
"Bahwasanya cinta yang bersih dan suci (murni) itu, tidaklah tumbuh dengan sendirinya harus ada perjuangan dan pembuktian di dalamnya" Rendra.
Hari ini hari yang tepat bagi Rendra untuk menyelenggarakan acara aqikah untuk anak laki-lakinya yang sudah diberikan nama yang baik dan indah dalam nama itu tersimpan harapan serta do'a untuk masa depan yang terbaik untuknya.
Azlan Calixto Hibrid (Anak laki-laki yang memiliki kelebihan dalam dirinya untuk kepentingan orang banyak), itulah nama yang Rendra berikan untuk putranya.
Keluarga sangat senang bisa melaksanakan acara aqikah dengan penuh rasa syukur kepada Sang pencipta telah memberikan amanah seorang putra ke pada Rendra untuk jadi penerusnya kelak.
Para tamu yang memberikan ucapan selamat begitu mengagumi keluarga kecil Rendra yang menurutnya sudah lengkap.
"Selamat...bro...sudah ada penerus" ujar Panji ke Rendra yang terlihat berkharisma dengan baju koko putihnya.
"Terimakasih...ya..alhamdulillah Allah mengabulkan do'a Honey..." ujar Rendra menjelaskan.
"Oh...gue..baru tahu yang pengen ternyata Mba..Can.." ucap Alfa dengan tersenyum.
"Memang...kenapa?" seru Ifan yang bingung mendengar ucapan Alfa.
"Kayak ga..tahu aja...siapa sih..Mba Can...si putri malu" goda Farel dengan berbisik dia berucap.
Serentak tawa pecah diantara kawan satu tim Rendra yang membuat tamu yang lain melihat ke arah kawan Rendra berkumpul, Panji menghentikan tawa kawan satu timnya.
"Stt...kita ga enak sama tamu yang lain" pinta Panji yang langsung di pahami oleh kawan satu timnya, hanya tawa yang tertahan yang terlihat dari mulut mereka.
Rendra hanya bisa tersenyum simpul memahami ucapan meraka yang maha benar dengan segala dalilnya tanpa harus ada penjelasan buat orang yang tidak begitu dekat dengan mereka.
Acara berlangsung begitu hikmat semakin membuat Rendra memahami tanggungjawabnya sebagai orang tua untuk kedua buah hatinya setelah mendengarkan tuntunan dari ustadz yang diundang memberikan tausiah di acara aqikah putranya.
Tamu yang memenuhi undangan telah meninggalkan kediaman keluarga besar Rendra hanya keluarga dari Papa Rendra dan Ayah Candy yang masih berbincang.
"Sesekali...bermalamlah di sini..Mas.." ujar Papa Rendra ke Ayah Candy.
"Terimakasih...bukannya saya menolak tapi..kasihan..mantuku siapa yang akan menjaga cucuku yang kecil pulang sekolah..bila tidak ada orang di rumah" ucap Ayah Candy ke Papa Rendra.
"Oh...iya...Mbanya juga kuliah" ucapnya mengerti alasan yang Ayah Candy sampaikan ke dirinya.
__ADS_1
Sesekali terdengar tawa diantara mereka yang menceritakan kelucuan dari tingkah yang dibuat oleh anak-anak mereka.
"Mas..salam dong sama calon ayah mertua" goda mas Rudi ke Indra yang kebetulan libur kuliahnya.
"Papa..." ucap Indra ke papanya dan menyalami tangan mas Dimas dan diciumnya sebagI tanda menghormati.
"Mas...apa bener Mas...serius ke mba..Nis..." tanya Rendra ke Indra yang terlihat sangat gagah dan makin handsome saja.
"Inshaallah ...om" ucapnya dengan penuh kesungguhan diperlihatkan dari raut mukanya yang tersenyum ramah.
"Mas harus bisa menyakinkan Mba Nis..dengan sepuh hati.." ucap Rendra yang terdengar sangat serius terdengar.
"Siap..Kapt...ijinkan Indra untuk bisa menyakinkan Nisrina buat teman masa depanku"ucap Indra bersungguh-sungguh.
"Bukan...cuma sama om...tapi lebih tepatnya...ayahnya..tuh.." ujar Rendra menunjuk ke Mas Dimas yang biasanya paling konyol saat ini lebih terlihat kalem hanya senyum yang dipaksakan diperlihatkan olehnya.
Andai saja Indra tahu isi hati ayahnya Nisrina tentang siapa dirinya mungkin akan lebih mudah menjelaskan siapa dirinya dan kenapa harus memilih sekolah di luar negeri yang identik dengan pergaulan bebas, mungkin akan menghilangkan rasa khawatir yang bersemayam dilubuk hatinya saat ini.
Mas Dimas ada rasa lega walaupun hanya sedikit sebab Nisrina saat ini tidak dapat memenuhi undangan Candy sebagai tantenya dikarenakan ada acara di kampusnya yang tidak dapat di ditinggalkannya.
"Nak..Indra..belum kenal siapa Mba Nis..kan?"ujar Mas Dimas yang tidak ingin terlihat penolakan dari dirinya.
"Dengan segala kerendahan hati...saya cukup tahu dari orang-orang terdekatnya saja..om" ujar Indra dengan sopan menjelaskan.
