Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
46


__ADS_3

"Kita pasti memiliki alasan mengapa berjuang dan bertahan , maka pastikan semua karena Allah agar tidak ada hati yang lelah dan semangat yang tak gampang patah " Rendra.


Hari ini rutinitas seperti biasanya yang Rendra lakukan dalam lingkungan dinas dan rumah dinasnya, hampir sebulan ini Rendra di disibukkan dengan pengajuan pernikahan di kedinasannya saat ini, Candy diharapkan ke kedatangannya ke kantor Rendra untuk menemui Komandannya untuk menyelesaikan salah satu persyaratan pengajuan surat ijin nikah di kedinasannya, Rendra memerintahkan salah satu ajudannya untuk menjemput Candy sebab dia harus menghadiri satu rapat di batalyon yang lain yang tidak bisa di wakil kan.


"Honey....maafkan Mas tidak dapat menjemput" ucap Rendra lirih terdengar di telinga Candy.


Hanya anggukan kepala yang Candy berikan kepada Rendra, dan Rendra mengerti itu.


Candy memakai pakaian yang diatur protokol kedinasan Rendra sebagai persyaratan pengajuan untuk menjadi istri abdi negara, Candy hanya mengikuti saja persyaratan itu tanpa ada penolakan.


Di dalam ruangan Komandan saat ini Candy dan Rendra berada, Rendra memperkenalkan Candy kepada Komandan sebagai calon istri nya dan menyerahkan beberapa dokumen untuk pengajuan menikah.


"Oh...ini jadi calon mu dra" ucap Komandan dengan tangan menyalami Candy.


"Ya....siap...dan" ucap Rendra terdengar tegas di telinga Candy.


Candy hanya tersenyum melihat keduanya yang terlihat serius di mata Candy.


"Siap...jadi istrinya Rendra yang super sibuk dan siap ditinggalkan setiap saat" ucap Komandan serius dan tegas menurut Candy.


"Insyaallah...siap...cuma...ditinggalkan dinas siap, tapi ditinggalkan untuk hal yang tidak jelas tidak" ucap Candy terdengar biasa tapi dalam maksudnya.


Komandan dan Rendra tertawa kecil menurut mereka Candy cukup pintar dan cerdas dalam hal ini untuk menjawab.


Komandan membaca dokumentasi yang Rendra bawa sebagi persyaratan pengajuan nikahnya, Komandan menggelengkan kepala menurutnya pantas Candy bisa menjelaskan pertanyaan yang hanya bisa saja tapi penjelasannya yang perlu pemahaman, dan Candy punya nilai plus menurut Komandan.


"Ok...Can..kamu pantas untuk diperjuangkan seorang Rendra " ujar Komandan yang sekarang terdengar santai.


"Maaf...Pa...saya hanya seorang Candy tidak pantas untuk diperjuangkan" Candy merendahkan diri.


"Kenapa..., harusnya kamu bangga di perjuangkan oleh seorang Rendra yang berpangkat Kapten " Komandan penasaran dengan ucap Candy.


"Saya hanya gadis biasa yang tidak memiliki kelebihan dalam diri saya, tidak ada sesuatu yang istimewa menurut saya" ucap Candy masih dalam kerendahan hatinya.


"Kamu...tahu...Can...ini yang membuat seorang Rendra berani memperjuangkan mu" Komandan dengan suara seperti bapa yang menasehati anaknya.


"Kerendahan hatimu, karirmu, ketaatan yang kamu perlihatkan ini didikan yang baik yang orangtuamu berikan dan ini yang membuat Rendra berani untuk hal ini" Komandan menjelaskan ke Candy.


Candy hanya diam tidak menjawab atas sanjungan dari Komandannya Rendra, yang menurutnya dia hanya gadis biasa saja.


Rendra yang ada di antara mereka hanya tersenyum melihat Candy yang terlihat malu tapi bisa menyesuaikan diri dengan protokol kedinasannya.


"Selamat untuk kalian berdua terus berjuang bersama dalam segala hal jangan pernah menyerah pertahankan terus hingga maut memisahkan " ucap Komandan menepuk pundak Rendra Candy yang akan keluar dari ruangan Komandan.


"Siap...laksanakan dan"ucap Rendra dengan tangan memberikan hormat.


Candy hanya mengaggukan kepala dengan senyumnya terbaiknya yang dimilikinya.


Rendra membawa Candy masuk kedalam ruang dinasnya, yang terlihat rapi dan bersih yang membuat Candy kagum, tapi tidak beberapa lama Rendra mengajaknya ke rumah dinasnya.


Dalam perjalanan ke rumah dinas Rendra melewati beberapa wanita-wanita yang berseragam yang sama seperti Candy, hari ini istri-istri dari kedinasan Rendra akan melakukan kegiatan rutinnya seperti biasa.


"Pagi...Kapt..."sapa salah satu dari mereka sopan.


"Pagi...maaf...ini kenalkan calon istri saya" ucap Rendra sopan ke istri-istri rekan dinasnya.


Candy mengulurkan tangannya untuk bersalaman ke mereka memperkenalkan diri dengan ramah dan sopan.


Setelah berpamitan keduanya melanjutkan perjalanan ke rumah dinas Rendra, Candy dipersilakan masuk, lagi-lagi Candy di buat kagum seorang Rendra dengan apa yang dilihatnya semuanya tertata rapi sesuai letaknya membuat nyaman dan betah.

__ADS_1


"Honey...tunggu Mas berganti baju santai dulu...ok" ucap Rendra membiarkan Candy duduk di ruang tamu rumah dinasnya.


Seperti biasanya Candy tidak banyak bersuara hanya tersenyum mewakili jawabannya.


