
..."Carilah tempat dimana kamu di hargai bukan di butuhkan, karena banyak yang datang karena butuh bukan untuk menghargai" Rendra....
Tanggal cantik hari ini sangat bersejarah untuk Rendra dan Candy yang kebetulan dalam perjalanan pulang dari menghadiri wisuda Azlan di AKMIL.
Nasyauqi ingin memberikan kejutan buat kedua orang yang sangat di cintanya, di tanggal ini keduanya mengikrarkan janji suci untuk menjadi halal, Nasyauqi sangat sibuk hingga lupa dirinya sedang hamil.
Ruang masuk utama dihias sesuai maunya Nasyauqi yang dibantu oleh asisten rumah neneknya, hingga ruang masuk terlihat tidak seperti biasanya.
Tidak hanya ruang masuk saja yang dihias ruang makan keluarga juga disulapnya dengan hiasan dan kue-kue juga makanan yang Nasyauqi sendiri yang membuatnya.
Kedua orang tercinta yang merayakan ulang tahun pernikahan tidak mengetahui kalau di dalam rumah putri tercintanya telah menyiapkan kejutan.
Terdengar suara salam dari balik pintu utama rumah mega milik kakek tercintanya, Nasyauqi berdiri dibalik pintu dengan membawa buket bunga mawar putih yang sangat di sukai mama tercintanya.
"Assalamualaikum.." ucap keduanya dengan mendorong pintu.
"Waalaikum salam.." balas Nasyauqi bersama nenek tercintanya, dengan tangan Nasyauqi memberikan buket bunga pada mamanya.
"Selamat..hari ulang tahun pernikahan mama papa.." ucap Nasyauqi mencium pipi mama papanya dengan haru mamanya memeluknya.
"Terimakasih..sayang.." ujar mamanya senang dan terharu.
"Terimakasih...mba.." balas papanya juga dengan mengusap lembut kepalanya.
Begitu juga dengan mama Rendra memberikan ucapan serta do'a pada keduanya, Rendra dan Candy memberikan balasan terimakasih atas ucapan dan do'a pada mama tercintanya.
Rendra dam Candy begitu terkejut melihat kedalam rumah dengan dekorasi yang dibuat menjadi suasana perayaan pesta yang meriah padahal hanya keluarganya saja dan asisten rumah yang turut merayakan, menurut Rendra terbayang betapa lelahnya Nasyauqi menyiapkan semua ini dalam kondisi hamil Rendra jadi khawatir.
__ADS_1
Andika menjelang petang datang dari tempat dinasnya yang terlebih dahulu mengecek toko sebagai rutinitas Andika setelah pulang dinas sebab Andika tidak ingin Nasyauqi terlalu lelah dalam kondisi hamil saat ini yang masih tergolong masih rawan dalam kehamilan semester awal ini.
Setelah makan malam bersama Nasyauqi masih memberikan kejutan untuk mama papanya di taman belakang yang telah dia siapkan untuk semua penghuni rumah kakeknya tanpa terkecuali, dia menyiapkan home teater mini di taman belakang dan film yang akan di tonton bersama adalah tentang film awal pernikahan papa mamanya serta film perayaan setiap hari ulang tahun pernikahan hingga hari ini serta film komedi yang jadi kegemaran keluarga besarnya.
Kejutan Ini benar-benar membuat Rendra dan Candy terharu sebab keduanya sudah melewati momen-momen itu dari paling bahagia, romantis bahkan banjir air mata sudah keduanya lalui dengan penuh kesabaran dan ikhlas menjalaninya.
Canda tawa terlihat dari seluruh penghuni rumah kakeknya tanpa terkecuali asisten rumah tangga juga supir terkecuali satpam yang tetap berjaga didepan.
Andika yang duduk di dekat kakek sedikit terkejut melihat Nasyauqi yang merapikan bajunya, sebab terlihat noda merah di belakang bajunya.
"Ruhi...kenapa..dengan bajunya.." tanya Andika yang menghampiri Nasyauqi.
Nasyauqi diminta berdiri oleh Andika dan ternyata benar Nasyauqi mengalami pendarahan yang membuat Rendra panik begitu juga dengan Andika.
Nasyauqi langsung dibawa ke rumah sakit yang didampingi oleh Candy yang duduk disebelah Rendra yang mengendarai mobil, Andika sendiri duduk disamping Nasyauqi yang terlihat santai saja tapi orang terdekatnya yang khawatir.
Nasyauqi langsung masuk kedalam ruangan UGD dan kebetulan juga Rena berdinas dan langsung ditangani oleh Rena, dan hasilnya sangat membuat orang terdekat Nasyauqi merasa bersalah yang telah membiarkan dirinya terlalu lelah di kehamilannya yang masih terlalu muda ini.
Rendra dan Candy yang melihat itu ikut bersedih dan terharu begitu sayangnya Andika pada putrinya bukan menyalahkan putrinya tapi menyalahkan dirinya sendiri yang tidak bisa menjaganya hingga dia kelelahan.
Masih dalam harunya Andika yang saat ini selesai sholat dalam do'anya dia meminta maaf kepada pemilik hidup bahwa dirinya belum bisa jadi suami yang baik hingga istrinya harus kehilangan buah hati yang diharapkan kehadirannya oleh keduanya.
