
"Rasa takut terkadang menghantui setiap manusia yang ingin maju, niatkan karena Allah agar hilang rasa takut itu" Candy.
Awal pagi ini sudah membuat Nisrina menggerutu karena motor yang mengantarkannya ke pasar harus mogok di jalan, padahal hari ini dirinya harus menjalankan tugas menjadi panitia seminar yang ada di kampusnya.
"Astagfirullah...tuhan alamat kesiangan aku ke kampus" gumam Nisrina yang mendorong motornya.
"Kenapa mba..motornya" sapa laki-laki yang sedang olah raga pagi dengan berlari yang menghentikan larinya bertanya ke Nisrina sopan.
"Ga..tahu ya..mas padahal bensinnya penuh" Nisrina menjelaskan ke lelaki di sebelahnya yang tidak dikenalnya.
"Boleh..saya bantu...melihat..apa yang menyebabkan motor mba mogok" ujar lelaki itu ke Nisrina dengan sopan.
"Silakan..tapi maaf ya..mas jadi merepotkan.." ujar Nisrina dengan malu sebab menurutnya dia orang yang baru di kenalnya.
"Ga..ga merepotkan ko..kebetulan juga saya lewat.." ucap lelaki itu santai.
Tanpa beberapa lama motor itu bisa di hidupkan lagi, dan membuat Nisrina senang sebab dirinya takut terlambat ke kampus.
"Mba..silakan ini sudah bisa.." ujar lelaki itu yang berparas biasa saja tapi berkharisma terlihat smart mempersilahkan Nisrina mengunakan motornya kembali.
"Terimakasih...ya..mas sudah merepotkan.." Nisrina menaiki motornya.
"Ga..merepotkan ko..sama-sama.." ujarnya dengan berlari meneruskan olah raganya.
"Ya..aku lupa memperkenalkan diri.."ucap Nisrina seorang diri yang sudah melihat lelaki itu sudah berlari jauh.
"Ya...sudahlah mudah-mudahan kebaikannya di balas sama..Allah.." Nisrina kembali meneruskan perjalanannya.
Sesampainya dirumah Nisrina langsung menuju dapur untuk menaruh barang belanjaannya dengan sedikit kesal.
"Ayah...motornya tadi mogok di jalan..Nis kesiangan ..nih.." ujar Nisrina dengan bergegas ke kamar mandi.
"Aduh...kasihan anak ayah..., ayo..bareng ayah..ke kampusnya" ucap mas Dimas ke Nisrina yang sudah di dalam kamar mandi.
Tanpa beberapa lama Nisrina sudah bersiap untuk ke kampus dengan rasa takut terlambat sampai di kampusnya.
"Mba..sarapan dulu.."pinta Rahma ke Nisrina yang sedang memakai sepatunya.
"Mba..takut terlambat.." jawabnya merapikan bajunya.
"Ya..sudah tunggu sebentar bunda siapkan bekal.." ujar Rahma yang menyiapkan bekal tidak berapa lama.
"Ayo..ayah..antar.." seru mas Dimas ke anak gadisnya yang makin cantik.
"Bunda..mba pamit dulu.." ucap Nisrina yang berpamitan ke bundanya yang memberikan bekal untuknya.
"Hati-hati.." ucapnya dengan tangan yang di cium oleh anaknya.
"Kesayangan mas..mas pamit dulu.." mas Dimas berpamitan ke Rahma yang mencium tangan mas Dimas, balasan mas Dimas menciumnya dengan mesra.
"Ayah...nanti lanjutnya...mba sudah telat nih.." pinta Nisrina yang membuat mas Dimas dan Rahma tersenyum.
__ADS_1
"Ayah kelewatan bucin..deh..ayo..yah"ucap Nisrina menggandeng tangan ayahnya yang tersenyum mendengar ucapan anaknya yang sering melihat kemesraan keduanya.
Perjalanan ke kampus tidak begitu macet tapi Nisrina harus membeli buket bunga untuk beberapa orang tamu undangan yang mengisi seminar di kampusnya.
