bersantai, tujuannya sekarang hanya ingin ngopi santai di kafe kekinian untuk menghilangkan penat sehabis dinas luar, di tongkrongan anak jaman now katanya.


Mereka sudah memesan minuman dan makanan yang lagi buming buat anak jaman now yang dari bentuk dan tampilan menarik soal rasa belum tahu,tapi apa salahnya di coba.


Suasana dalam Cafe di bikin senyaman mungkin dengan desain yang anak muda banget bikin pengunjung betah berlama-lama duduk, walaupun sekedar ngopi aja tanpa memesan yang lainnya.


Suara musik yang mendukung suasana juga tidak kalah bikin hanyut dalam nuansanya,apalagi yang lagi memendam rasa rindu yang belum tersampaikan,saat ini terdengar lagu yang dinyanyikan oleh anak pertama dari pentolan Dewa Ahmad Dani yaitu Al Ghazali.


♡ *Kesayangan Ku ♡


Dengarlah cinta hatiku remuk redam


Jika tak ada kamu


Menemani aku


Dengarkan cintaku memanggil namamu


Disetiap malamku


Ku memikirkan kamu


Aku sepi sepi sepi sepi


Jika tak ada kamu


Aku mati mati mati mati


Jika engkau pergi


Dengarlah kesayanganku


Jangan tinggalkan aku


Tak mampu jika ku tampamu


Dengarlah Kesayanganku


Hidup matiku untukmu


Ku mohon pertahankan aku


Dengarlah cinta hatiku remuk redam


Jika tak ada kamu


Menemani aku


Dengarlah cintaku memanggil namamu


Di setiap malamku


Ku memikirkan kamu


Aku sepi sepi sepi sepi


Jika tak ada kamu

__ADS_1


Aku mati mati mati mati


Jika engkau pergi


Dengarlah Kesayangan ku


Jangan tinggalkan aku


Tak mampu jika ku tanpamu


Dengarlah kesayangan ku


Hidup matiku untukmu


Ku mohon pertahankan aku


Dengarlah kesayangan ku


Jangan tinggalkan aku


Tak mampu jika ku tanpamu


Dengarlah kesayangan ku


Hidup matiku untuk mu


Ku mohon pertahankan aku


Dengarlah Kesayangan ku


Hidup matiku untukmu*


"Nampaknya ada yang memendam rindu,dan belum tersampaikan " Panji yang kebetulan melihat Rendra pas tersenyum menunduk.


"Rindu..itu berat,obatnya...ya ketemu"Alfa menyenggol tangan Rendra yang duduk disampingnya yang bocil sok tahu.


"Kalian sendiri ga kangen sama pacar kalian " jawab Rendra mengalihkan sindiran untuknya.


"Gue...santai bro "ucap Farel yang terkenal play boy.


"Loe...terima perjodohan ortu,Fan" Panji bertanya kepada Ifan.


"Gitu...deh..ternyata anaknya sholeha " Ifan menjelaskan siapa calon istrinya.


"Dunia kitakan banyak diluar, pas pulang kita pengen yang dirumah itu ada selalu buat kita, setia dan bisa mendidik penerus kita" ucapan Rendra tegas.


"Bener bro...kebanyakan pengen senangnya doang " Ifan menjawab dengan menunjukkan jari jempolnya tanda setuju.


"Stock ya...yang langka bro "jawab Panji sambil menikmati cemilan kekinian.


"Jangan usahanya doang harus imbang sama do'a juga perbaiki diri" Rendra menjawab dengan memberikan petunjuk.


Teman satu tim tahu Rendra memang seorang yang religius pemahaman agamanya sangat baik, saat kumpul yang ga jelas dia lebih memilih menyendiri.


Penjelasan yang disampaikannya akan diterima sebab Rendra bukan hanya seorang Kapten tapi juga selalu mencontohkan terlebih dahulu dari pada menyenggol langsung, dia memang panutan.


"Bro...boleh dong cariin buat gue "ucap Alfa yang dari tadi hanya jadi pendengar.


"Akan datang sendiri pada waktunya perbaiki diri dulu, biar dapat yang sesuai harapan" Jawab Rendra yang lebih menjelaskan.

__ADS_1


"Yang..sudah merasa memilikinya ajak menjadi halal "ujar Rendra menatap serius Farel yang suka memainkan perasaan anak orang.


"Gue...belum yakin bro " Farel dengan menggaruk kepalanya yang ga gatal.