"Bukannya...tak kenal maka tak sayang" ucap Mas Dimas lagi tidak mau anaknya jatuh ketangan orang yang tidak bertanggungjawab.
"Benar...itu tapi saya secara pribadi akan lebih mengenalnya saat sudah dalam ikatan halal" ucapnya dengan tegas tapi sopan Indra menyakinkan Mas Dimas.
"Mas...siapkan dirimu dulu...untuk jadi yang terbaik di mata Mba Nis dan tunjukkan juga kalau Mas memperjuangkan Mba Nis sebagai bukti Mas yang paling pantas untuk Mba Nis...Mas..ok" perintah Rendra yang tidak ingin keduanya terluka.
"Ok...akan saya perjuangkan.." seru Indra dengan tanpa terlihat keraguan dari tiap ucapannya serta raut wajah yang tegas terlihat.
"Bagus...itu baru keponakan om...semangat ya..Mas" ucap Rendra dengan menepuk pundaknya menyemangati Indra tapi tidak bermaksud juga mengiyakan untuk mendapatkan Nisrina yang juga keponakan kesayangannya.
Rendra seperti flashback ke masa lalunya saat ingin memiliki Candy sebagai pendamping hidupnya banyak hal yang harus di lakukan bukan hanya pikiran tapi hati juga harus bisa di jaga sebagai pembuktian bahwa hanya dirinya yang pantas untuknya.
__ADS_1
Rendra tersenyum seorang diri dengan langkah akan meninggalkan tempatnya saat ini untuk mengambil sesuatu yang menurutnya penting yang ada di kamarnya.
Tapi tanpa Rendra tahu seseorang memperhatikan senyum miliknya dan saat keduanya bertemu.
"Seneng...amat Mas..." ujar Candy yang akan mengambil baju ganti buat putranya.
"Honey...ih sudah berani curi pandang ya.." ucap Rendra mengusap lembut ujung kepala Candy yang terlihat sangat manis mengunakan gamis yang bermotif bunga menambah ke imutan wajah ayunya yang semakin terlihat ke ibuan.
"Mas..." bisiknya manja semakin membuat Rendra ingin membawanya jauh ke langit ketujuh.
"Mas...tinggal dulu ya..." ujarnya dengan senyum mengoda Candy, yang di goda bingung apa maksud dari ucapan suaminya dan hanya menggelengkan kepala tanda ga paham.
Keduanya memang penuh misteri yang hanya keduanya yang mengerti yang lain hanya bisa melihat keduanya biasa saja, tapi itu lebih baik buat Rendra agar tidak banyak orang yang membicarakan siapa dirinya terutama istri tercintanya yang bukan bahan untuk digosipin.
Sebelum keluarga besar Candy pulang, Ayah banyak berpesan ke Candy yang membuat Candy sangat terharu.
"Cantik...ayah yakin..mama papa...nak Rendra sangat sayang sama cantik..pesan ayah jangan...sampai cantik menyakiti hati keduanya dengan sikap yang cantik lakukan...harus jadi pribadi yang mandiri dan taati semua apapun yang nak Rendra perintahkan sebab ayah tahu nak Rendra pasti memerintahkan hal baik..ya.cantik.." ucap ayah mendekap tubuh Candy yang masih berisi.
Dalam dekapan ayah Candy menangis bukan beban yang dia keluarkan hanya haru, ayah masih memperhatikan dirinya walaupun saat ini dirinya ada yang lebih bertanggungjawab atas dirinya.
"Yah...jaga kesehatan...Can..sayang ayah.." masih dalam dekapan ayah, Candy berucap.
"Sudah...lihat..Ainun..sepertinya ikut sedih.. jadilah..orang tua yang nyaman untuk anak-anakmu sebab cantik guru pertama dan terbaik buat mereka" ujar ayah dengan menangkup wajah putrinya yang tidak berubah masih terlihat imut walaupun sudah memiliki dua anak hanya sifatnya lebih keibuan.
"Ma...Ai..nakal ya...maafin..Ai.., Ai janji ga nakal lagi.." ucap Ainun yang tidak mau melihat Candy menangis.
"Ga..sayang..mama hanya tidak mau kakek pulang.." hibur ayah Candy ke Ainun.
"Oh..Ai..kira Ai..nakal jadi mama sedih.., kakek disini aja...biar mama ga sedih" ujar Ainun memegang tangan kakeknya meminta ke ayah Candy.
"Kasihan...Mba Nis..kalau kakek ga di rumah hanya berdua dengan mas Faris.." ujar Ayah menjelaskan ke Ainun.
★★Faris Miqdad Nazeeh ( kesatria penjaga yang menjauhi dari hal-hal yang tidak terpuji)★★ adik Nisrina.
Sepertinya Ainun mengerti dan hanya menghela napas panjang sebagai jawaban rasa kecewanya, Candy dan ayahnya mengerti dan memberikan ciuman di ujung kepalanya tanda sayang keduanya ke Ainun.
__ADS_1
Keluarga adalah lingkungan pertama bagi anak untuk mengenal selain dirinya sendiri itu yang pertama ayah terapkan ke diri Candy sebab diluar sana akan banyak hal yang tidak memberikan kenyamanan selain dari keluarga, ini ilmu yang Candy tidak di dapatkan dari bangku sekolah tapi dari kasih sayang keluarga yang dia miliki.