Sesampainya di kampus Nisrina yang terlihat tergesa setelah turun dari mobil dan berpamitan ke ayah tercintanya.
"Sorry...sorry..gue..telat.." ucap Nisrina ke teman sehatnya denga tangan membawa beberapa buket bunga sesuai permintaan teman-teman senatnya.
"Ih...ngegemesin deh...pembicara yang akan mengisi seminar.." ucap salah satu anak senat yang didengar Nisrina dengan sikap bodoh amat.
"Tugas..gue..sudah selesaikan..."Nisrina berucap dengan langkah akan meninggalkan ruangan teman senatnya berkumpul.
"Cantik...satu lagi tugas loe..memberikan buket bunga untuk pengisi acara..ok..cantik" ucap ketua senat yang sudah dianggapnya sebagai kakak oleh Nisrina.
"Ok..masih lamakan kak.." Nisrina meminta kejelasan ke kakak senatnya.
"Iya...terus..loe mau kemana cantik.."tanya ketua senat ke Nisrina yang tersenyum.
"Sarapan dulu..kak..ke kantin..sebentar..ya kak" Nisrina meminta dengan merengek manja.
"Ya..udah..sana..gue..ga kuat liat loe..manja gitu.."kakak senat mengijinkan Nisrina dengan senyum termanis di berikan ke Nisrina yang siapa sih yang ga mau dekat dengan gadis manis pinter sopan lagi.
Kantin jadi tempat yang sangat nyaman buat Nisrina hari ini sebab hanya beberapa mahasiswa yang nongkrong selebihnya memenuhi gedung serba guna menghadiri acara seminar kampus.
"Gila..itu cowok cool banget..gue..mau tuh" ucap salah satu mahasiswa yang kebetulan nongkrong bareng kawan-kawannya.
Nisrina hanya mendengar tidak ingin mencari tahu siap sosok yang sepertinya seru di bicarakan oleh anak-anak kampusnya.
Saat Nisrina merapikan tempat bekal sarapannya seseorang memanggilnya agar bergegas ke ruangan senat.
"Nis..dicari noh..sama kakak senat..cepetan..katanya.."teriak salah satu teman Nisrina yang sama-sama anggota senat.
Saat bersamaan suara teman Nisrina memanggil namanya cowok yang sekarang jadi pusat perhatian mencari nama yang di panggil itu, dan tanpa ada komando mata cowok itu dan Nisrina bertemu betapa terkejutnya Nisrina ternyata cowok itu yang menolongnya tadi pagi.
Ingin hati Nisrina menyapanya sebagai ucapan terimakasih tapi tangan seseorang lebih berhak atas dirinya hingga menariknya keluar dari kantin tapi sebelum menjauh Nisrina melambaikan tangannya sebagai tanda menyapanya sopan dan balasan senyum ramahnya di perlihatkan dengan memperlihatkan gigi putih yang berbaris rapi.
Dalam perjalanan ke ruangan senat Nisrina masih memikirkan cowo itu kenapa bisa ada disini, dan kenapa baru hari ini dirinya melihatnya apa dia mahasiswa baru atau kakak kelasnya yang mengambil kelas eksklusif, entahlah yang jelas pertanyaan itu seperti bermain dipikirkannya saat ini.
"Ngapa..loe..bengong aja.." ujar salah satu teman Nisrina yang duduk diruangan senat yang melihat Nisrina bingung.
"Ga..cuma belum turun nih..makanan gue.." Nisrina memberikan alasan yang tidak masuk akal.
"Paling..pinter..loe..cari alasan " balas salah satu anggota senat yang tahu Nisrina orang yang ceria.
"Nis..noh giliran loe.." perintah salah satu kakak senat yang memberikan buket bunga untuk di berikan kepada narasumber seminar satu persatu hingga tiba di salah satu narasumber Nisrina sedikit kaget ternyata cowok yang ada dikantin dan menolongnya tadi pagi menjadi salah satu narasumber seminar di kampusnya.
