
"Aku mencintaimu, tanpa alasan, tanpa kenapa, tanpa tetapi dan tanpa pertanyaan lainnya" Rendra.
Sedari sholat magrib Rendra pergi ke Masjid yang ada di kompleks rumah dinasnya hingga sudah lepas sholat isya masih juga belum kunjung pulang Candy merasa bersalah dan bertanya dalam hatinya" Apakah Mas Rendra marah padaku, kerena aku belum memenuhi kewajiban sebagai istri yang seutuhnya tapi aku manusia biasa yang punya malu dan harus memulai dari mana aku ga tahu" Candy dalam diamnya.
Terdengar suara dari luar mengucap salam, yang mengejutkan hingga menyadarkan Candy dari lamunannya, saat akan mendekat ke arah pintu tubuh Candy tidak seimbang sehingga tubuh mungilnya akan terjatuh bersamaan Rendra yang akan masuk dengan tangannya menangkap tubuh Candy dan didekapnya.
"Hati-hati....honey" ucap Rendra lembut terdengar di telinga Candy.
Di saat Candy akan berdiri untuk keluar dari dekapan Rendra tubuhnya terjatuh lagi tapi tangan Rendra masih lebih cepat menangkap tubuh Candy lagi untuk kedua kalinya.
"Honey,ingin menggoda mas...ya " ucap Rendra menggoda Candy yang malu menundukkan matanya yang tidak mau dilihat Rendra.
"Maaf..." Candy masih menunduk tapi sudah berdiri normal.
"Honey maafin mas...sudah menunggu...tadi ada yang minta bantuan mas" Rendra menjelaskan ke Candy dengan keterlambatannya pulang ke rumah.
Keduanya menikmati makan malam bersama, hingga selesai tanpa bicara hanya sesekali mata keduanya bertemu, Candy melangkah ke dapur untuk mencuci piring, dengan tanpa meminta ijin Rendra dari belakang sudah melingkarkan kedua tangannya di perut Candy dan dagu yang menempel di pundak Candy hingga terasa di telinga Candy tiap hembusan napas Rendra.
"Ih...mas....geli" teriaknya tanpa sadar Candy mengusap telinga dengan tangan berlumuran busa sabun hingga terlihat lucu di mata Rendra.
"Ha....ha...honey" tawa Rendra ke Candy yang terlihat lucu.
Setelah membersihkan tangannya Candy membersihkan sisa busa sabun dan merapikan piring ke tempatnya dan berniat masuk ke kamarnya tapi tangan Rendra menariknya dengan lembut hingga keduanya saling berhadapan.
"Maafkan...mas honey....mas belum meminta hak mas ke honey,ga...marah kan?" ucap Rendra dihadapan Candy dengan menunduk sebab tubuh Rendra lebih tinggi.
Candy masih malu hanya terdiam, diamnya Candy membuat Rendra bingung dengan sikap diam yang di tunjukkan oleh Candy tidak dapat di artikan oleh Rendra saat ini.
__ADS_1
"Honey mas...mau honey terbiasa dulu di dekat mas ga ada maksud lain ko" Rendra masih memandang wajah imut Candy.
Candy melangkah meninggalkan Rendra semakin membuat Rendra bingung, ada apa dengan Candy yang sudah duduk di ujung tempat tidur mereka.
Rendra bersimpuh dibawah tempat tidur dengan dagunya di letakkan di pangkuan Candy dengan rasa bingungnya melihat sikap yang Candy tunjukkan.
Candy meneteskan bulir bening dari matanya yang jatuh tidak terasa hingga jatuh mengenai pipi Rendra, semakin membuat Rendra menyalakan dirinya sendiri.
"Maafkan...Can..mas bukan istri yang baik buat mas" dalam isaknya Candy berucap.
Rendra bangun dan duduk sejajar dengan Candy dengan satu tangan kekarnya memeluk tubuh mungil Candy dengan harapan menenangkan Candy.
"Mas...yang harus meminta maaf bukan honey " ucap Rendra lembut dan membuka kerudung Candy yang tidak pernah dilepaskan, betapa terkejutnya Rendra melihat rambut indah Candy yang panjang dan hitam dan merapikannya.
Candy hanya diam pasrah melihat apa yang dilakukan Rendra, tapi masih ada rasa malu yang Candy rasakan yang sudah menghentikan tangisnya.
"Cantik " bisik Rendra di telinga Candy terdengar lembut, Candy sendiri semakin malu di puji Rendra.
