Pemilik Mata Indah

Pemilik Mata Indah
202


__ADS_3

..."Rahasia kebahagiaan ada tiga hal sabar, bersyukur dan ikhlas atas semua yang sudah Allah berikan pada kita tinggal bagaimana kita mengambil hikmah dari hal itu " Rendra....


Sudah beberapa hari yang lalu Rendra kembali dari pondok dan sudah seperti biasa menjalankan tugas rutinnya begitu juga dengan Andika dan Azlan semua sudah kembali berdinas seperti biasanya.


Hanya saja hari ini dia akan berkunjung ke rumah sakit ada salah satu kawan dari divisi lain terbaring sakit dan dirawat.


Selepas pulang kerja Rendra akan ke rumah sakit dan ditemani oleh ajudan seperti biasa yang menemaninya.


Langkah tegap Rendra dan ajudan menelusuri lorong rumah sakit, dan menuju ruangan dimana kawan dinasnya di rawat yang kebetulan ditemani istrinya dan Rendra membawa bingkisan sebagai buah tangan.



Bincang santai dengan kawan dinasnya yang sudah terlihat lebih baik hanya butuh istirahat terlebih dahulu agar lebih membaik lagi kondisinya, ajudan Rendra hanya sebagai pendengar saja hanya sesekali ikut tersenyum bila ada bincang yang terdengar lucu dari keduanya begitu pun dengan istri kawan Rendra yang setia menemani selama dalam perawatan.


Di ruangan berbeda Andika juga berada di rumah sakit yang sama, dia ada keperluan menjenguk salah satu kawan dinasnya yang isterinya melahirkan dan Nasyauqi tidak bisa ikut serta karena waktu yang tidak memungkinkan dia ikut.


Hanya titipan dari Nasyauqi untuk baby berupa parsel yang dibawanya saat ini.



Andika seorang diri tidak ditemani ajudannya yang kebetulan juga ada keperluan yang lain dan waktunya memang selepas pulang kerja, Andika juga membawa parsel lain sebagai buah tangannya saat ini.



Tidak banyak yang Andika dibincangkan sebab baby terlihat rewel dan Andika tidak ingin menggangu waktu istirahat istri kawan dinasnya, hingga dia berpamitan udur diri lebih awal dan saat ini dia berjalan melewati beberapa ruangan dan tanpa di duga bertemu Rendra.


"Assalamualaikum..pa.." ucap Andika dan mencium serta bersalaman dan memeluk Rendra begitu pun pada ajudan Rendra mendapatkan perilakuan yang sama dari Andika.


"Waalaikum salam.." balas Rendra dan ajudan bersamaan dan membalas perlakuan Andika dengan sayang.


"Siapa yang sakit.." tanya Rendra ingin tahu.


"Tidak sakit..pa..tapi kelahiran baby.." balas Andika menjelaskan.


"Papa..membesuk..siapa.." tanya balik Andika.

__ADS_1


"Kawan dinas..mas sendiri.." tanya Rendra seperti mencari seseorang.


"Oh..iya..pa..ruhi..takut lelah sebab sudah cape di toko..pa.." Andika menjelaskan pada Rendra.


Bincang keduanya terhenti sebab terdengar suara seseorang memanggil Rendra yang masih asing menurut Rendra.


"Mas..mas..mas Rendra.." panggilnya dengan suara hampir parau.


Tidak beberapa lama seseorang itu makin mendekat dan menjabat tangan Rendra begitupun dengan ajudan juga Andika bergiliran mendapatkan salam dari lelaki paru baya itu.


"Gimana kabar..mas" tanya lelaki paru baya itu yang terlihat sudah lebih baik.


"Alhamdulillah baik seperti yang bapak lihat.." balas Rendra sopan dengan senyum ramah seperti biasa dia berikan.


"Ada keperluan apa..mas.." tanya lelaki itu ingin tahu.


"Menjenguk kawan..pak.." Rendra menjelaskan.


"Bagaimana putri dan istri bapak.." Rendra tanya balik pada lelaki itu.


"Syukurlah kalau lebih baik..boleh..tidak menggangu waktu saya..pak.." Rendra dengan santai mengikuti langkah lelaki itu menuju ruangan dimana keduanya dirawat.


Dalam ruangan yang Rendra lihat seorang wanita muda yang usianya hampir sama dengan Nisrina dan seorang lagi sudah paru baya yang dulu meminta pertolongan pada Rendra dan Andika.


Wanita muda itu masih dengan perban yang membungkus kepalanya hingga tidak terlihat rambutnya sebab bekas luka operasinya, berbeda dengan ibunya yang hanya terlihat perban di dahinya itupun tidak besar.


"Mami..ini..mas yang membantu mami dan ini putranya yang mendonorkan darah buat mami.." lelaki itu memperkenalkan Rendra juga Andika pada istrinya, dan memperkenalkan juga pada putrinya yang kebetulan dirawat diruangan yang sama.