"Terimakasih pak..sudah jadi inspirasi buat kami.." Nisrina memberikan salah satu buket bunga yang di belinya.
__ADS_1
"Terimakasih juga untuk di berikan kesempatan berbagi.." ucapnya sopan dengan senyumnya ramah.
Nisrina melangkah meninggalkan gedung seminar yang ramai mendengar pujian buat cowok yang baru saja diberikan buket bunga olehnya.
"Nis..loe..cewek paling beruntung..bisa menyapanya langsung.." ujar salah satu kakak senat cewek dengan menepuk pundak Nisrina yang hanya tersenyum.
Saat akan meninggalkan kampus Nisrina mendapat panggilan yang menurutnya bukan untuk dirinya sebab hanya panggilan sopa yang dia dengar.
"Mba...ko belum pulang.." dapatnya dengan sopan ke Nisrina yang hanya menoleh takut salah orang.
"Oh..maaf..saya kira bukan ke saya.." ucap Nisrina polos dengan tersenyum sewajarnya.
"Gimana..motornya..ga mogok lagikan.." tanyanya membuat Nisrina merasa di perhatikan.
"Sampai rumah sih..tapi ga tahu..mungkin ayah akan bawa ke bengkel..biar ga mogok lagi" Nisrina menjelaskan keadaan sebenarnya.
"Boleh saya rekomendasikan bengkel yang saya tahu.." dengan sopan dia menyampaikan maksud baiknya.
"Gimana ya..itu biasanya ayah..yang mengurus..tapi boleh juga sih nanti saya beritahukan ke ayah.. terimakasih " balas Nisrina dengan sopan tanpa ada maksud lain hanya ingin memberikan kesan baik karena telah ditolong.
"Oh..ya..kita belum berkenalan..saya Indra Pramudya Bagaskara" lelaki yang ada dihadapan Nisrina memberikan tangannya dan memperkenalkan diri.
"Saya..Nisrina Nur Kamilah" ucap Nisrina hanya menangkup tangannya didadanya tanda tidak ingin bersentuhan.
"Nama yang cantik secantik orangnya ya.." puji Indra dengan tersenyum tipis.
"Biasa aja..seperti yang lain..malah ada yang lebih cantik.." balas Nisrina mencairkan suasana.
"Oh..ya sekali lagi terimakasih kasih ya..pak.." ucap Nisrina menghormati Indra.
"Ih..saya belum setua itu.. jangan panggil pak.." pinta Indra yang tersenyum manis.
"Terus..apa dong.." pinta Nisrina yang kaget mendengar permintaan Indra.
"Mas..boleh dong.." ujar Indra sedikit menggodanya.
"Ok..maaf..saya tidak bisa lama..ada janji dengan sepupu saya.." Nisrina mencari alasan agar tidak berlama-lama dengan Indra.
"Sebagai perkenalan boleh dong..temani saya menikmati kota ini.."pinta Indra yang ingin mengetahui lebih banyak Nisrina.
"Baiklah..sebagai balasan terimakasih kasih saya..kapan" ucap Nisrina ke Indra yang seperti berpikir.
"Besok..gimana..sebab lusa saya harus kembali ke amerika.." Indra menjelaskan.
"Baiklah..tapi saya tidak sendiri ya..ada sepupu saya yang akan menemani..ga apakan.." tanya Nisrina meminta persetujuan Indra.
"Ok..kita ketemu di taman kota..jam 10..saya tunggu.." ucap Indra dengan serius terdengar.
Tidak beberapa lama keduanya berpisah meninggalkan kampus yang mulai sepi ditinggalkan oleh mahasiswanya.
Itulah perkenalan pertama kali Indra dan Nisrina walaupun sudah bertemu beberapa kali tapi ini perkenalan personal keduanya.
__ADS_1
Buat Nisrina masih terkesan biasa saja tapi tidak untuk seorang Indra yang makin memberikan nilai positif dalam dirinya yang semakin lebih ingin mengenal siapa Nisrina.