"Klau ga yakin jangan PHP in dong "Ifan dengan suara setengah sewot.


"Bukan gue... php in, mereka nya aja yang ngarep banget " Farel membelah dirinya.


"Bukannya loe yang suka tebar pesona asal ada jidat licin...ngegombal dengan rayuan maut loe, dasar buaya loe.."Panji ikutan sewot.


"Awas..aja kena batunya"ujar Alfa santai sambil menikmati minuman nya.


Rendra jadi pendengar perdebatan merdeka yang tidak pernah serius hanya candaan saja tanpa di ambil hati.


"Loe...sendiri bro udah sampe mana?" ucap Panji hanya iseng tanpa ingin jawab serius Rendra.


"Tinggal nunggu di suruh datang meminta ke Ayahnya"Rendra menjawab dengan pasti tapi dalam keadaan kaget banget ditembak lansung .


"Serius......sumpah loe ."jawab ke empat nya bersamaan dengan rasa yang ingin tahunya.


"Ya...Insyaallah dalam waktu dekat ini" Rendra menjawabnya dengan penuh kepastian.


"Gue...salut ama..loe bro "ucap Ifan yang banyak curhat ,malah yang jadi tempat curhat lebih dulu mau sampai finis untuk ke gerbang pernikahan dalam hubungan.


"Biasa aja..cuma..."Renda menghentiKan ucapannya.


Semuanya saling tatap penasaran dengan ucapan Rendra yang menggantung.


"Cuma apa bro...jangan bikin kita semua penasaran " ucap Alfa menggoyang tangan Rendra.


"Proses menemukan dia yang makan waktu, baru-baru ini baru ketemunya dan langsung akan menuju halal " Rendra menunduk mengingat waktu yang telah lewat saat belum ketemu Candy.


"Seberapa lama...memangnya bro "Farel kepo ingin mendengarkan penjelasan Rendra.


"Dari lulus SMA sampe satu tahun ini kurang lebihnya" Rendra tersenyum mengingat kebersamanya dengan Candy yang sangat ingin terus di ingatnya.


"Serius...bro selama ini tidak tergantikan " Panji menepuk pundaknya Rendra dengan tangannya menandakan kekagumannya.


"Ya...tidak terbersit sedikit pun untuk yang lain, hadir mengisinya "ucap Rendra masih mengingat mata indah Candy yang selalu menyimpan pesonanya.


"Apa dia seistimewa itu"ucap Farel serius mendengar penjelasan Rendra.


"Ya...sangat istimewa untukku sejak pertama melihat, dengan ketulusan nya hanya namanya yang pantas mengisi tempat itu"Rendra dengan tangan kanannya memegang dada sebelah kirinya sambil membayangkan wajar candy.


"Busyet....gue baru denger deh...kirain loe ga demen sama makluk manis tahunya, dalam diam loe...korbankan waktu sebegitu lamanya" Alfa yang bisanya diam ikutan ngomong.


"kalau gue...kaga kuat,bisa jadi sudah bikin koleksi dalam waktu sebegitu lamanya"Farel jawab dengan nyengir kuda.


"Ga...takut sia -sia untuk waktu yang terbuang percuma itu"ucap Ifan dengan mata menatap Rendra.


"Ga..lah yakin saja sama kekuatan do'a, dan terbuktikan"Rendra menjawab dengan senyum tanda bahagia.


"Tunggu kabar selanjutnya, Insyaallah ga lama ko" Rendra malu dengan apa yang di ucapannya.


"Loe...sendiri sudah siap bro?"Ifan dengan santai melihat Rendra malu.


"Ya...siap lahir batin menuju halal "ujar Rendra makin malu tapi serius dengan ucapannya.


Rendra bukan lelaki yang pandai untuk memperlihatkan rasa suka sama lawan jenisnya, hanya bisa menyimpannya dalam hati itupun, hanya untuk satu nama Candy Nur Aini yang selama ini telah di perjuangkannya bukan sedikit waktu yang telah dilewatkannya untuk mendapatkan seperti yang sesuai harapan dan keinginannya.

__ADS_1


Memang benar sekecil apapun usaha kita tidak akan sia-sia semua akan ada hasilnya hanya saja harus ada harga yang harus di bayar mahal untuk usaha itu yaitu kesabaran yang tidak berujung untuk hasil yang maksimal.


__ADS_2