Malam semakin larut keduanya masih perbincangan layaknya anak muda yang lagi pacaran tapi dalam ikatan halal dengan canda dan gurauan yang mengakrabkan keduanya.
"Besok kita jalan yuk...kemana ya...mumpung mas masih libur honey juga " ucap Rendra yang masih tiduran di pangkuan Candy.
Candy hanya mengangguk, tapi Rendra menginginkan Candy menjawab dengan suaranya.
"Honey...honey..." ucap Rendra dengan manja pada Candy yang mengusap-usap kepala Rendra dengan lembut.
"Ya mas...Can ikut mau mas" ucap Candy dengan tangan menangkup muka Rendra, Rendra yang merasa tergoda mengambil kesempatan itu, di ciumnya hidung mancung Candy dengan lembut reaksi Candy hanya malu Rendra makin menjadi dicium bibir Candy dengan lembut namun sedikit di tahannya, mereka saling memandang dan hanya mata keduanya seakan bicara yang mengisyaratkan sesuatu untuk lebih atau menyudahi.
__ADS_1
"Maaf....honey" Rendra menyudahi ciumannya, Rendra memegang ucapannya yang diawal sudah disampaikan ke Candy, Rendra tidak ingin sesuatu yang telah di ucapannya di langgarnya itu bukan prinsipnya.
"Ya mas...Can tahu " Candy masih malu, Rendra mengusap bibir Candy dengan jari telunjuknya lembut semakin membuat Candy malu.
"Mas....ih..." teriak Candy ke Rendra yang membuat Rendra memberikan isyarat dengan jari telunjuknya ke bibirnya tanda menghentikan dan tidak boleh berisik.
"Apa...?" bisik Candy mendekat ke Rendra dengan suara terdengar pelan.
" Rumah ini tidak kedap suara jadi jangan teriak-teriak " ucap Rendra pelan mengikuti suara Candy padahal Rendra hanya menggoda
Candy.
"Ih...mas...yang mulai" ujar Candy menyalakan Rendra tapi dengan suara pelan hampir berbisik, Rendra dengan senyumnya yang tertahan tapi senang melihat reaksi Candy selain menurut juga setiap berbicara mendekat dan hampir berbisik di telinga Rendra.
Rendra meminta maaf ke Candy dengan kedua tangannya menangkup di dadanya, Candy mengerti dengan apa yang di berikan Rendra, keduanya tertawa namun di tahan.
Entah apa yang membuat keduanya tidak kunjung mengantuk padahal mata Candy sudah berusaha di pejamkan tetap saja tidak bisa hingga mengubah posisi tidurnya tetap matanya serasa enggan tertutup, Rendra yang di samping Candy merasa iba dan tangan Rendra mengusap kepala Candy berharap menenangkan Candy yang masih menyesuaikan tinggal di rumah dinas.
"Kenapa honey,maafkan mas...honey harus ikuti maunya mas...tinggal di rumah dinas" ucap Rendra pelan ke Candy.
"Mas...jangan minta maaf...lama-lama Candy akan terbiasa" Candy yang mulai tenang tidak gelisah lagi.
"Mas...peluk ya..." pinta Rendra ke Candy yang mulai terlihat mengantuk, Rendra pun memeluknya dengan menghangatkan.
Rendra mengusap punggung Candy dengan usapannya yang lembut membuat Candy makin nyaman dan mulai tertidur di dekapannya, Rendra merasa iba ke Candy yang hampir tidak bisa tidur di hari pertamanya tinggal di rumah dinasnya.
Tapi Candy sendiri sudah tertidur dengan pulas mungkin sudah masuk ke dalam alam mimpinya, Rendra sendiri mulai memejamkan kedua matanya dengan tetap memeluk wanita yang selama ini diharapkannya, kini telah menjadi pendamping hidupnya bukan hanya untuk jadi teman berbagi ceritanya saja tapi lebih dari itu, baik teman tidur juga teman yang akan jadi ibu dari anak-anaknya kelak.
__ADS_1
Tidak hanya rasa nyaman dan tenang yang Candy rasakan dalam dekapan Rendra tapi juga senang karena Rendra memperlakukannya dengan sangat lembut dan sabar tampa memperlihatkan dirinya seorang Kapten yang tegas dan penuh wibawa di hadapan kawan satu timnya.
Untuk Rendra sendiri ada Candy di sampingnya tidak hanya senang tapi nyaman ada di dekatnya melengkapi hidupnya yang selama ini sepi dan hampa, akan berubah menjadi indah dan semakin berwarna di setiap momen yang akan dilaluinya.