"Assalamualaikum..Kapt...oh...maaf" ucapan dari salah satu tetangga rumah dinas Rendra yang melihat pintu rumah dinas Rendra terbuka.


"Waalaikum salam...maaf Mas Rendra ada didalam " jawab Candy yang bangun dari duduknya.


Rendra keluar dari dalam kamar nya dan menanyakan ada suara seseorang yang mencarinya.


" Ya...Honey...sebentar " ucap Rendra yang sudah rapi dengan baju santai nya.


"Oh...Ibu...ada yang bisa saya bantu" ucap Rendra sopan ke tamu nya yang salah satu tetangga dirumah dinasnya.


"Ini mau kasih kue...coba in resep baru" ucapnya dengan memberikan piring berisikan kue bikinannya.


"Terimakasih kasih..sudah merepotkan " ucap Rendra sopan.


"Maaf...ini calon istri saya perkenalkan " Rendra menjelaskan dengan sopan.


Candy dan ibu itupun saling bersalaman memperkenalkan diri masing-masing, dan ibu itu berpamitan pulang.


"Mas...siapa yang akan makan sebab Mas mau pergi antar Can...kue itu cepat basi" ucap Candy menjelaskan.


Rendra menelpon ajudannya, tidak beberapa lama ajudan datang dan menerima tugas dari Rendra untuk menghabiskan makanan pemberian Rendra.


"Mas...kasihan..tahu..kekeyangan dia" ucap Candy dengan senyumnya melihat ajudan Rendra dengan mulut penuh makanan.


"Katanya takut basi gimana sih" ucap Rendra datar tapi lucu juga melihat ajudannya makan.


"Siap...Kapt...habis" ajudan Rendra memegang piring yang sudah kosong.


Sepeninggal ajudan Candy tertawa dengan menutup mulutnya tampa henti, Rendra heran melihat Candy yang tidak seperti biasanya.


"Honey...you...ok" ucap Rendra dengan heran.


Candy tidak dapat menjawab masih dalam tawanya, mengingat tingkah ajudan Rendra yang mau saja disuruh menghabiskan semua makanannya tanpa jedah harus detik itu juga habis dan tanpa penolakan.


"Masih mau di sini " Rendra bertanya dengan duduk disamping Candy.


"Ga...Ayah nanti marah..." ucap Candy dengan rasa takut yang ditunjukan.


"Kalau nanti udah halal mau tinggal di sini " Rendra dengan muka mengoda.


"Ih....Mas..Can..Malu" Candy menunjukkan muka malunya.


" Kenapa harus malu Honey....ini Mas loh" Rendra mengusap kepada Candy yang tertutup hijab.


"Mas...yuk..." Candy mengajak pergi dari rumah dinas Rendra.


"Kemana...kepelaminan tunggu lagi proses" Rendra mengoda Candy.


"Ih...Mas"Candy makin malu di goda Rendra.


"Iya....yuk..." Keduanya melangkah keluar dan menuju mobil Rendra.


"Cie...cie...yang menuju halal " goda Ifan yang kebetulan lewat depan rumah dinas Rendra.


"Hai...bro dari mana?" ucap Rendra yang mau membukakan pintu untuk Candy.

__ADS_1


"Ketempat Kapt..."Ifan menyerahkan undangan dari tangan nya.


"Mohon kehadirannya" ucap Ifan yang akan memasuki gerbang pernikahan.


"Siap...insyaallah hadir " Rendra yang siap meninggalkan Ifan.


"Maaf tidak bisa lama, harus antar Honey pulang" Rendra menjelaskan.


"Ya...siap...hati-hati Kapten .." ucap Ifan dan memberikan senyum ke Candy.


Hanya anggukan kepala yang Candy berikan ke Ifan tanda mengiyakan dan berpamitan.


Dalam mobil Candy hanya diam memainkan benda pipi miliknya tampa mengaktifkannya, terdengar lagu dari radio yang ada di mobil Rendra dari gruop yang terkenal lagunya bikin baper bagi yang punya rasa sama seseorang.~******Kahitna~ ♡Cerita Cinta♡


Hiey yee iyee inter ye ye ye ye


Heey inter iyee iyee


Berawal dari mata, indah senyuman*


mengapa harus resah


Berawal tatap mata, hangatnya sapaku


mengapa jadi gundah


Tak kusangka kita sama


Telah menyimpan getar cinta


**Iyee


***Biar cinta gelora didada


Biar cinta memadukan kita oh


Cerita cinta yang pertama ku rasa


Jangan pernah akhir cerita cinta kita


Kini rindu yang ku punya hanya untuk mu


hanya pada mu*


Apabila kita memang mesti bersatu


mengapa harus ragu***


"Honey...boleh Mas minta sesuatu " ucap Rendra lembut masih terdengar suara lagu mengalun.


"Ya...tapi ga..yang aneh kan..."Candy meremas jari tangannya sendiri dengan rasa yang...aneh.


"Ga..usah mikir yang aneh-aneh Honey...Mas tahu itu, Mas cuma....mau...Honey ga malu saat bersama Mas itu..ko" ucapan Rendra memberikn di tiap katanya membiarkan imajinasi Candy jauh entah kemana.


"Can....belum biasa Mas" ucap Candy menunduk.


"Honey...liat Mas...memang ga kepengen liat muka Mas banyak loh...yang mau diliatin Mas...ini yang didekat Mas malah nunduk aja apa semenarik itu di bawa sana, hingga yang handsome di cuekin "goda Rendra yang masih fokus ke jalan.


Saat ini Candy masih belum terbiasa dengan segala hal berhubungan dengan Rendra, tapi hati Candy mulai menerima kehadirannya dengan senyumnya, kejailannya entah apalagi yang membuat makin nyaman bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2