Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
31


__ADS_3

"Waktu adalah guru yang baik, bagi sebagian orang. Waktu juga membuat seseorang berubah dan Waktu pula yang mempertemukan " Candy berbicara dalam batinnya.


Dalam perjalanan ke rumah Ayah seorang Rendra tidak menampak ada rasa takut, nervous, apalagi grogi yang tampak nyata hanya sesekali tersenyum dengan fokus ke jalan yang di laluinya sesekali melihat Candy dengan benda pipinya entah apa yang di lihatnya.


Di Rumah Ayah


Rendra turun terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil, seorang gadis manis turun dari dalam mobil Rendra siapa lagi kalau bukan Candy sebab Rendra tidak pernah mempersilakan gadis manapun naik mobilnya, gadis yang pertama kali di ajaknya hanyalah Candy .


Di depan pintu masuk rumah Candy dan Rendra mengucapkan salam dan terdengar balasan salam dari dalam rumah, suara seorang perempuan yang seumuran Candy yang terlihat sedang hamil dari perutnya yang nampak membesar.


Ada banyak pertanyaan di dalam pikiran Rahma namun yang belum bisa di tanyakan ke Candy sebab ada seorang lelaki yang saat ini bersamaannya.


"Masuk..." Rahma mempersilahkan keduanya masuk ke dalam.


"Terimakasih..."jawab Rendra dengan ramah.


Setelah mempersilakan Rendra duduk, Candy meninggalkan Rendra, Candy sendiri masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian, dan mendekati Rahma yang sedang membuatkan minuman untuk Rendra.


Tidak beberapa lama seorang lelaki paru baya mendekat ke arah Rendra yang saat ini duduk di ruang tamu seorang diri.


"Oh....ada tamu" tangan Ayah menyalami Rendra dengan memperkenalkan diri sebagai Ayahnya Candy, Rendra membalas dengan mencium punggung tangan lelaki itu dengan memperkenalkan diri juga .


Candy berjalan dari dapur menuju ruang tamu dengan membawa minuman dan beberapa makanan ringan.


Candy melihat tidak ada aura ketegangan dari keduanya yang nampak hanyalah ke keakraban dari keduanya dalam pembicaraan yang cukup dirasa seru.


"Silakan di minum Mas"Candy mempersilakan Rendra menikmati minuman dan makanan yang disediakan Candy, dan menghentikan keakraban Ayah Candy dan Rendra.


"Terimakasih " jawab Rendra singkat.


Ayah langsung menanyakan tujuan kedatangan Rendra ke rumahnya dengan sopan tanpa mengintimidasi.


"Maaf...ke datang saya secara pribadi mengganggu kenyamanan keluarga bapa" Rendra bicara dengan suara formal tapi sopan.


"Saya pribadi Rendra Himawan Wijaya secara sadar ingin melamar Candy Nur Aini anak bapa Ahmad Hidayat untuk jadi pendamping hidup saya secara halal, saya tidak memiliki apa-apa hanya cinta yang tulus dan siap bertanggungjawab untuk kehidupannya kedepan, mohon di terima lamaran saya dengan kerendahan hati saya memohon" Rendra menyampaikan keinginannya kepada Ayah Candy.


Ayah Candy bukanya menjawab, beliau menghapus air matanya yang tidak terasa keluar dari matanya, Ayah Candy terharu mendengar pernyataan Rendra yang benar-benar hanya lelaki sejati yang bisa melakukan hal seperti itu.


"Nak...Rendra tahu siapa Candy, dia hanyalah seorang anak biasa yang tidak memiliki kemampuan apa-apa, bagaimana akan bisa mendampingi nak..Rendra" Ayah menjelaskan keadaan Candy agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.

__ADS_1


"Maafkan saya pa, saya juga tidak memiliki kemampuan apa-apa, tapi saya berjanji akan belajar dan mengajarinya untuk jadi dua pribadi yang saling mendukung" Rendra menjawab dengan sopan .


"Apa jaminanannya agar saya dapat menerima lamaran nak Rendra " Ucap Ayah tegas dan bertujuan menguji Rendra.


"Jaminannya saya akan memberikan kebahagian semampu dan sebisa mungkin saya memenuhinya "jawab Rendra tegas dan sopan.


Ayah Candy semakin yakin anaknya mendapatkan pasangan yang bisa membawanya kearah yang baik di kemudian hari, dari caranya bisa menyakinkan Ayahnya.


"Maaf...Ayah bisa tanya, nak Rendra bisa baca Al-Qur'an "Ayah masih dengan keingin tahuannya agar tidak salah mencarikan jodoh anak gadisnya.


"Insyaallah, bisa ...boleh saya melafalkannya " Rendra dengan kerendahan hati.


Rendra pun melafalkan bacaan al-Qur'an yang dipilihnya surat al-Rahman dengan suara yang indah dan bacaan yang baik hingga selesai.


Ayah dan Candy dibuat takjub dan kagum sama kepribadian Rendra yang mendekati sempurna.*** Nikmat mana yang engkau dustakan ***


Ayah merasa tidak adil bila Rendra saja yang diminta keseriusan dalam hubungan yang akan dijalaninya, kini giliran Candy yang Ayah tanya tentang keseriusan Candy.