"Sayang..ini..mas Rendra yang membantu dan mendonorkan darah padamu saat di operasi beberapa hari yang lalu.." jelasnya dengan mempersilahkan putrinya menyalami Rendra.


"Gladis.. terimakasih pak.." ucapnya dengan sopan.


"Rendra..papanya Ainun..panggil om saja.." balas Rendra dengan tersenyum ramah.


Gladis langsung bersujud di kaki Rendra setelah mendengar nama Ainun diucapkan oleh Rendra yang telah memberikan kehidupan baru lewat darah yang mengalir di tubuhnya, yang membuat semua yang ada diruangan bingung juga terkejut dengan pemandangan yang saat ini di lihatnya.

__ADS_1


"Maafkan..saya..om..yang sudah menghilangkan putri om..maafkan saya..om.." tangis Gladis dengan mencium kaki Rendra.


"Sudah..lah putri saya sudah tenang dengan kehidupannya, memang apa yang telah Gladis lalukan pada putri saya.." Rendra ingin Gladis menjelaskan alasannya.


Rendra sudah membantu Gladis duduk di ujung tempat tidurnya dan menjelaskan alasannya dengan menangis dan makin bersalah karena Rendra begitu tulus dan tidak terlihat di wajah gagahnya kemarahan juga dendam padanya.


Gladis mulai menceritakan kronologis kejadian dari awal dia mengenal Rafiq sebagai kakak kelasnya di sekolah menengah atas dimana dia dan Rafiq satu sekolah.


Flasback


Gladis ada gadis yang ceria hanya saja dia tidak pandai bergaul sebab dia tinggal di lingkungan elit yang hanya berteman dengan asisten rumah tangga orang tuanya sebab baik orang tua dan kedua kakaknya sibuk dengan bisnis juga studynya hingga dia merasa sendiri dimasa-masa dia ingin menemukan jadi dirinya.


Dengan bertambahnya usia dia mulai merasakan jatuh cinta pada lawan jenis, hadirlah sosok Rafiq yang tampan dan aktif di sekolah yang jadi idola kaum hawa membuat dirinya ingin mengenalnya tapi sayang di sekolah itu ada sekelompok siswi yang ternyata mengidolakan Rafiq yang sepertinya melarang siapapun menaruh hati pada Rafiq.


Gladis yang cantik, modis tapi sayang dia pendiam hanya bisa menjadi pengagum rahasia Rafiq tanpa sengaja meninggalkan buku hariannya disalah satu sudut taman di sekolah dan buku itu di temukan oleh salah satu kelompok siswi itu dan dari situ awal semuanya di mulai.


Dalam buku hari itu dia banyak menulis apa saja yang dilihatnya yang berhubungan dengan Rafiq sebagai pengagum rahasianya dari Rafiq yang bermain basket, menjadi pemimpin upacara, aktif di paskibraka dan berbincang santai dengan kawan-kawannya.


Rafiq adalah dunianya hingga semuanya indah menurut Gladis sampai ada suatu momen dia bisa bersama Rafiq yang sama-sama menunggu jemputan di halte sekolah saat hujan lebat, betapa bahagianya Gladis bisa sedekat itu dengan Rafiq yang tidak mengenalnya hanya dia tersenyum ramah walaupun tidak ada kata yang terucap dari bibir Rafiq tapi baginya itu senyum termanis Rafiq yang pertama dilihatnya.


Gladis selalu menulis tiap momen dalam buku hariannya walaupun hanya sekedar halunya semata tapi baginya sesuatu yang membuat senang dirinya yang tanpa kawan.


Isi dairy Gladis.


~ Sunny itu nama yang ku berikan untuk mu, sebab dirimu menghangatkan hari-hariku, senyum dan sebaris gigi rapimu membuat seisi duniaku berwarna tapi sayang..kau tak pernah tahu apakah kau suka padaku?, tiap kali ku berdoa berharap kau suka padaku...sunny..sunny mana sunnyku..~.


Tanpa disadari hari itu hari yang begitu menyakitkan buat Gladis yang pulang dengan jemputan terlambat datang dan satu kelompok siswa mengambil kesempatan itu.


Gladis di tanya dan di interogasi seperti orang yang telah melakukan kejahatan yang berhubungan dengan negara, dia bukan hanya di maki-maki saja tapi juga dihajar hingga luka lebam dan ditinggalkan begitu saja dengan buku harian yang sudah dirobek-robek oleh mereka.


Dan keluarga tidak ada yang mengetahuinya hanya asisten rumah yang mengetahuinya dan di minta tutup mulut oleh Gladis.


Dari situ Gladis berubah jadi orang baru yang tidak di ketahui oleh orang terdekatnya baik orang tua maupun kedua kakaknya, hanya orang suruhan papa yang setia yang tahu perubahan dari Gladis yang selalu di minta tolong untuk beberapa hal yang dia minta tanpa penolakan dari Gladis yang sudah berubah jadi monster dari pribadi yang tersakiti.


~Note~

__ADS_1


Untuk melanjutkan titik terang soal Gladis episode berikutnya.🙏💕


__ADS_2