Rendra yang kebetulan akan masuk tidak tahan dan membatalkan niatnya untuk masuk dia memilih nangis di luar betapa beruntungnya dia mendapatkan seseorang yang begitu bertanggungjawab pada putrinya, bukan hanya pada dirinya sebagai orang tuanya Andika bertanggungjawab tapi pada pemilik hidup dia mempertanggungjawabkan putrinya ini diluar pemikirannya selama ini.
"Ya..rob..terimakasih telah kau kirim lelaki yang terbaik untuk putriku.." dalam tangis Rendra berucap dan usapan lembut yang mengejutkan dari Candy menambah haru Rendra.
"Honey..kita tidak salah pilih..untuk putri kita.." ucap Rendra yang memeluk Candy.
"Iya...mas..beruntungnya kita.." balas Candy menenangkan Rendra yang malam ini terlihat sangat melo.
Rendra dan Candy di minta untuk pulang oleh Andika sebab keduanya baru saja kembali dari perjalanan kurang baik untuk istirahat di rumah sakit itu permintaan Andika soal Nasyauqi dia yang akan menjaganya, tapi Rendra tidak ingin Andika sendiri Rendra meminta salah satu asisten rumah mamanya yang laki-laki menemani bila Andika ada kepentingan lain untuk bergantian menjaga dan Andika pun menyetujui permintaan Rendra.
__ADS_1
Tidak beberapa lama selepas kepulangan Rendra dan Candy, Nasyauqi tersadar dan terlihat ada rasa nyeri yang dia rasakan dari perutnya Andika tahu itu, dan bertanya dimana kedua orang tuanya Andika pun menjelaskan dan Nasyauqi mengerti.
"Ruhi..maafkan mas..ya..tidak bisa menjaga baby juga umanya.." ucap Andika yang dimengerti oleh Nasyauqi.
"Mas..aku yang salah..bukan mas yang tidak bisa menjaga baby.." ucapnya yang sudah dipeluk oleh Andika yang sudah dalam tangisnya.
"Mas..yang membiarkan ruhi..cape.." Andika menangkup wajah Nasyauqi yang masih pucat.
"Maaf..Nasya ga mau dengerin mas.." Nasyauqi menunduk merasa bersalah.
"Ga..pasti Allah punya rencana lain..agar kita pacaran dulu lagi.." Andika mencubit hidung Nasyauqi.
"He..he.." Nasyauqi tertawa kecil terlihat gigi putihnya.
Keduanya sudah terlihat lebih tenang dan seperti tidak ada sedikitpun saling menyalahkan yang ada saling menyalahkan diri sendiri dan saling menyemangati kembali.
Waktu tidak terasa keduanya tidur dalam satu tempat tidur yang membuat asisten neneknya malu memilih tidur di ruang tunggu di luar, begitupun dengan Rena dan perawat yang akan memeriksa membatalkan niatnya dengan menutup kembali pintu kamar ruang inap Nasyauqi.
Andika sebenarnya tahu itu dan pura-pura tidur sebab dokter Rena sudah terlanjur masuk, sebenarnya Andika sendiri juga terkejut tapi harus bagaimana lagi sebab Nasyauqi pun masih dalam keadaan tertidur dan tanpa keluhan.
Rena hanya tahu Nasyauqi masih kerabat dari Rendra tidak lebih karena itu dia tidak banyak bertanya hanya bertanya sewajarnya saja tidak lebih hanya dia di minta Rendra dan Candy untuk memperhatikannya.
Dalam identitas pasien juga sudah lebih diperjelas istri dari Andika jadi tidak ada nama Rendra di identitas pasiennya.
Andika sendiri di minta oleh Rendra untuk tidak banyak berkreasi dengan siapapun di rumah sakit ini kecuali mas Rudi selaku kakak ipar dari Rendra yang jelas papa dari Indra.
Pagi menjelang siang ini keluarga ramai silih berganti menengok Nasyauqi untuk mengetahui langsung keadaan, sebenarnya Rendra harus menghadiri undangan pernikahan Rafiq tapi lebih memilih menjaga putri cantiknya.
Sebenarnya Nasyauqi sudah diperbolehkan pulang sore nanti karena itu Rendra memilih keluarganya yang saat ini butuhkan dirinya, dan dia juga sudah meminta ajudannya untuk mewakilinya.
Nasyauqi dan Andika tidak tahu soal ini menurut Rendra kesehatan Nasyauqi lebih utama untuk saat ini, yang harus banyak istirahat untuk pemulihannya.
Andika yang terlihat sangat sabar dan telaten mengurus keperluan Nasyauqi membuat Rendra semakin bertambah kagum akan sosoknya yang menanggalkan jabatannya yang saat sedang menyuapi Nasyauqi makan masih dalam keadaan lemah.
__ADS_1
Terlihat betapa tulusnya Andika dalam mengurus Nasyauqi, terlihat senyum Nasyauqi dihibur Andika entah candaan apa yang Andika berikan tapi terlihat keduanya sudah dalam keadaan sedikit lebih baik itu yang Rendra lihat dari keduanya saat Rendra mengunjunginya yang lebih tepatnya untuk menjemputnya kepulangannya dari rumah sakit.
Rasa syukur tidak terkira yang Rendra panjatkan pada sang pemilik hidup atas kebahagian putri tercinta yang memiliki pendamping hidup yang sangat menyayanginya sepenuh hati.