"Cantik...boleh Ayah tanya" ucap Ayah dengan lembut tapi serius.


Rendra hanya sebagai pendengar dan melihat apa yang dilakukan seorang Ayah kepada anak gadisnya.


"Apa yang akan Cantik berikan kepada nak Rendra jika kelak jadi Istrinya" ucap Ayah menatap Candy dengan kasih sayang.


"Can...hanya punya cinta yang tulus, kasih sayang dan kesetiaan " ucap Candy menunduk malu dipandangin Rendra.


"Apa jaminan Cantik untuk nak Rendra " ucap Ayah tegas.


" Menjaga kesetiaan yang telah diberikan untuk Can.."Candy hanya bisa menahan rasa haru di dadanya.


Rendra yang mendengar itu, merasa beruntung tidak hanya akan mendapatkan anak gadisnya tapi seorang Ayah mertua yang telah berhasil mendidik anaknya.


Ayah Candy melakukan tindakan yang adil menurut Rendra, walaupun hanya sekedar sesi tanya jawab santai.


"Nak Rendra Ayah terima lamaran secara pribadinya " ucap Ayah memeluk Rendra.


"Mulai sekarang jangan panggil bapa, panggil Ayah" ujar Ayah melepaskan pelukannya .


"Ayah boleh minta sesuatu dan janji nak Rendra "ucap Ayah terdengar tegas dan penuh penekanan.

__ADS_1


"Boleh dan Rendra berjanji" jawab Rendra tegas.


"Setiap rumah tangga tidak ada yang tanpa ujian, jika dalam ujian itu kalian tidak lulus dan sampai hilang rasa sayang diantara kalian Ayah mohon,※※ Seperti saat ini nak Rendra meminta anak Ayah untuk jadi teman hidup dengan cara terhormat di depan Ayahnya, demikian juga bila garis jodoh tidak ada lagi kembalikan anak Ayah dengan terhormat juga dengan tangan Ayahnya akan menerimanya kembali ※※ ~ Jangan sampai di tinggal dipinggir jalan, apalagi sampai usir dari rumah suaminya ~ Ayah menegaskan tiap baris kalimatnya.


"Insyaallah, Rendra berjanji akan menepati tiap janji yang Rendra ucapkan dan tidak akan menyia-nyiakan orang yang Rendra cintai dan sayangi dengan segenap jiwa da raga Rendra" ucap Rendra dengan meraih tangan Ayah dan memeganginya erat.


Candy sendiri terhanyut dalam haru biru melihat kedua lelaki yang satunya adalah Ayah tercinta, cinta pertamanya dari sosok laki-laki yang sangat baik dalam pendidikannya dan lelaki yang satunya lagi akan jadi partner hidup yang entah sampai kapan akan terus mendampinginya.


"Insyaallah,...secepat saya akan melamar secara resmi bersama keluarga besar saya" ucap Rendra tegas dan formal ke Ayah Candy.


"Ayah...akan tunggu kabar baik itu datang " ujar Ayah dengan serius terdengar.


Ayah berpamitan untuk ke kamar dan Candy pun memanggil Rahma untuk menemaninya agar tidak berduaan, membuat Candy tidak nyaman.


Candy memperkenalkan Rahma kepada Rendra, mereka saling bercerita dari serius sampai yang lucu.


Sampai tidak terasa waktunya kepulangan Mas Dimas dari rutinitas hariannya.


Setelah membersihkan diri Mas Dimas ikut bergabung dengan kami.


Mas Dimas orang yang sangat mudah bergaul jadi mudah banget dekat dengan siapa pun.


"dra...enak ya...kalau dinas di perbatas, separuh badan kita di negara kita separuhnya lagi negara tetangga " ucap Mas Dimas konyol.


"Ga...gitu..juga Mas"ujar Rendra santai.


"Bisa cuci mata di daerah perbatasan ya...pasti orang-orangnya beda sama kita kan" tanya Mas Dimas.


"Mas...mau cuci mata apa mau mati, yang ditemui cuma monyet, harimau, ular segede pohon kelapa sama hutan belantara" Rendra menjelaskan.


"Aku kira ada tempat asyik-asyik gitu"Ujar Mas Dimas dengan santainya.


"kepengen telpon aja susah sinyal kalau pun ada harus berebutan pohon sama monyet, untuk dapat sinyal " Rendra menjelaskan.


Serentak semuanya ketawa, mendengar apa yang baru di ucapkan oleh Rendra.


Rahma merasakan bayi dalam perutnya menendang, Mas Dimas yang melihat itu mendekat disamping Rahma dan mengusap lembut dan berbicara dengan anaknya dengan suara lembut seorang Ayah.


"Ade mau ikut gabung ya...sabar ya...nanti sudah waktunya baru boleh, sekarang bobo manis aja dulu kasihan bundanya kesakitan ya...sayang" ucap Mas Dimas lembut sambil mengusap perut Rahma.

__ADS_1


Rendra yang melihatnya hanya tersenyum, matanya melirik Candy, Candy hanya menunduk malu melihatnya.


__ADS_2